Benarkah Keajaiban Menulis di Blog itu Nyata?

Rabu, 03 November 2021

Pernahkah Anda bertanya-tanya,benarkah keajaiban menulis di blog itu nyata?


Apakah benar jika menulis di blog saja bisa membawa seseorang berkelana ke Amerika?


Apakah benar dari menulis di blog bisa membawa kehidupan seseorang berubah?



Mungkin Anda sulit percaya jika dengan menulis di blog, seseorang bisa berkunjung ke Amerika secara gratis.


Mungkin Anda juga sulit percaya jika dari menulis di blog, keranjang hadiah puluhan juta bisa dikantongi dengan gembira.


Kok bisa? Gimana caranya?


Tenang. Anda tidak sendiri memendam rasa penasaran tentang menulis di blog yang bisa menghasilkan. Dulu, saya juga merasakan itu!


Pertama kali ngeblog di tahun 2019. Lalu tak lama saya pun dipertemukan dengan beberapa blogger senior dalam sebuah acara event di Surabaya. 


Di sinilah kali pertama saya mengenal tentang dunia blogging. Yah, meski masih secara samar, tetapi cukup membantu saya yang saat itu adalah blogger pemula. 

 

Sosok Inspiratif yang Membuat Saya Semangat Menulis di Blog


Sebutlah namanya Nurul Rahma, yakni pemiliki blog bukanbocahbiasa.com. Saat bertemu beliau, saya memang banyak diamnya. Tetapi ketika berjabat tangan dan memperkenalkan nama blognya yang  bernama bukan bocah biasa, saya pun tergerak untuk kepo lebih dalam. Sekilas dalam pikiran saya waktu itu, "Nama blognya unik."



Hingga akhirnya saya menemukan artikel berjudul Jadi Local Guides dan diundang Google ke Amerika. Jujur, seketika saya langsung excited membacanya.


Dan taraa… saya semakin kagum dengan beliau yang menonjolkan kesederhanaannya sebagai mom blogger. Meski sembari mengurus keluarga, tetapi beliau masih produktif ngeblog. Bahkan sudah 10 tahun lamanya menekuni dunia blogging sampai saat ini. 


Keren nggak tuh? 


Mungkin ini juga yang menjadi pertimbangan google memilih mbak Nurul Rahma sebagai sosok yang pantas untuk diundang ke Amerika secara gratis. Full funded!


Kiprahnya di dunia blogger tak diragukan. Kecintaannya akan aktivitas ngeblog sangat diacungi jempol. Konsisten sekaligus penuh dedikasi. 


Nah, belum puas menelusuri jejak kisah Mbak Nurul, saya juga sempat kepo dengan Mas Rudi, yakni pemilik blog belalangcerewet.com




Pertama kali mengenal beliau, ketika saya mencari komunitas blogger di Lamongan. Dan dari beliau lah saya belajar banyak tentang ngeblog, juga bagaimana cara menghasilkan dari blog. Salah satunya adalah mengantongi keranjang hadiah dari blog. Apa maksudnya?


Keranjang hadiah adalah perumpamaan yang ditulis Mas Rudi terkait beberapa lomba yang sudah berhasil beliau menangkan. 


Tak cukup satu atau dua lomba, tetapi di masanya, Mas Rudi memang pernah mendapatkan banyak apresiasi dari lomba blog. 


Selain dari lomba, beliau juga berbagi tentang penghasilan dari fulltime blogger sebanyak 20 juta sekian. WOW banget kan? Siapa yang nggak tergiur?


Dan saya adalah salah satu blogger yang tergiur gurihnya menghasilkan dari blog berdasarkan pengalaman dua blogger di atas. Sejak itulah, saya berjanji pada diri sendiri bahwa menulis di blog adalah harga mati.


Baca juga: Jangan Jadi Blogger Kalau Nggak Kuat


Mengawali Menulis dari Patah Hati Hingga Berakhir Cuan


Mungkin awalnya, perjalanan menulis saya bermula dari merasakan manfaat menulis menjadi obat hati.


Ya, kecintaan saya pada dunia literasi memang berawal dari patah hati. Receh sekali bukan?


Namun siapa yang menyangka, ternyata dari hal receh ini, justru mengantarkan saya pada jalan rezeki yang tak terduga. Bahkan bisa dibilang, dari patah hati mengubah kehidupan saya seperti sekarang.That’s the miracle, right?


Nah, karena saya tahu perjalanan menulis saya membawa sebuah keajaiban, saya pun berpikir untuk tidak mengabaikan kesempatan. 


Carilah peluang. Setidaknya kalimat ini yang terlintas dalam pikiran saya waktu itu. 


Nah, jadi ketahuan nih, saya menulis memang berniat untuk berpenghasilan. Hehe…


Meski begitu, saya tidak pernah melupakan niat awal kenapa saya harus menulis. Yang  tujuan utamanya memang untuk berbagi kepada perempuan single parent. 


Berbagi tidak dalam bentuk materi, melainkan melalui tulisan receh saya di media sosial. Siapa tahu, mereka yang memiliki status yang sama seperti saya bisa lebih kuat menghadapi kenyataan. 


Selanjutnya, saya baru mulai menata niat jika aktivitas menulis yang saya geluti ini harus bisa menghasilkan. Bagaimana caranya? 


Tentu jawabannya adalah ngeblog!


Jadi setelah memutuskan resign tahun 2019 lalu, saya memilih fokus ngeblog. Sebenarnya sih, saya belum paham apa itu blog, bagaimana cara ngeblog, dan kok bisa sih menghasilkan dari blog? 


Tetapi berkat bantuan seorang web developer asal Minang, saya jadi lebih banyak tahu tentang dunia blogging. Dia bak nakhoda yang mengarahkan jalan ngeblog saya. Dia juga nggak pelit ilmu di mana tak lelah mengajari saya ngeblog agar terus berkembang. 


Hingga tak lama, penghasilan dari ngeblog pun berhasil saya dapatkan. Rasanya terharu menerima fee pertama dari blog. Yang entah kenapa dari fee ngeblog itu, justru bikin saya candu. 


Yes, saya tertantang untuk ngeblog. 



Tertantang Konsisten Ngeblog, Beginilah Cara saya Keluar dari Zona Nyaman


Tidak sedikit saya menemukan artikel yang membahas tentang tips sukses ngeblog untuk pemula. Sebaliknya, ada juga yang bilang jika ngeblog tak semudah yang dibayangkan. Sehingga tak sedikit pula blogger mengibarkan bendera putih akibat gagal di tengah jalan. 


Lantas, sebagai blogger pemula saat itu, saya harus pilih opini yang mana?


Sekilas teringat dengan kata bijak dari Margaret Hilda Thatcher. Adalah perdana menteri Britania Raya, juga seorang jurnalis Soviet yang dijuluki "wanita besi" itu menuliskan kalimat. Begini bunyinya


Kamu mungkin harus bertarung lebih dari sekali untuk memenangkannya


Akhirnya, saya pun mendapat jawaban dari kegamangan tentang memilih maju atau mundur untuk menjadi blogger. 


Dan saya pun tertantang untuk membuktikan bahwa dari menulis di blog, nantinya saya memperoleh banyak hal, juga pengalaman.


Lalu apa yang saya lakukan agar bisa keluar dari zona nyaman? Apa yang saya lakukan agar ngeblog tak sekadar numpang lewat atau menjadi kebutuhan sesaat? 


1. Menata Niat


Melakukan apa pun, niat adalah hal yang utama. Dalam agama saya pun mengajarkan innamal A'malu bin niat. Bahwasanya sebuah pencapaian itu tergantung dari niat awal. 


Saya pun menata niat ngeblog saya lebih baik lagi. Tujuannya memang untuk berbagi, tetapi saya tidak munafik, jika memang saya ngeblog untuk menghasilkan. 


2. Tujuan Ngeblog Apa? 


Rasanya hambar jika ingin mendapatkan hasil maksimal, tapi ternyata tujuannya belum jelas. Maka, saya pun mencoba untuk menentukan tujuan ngeblog.

Apa yang ingin saya dapatkan dari blog? Pertanyaan ini yang saya jadikan pegangan untuk terus konsisten ngeblog. 


3. Carilah Blogger Panutan 


Well, untuk sukses dalam hal apapun, termasuk dunia blogging, Anda tetap harus bekerja keras dan bermental tangguh. Pantang menyerah menghadapi rintangan. 


Nah, salah satu cara untuk tidak cepat menyerah menjadi blogger adalah memiliki blogger panutan. 


Menurut saya, dengan memiliki blogger panutan, saya bisa mendapatkan bocoran kisah perjuangannya dalam merintis blog hingga sukses. Suka dan dukanya ngeblog. Sehingga saya bisa mengonsep cara sukses seperti apa yang harus saya lakukan agar bisa bertahan menulis di blog. 


Tiga hal inilah yang menjadikan saya terus semangat ngeblog. Berangkat dari tidak tahu apa-apa, lalu karena ingin belajar, saya pun mendapatkan keajaiban dari menulis di blog. Siapa yang menyangka?


Menulis itu seperti seks. Pertama kamu melakukannya demi cinta, lalu kamu melakukannya untuk temanmu, dan kamu lalu melakukannya untuk uang". - Virginia Woolf


Keajaiban Menulis di Blog Itu Nyata. Ini Buktinya!


Mungkin yang menjadi pertanyaan selanjutnya adalah, setelah menerapkan 3 tips di atas, apa yang saya dapatkan?


Katakanlah hampir dua tahun saya ngeblog. Sesuai tujuan awal, saya ingin berbagi apa saja di blog, juga berpenghasilan dari blog, kan?


Nah, apakah benar-benar sudah menghasilkan?


Jawabannya adalah sudah. 


Walaupun penghasilan dari blog belum banyak seperti pendapatan blogger senior. Tetapi saya cukup bersyukur, beberapa fee dari ngeblog bisa saya simpan di tabungan. Yang pastinya untuk kebutuhan anak-anak kelak.


Yes, di sini saya merasa menjadi single parent yang sedang berproses untuk merdeka finansial.


Tak hanya itu, selain penghasilan dari ngeblog, banyak keajaiban dari menulis di blog yang saya dapatkan. Antara lain:


1. Bisa Jalan-Jalan Gratis dari Hasil Lomba Blog


Lokasi di Kete' Kesu, Wisata Tongkonan dan Kuburan Gantung


Rasanya seperti mimpi saya bisa menjejakkan kaki di Bumi Toraja. Sebuah kota yang tidak sama sekali terlintas akan saya kunjungi. Tetapi justru, saya mendapat hadiah dari Allah melalui perantara menulis di blog. 

5 hari perjalanan di sana, saya sudah merangkumnya dalam satu artikel berjudul Setumpuk Cinta untuk Indonesia dari Bumi Toraja. 

Bagi saya, pengalaman ke Toraja tak sekadar perjalanan biasa. Lebih dari itu, ini keajaiban yang patut saya syukuri selama menjadi blogger. 


2. Teman Rasa Saudara


Lokasi di Candi Sukuh, Karanganyar Solo 


Tampak sekilas traveling bersama teman blogger hanya seperti jalan-jalan biasa. Lebih dari itu, tahukah Anda, jika mereka adalah teman rasa saudara. 

Seringnya melakukan traveling bersama membuka mata kami untuk saling berbagi. Bahkan tak jarang saya menjadikan mereka tempat berkeluh kesah jika ada masalah. 

Bukankah mendapat saudara tak sedarah itu keajaiban? 


3. Tulisan Blog Mendatangkan Keberkahan


"Saya berniat untuk mengundang mbak Malica datang ke Jakarta."

"Ada yang bisa saya bantu? Untuk apa ya?"

"SHARING tentang Single mom produktif menulis." 


"Tahu darimana kalau saya menulis dan Single mom?" Tanya saya iseng. 


"Di blog mbak Malica. Saya baca tentang kisah Single mom mbak."


Speechless!


Hanya kata itu yang saya bisa katakan. Karena memang sejak awal ngeblog, saya tidak memiliki harapan yang muluk-muluk, begitu kata orang Jawa. 


Tetapi jika Allah memberikan sesuatu yang lebih dari hasil usaha yang saya lakukan? Saya bisa berkata apa selain ucapan syukur?


4. Dari tidak Bisa Menjadi Bisa


Saya bukanlah sosok perempuan yang melek IT saat memutuskan menjadi blogger. 
Tetapi sejak menjadi blogger, saya mengakui bisa belajar banyak hal. Beberapa di antaranya soal html blog, otak-atik plugin di WordPress.org, belajar SEO, hingga ternak banyak blog.


Yang semuanya itu berawal dari nggak paham, eh, saat mengikuti beberapa kelas yang diadakan oleh Mas Irwin, yang kalau boleh jujur bikin saya harus pijat leher. Tetapi justru di situlah letak keajaiban terjadi. Fiks, saya benar-benar keluar dari zona nyaman. Ini bikin saya bahagia sekali. 


Baca juga : Blog Jadi duit? Baca dulu Tips ini Sampai Habis!


Lantas, Adakah Alasan Saya Harus Berhenti Menulis di Blog? 


Bertepatan dengan hari blogger pada tanggal 27 Oktober 2021 lalu, kebetulan komunitas Warung blogger memberi tantangan kepada kami untuk mencari tahu alasan, kenapa tetap menulis? 


Nah, kalau saya sendiri dengan mendapat keajaiban di atas, rasanya menulis di blog sudah menjadi kebutuhan saya. Bahkan, ketika saya tidak menulis di blog, entah kenapa rasanya hampa. 

Jiwa kosong. Seolah saya kehilangan sesuatu untuk dicurahkan. 

Inilah salah satu alasan kenapa saya harus tetap menulis di blog. Biar tetap waras!

Selain itu, menulis di blog  bagi saya adalah harga mati. Sungguh sulit untuk dilepaskan karena hati dan pikiran sudah terlanjur meyakini bahwa menulis memberikan dampak positif pada kehidupan saya. 

Contohnya, mengubah pandangan saya untuk lebih berwawasan. 

Tak cukup itu saja. Yang menjadi pegangan saya hingga saat ini, adalah kata bijaknya Ali Bin Abi Tholib. Yakni:

Semua orang akan mati kecuali karyanya, maka tulislah sesuatu yang akan membahagiakan dirimu di akhirat kelak

 

Itulah kenapa saya menulis dengan happy. Menulis tanpa beban supaya pesan yang saya angkat tersampaikan kepada pembaca sehingga mereka mendapatkan manfaatnya.


Setelah itu, bisa saja ketika jasad saya tak lagi di dunia, mereka masih mengenang saya dari tulisan saya yang sederhana. 


Dan akhir kata, sebagai jurus pamungkas, juga sebagai penyemangat para blogger yang mungkin semangatnya kini meredup sehingga butuh alasan kenapa harus tetap menulis di blog. 


Maka, jawaban saya adalah berkiblat kepada Helvi Tiana Rosa. Di mana "Ketika sebuah karya selesai ditulis, maka pengarang tak mati. Ia baru saja memperpanjang umurnya lagi". 


Nah, tentu Anda tahu maksudnya apa bukan? Lantas, masih butuh alasan kenapa harus tetap menulis di blog? 


Biar makin yakin, saya sudah menuliskan dalam 1 artikel berjudul 33 Alasan Kenapa Harus Ngeblog. 


Selamat membaca.  Selamat hari Blogger!


11 komentar on "Benarkah Keajaiban Menulis di Blog itu Nyata?"
  1. Keren tulisannya. Menginspirasi!

    BalasHapus
  2. Wah, masyaALLAH TabarokALLAH, terharuuu akutuuu blogku nangkring di postingan iniii

    Kali pertama kita bersua di event gadget, di hotel Santika Premiere, kalo ga kliru ya?
    First impression, aku auto membatin, ini anak SMA mana, kok bolos sekolah dan malah ikutan acara gathering bloggers :D Aselik mba, kirain dikau masih SMA, atau klo kuliah ya semester awal gt lah wkwkwkw

    Ternyataaaa, si bocah SMA yg imut itu wanita tangguh yg luarrr biasa! Aku naik Grab bareng kamu dan mb Wiwid, pulang dari acara di TP kan ya? Duh, super hepiiii, semogaaa next time kita bs ketemu lagi yaaa. seseruan dan berbagi banyak hal through blogging!

    BalasHapus
  3. Masya Allah, merinding bacanya. More or less tujuan mbak Malica ngeblog mirip dengan saya, berbagi dan menjemput rejeki.

    Semoga saja niat kita diridloi Allah dan apa yang sudah kita bagikan di blog kita, menjadi tabungan jariyah kita ya Mbak. Allahumma aammiin.

    BalasHapus
  4. semagat menulsi tanpa embel2 ya, karena menulis dari hati itu menghasilkan hasil ayng luar biasa

    BalasHapus
  5. Aku tu salut sama sampean Mbak. Itungannya baru ya memulai. Baru 2019 kemarin. Tapi... udah dapat buanyak dari sana. Mana sampean tu struggle dan serius Mbak ngelakoninnya.

    BalasHapus
  6. Selamat hari blogger mbak malica. Yha.. walaupun sudah lewat beberapa hari, hehe.

    Tujuanku ngeblog sejak 15 tahun lalu awalnya sama seperti mbak malica. rasanya senang punya teman baru, bisa mendapatkan penghasilan tambahan pula. tapi makin kesini aku jadi makin jarang ngeblog, lebih fokus cari cuan jadi bunda-bunda olshop, hehe. tapi beberapa blog masih dipertahankan untuk berbagi pengalaman sehari-hari.

    BalasHapus
  7. Setuju ngeblog mendatangkan keajaiban dan harus ada blogger panutan ya. Mba Malica keren, langganan menang lomba. Kapan2 sharing mbak bagaimana agar menang lomba

    BalasHapus
  8. Kilas balik ngeblog nan keren.
    Beruntung sdh pernah silaturahmi langsung dengan njenengan mbak.
    Semoga termasuk di kelompok teman blogger yang rasa saudara.

    Sampai bertemu kembali ke episode ngebolang ke Lombok di next episode yaaa ^^

    BalasHapus
  9. Keren banget perjalannya mbak! setuju banget sih, sebagai manusia kita harus punya peluang dan panutan untuk bisa terus termotivasi. Awal mula saya ngeblog ini juga karena dulu sering bucin alias tempat buat moveon setelah patah hati hihiihi. salam kenal ya mbak^^

    BalasHapus
  10. MashaAllah~
    Ternyata memang butuh strong why untuk menulis yaa.. Dan bagaikan candu ketika sudah menuliskan sesuatu hal terutama yang kita sukai.

    Aku salut sekali dengan blogger yang disebutkan kak Malica termasuk kak Malica yang konsisten menulis dari waktu ke waktu hingga bisa mendapatkan pernghargaan terbaik dengan memenangkan beberapa kompetisi blogger.

    Barakallahu fiik, kak Malica.

    BalasHapus
  11. Wah inspirasi banget kisahnya, pengen banget juga seperti orang-orang bisa bersenang-senang hanya dari blog saja. Bahkan ada yang sampai keluar negeri, kerenn..

    BalasHapus

EMOTICON
Klik the button below to show emoticons and the its code
Hide Emoticon
Show Emoticon
:D
 
:)
 
:h
 
:a
 
:e
 
:f
 
:p
 
:v
 
:i
 
:j
 
:k
 
:(
 
:c
 
:n
 
:z
 
:g
 
:q
 
:r
 
:s
:t
 
:o
 
:x
 
:w
 
:m
 
:y
 
:b
 
:1
 
:2
 
:3
 
:4
 
:5
:6
 
:7
 
:8
 
:9