Nyalakan Semangat membaca di TBM Bintang Brilliant

Sabtu, 13 Agustus 2022

Buku tidak dibuat untuk hiasan. Tapi tidak ada barang lain yang melengkapi perabot rumah yang begitu indah selain buku. 


Mungkin kalimat bijak di atas, yang entah siapa penciptanya. Sangat cocok saya sematkan pada salah satu teman blogger yang saat ini sedang berjuang membangun taman bacaan masyarakat di desanya, yakni TBM Bintang Brilliant.



Adalah munasya.com nama beken blognya. Saya mengenal beliau dua tahun lalu di awal-awal saya ngeblog. Bertemu dengan beliau pun tanpa disengaja. Karena waktu itu, kami sedang mengikuti acara undangan liputan blogger di Surabaya.


Pertama kali bertemu, bisa dibilang beliau cukup ramah. Dan karena keramahan beliau ini, saya pun merasa cocok untuk berbincang sekaligus jalan bareng keluar jika ada acara-acara blogger selanjutnya di Lamongan. 


Mengagumi Mbak Muna menjadi hal yang patut saya syukuri. Karena darinya saya jadi banyak belajar artinya makna ‘sabar’.


Bagaimana tidak, Mbak Muna yang saya kenal lebih banyak diam daripada bicara, ternyata beliau memiliki banyak anak didik sekitar puluhan jumlahnya di TBM Bintang Brilliant. Yang pasti, karakter anak-anak tersebut pun berbeda-beda.


Mungkin ada anak yang aktif, pendiam, hiperaktif dan lainnya. Tetapi beliau penuh kesabaran menghadapi mereka semua.


Bahkan kesabarannya pun patut saya acungi jempol berkali-kali. Sekalipun rumah yang beliau tempati seringkali dilanda kebanjiran, namun semangat anak-anak TBM Bintang Brilliant tak pernah surut untuk membaca.


Walaupun Hujan, tak Menyurutkan Niat untuk Datang 


TBM Bintang Brilliant


Pernah beliau mengeluh di grup blogger Lamongan dengan kondisi TBM yang bisa dikatakan belum layak jika datang hujan deras. 


Bukan mengeluhkan karena atap rumah yang kebocoran atau almari dan buku-buku yang mendadak basah. Melainkan, beliau mengeluh kenapa anak-anak tetap datang ke TBM?


Sementara kondisi di TBM sangat tidak kondusif untuk kegiatan membaca maupun mendongeng bersama. 


Namun ketika ditanya demikian, kurcaci-kurcaci kecil yang selalu menyalakan lentera gemar membaca itu pun menjawab,”Selagi hujannya tidak deras, tetap aman saja kok mbak. Jadi kami tetap datang.”


Hingga, aturan yang sudah ditetapkan Mbak Muna terkait “Jangan datang ke TBM apabila terjadi hujan” sepertinya tidak berlaku lagi.


Nah, jika sudah begini, Mbak Muna sebagai pengelola mau nggak mau tetap harus membuka pintu rumahnya untuk mereka, supaya kedatangan mereka tidak sia-sia. Terenyuh banget melihat perjuangan beliau.


Januari Berseri dengan Mengukir Prestasi


Tak hanya kegigihan sang founder dalam mengelola TBM Bintang Brilliant yang sudah berdiri 11 tahun lamanya. 


Tetapi karena kurcaci-kurcaci kecil yang gemar membaca di TBM tersebut, dengan niat menambah wawasan juga turut mengantarkan TBM Bintang Brilliant,  yang terletak di desa Pucangro, kecamatan Kalitengah, Kabupaten Lamongan, ini mampu mengukir prestasi.


Tepatnya 9 januari 2022, sekitar 23 anak TBM Bintang Brilliant mengikuti lomba literasi numerasi, lomba sains, lomba Bahasa inggris di Plaza Lamongan. 


Kenapa Mbak Muna mengikutsertakan mereka untuk ikut berlomba tingkat kabupaten?


Biar nggak jago kandang saja. Mereka perlu berkompetisi di luar untuk menambah pengalaman, sekaligus keberanian,” ungkapnya.


Dan ternyata, usaha mereka tak sia-sia jauh-jauh datang dari desa menuju kota. Dari 400an total peserta lomba, alhamdulilah ada 6 anak di antara 23 anak dari TBM Bintang Brilliant yang mendapatkan tropi juara.


Internet cepat


Hal ini tentunya menjadi kebanggan sendiri bagi sang founder, anak-anak juga orang tua. Ternyata dengan gemar membaca, mereka mampu membuka cakrawala bahkan menembus batas, seperti tak menghiraukan jauh dekatnya lokasi, juga mahal dan murahnya transportasi.


Salut!


Tour Literasi Majapahit Akhir Tahun 2021


Jangan salah, TBM Bintang Brilliant ini tak hanya mengunggulkan gemar membaca di dalam kampung saja. Mbak Muna acapkali mengajak mereka melakukan tour literasi.




Tujuannya, tentu ingin mengenalkan mereka akan sejarah kerajaan di masa lampau. Jadi seenggaknya anak-anak TBM tidak sekadar mendengar cerita dari buku saja akan menakjubkannya kerajaan Majapahit di zaman dulu.


Dari tour Literasi yang datang ke lokasi langsung pun akan lebih memperkaya pengetahuan mereka tentang sejarah.


Ya, mbak Muna mengajak anak-anak tersebut menyasar lokasi bekas Kerajaan Majapahit yang berada di Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.


Di sana sembari jalan-jalan yang lebih dinamai dengan istilah 'Tour Literasi' anak-anak pun diedukasi tentang cagar budaya masa lampau, serta sejarah kerajaan.


Rasanya, melihat aktivitas anak-anak TBM Bintang Brilliant, saya jadi penasaran kira-kira apa sih yang dilakukan oleh si founder? Kok bisa anak-anak tersebut sekali keluar kandang langsung dapat juara? 


Juga aktivitas TBM pun cukup kreatif jika dibanding dengan TBM kebanyakan yang ada di Lamongan.


Lantas, apa yang dilakukan Mbak Muna?

 

Tak Henti-hentinya Asah Skill Demi Kemahiran Kurcaci Kecil 


Tak heran jika anak TBM Brilliant Bintang mendapat juara. Dari Mbak Muna sendiri pun, dia selalu bersemangat menuntut ilmu demi taman baca yang beliau kelola bisa naik kelas.


Yang saya tahu, beliau selalu memanfaatkan akses internet cepat demi mencari info pelatihan khusus Taman Baca. 


Dan beberapa bulan ini, saya juga cukup gencar melihat beliau update status di WhatsApp tentang kisah Mbak Muna yang mengikuti Pelatihan bertajuk “Sinergi Pegiat literasi untuk kejayaan Lamongan.” 




Tak hanya itu saja, berkat internet cepat dari IndiHome di rumahnya, beliau juga mengikuti pelatihan Pendidik di sekolah Internasional Green School Bali 4 tahun lalu. Selain dua pelatihan di atas, menimba ilmu lainnya terkait TBM pun tak pernah beliau lewatkan.


Nah, ketika melihat kegigihan beliau memperjuangkan TBM yang dikelolanya tersebut, saya tak heran jika Mbak Muna mampu membawa terbang kurcaci-kurcaci kecil yang ada di taman baca Bintang Brilliant untuk melebarkan sayap lebih jauh lagi di dunia literasi. 


Pun, tidak menutup kemungkinan untuk bersinergi dengan pihak lain bukan?


Bersinergi Membuka Pintu Rezeki


Lagi-lagi perlu mengucapkan syukur dengan perkembangan era digital yang mampu membuka jalan. Internet cepat dari Telkom Group ini benar-benar membantu kesejahteraan TBM Bintang Brilliant.


Ungkap mbak Muna, peran indiHome cukup banyak. Selain akses buku digital untuk memperkaya bacaan anak-anak. Beliau juga acapkali mengunggah aktivitas anak-anak ke media sosial.


Kadang agar tidak membuat aktivitas di TBM membosankan, Mbak Muna juga mengajak anak-anak mengenal platform mentimeter, profors dan quizizz.com untuk memperkaya pengetahuan dan belajar yang asyik.


Tentu semua itu dilakukan karena visi dan misi dari TBM Bintang brilliant ini adalah mencerdaskan kehidupan bangsa, sehingga berkeinginan anak yang datang bisa cerdas, pintar dan menjadi bintang dalam berbagai bidang utamanya pendidikan dan keterampilan.


Dan siapa yang menyangka, banyak hal luar biasa yang didapatkan selain beberapa hal seperti di atas. Yakni karena internet cepat bisa mempertemukan dengan orang-orang baik yang berkenan menyumbangkan buku secara gratis.


Berkat sinergi hingga bisa kenal dengan sosok baik seperti Kang Maman, seorang penulis kondang yang mengirimkan hadiah buku bertubi-tubi februari lalu. Juga ada Bunda Salfa, salah satu blogger Surabaya yang menyumbangkan 85 buku tanpa cuma-cuma.




Korelasi Internet dan Taman Bacaan Masyarakat


Mengapa dibutuhkan koneksi internet cepat yang lancar di fasilitas taman baca masyarakat?


Hal ini disebabkan oleh peran internet yang memang begitu besar bagi kita di era digital seperti sekarang.


Internet akan membantu para pengguna fasilitas taman baca untuk saling berjumpa atau sekadar berdiskusi.


Jalinan komunikasi bisa menjadi sebuah ajang untuk sharing maupun berbagi rekomendasi buku yang seru untuk dibaca.


Selain itu, hal ini juga akan membantu masyarakat untuk memperluas koneksinya lebih jauh lagi.


Adapun beberapa manfaat Internet lainnya untuk taman baca adalah:


  • Mempermudah Akses Informasi
  • Memungkinkan Layanan Digital
  • Memperluas Jangkauan Referensi
  • Mempererat Koneksi Pengguna Taman Baca


Nah, melihat perjuangan Mbak Muna, dan mungkin para pengelola TBM lainnya memiliki semangat berkobar memajukan TBM. Alangkah baiknya, mari bersama-sama wujudkan sifat gemar membaca di tengah masyarakat.


Jadikan lingkungan kita sebagai tempat dimana membaca adalah kegiatan yang menyenangkan.


Jangan lupa, gunakan berbagai fasilitas membaca yang bisa ditemui di sekitar dan pastikan untuk mendukung semua jenis upaya untuk meningkatkan minat baca di tanah air. 






Kiat Transformasi Diri Lebih Sukses Dan Mandiri

Menjadi manusia yang lebih baik dan bermanfaat bagi orang lain tentu tak mudah. Perlu suatu perubahan guna mendukung hal tersebut.Meskipun hanya kecil, prosesnya tak sesederhana seperti yang ada dalam pikiran.



Saya pun sebelum bertransformasi menjadi diri yang sekarang, dulu pernah tak ingin berdamai dengan luka. 


Bahkan saya sama sekali tak menghiraukan anak kecil di dalam diri saya yang sebenarnya butuh dipeluk. 


Dalam pikiran saya hanya ingin menyalahkan kenapa kehidupan di masa kecil tak menyenangkan? 


Kenapa saya memiliki orang tua yang suka mengabaikan? 


Kenapa saya ditinggalkan? 


Sayangnya, dengan mengeluh tak menyelesaikan semuanya. Justru saya merasa tidak baik-baik saja. 


Dan sejak saya membaca buku 'Luka Performa Bahagia' karya Intan Maria dan Adi Prayuda. Saya banyak belajar bagaimana menerima, memaafkan, lalu mencoba lebih baik di masa depan.


Tak hanya itu saja, ini adalah tulisan ketujuh saya setelah mengikuti 5 sesi parade healing Innerchild bersama Ruang Pulih dan IIDN. 




Dalam sesi parade healing tersebut, Saya benar-benar diajak untuk kilas balik mencari penyebab kenapa susah memaafkan. Kemudian, para mentor juga mengajak untuk menyadari Innerchild yang butuh perhatian. 


Selanjutnya, ada juga tes emosional yang diajarkan untuk mendeteksi, sebenarnya bahagia sejati yang saya inginkan seperti apa? 


Sungguh, parade healing tersebut membuat saya membuka diri dan menyadari bahwa saya harus berubah dan bertransformasi diri.


10 Kiat Tranformasi Diri Lebih Sukses Dan Mandiri


Untuk melakukan perubahan dalam diri agar hidup lebih sukses dan mandiri, ada 10 kiat yang bisa seseorang lakukan. Namun, sebelum kiat Transformasi diri ini dilakukan, hal utama adalah memaafkan. 


Nah, berikut 10 Kiat transformasi diri lebih sukses dan mandiri setelah memaafkan dan menumbuhkan kedewasaan dari Innerchild yang sudah terkondisikan. 


Menentukan visi dan tujuan


Kiat pertama dan penting yakni menentukan visi dan tujuan. Tujuan hidup berkaitan erat dengan mimpi. Mengapa, karena mimpi mampu mengarahkan seseorang menjalani ke mana arah hidupnya.


Dosen di University of Hawai’i, Luh Ayu Saraswati mengemukakan untuk menggapai mimpi, seseorang perlu membuat sebuah Vision Board.


Vision board bisa berupa gambar atau tulisan, kemudian direkatkan pada sebuah papan. Letakkan papan ini pada tempat yang selalu terlihat. Gunanya untuk mengingatkan seseorang akan mimpi yang ingin dia raih.


Mengerjakan satu hal kecil setiap hari (one thing rule)


Melakukan satu hal kecil setiap hari atau one thing rule merupakan kiat kedua dalam transformasi diri. 


Tentunya boleh saja melakukan sesuatu yang sama atau berbeda. Yang penting, lakukan untuk mendukung visi dalam meraih tujuan hidup.


Membuat keputusan (decision making)


Setelah menulis mimpi, visi, tujuan serta mengerjakannya setiap hari, kiat selanjutnya membuat keputusan.


Dalam membuat keputusan perlu adanya skala prioritas. Skala prioritas membantu seseorang mengerjakan hal utama terlebih dahulu.


Mengetahui gambaran besar dan kecil dalam hidup


Paham terhadap gambaran besar dan kecil dalam hidup termasuk kiat melakukan transformasi. 


Gambaran besar layaknya sebuah kota sedangkan gambaran kecilnya adalah rumah tempat tinggal. 


Agar bisa melakukan perubahan diri dengan sebaik-baiknya maka seseorang perlu melihat gambaran besar hidupnya. Dia harus mampu menatap secara luas dan jauh ke depan. 


Mengatur emosi


Tingkat emosi juga memiliki pengaruh dalam perubahan diri. Dengan kata lain, seseorang harus mampu mengendalikan emosinya.


Pengendalian emosi memberikan dampak besar terhadap perubahan hidup. Misalnya jika mengendalikan emosi dengan hati dan pikiran yang positif maka seseorang akan menjadi pribadi yang bermanfaat bagi orang lain.


Mendekatkan diri pada Sang Pencipta


Sholat, sembahyang atau meditasi merupakan cara untuk meraih fokus dan ketenangan.


Seseroang yang merupakan pemimpin bagi dirinya sendiri perlu selalu berpikir jernih. Pikiran yang jernih mampu membuat seseorang mengambil keputusan dengan baik dan benar. Oleh karena itu, jangan pernah tinggalkan kiat yang satu ini.


Menggeser paradigma “From Self to Service”


Kiat penting selanjutnya adalah menggeser paradigma dari “melihat diri sendiri” kepada “melihat kepentingan atau kemauan customer atau orang lain”. 


Sangat penting untuk belajar melihat melalui sudut pandang orang lain. Dengan demikian seseorang akan membuang keegoisan dirinya dan lebih mengutamakan kepentingan orang lain.


Mengetahui sumber daya dalam diri sendiri (resourceful)


Setiap manusia memiliki sumber daya masing-masing. Oleh sebab itu, coba pahami dan kenali apa sumber daya yang ada dalam diri sendiri. 


Bagi seorang pemimpin, hal ini sangat penting agar bisa mengetahui kelebihan atau sumber daya pada semua anggota timnya.


Memiliki kreatifitas yang tinggi


Kreatifitas yang tinggi merupakan sesuatu yang mempengaruhi proses transformasi diri lebih sukses dan mandiri. Guna memiliki kreatifitas ini perlu kiranya melakukan beberapa hal seperti:


  • Dekat dengan alam,
  • Berpikir out of the box,
  • Membuat daftar kegiatan untuk menambah kreatifitas.

Selalu bertanya dan evaluasi diri


Kiat terakhir guna mendukung proses perubahan diri adalah selalu bertanya dan mengevaluasi diri. 


Buat daftar pertanyaan pada diri sendiri. Pertanyaan tersebut misalnya sudah sejauh apa melangkah, hal apa lagi yang perlu dilakukan atau apa saja kendala yang muncul.


Cara Menghadapi Proses Transformasi Agar Hidup Tenang Dan Menyenangkan


Setelah kiat untuk mereformasi diri, berikut adalah bagaimana cara menghadapi prosess transformasi agar hidup tenang dan menyenangkan. Sejumlah cara tersebuh adalah sebagai berikut:


Mengubah mindset atau pola pikir


Jangan pernah takut untuk melakukan perubahan karena belum tentu perubahan tersebut mengarah pada hal negatif. Ubah pola pikir agar mampu melihat sudut pantang yang berbeda.


Dapatkan dukungan dari orang-orang terdekat


Seseorang akan merasa sulit jika menghadapi perubahan diri tanpa support orang lain. 


Oleh karena itu carilah dukungan dari orang sekitar yang bisa memberikan semangat, dorongan termasuk memberikan informasi.


Lakukan rutinitas seperti biasa


Perubahan menjadi lebih baik bisa saja membuat diri tak nyaman. Karena itulah coba lakukan rutinitas seperti biasa bisa membantu menghilangan kejenuhan akibat perubahan diri.


Selalu memperhatikan diri sendiri


Cara lain menghadapi proses perubahan diri yakni dengan merawat diri sendiri. Bisa dengan berolahraga, makan bernutrisi atau have fun dengan teman.


Mempersiapkan dengan masak-masak


Menghadapi dan melakukan kiat reformasi diri lebih sukses dan mandiri perlu persiapan yang matang. Hal ini akan membantu melatih emosi, mental dan fisik agar selalu siap siaga.


Selain itu juga akan berguna ketika memperkirakan apa saja dampak perubahan diri tersebut.



Menumbuhkan Inner Chid Bahagia Agar Hidup Lebih Berarti

Jumat, 12 Agustus 2022

Inner child, dua kata ini mungkin tak begitu familiar bagi orang awam. Artinya adalah bagian dari diri seseorang yang tetap menjadi anak-anak secara emosional dan psikologi meski sudah tumbuh dewasa. 



Ini berkaitan dengan pengalaman masa kecil yang bahagia atau buruk. Lalu adakah upaya untuk menumbuhkan inner child bahagia agar kehidupan dewasa lebih berarti?

Tentu saja ada, karena inner child tidak melulu tentang luka atau pengalaman pahit masa kecil. 

Perasaan bahagia dan menerima kasih sayang yang tulus saat kecil juga bakal berpengaruh pada kehidupan dewasa. Beberapa upaya dapat dilakukan agar inner child bahagia dapat tumbuh. 

Bagaimana caranya? Berikut ulasan lengkapnya. 

Fakta Menarik Yang Berkaitan Dengan Inner child


Inner child yang ada dalam diri seseorang biasanya terbentuk dari pengalamannya ketika masih kecil. Baik itu pengalaman pribadi atau karena pengaruh lingkungan sekitar. 

Ada sejumlah hal menarik untuk diketahui tentang inner child ini, yaitu:

  • Inner child merupakan sesuatu yang tersembunyi dalam alam bawah sadar seseorang.
  • Bentuk kepribadian seseorang pada masa sekarang merupakan pengaruh dari inner child.
  • Tak hanya tentang hal negatif, inner child juga identik dengan sisi positif seseorang.
  • Semua orang berhak memenuhi inner child yang mereka miliki.

Ini adalah fakta tentang inner child yang harusnya seseorang ketahui. Memahami hal tersebut akan membantu seseorang mengembangkan inner child bahagia saat dewasa nanti.

Upaya Untuk Menumbuhkan Inner child Bahagia


Ada 7 upaya untuk menumbuhkan inner child bahagia berdasarkan penjelasan dari Psikolog Seto Mulyadi di sesi parade terakhir  Innerchild Ruang Pulih kolaborasi dengan IIDN. 

Nah, ketujuh upaya tersebut adalah sebagai berikut:

Selalu bergerak


Luangkan waktu untuk selalu bergerak misalnya olahraga. Paling tidak lakukan 10 sampai 15 menit perhari. 

Olahraga bermanfaat menjaga kesehatan dan juga dapat membuang stress.

Mengelola emosi dengan cerdas


Seseorang bisa mengelola emosinya dengan cerdas menggunakan logika. Jangan biarkan logika melemah akibat emosi yang tak terkendali. 

Memperhatikan asupan makan dan minum 


Tak peduli sesibuk apapun seseorang, jangan pernah lupa memberi asupan nutrisi pada tubuh. 

Pasalnya tubuh dan otak perlu energi untuk selalu bergerak. Jika tubuh kekurangan makanan dan minum maka ini akan mempengaruhi kondisi fisik dan emosional. 

Ini nyata, sebab orang yang lapar gampang sekali tersulut emosi sehingga logika tidak berjalan.

Selalu bersyukur


Jangan lupa untuk selalu bersyukur. Bersyukur merupakan cara untuk mengucapkan terima kasih atas semua nikmat yang sudah diterima. 

Dengan bersyukur, seseorang tidak akan lupa kalau dia bukan orang yang sempurna dan membutuhkan banyak hal dalam hidupnya. 

Selalu bersyukur akan membuat hati bahagia dan menjalani hidup tanpa putus asa.

Istirahat teratur


Mungkin banyak orang berasumsi bahwa istirahat identik dengan tidur padahal sebenarnya lebih dari itu.

Istirahat akan lebih berkualitas jika seseorang membuang hal negatif dari pikirannya.

Menjaga kerukunan


Selalu rukun dan akur pada keluarga dan teman juga merupakan upaya untuk menumbuhkan inner child.

Pasalnya rukun akan membuat hidup lebih harmonis dan saling menghargai.

Lebih aktif berkarya


Orang yang aktif berkarya akan memberi pengaruh positif pada orang lain. Mereka akan menjadi lebih kreatif dan karyanya akan bermanfaat bagi orang lain. 

Dengan bergerak aktif dan menghasilkan karya, seseorang tidak akan sempat ikut campur masalah orang lain yang bukan urusannya. 

Hambatan Dalam Menumbuhkan Inner child Bahagia


Selain upaya menumbuhkan inner child, Seto Mulyadi juga mengatakan kalau sebenarnya ada beberapa hal yang dapat menghambat pertumbuhan inner child bahagia. Hambatan tersebut antara lain:

Selalu menyeragamkan kondisi anak


Biasanya hal ini berkaitan dengan unsur pendidikan. Semuanya harus berdasarkan nilai akademis. 

Padahal anak lahir dengan multiple intelligences. Mereka memiliki tingkat kejeniusan dalam bidangnya masing-masing. 

Dengan demikian, alangkah baiknya jika anak bebas berkreasi sesuai dengan minatnya. Anak tak perlu merasa terpaksa melakukan hal yang tidak mereka inginkan.

Jika anak tak bisa menguasai mata pelajaran matematika, mungkin saja mereka akan lebih jago dalam sains, musik atau olahraga.

Selain itu, orang tua sebaiknya tidak membandingkan kondisi antar anak agar mereka tidak terluka dan berkecil hati.

Adanya pemahaman bahwa anak harus jadi penurut


Hambatan kedua dalam menumbuhkan inner child bahagia adalah menuntut anak menjadi penurut. 

Daripada anak yang penurut, alangkah lebih baik orang tua menuntut anaknya menjadi orang yang bertanggung jawab dan mandiri.

Dengan bertanggung jawab dan mandiri mereka akan belajar menghormati serta mengambil keputusan sendiri.

Apa yang dilakukan sebagai orang tua adalah memberi contoh bagaimana bertanggung jawab dan sikap mandiri yang benar. Dengan demikian anak-anak akan meniru perilaku dan contoh dari orang tuanya.

Demikianlah upaya untuk menumbuhkan inner child bahagia agar hidup berarti. Yang paling penting adalah selalu bersyukur dan memaafkan semua luka yang pernah ada di masa kecil. 

Yakinkan diri bahwa dalam hidup yang bahagia pasti ada segores luka. Daripada terpuruk dalam luka lebih baik melakukan hal positif yang bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain. 





4 Tes Kecerdasan Emosional, Nilai Sendiri Apakah Kita Sudah Mendapatkan Bahagia Sejati?


Rangkaian Parade Happy Inner Child belum berakhir di sesi 3, tetapi ada kelanjutannya.

Pada sesi lanjutan atau yang ke-4 ini pembicara mengajak peserta untuk memahami dan menilai apakah sudah merasakan bahagia.

Hem….mendengar pembukanya saja, terasa betapa menarik materi ini.

Memang benar sekali pemaparan pemateri sebelumnya, inner child tidak akan hilang dengan sendirinya.

Obat, dokter dan psikiater pun tidak akan bisa menyembuhkan. Kesembuhan total 100% tergantung dari diri sendiri. Seberapa usaha untuk mendapatkan kembali kebahagiaannya.

Pada sesi 4 ini pemateri pertama, yaitu ibu Aftalia Kusumawardhani mengajak peserta untuk melakukan tes kecerdasan emosi.

Meski namanya tes kecerdasan berbeda dengan psikotes yang harus mengerjakan soal logika, deret ukur maupun baris. Kali ini tes dilakukan cukup dengan melihat diri sendiri.

Ternyata bagi peserta dampaknya luar biasa. Dengan memahami status dan posisinya berdasar hasil tes, paham apa yang perlu dilakukan.

Kembali lagi, hakikatnya inner child bisa hilang dengan usaha keras diri sendiri.


Aftalia Kusumawardhani: 4 tes kecerdasan emosional


Pemateri kali ini terlihat sangat tegas namun juga kuat dan lembut, berada dalam satu pribadi.

Wah…sepertinya kehidupannya selalu adem dan bahagia. Begitu beliau mengajak peserta untuk menilai diri sendiri, aku pun langsung berpikir.

"Apakah selama ini aku sudah merasakan kebahagiaan yang abadi. Jika belum, apa penyebabnya?"

Nah…ternyata menilai diri sendiri tidak mudah ya. Kita harus sangat jujur agar treatment yang dilakukan pas.

Jika berpura-pura, maka inner child yang masih tertinggal, tidak akan bisa keluar dan dihilangkan. Bu Aftalia mengajak peserta untuk melakukan tes kecerdasan emosional dengan 4 poin.

1. Memaafkan Seperti Memegang Selembar Kertas

Lembaran kertas terlihat sangat rapi dan halus. Namun jika kita sudah meremasnya, benda ini tidak akan kembali seperti semula.

Meski disetrika pun bekasnya tetap ada. Pemiliknya akan merasakan kecewa karena bentuknya sekarang tidak beraturan lagi.

Bagaimana mengatasi kekecewaan tersebut?

Cara yang pertama adalah menerima keadaan bahwa kertas yang tadi halus sekarang memang sudah tidak sama.

Jika fokus pada lekukan atau bekasnya, selamanya tidak akan menemukan titik temu. Sebabnya adalah memang benda tersebut tidak akan kembali seperti semula.

Terkait dengan memaafkan diri sendiri pun seperti itu. Kita harus bisa menerima hal yang menyakitkan tersebut terlebih dulu, baru kemudian memaafkan.

Sebaliknya, jika kita belum bisa menerima keadaan, maka maaf hanya ada di mulut saja. Tidak ada gunanya.

2. Memutus Hubungan Penyebab Trauma

Inner child bisa muncul karena luka pengasuhan yang kita terima di waktu kecil. Orang tua yang kasar, suka marah dan membentak, bullying dari teman atau perasaan tidak diharapkan kelahirannya.

Persoalan ini akan terus menghantui sampai dapat memutuskan hubungan. Terus mengingatnya, mengutuk pelakunya, membenci dan menyesali kenapa hal itu menimpa.

Tindakan tersebut justru akan mengikat penyebab tersebut pada diri kita. Kita akan semakin sulit untuk melupakan.

Orang tua yang berlaku kasar dengan marah atau bahkan memukul, bisa jadi itu merupakan ungkapan rasa sayang.

Karena pernah mendapatkan didikan yang sama, maka merasa tindakan tersebut benar sehingga melakukannya pada anaknya, yaitu kita.

Jika terus mengingatnya, maka bonding trauma akan semakin kuat. Cara untuk bisa lepas adalah dengan memutus ikatan tersebut.

Tindakan yang nyata ya dengan cara melupakan dan mengikhlaskan kejadian tersebut.

3. Memaafkan Sampai Seluruh Tubuh

Bagian ini yang menurutku sangat sulit. Kenapa? Mengucapkan kata maaf untuk seseorang dan diri sendiri memang mudah.

Tetapi ketika bertemu dengan pemicunya apakah tidak akan memercik keinginan untuk meluapkan emosi kembali?

Sebagai contoh, pada waktu kecil kita sering mendapat perlakuan kasar dari orang terdekat. Dibentak dan diomelin misalnya. Kita sudah mengucapkan, “Yes, aku memaafkan apa yang sudah kualami, termasuk pelakunya dan aku sudah mengikhlaskannya”.

Namun ketika anak kita melakukan kesalahan, apakah kita tidak akan terpicu untuk mengomelinya?

Masalah inner child satu ini tidak mudah untuk mengatasi. Mulut bisa mengucapkan dan memutus bonding terhadap penyebab trauma, tetapi apakah hati tidak akan terpancing emosi?

Hal ini yang sulit untuk didapatkan. Sedangkan jika ingin sembuh dari luka pengasuhan, kita harus dapat melakukannya.

4. Menertawakan Kekonyolan yang Pernah Dilakukan


Dalam menjalani hidup, kita pasti pernah melakukan kesalahan atau tindakan konyol, memalukan dan hal yang tidak semestinya.

Untuk dapat menilai kecerdasan emosional, kita perlu bertanya, apakah pada saat mengingatnya, masih muncul rasa menyalahkan diri sendiri?

Jika masih muncul rasa menyesal, malu, mengutuk diri sendiri maka kita belum lulus.

Seharusnya kita bisa memunculkan jiwa humoris yang ada pada setiap orang. Menganggap hal konyol tersebut merupakan humor yang lucu dan tidak perlu disesali.


Anthony Dio Martin: masa kecil mu merah atau biru?


Pak Anthony mengajak peserta untuk menilai, masa kecilnya apakah berada pada zona merah atau biru. Merah artinya banyak trauma yang bisa menyisakan inner child, sedangkan biru artinya super comfort.

Ternyata, berada di zona merah atau biru sama-sama bukan posisi ideal. Jika merah sebagaimana kita ketahui, banyak masalah psikis yang mungkin terus ikut sampai dewasa.

Hal tersebut menyebabkan seseorang menjadi pemarah, kurang percaya diri dan sebagainya.

Lantas bagaimana jika biru? Biru akan menyebabkan seorang cowok mengalami peterpan syndrome, yaitu sikap yang tidak pernah bisa dewasa.

Selalu bersikap kekanak-kanakan, ingin dilayani dalam segala hal dan mendapat perlakuan istimewa.

Sedangkan pada cewek bisa mengalami cinderella complex, yaitu ingin selalu dipuji, disanjung dan diperlakukan seperti ratu. Akibatnya tidak akan pernah mandiri dan dewasa, keduanya tentu kurang baik.

Posisi yang ideal adalah tengah-tengah. pada posisi ini seseorang akan bisa dewasa seperti seharusnya. Bertanggung jawab dan menjalankan perannya dengan sempurna. Baik yang berada pada zona biru atau merah harus berusaha ke zona ideal tersebut.

Nah, dengan memahami hal-hal tersebut, untuk bisa menjalani hidup secara baik, kita harus lulus tes kecerdasan emosional dan membawa diri pada zona ideal.

Mudah? tentu tidak, tetapi lebih sulit jika kita berada di posisi sekarang dan tidak mau bergeser ke zona yang paling pas dengan melepaskan inner child


 

Inner Child, Menghambat dan Menghebat Masa Dewasa

Kamis, 11 Agustus 2022

Inner Child saat ini menjadi sebuah kata yang banyak menarik perhatian. Bukan hanya psikolog, pemerhati anak, bahkan konsultan perkawinan pun menganggapnya sesuatu yang pantas untuk dikaji. Ternyata istilah yang mewakili kondisi psikologis khusus pada masa kecil ini cukup merugikan. Trauma ini menghambat dan menghebat pada masa dewasa. 

Maksudnya apa sih? Nah kajian tentang hal ini ternyata sangat menarik. Ruang Pulih, sebuah ruang untuk belajar dan konsultasi pengembangan diri bagi wanita dan anak-anak mengangkat tema tersebut dalam rangkaian Parade Happy Inner Child.



Di parade pertama happy innerchild saya diajak untuk memahami innerchild, lalu sesi kedua hadir dengan pembahasan soal reparenthing menuju dewasa yang lebih baik. Maka, pada sesi ketiga ini hadir sebagai pembicara Dr. Dr. Adi W. Gunawan, ST., MPd, CCH (R), Ketua Umum Asosiasi Hipnoterapi Klinis Indonesia dan Drs. Asep Haerul Gani, seorang psikolog, human capital coach dan master trainer.

Inner child menjadi konsen banyak orang karena dampak negatifnya yang terbawa sampai dewasa. Namun di sisi lain ternyata ada sisi positif yang juga dapat berkembang dari kejadian buruk masa kecil tersebut.

Ingin terlepas dari Inner Child? Cintai diri sendiri

Trauma masa kecil pada sebagian orang akan melekat dan menjadikan seseorang mempunyai pribadi yang susah dimengerti. Ada juga yang tidak mau peduli dengan orang lain dan cenderung menyalahkan pihak lain pada saat menghadapi masalah, namun yang lebih parah adalah ketika seseorang tersebut selalu menyalahkan diri sendiri.

Kejadian traumatik ini dapat menyebabkan seseorang tersebut tidak bisa menerima pengaruh positif dari lingkungan. bahkan cenderung pasif. Hal ini yang membuatnya susah untu berprestasi.

Kejadian dari sejak dalam kandungan sampai dengan 10 tahun merupakan masa yang rentan menyisakan trauma atau inner child. Ini selaras dengan ilmu parenting bahwa usia anak-anak merupakan masa membentuk karakter. Oleh karena itu, sangat tidak boleh berlaku kasar karena dapat membekas sampai dewasa.

Cara terlepas dari bayangan tersebut adalah dengan menanamkan keyakinan bahwa kamu hebat, kuat dan pasti berhasil melewati semua tantangan perlu terus ditanamkan. Untuk bisa menghilangkan dampak negatif inner child lebih besar berasal dari dirinya sendiri. Sedangkan pihak lain hanya membantu dan memberikan lingkungan yang kondusif saja.

Sifat Trauma dan Fobia menghambat pencapaian seseorang

Dalam parade Happy Inner Child sesi ke-3 pak Adi mengangkat sebuah kasus tentang seseorang yang belum juga memilih pasangan. Sedangkan dari berbagai sisi banyak orang menilai bahwa si A tersebut sudah mampu dan cukup untuk berumah tangga. Apalagi dari usia juga sudah mendekati kepala 4.

Setelah digali informasinya secara detail, klien bukan tidak pernah jatuh cinta atau tidak ada yang suka. Melainkan justru over protektif dalam melindungi dirinya sendiri. Trauma kegagalan rumah tangga orang tuanya yang ditandai dengan pertengkaran, bahkan kekerasan terekam dalam ingatan sampai dewasa.

Sejak usia 4 tahun sudah menyaksikan hal yang kurang nyaman dalam pernikahan kedua orang tuanya. Trauma menyaksikan kejadian tersebut tidak hilang sampai dewasa. Hal yang dilakukan ketika menjalin hubungan adalah keraguan, apakah akan bahaya, apakah yang terjadi pada orang tua, tidak akan menerimanya.

Over protektif inilah yang menyebabkan permasalahan tidak juga memasuki jenjang pernikahan. Kembali, cara mengatasi dengan mengajaknya untuk mengenali diri sendiri dan mencintai. Membukakan pikiran bahwa tidak semua kejadian buruk akan terulang.

Cara mengatasinya adalah menumbuhkan rasa cinta pada diri sendiri bahwa kita hebat, kita berarti dan kita bisa berprestasi. Seseorang yang mengalami trauma pada masa lalu cenderung untuk over protektif pada diri sendiri.

Sedangkan pembicara kedua mengangkat contoh kasus yang cukup unik. Pak Asep menyampaikan apa yang dialami kliennya. Seorang suami yang setiap akan melakukan sesuatu selalu meminta tanggapan istrinya. Hal ini membuat pasangan merasa kurang nyaman.

Ketik sesi hipnoterapi terungkaplah penyebabnya. Suami tersebut ketika masa kecil mendapat perlakuan beda dari kedua orang tuanya. Saat diajak ke pasar misalnya, adik-adiknya akan mendapat pertanyaan, ingin beli apa. Sedangkan si suami ini tidak ditanya.

Mungkin dianggap anak yang paling besar atau cukup anteng, ibunya tidak perlu membujuk dengan iming-iming sesuatu. Sikap manisnya di masa kecil, justru menimbulkan karakter kurang bagus baginya.

Ternyata sikap orang tua yang lembut pada anak pun bisa salah jika tidak berimbang. Sedangkan karena kejadian tersebut sudah sangat lama, bahkan mungkin orang tua sudah tidak ada, maka mau tidak mau harus berusaha untuk sembuh sendiri sangat penting.

Kenapa Inner Child menghambat?

Inner child menghambat seseorang untuk maju karena selalu menahan dengan perasaan khawatir yang berlebihan. Agar bisa mengatasinya, maka harus mengundang rasa bahagia. Menghadirkan kembali memori menyenangkan yang pernah dirasakan pada masa kecil.

Meski hal ini tidak dapat menghilangkan trauma secara keseluruhan, namun akan mengurangi kekhawatiran. Cemas, was-was menyebabkan potensi yang dimiliki tidak dapat tereksplor secara keseluruhan. Bahkan terlalu over protektif pada hal tertentu.

Masalah lain, innerchild yang belum selesai bisa menuntun seseorang untuk melakukannya pada orang lain. Sebagai contoh seseorang yang pada waktu kecil mendapat perlakuan kasar, bisa melakukannya pada anaknya tanpa sadar.

Agar sifat negatif tersebut hilang perlu melakukan beberapa upaya. Sebagian orang dapat menghilangkan trauma ataupun rasa sakit di waktu kecil tanpa bantuan siapa pun. Namun ada juga yang harus mendapat pendampingan dari profesional untuk dapat mengendalikan perasaan.

Agar cepat pulih, seseorang perlu mengosongkan hati dan memahami innerchild penuh kesadaran. Tujuannya agar sugesti yang bagus untuk menghilangkan inner child bisa datang dan akhirnya secara pribadi mempunyai kekuatan untuk mengembangkan diri.