10 Cara Mengendalikan Emosi Agar Tidak Mudah Marah

Jumat, 26 Februari 2021

Cara mengendalikan emosi


Cara Mengendalikan emosi - Mengawali tahun 2021, tidak seindah yang saya bayangkan. Meskipun saya sudah membuat beberapa planning untuk 365 hari ke depan. Apalah daya, di awal-awal pergantian tahun, tantangan demi tantangan sempat membuat saya jatuh. 

Saking putus asa, sampai-sampai saya berpikir,"Kenapa gini amat, ya, hidup saya?" Saya hanya bisa mengeluh dan menangis sepanjang waktu. Merenungi semua perbuatan yang mungkin banyak membuat orang-orang di sekitar saya merugi. 

"Mbak, coba deh mbak pergi ke suatu tempat. Yang jauh, ya. Silakan menenangkan diri."

Seseorang mengatakan itu kepada saya. Seolah-olah dia tahu apa yang saya rasakan. Seolah-olah dia tahu cara mengendalikan emosi seperti apa. Apakah dia bilang begitu karena sering saya marah-marahi? Sering saya cuekin hanya karena masalah kecil? atau seringnya dia menjadi pelampiasan kemarahan saya akibat terlalu banyak masalah yang menumpuk di kepala?


"Aku baik-baik saja dan nggak perlu pergi ke mana-mana untuk saat ini. Aku hanya butuh pengakuan saja, Jika aku memang tidak seperti yang kamu sangka. Mungkin yang aku butuhkan saat ini adalah cara mengontrol emosi agar semua orang tidak terkena imbasnya."

"Tetapi semua pernyataan mbak di sini, sungguh sama sekali tidak menunjukkan mbak baik-baik saja. Apa yang saya katakan, Mbak selalu mengartikan beda. Mbak selalu marah nggak jelas. Sedikit-sedikit baper. Saya nggak tahu harus gimana, mbak. "

Apakah sikap saya saat ini separah itu? Pasti lawan bicara saya kesal banget ya? Lantas, saya harus bagaimana? 

Saya pun memutuskan untuk memberi jeda untuk diri sendiri. Saya membatasi diri dan merenungi semua perkataan seseorang itu. Saya ingin mencari tahu apakah benar jika saya memang tidak baik-baik saja?

Di sebuah ruangan gelap, di suatu malam saya menumpahkan semua uneg-uneg yang sama sekali tak bisa saya ungkapkan kepada siapapun. Bukan, bukan berarti saya nggak ada teman untuk berkeluh kesah. Tetapi seorang teman lain pernah berkata,"Buanglah sampah di kepalamu pada orang yang tepat. Jangan sampai menyusahkan apalagi menjadikan beban orang lain karena masalahmu." Dari kalimat itulah saya berpikir untuk memilih mencari orang yang tepat agar hidup lebih bahagia.

Kelola Emosi Agar Stabil? Cintai Dirimu dulu! 


Cara menghilangkan emosi


"Sebenarnya ada apa dengan saya? Kenapa tidak bisa menahan emosi? Kenapa selalu terbawa perasaan jika ada sedikit kalimat yang nggak cocok saat mengobrol?"

Mbak Malica coba bersandar di tembok. Pejamkan mata, lalu ceritakan semuanya kepada saya. Semuanya dengan jujur, ya, Mbak.

Kalau nangis gimana?

Artinya mbak normal. Kalau ada masalah, sementara mbak justru tertawa, ini aneh.

Saya takut mengulang trauma beberapa tahun lalu. Dan itu sangat menyakitkan, Mbak.

Saya paham. Makanya, kali ini mbak harus jujur sama diri sendiri. Mbak nggak kasihan sama diri sendiri? Sudah berapa lama mbak menyakiti diri sendiri? Jangan pernah merasa sendiri, mbak!

Saya bersandar di tembok mengikuti arahannya. Beberapa detik selanjutnya, saya mematikan lampu dan menutup pintu kamar rapat-rapat. Malam itu, saya sengaja menitipkan anak-anak di rumah bibi sementara. Saya ingin sendirian di rumah.
 
Sambil selonjoran, saya bercerita apa saja. Tentang apa pun yang membuat pikiran saya ruwet. Dengan sangat jujur saya mulai mencari akar permasalahan dari diri saya sendiri. Ini tidak mudah karena saya harus mengingat memori lama yang sebenarnya tidak ingin saya ungkapkan kepada siapapun. Tetapi karena saya ingin sembuh, mau tidak mau saya harus menelusuri satu demi satu kenangan di masa lalu hingga nanti bisa mencari benang merahnya untuk terhubung dengan masa kini. 

Sesi curhat kali ini jauh berbeda dengan curhatan biasanya. Saya nangis sesenggukan sambil diarahkan bagaimana cara self-healing dengan benar. Kemudian saya juga diarahkan bagaimana mengenal diri sendiri yang ternyata di sana, dia sangat tersiksa akibat perlakuan saya yang  terlalu mengabaikan masalah. Saya melarikan diri dengan cara mencari kesibukan dan kesibukan, hingga akhirnya masalah menumpuk di kepala yang berdampak pada stress. Bisa juga ke arah depresi atau paling parahnya saya akan terjangkit depresi Distimia. 

Apa itu depresi distimia? Dysthymia atau depresi presisten adalah sebuah gangguan depresi ringan jangka panjang. Yakni minimal berlangsung selama 2 tahun. Seseorang yang mengalami depresi ini akan kehilangan minat menjalani aktivitas sehari-hari , merasa putus asa, kurang produktif dan rendah diri. Kapan-kapan saya akan membahasnya, ya. 

“Apakah saya akan terjangkit depresi itu mbak?

Kalau Mbak Malica tidak segera menanganinya sekarang, kemungkinan bisa terjadi. Tapi saya akan bantu perlahan, ya. Harapan saya, Mbak Malica lebih mencintai diri sendiri lagi saja.

Apa yang harus saya lakukan?

Mbak nggak perlu membuat orang senang, sementara mbak nggak tenang. Cintai diri mbak, maka orang akan lebih mencintai mbak. Hargai diri mbak, maka orang lain akan lebih menghargai diri Mbak Malica. Ini saja yang harus mbak lakukan jika mbak nggak mau bayangan yang meringkuk di pojokan itu terus meneteskan air mata setiap hari. Mau kan?

Mau, Mbak. Saya akan berusaha.

Jangan lupa lebih giat lagi dengan cara mengontrol emosi di mana pun agar tetap waras. 

Sesi konsultasi malam itu cukup panjang. Rasanya legaa sekali. Saya seperti membuang banyak sampah yang selama ini menyumbat di dalam otak. Terpendam di sana sehingga membuat saya kelimpungan sendiri. Padahal, sampah-sampah itu harus rutin dibuang, katanya begitu. 

Penting untuk Dibaca: 


Kenapa Saya Selalu Emosi? Cari Tahu Penyebabnya,Yuk! 


Jangan sampai lupa, setiap masalah pasti ada penyebabnya. Ketika seseorang mengatakan saya mudah baper. Saya tidak menelan mentah-mentah ucapan tersebut. Saya akan mencari tahu kenapa dia mengatakan saya baper. Sama halnya ketika saya marah-marah, seseorang mengatakan saya harus belajar cara menahan emosi agar menjadi pribadi lebih tenang dalam menghadapi masalah.

Cara mengendalikan diri


Nah, berikut saya coba membagikan pengalaman pribadi cara mengenali emosi yang tidak stabil. Kira-kira, biasanya penyebab emosi suka meledak itu apa sih? Apa yang membuat emosi tidak stabil?

Stres 


Darimana emosi itu datang? Tak dimungkiri awal tahun 2021 ini saya memang sedang  stres cukup berat. Aktivitas di dunia nyata, bolak-balik Cirebon-Lamongan demi mengurus ibu sakit membuat fisik dan psikis capek luar biasa. Belum lagi lingkungan kerja yang sering bersebrangan. Kondisi seperti ini secara tidak sadar membuat saya gampang marah. 

Kurang Tidur 


Nyaris setiap malam saya hanya sempat tidur selama 4 jam. Selelah apa pun, saya tetap susah tidur. Apalagi jika saat dikejar deadline, bisa-bisa saya nggak tidur sampai pagi. Di sini saya tidak menyadari bahwa kebiasaan tidak mengatur pola tidur dengan baik ternyata menjadi pemicu datangnya emosi, mudah tersinggung dan menjadi lebih sering marah dengan masalah kecil.

Apa yang Sudah Direncanakan Tidak Sesuai Keinginan


Sebagai wanita yang memiliki kepribadian feeling introvert, saya selalu ambisius setiap kali ada keinginan. Nah, tahun 2020 lalu, saya memang sedang membuat plan untuk diri sendiri. Nyatanya karena kurang tenaga untuk menghandelnya, saya pun gagal. Masa kegagalan ini membuat saya gelisah dan membuat saya marah tanpa sebab. 

Hubungan Tidak Seimbang


Acapkali ledakan emosi yang saya alami terjadi karena saya merasa diperlakukan tidak adil. Saya selalu merasa menjadi korban dalam beberapa hal. Saya selalu disalahkan meski saya sudah melakukan sesuatu dengan usaha yang maksimal. Perasaan menjadi korban ini tak bisa saya ungkapkan kepada siapapun. Saya memendamnya sendiri hingga akhirnya meledak dan muak.

 
Tertekan Karena Pekerjaan


Cara menahan emosi wanita


Bukan tidak nyaman dalam menjalani sebuah pekerjaan. Tetapi karena saya kurang mahir dalam kelola managemen waktu, sementara managemen energinya terbatas. Akhirnya, ketika banyak pekerjaan menumpuk dan saya belum bisa menyelesaikannya terkendala beberapa hal membuat saya tertekan. Siapa yang salah? 

Jelas diri sendiri dong. Nggak bisa menyalahkan orang lain. Untuk itu, saya harus belajar menjadi orang yang berprinsip agar kelola emosinya seimbang. 

Penting untuk Dibaca:


10 Cara Mengendalikan Emosi Agar Hidup Lebih Sehat dan Bahagia


Punya masalah tandanya saya masih hidup. Benar? Jadi seharusnya nggak perlu dipikirkan terlalu dalam yang mana dampaknya akan membuat diri merasakan depresi. Agar terhindar dari depresi, baiknya saya memang harus belajar cara mengontrol emosi dengan benar. 

Bagaimana caranya? Simak apa saja cara mengendalikan emosi wanita agar terhindar dari marah sekaligus masalah. 


Latihan Pernapasan


Wanita feeling introvert memang cenderung sering terbawa suasana emosi. Tipikal FI juga suka moody. Jadi cara yang baik agar tidak mudah marah, maka tips kelola emosi dengan cara latihan pernapasan. Ketika marah, tarik napas yang dalam dan lambat dari hidung, lalu keluarkan dari mulut perlahan-lahan. Latihan ini sebagai langkah awal untuk belajar cara menahan emosi. 

Relaksasi Otot


Saat sesi konsultasi dengan psikolog, saya juga diajarkan untuk relaksasi otot untuk menjadi pribadi yang lebih tenang. Tidak diperlukan peralatan dalam praktiknya. Saya cukup menggerakkan beberapa bagian tubuh, seperti leher, bahu, gerakan tangan dan kaki yang membantu mengendalikan emosi

Mengucapkan Kalimat Menenangkan Berulang-ulang


Cara mengontrol emosi paling mudah adalah dengan membiasakan diri mengucap kalimat positif yang bersifat menenangkan. Misal, Tenang saja. Malica tidak ada apa-apa atau Santai ya. Semua orang peduli padamu dan lainnya. 

Terkesan remeh? Tetapi sungguh efeknya luar biasa untuk psikis yang sedang tidak baik-baik saja

Mendengarkan Musik

 
Tips mengendalikan emosi wanita


Dua bulan ini, saya lebih rajin memutar music untuk self-healing. Hanya berupa instrument slow tetapi bisa membuat saya tenang. Biasanya, saya memutarnya saat malam hari menjelang tidur. Saya menepi ke sebuah ruangan, pastinya setelah anak-anak tidur nyenyak. Di tempat itu pula terkadang saya sampai tertidur. Nggak nyangka sih jikalau music bisa menjadi teknik mengontrol emosi murah meriah. Hehehe 

Berhenti Sejenak dari Akktivitas


Setiap kali merasa diri tidak baik-baik saja. Maka dengan cepat saya akan mengabarkan kepada beberapa rekan kerja. Saya izin untuk tidak banyak aktivitas di grup online. Terkadang, tanpa saya meminta pun, teman-teman saya ini paham. Barakallah, saya sangat bersyukur memiliki mereka. Karena memang jalan inilah yang akan mengembalikan emosi saya stabil kembali.

Mendekat kepada Sang Pencipta


Lebih mendekatkan diri kepada Sang Pencipta adalah cara mengelola emosi paling ampuh menurut saya. Ketika saya mampu menangis kepada-Nya kapan saja, mengadu semua masalah kepada-Nya membuat saya tenang jiwa dan raga. Apa yang tidak bisa saya ceritakan kepada orang lain secara jujur, saya ungkapkan semuanya sama Allah.

Tulis, Sobek dan Bakar 


Ingin marah tetapi tidak mau melukai orang lain? Ada kebiasaan rutin ketika saya mulai baper, muak dengan emosi negatif dan ingin meledak marahnya. Maka cukup sering saya melakukan ritual menuliskan semua kekesalan pada sebuah kertas. Meluapkan semua emosi, lalu menyobeknya dan membakarnya. Ritual ini saya anggap sebagai sarana membuang emosi dan melupakan semua yang sudah terjadi. 

Berhitung


Tips mengendalikan emosi ini saya dapatkan dari seorang teman yang menyarankan untuk membuka salah satu instagram seorang penyitas mental health. Salah satu teknik yang dia pakai adalah dengan cara berhitung. 

Ketika emosi udah hampir meledak, disarankan untuk menghela napas dalam-dalam. Lalu berhitung 1-10 pelan-pelan. 

Jika masih ingin marah, maka lanjutkan berhitung lagi, begitu seterusnya sampai emosi benar-benar stabil. Konon, saat aktivitas berhitung ini dilakukan, denyut nadi akan turun sehingga berpengaruh pada pengendalian saat marah pun ikut reda. 

Yoga




Yoga sudah popular sebagai teknik melatih konsentrasi untuk mengontrol emosi. Yoga ringan sangat bermanfaat untuk mengurangi stress sehingga menjadikan tubuh lebih rileks dan perasaan lebih tenang. Bagi yang belum pernah melakukan yoga sebelumnya, sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. 

Berpikir Positif


Saat dilanda masalah yang cukup rumit, mencoba berpikir positif itu penting. Berhenti menanggapi sesuatu yang bersifat negatif yang kerap memicu munculnya emosi. Memang sulit, saya sudah merasakannya. Untungnya, banyak teman yang mengingatkan untuk berpikir positif. 

Pernah melakukan kesalahan itu wajar, jangan terlalu menjadikan diri merasa insecure. Positive thinking dan berusaha memperbaiki agar emosi tidak terganggu sehingga mudah sekali marah.

Kesimpulan


Percayalah, saya maupun Anda tidak pernah sendiri. Setiap makhluk hidup yang masih bernapas pasti tidak lepas dari masalah kehidupan.  Jadi, cobalah belajar kontrol emosi dengan baik sebagaimana 10 cara mengendalikan emosi di atas. Tahu, kan, jika memelihara emosi secara berlebihan tidak baik untuk diri sendiri? Jikalau sampai terjadi dengan Anda, maka cepatlah ambil tindakan sebelum terjadi hal buruk, ya.

Semoga saya maupun kalian yang membaca tulisan ini terhindar dari masalah emosi yang sejatinya bikin hidup tidak tenang. Peluk diri sendiri dan meminta maaf. Lakukan berulang sebagai sarana self love. Selamat mencoba!  

Kelebihan Pembelajaran Daring Menggunakan Metode Blended Learning

Rabu, 24 Februari 2021

Kelebihan Pembelajaran daring

Kelebihan Pembelajaran Daring metode Blended learning - Masa pandemi yang mulai menyerang dunia sejak akhir tahun 2019 lalu benar-benar memberi pukulan keras. Banyak terjadi kelumpuhan pada berbagai sektor di semua negara. Mulai dari ekonomi, sosial, politik, hingga dunia pendidikan. Seketika semua aktivitas dan kebiasaan berubah, tidak terkecuali Indonesia.

Bahkan sejak Maret 2020 pemerintah mengeluarkan ketentuan untuk menjalani pemberlakuan bekerja dari rumah (WFH) dan juga melewati pendidikan jarak jauh dari rumah juga atau school from home (SFH). 

Berbicara soal SFH, di sini saya bisa menceritakan dari dua sudut pandang. Pertama adalah sudut pandang sebagai orang tua yang memiliki dua anak yang duduk di bangku sekolah dasar dan taman kanak-kanak. 

Bagi saya dan anak-anak yang tinggal di desa, belajar secara daring tidaklah efektif. Banyak kendala pembelajaran daring yang saya alami. Mulai dari susah sinyal, anak-anak tidak fokus belajar, pembelajaran tidak kondusif dan tidak kreatif. Kok bisa?

Bagaimana tidak, anak-anak jadi manja saat ada perintah mengerjakan tugas. Di awal-awal SFH, sulung nyaris jadi tidak mandiri. Banyak bertanya daripada paham pelajarannya. Ya maklum sih, baru awal banget melakukan metode belajar luring.

Sementara kekurangan pembelajaran daring dari kacamata saya sebagai seorang guru PAUD, saya jadi bingung bagaimana membangun kedekatan dengan siswa-siswi saya yang rata-rata usianya 2-4 tahun. 

Belum lagi orang tua yang tidak bisa konsisten menemani anak-anak usia balita tersebut saat belajar. Alhasil, saat SFH berakhir, buku panduan belajar anak-anak masih banyak yang kosong.

Perintah yang saya berikan kepada orang tua agar menemani anak-anak belajar di rumah pun tidak semuanya diperhatikan. Maklum lagi nih, karena rata-rata orang tua siswa dan siswi saya adalah petani. Selain itu, dilihat dari pendidikan orang tuanya rata-rata lulusan sekolah menengah ke atas. Jadi melakukan sekolah online jadi sesuatu yang baru bagi mereka. 

Baca juga: 


Geliat Pendidikan di Tengah Pandemi


Kekurangan Pembelajaran daring


Setelah saya menyebutkan beberapa kekurangan pembelajaran daring di atas, khususnya berdomisili di desa. Ternyata asumsi yang saya sampaikan belum sepenuhnya tepat..

Namun tahukah? Pemerintah tidak akan tinggal diam. Dunia pendidikan pun tidak kalah berusaha untuk tetap bisa menjalankan fungsinya di tengah pandemi. 

Berbagai usaha dilakukan agar anak bangsa bisa mengenyam pendidikan secara daring (dalam jaringan/online). Namun, banyak pihak yang mengeluhkan  betapa sulitnya belajar daring dari rumah. Terutama pihak orang tua yang harus menjalankan dua fungsi, apalagi mereka yang juga tetap harus bekerja. 

Para siswa pun mengeluhkan bahwa memahami pelajaran dari rumah lebih sulit dibandingkan saat masih bersekolah luring (luar jaringan/offline) seperti biasanya. 

Terlebih jika mereka kesulitan dalam hal ketersediaan media atau kuota. Di sisi lain para guru juga harus dituntut dalam hal “melek teknologi” sehingga mampu menghadirkan suasana belajar daring yang menyenangkan dan nyaman.

Pada awalnya sistem pembelajaran yang dilaksanakan melalui berbagai jenis perangkat atau gadget ini dirasakan cukup sulit. Hal ini disebabkan karena perubahan yang cukup mendadak. 

Guru harus mampu melakukan pembelajaran bersama siswa di waktu yang sama dengan cara menggunakan grup di media sosial seperti WhatsApp (WA), telegram, instagram, atau menggunakan aplikasi video conference seperti zoom, google meet, ataupun media lainnya sebagai media pembelajaran. Siswa dan orang tua pun mau tidak mau harus bisa menguasai dan belajar mengenai teknologi-teknologi baru ini. 

Namun, seiring berjalannya waktu semua pihak mulai terbiasa dan tidak lagi merasa canggung. Hampir setahun sudah proses pembelajaran daring harus dijalani melalui jaringan. Berbagai pihak terus berupaya agar pendidikan tetap dapat dinikmati oleh generasi-generasi penerus bangsa. Adaptasi yang dilakukan mulai berkembang dan memunculkan ide-ide baru agar pendidikan semakin maju.

Seberapa Efektif Sih, Metode Pembelajaran Daring?


Kelebihan Pembelajaran daring Blended learning


Sistem pembelajaran daring  adalah sebuah cara pembelajaran yang dilakukan tanpa melakukan tatap muka secara langsung antara guru dan siswa. Pembelajaran dilakukan melalui media yang terhubung dengan jaringan internet. 
Pada sistem ini semua pihak benar-benar harus bekerjasaama agar pendidikan anak dapat terpenuhi dengan maksimal. 

Memang jauh berbeda antara pembelajaran tatap muka dan online.  Guru yang harus bekerja lebih keras menyiapkan media, metode dan menguasai teknologi untuk menghadirkan kelas virtual yang efektif, siswa yang dituntut lebih fokus dan harus mandiri memahami pelajaran, serta peran besar orang tua dalam membantu anak-anak mereka mengikuti semua kegiatan belajar mengajar dari rumah meski mereka juga harus mencari nafkah.

Nah, saya pernah mengulas apa saja kelebihan dan kekurangan pembelajaran daring di sini.

Lantas, apakah pembelajaran daring ini efektif? 


Sistem belajar secara online ini sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia terkait dengan Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Corona Virus Disease (COVID-19).

Setelah beberapa bulan berlalu, para guru dan siswa memang mengaku bahwa kelemahan pembelajaran daring di rumah tidak seefektif kegiatan belajar secara offline. Meski guru sudah mengirimkan rekaman atau video penjelasan materi, siswa terhalang dalam melakukan komunikasi atau bertanya langsung. Apalagi jika mereka berada di desa terpencil yang jauh dari jangkauan internet. Mau tidak mau harus bolak-balik ke sekolah untuk mengambil dan mengumpulkan tugas ke sekolah.

Baca juga:

Mengenal Tentang Blended Learning, Metode Pembelajaran Daring yang Paling Menyenangkan


Kelebihan Blended learning



Metode blended learning (sistem pembelajaran campuran) sebenarnya sudah dikenal jauh sebelum pandemi berlangsung. Hanya saja usaha untuk mengembangkan dan menerapkan mulai lebih didalami ketika pandemi berlangsung. 

Metode Blended learning atau metode hybrid adalah kombinasi pembelajaran yang dilakukan dengan dua arah, yakni memadukan belajar-mengajar face to face dengan konsep e-learning yang saat ini mengikuti perkembangan teknologi. 

Blended learning mungkin bisa menjadi salah satu metode yang mampu mengubah tatanan pendidikan di Indonesia di masa pandemi. Dengan menggabungkan, mencampurkan, sekaligus mengombinasikan sistem pendidikan konvensional dengan sistem berbasis digital.

Di mana materi ajar dikemas dalam berbagai bentuk digital yang menarik untuk para siswa. Guru akan melakukan pengolahan audio, gambar dan tulisan yang kemudian dihadirkan dalam bentuk video, flip book, aplikasi game virtual, screen video dan berbagai bentuk lainnya. 

Media-media ini kemudian dimasukkan ke dalam website atau aplikasi pembelajaran online yang nantinya bisa diakses oleh siswa kapan saja, di mana saja dan kapan saja. 

Selain itu, ada pula sesi pertemuan virtual melalui sebuah ruang obrolan yang dapat menampilkan gambar seperti halnya video call. Para siswa dan guru pun dapat saling bertatap muka seperti halnya dalam sebuah kelas luring. 

Pada sesi ini biasanya siswa dan guru akan menjalankan pembelajaran berupa diskusi, tanya jawab atau bermain edukasi. Melakukan presensi pun hanya perlu sekali klik dalam setiap sesi belajar.

7 Konsep Penting Metode Blended Learning


Metode pembelajaran ini dirasakan cukup menyenangkan dan efektif untuk digunakan dalam melaksanakan sistem belajar mengajar secara online. 

Cara ini pun bisa digunakan di semua jenjang pendidikan, bahkan di dunia kerja. Memang butuh waktu dan tenaga untuk belajar dan menyesuaikan diri dengan metode ini. Namun, dengan perkembangan teknologi yang semakin maju, bukan tidak mungkin metode-metode ini akan terus dipakai dalam jangka waktu yang lama.

Nah, berikut 7 Konsep Metode Blended Learning yang wajib Anda ketahui. 
  • Melakukan kesepakatan antara beberapa pihak, yakni guru, orang tua dan siswa 
  • Menganalisa infrastruktur antara sekolah, guru, dan siswa 
  • Memahami apa yang dimaksud live event dalam metode Blended learning 
  • Mengusung konsep tutorial yang mana guru sebagai tutor dengan menggunakan bahan ajar kreatif di era digital 
  • Kerjasama antara guru dan siswa 
  • Mengukur keberhasilan pembelajaran dengan assesment 
  • Evaluasi di akhir pembelajaran 

Kelebihan Pembelajaran Daring Metode Blended Learning 


Menilik dari 7 konsep di atas, tentunya akan muncul pertanyaan "Apakah pembelajaran daring metode Blended learning ini akan efektif dan membantu pendidikan saat pandemi ini?" 

Nah, Anda perlu tahu apa saja kelebihan Pembelajaran Daring metode blended learning. Check it!

  1. Hemat waktu dan biaya 
  2. Pembelajaran daring lebih efektif dan efisien
  3. Pembelajaran fleksibel tidak terbatas oleh waktu maupun ruang karena siswa berada di rumah 
  4. Siswa lebih leluasa mengakses materi pembelajaran 
  5. Guru dan siswa bisa berdiskusi secara virtual setelah sesi pembelajaran daring selesai 
  6. Guru lebih fleksibel menambahkan materi kapan saja asal internet lancar 
  7. Jangkauan pembelajaran daring lebih luas 
  8. Pembelajaran daring lebih optimal
  9. Menarik perhatian belajar siswa dengan konsep pembelajaran baru

Kekurangan Pembelajaran Daring Metode Blended Learning 


Jika ada keunggulan pembelajaran metode Blended learning, maka sewajarnya Anda harus mengetahui apa kelemahan belajar dari dengan teknik belajar satu ini. Check it!

  1. Pembelajaran tidak akan optimal jika sarana dan prasarana tidak mendukung 
  2. Fasilitas belajar tidak merata sehingga membutuhkan evaluasi secara berkala 
  3. Akses internet yang tidak lancar bisa menjadi hambatan pembelajaran Blended learning
  4. Guru diharapkan selalu kreatif agar siswa selalu tertarik belajar daring 

Kesimpulan 


Sekali lagi, berbicara pendidikan tidak ada metode belajar yang sempurna. Tentunya ada kelebihan dan kekurangan yang anda temui setiap harinya. Metode Blended learning harapannya bisa menjadi solusi teknik belajar-mengajar di Indonesia lebih baik lagi. Pun Anda juga harus saling memahami sekalipun metode belajar sudah terkonsep dengan apik. Di kemudian hari setelah proses evaluasi, kelebihan dan kekurangan pembelajaran daring pastilah ada. So, bijak dalam bersikap ya. Jangan saling menyalahkan, tetapi gotong-royong demi menciptakan generasi unggul era digital jadikan tujuan utama memajukan pendidikan Indonesia. 


Jangan Takut Ditolak Urusan Dunia. Takutlah Ketika Allah Mulai Cemburu

Jumat, 19 Februari 2021

 

Jangan takut ditolak

Lagi-lagi penolakan itu hadir kembali. Entah sudah berapa kali orang yang pernah mengaku sebagai sahabat, tiba-tiba mematahkan kepercayaanku, mengkhianatiku, dan bahkan sudah tak mau mengenaliku kembali.


"Cerita ya kalau ada apa-apa. Jangan segan atau malu.”


Perkataan tersebut mengakar dalam pikiranku sejak pertemanan itu terjalin. Makanya, aku sangat ingat dan menyimpannya rapat seolah apa yang mereka ucapkan itu memang benar. Merekalah orang-orang yang akan selalu ada ketika aku membutuhkan pundak untuk bersandar. Merekalah orang-orang yang akan memelukku ketika aku merasa sendirian, dan mereka juga yang akan rela mengusap airmataku saat aku merasa terjatuh di sebuah jurang terdalam.


“Aku akan ada buatmu. Kapanpun kamu butuh.”


Itu adalah perkataan terbodoh yang lagi-lagi aku merekamnya dalam pikiran sekaligus mempercayainya. Padahal setelahnya, mereka akan sibuk dengan hidupnya masing-masing.


Baca Juga:

Ketika Kamu Lelah dan Berpikir Untuk Menyerah

7 Cara Mengatasi Insecure pada Diri Sendiri


Yang tadinya teman dekat, kemudian mereka tak lagi menyimpan nomor pribadiku. Tak ada lagi lagi sapaan “Selamat pagi, semangat untuk hari ini, ya.” Tak ada lagi yang ngajakin aku buat berdiskusi. Tak ada lagi yang memanggilku dengan panggilan sayang seperti biasanya.


Ya, pada akhirnya, mereka yang dekat ternyata tidak menganggapku bukan siapa-siapa. Mungkin saja dari dulu, ada atau tidak ada diriku di lingkaran mereka, tidak ada artinya apa-apa.


Akupun mulai mencari tahu, salah apakah diriku? Hingga mereka enggan lagi mendengarkanku? Akupun mulai merenung dan mulai insecure dengan diriku sendiri “Aku salah. Aku harus mintamaaf.” 


Namun, semakin aku menyalahkan diriku sendiri, aku semakin sakit. Aku mulai kebingungan ke mana harus melangkah? Mungkinkah aku salah tempat selama ini? Apakah memang bukan mereka yang bisa mengerti diriku?


“Aku salah apa? Tolong kasih tahu agar aku tahu dan memahami kalian.”


Tak ada sahutan sedikitpun. Sementara semakin hari, berkomunikasi rasanya hambar. Enak nggak sih begini? Jelas tidak.


Aku merasa tidak baik-baik saja. Aku merasa terpuruk. Lagi-lagi, apakah aku ditolak? Ide-ide dan kerja kerasku bersama mereka bak debu tertiup angin. Berteman denganku mungkin dianggap sebuah kesialan. Harusnya mereka nggak usah berteman denganku. Atau menjanjikan sesuatu padaku hingga aku meganggapnya sebuah harapan di masa depan.


Aku malu. Sungguh, keberadaanku seperti hantu. Aku merasa menjadi orang yang tidak berharga karena telah melakukan kesalahan fatal, menurut mereka. Ingin rasanya protes, tetapi mulutku seolah diganjal oleh bola meriam. Hingga akupun memilih pergi tanpa berkata apapun. Tersenyum getir sembari mengoreksi diri.


Baca Juga: 

Manfaat Positive Thinking untuk Kesehatan Tubuh

Jangan Pernah Merasa Sendiri, Ada Allah Bersama Kita


Penolakan demi penolakan akhirnya membuat diriku berani dengan tegar berdiri di depan cermin. Menanyakan padanya, “Adakah sesuatu yang menjijikkan dalam diriku? Sampai-sampai mereka melihatku saja tak sudi. Permintaan maaf sudah tak berarti.”Berulang kali aku menanyakan hal yang sama. Tanpa bosan, tanpa merasa paling benar.


Aku duduk sejenak di ruangan gelap. Sembari memejamkan mata dan mulai berpikir dengan jernih. “Ternyata, ditolak itu tidaklah sakit. Yang paling sakit ketika mereka menerimaku dengan penuh keterpaksaan. “


Buliran bening menetes tanpa henti. Harusnya aku menyadari jika tak semua orang bisa menerimaku. Menerima keburukanku dan kelemahanku. Bukankah hak mereka untuk suka dan tidak suka padaku? Sekalipun sesekali mereka pernah mengajakku berdiskusi. Bilang aku sangat berarti.


Aku menatap cermin kembali. Di sana kulihat bayangan seseorang di mana mata bulatnya menyalakan api.


“Kamu salah. Kamu sudah mengabaikan tanggungjawab dari mereka. Kamu berjalan semaumu saja.”


Aku terenyak. Setelah kuamati dengan seksama, bayangan itu mirip sekali denganku. Dia marah dengan diriku. Melontarkan kalimat pedas yang seketika membuat hatiku patah berkeping-keping.


Sementara aku tidak sadar selama ini justru aku telah menyakiti bayanganku. Aku terlalu memaksakan diri agar orang lain selalu menyukaiku, selalu merindukan kehadiranku. Padahal tidaklah benar.


Kenapa aku telat sadar?


Faktanya, aku tidak mencintai diriku sendiri. Demi membuat orang lain senang, aku telah menyiksa diriku sendiri. Tangisku semakin pecah. Aku semakin bersalah pada bayanganku di cermin. Hingga mau tak mau akupun harus memeluknya. Mendekapnya erat.


“Tak apa jika seluruh dunia menolakmu. Yang penting kamu bisa menerima kekuranganmu. Tak mengapa seluruh dunia tidak menerimamu. Yang penting    kamu tidak mengabaikan kesempatan untuk belajar menerima dirimu sendiri."


Wahai diri, berdamailah. Jangan takut ditolak. Takutlah jika kamu terlalu berharap pada seseorang yang memberikan harapan, padahal bisa saja dia tidak menginginkanmu.


Wahai diri, berdamailah. Jangan takut ditolak. Takutlah pada Allah yang sangat mencemburui hati yang berharap pada selain Dia. Kamu tak perlu mendapat pengakuan dari mereka. Cukup pengakuan dari Allah saja.

Tidak Perlu Galau, Berikut 7 Tips Memilih Jurusan Kuliah dengan Tepat

Selasa, 09 Februari 2021


 
Hai, adik-adik yang duduk di bangku SMA!
Pasti kalian punya keinginan mau jadi apa nantinya. Misal, mau jadi dokter, bidan, dosen, guru, arsitektur, designer, atau engineer. Tahukah kamu, kalau itu semua bermula dari mau kuliah jurusan apa.

Jadi, bagi adik-adik yang duduk di bangku kelas XII SMA, SMK, atau STM sebaiknya sudah memiliki pilihan jurusan kuliah. Bahkan, bagi adik-adik yang duduk di bangku kelas X dan XI. Tujuannya agar tidak salah pilih, berhenti di tengah jalan, dan bisa menyiapkan perencanaan secara finansial.

Jurusan kuliah atau program studi merupakan aspek krusial yang akan memengaruhi kehidupan dan masa depan. Jika diibaratkan pada sebuah bangunan rumah, jurusan kuliah merupakan fondasi. Ketika fondasi tersebut kuat dan kokoh, maka bangunan tersebut akan tetap berdiri apapun yang terjadi.

Bagaimana agar Tidak Salah Memilih Jurusan Kuliah?


Adik-adik pasti pernah mendengar sekelumit cerita seseorang yang hanya kuliah satu tahun, lalu berhenti. Atau kuliah tapi sulit sekali untuk menamatkannya dan meraih gelar sarjana. Salah satu penyebabnya adalah salah memilih jurusan kuliah.

Memilih jurusan kuliah memang kerap menimbulkan kebimbangan, terlebih bagi kamu yang belum memiliki ketertarikan khusus pada salah satu bidang profesi. Dengan alih ‘coba-coba’ atau ‘biar keren’ akhirnya terjebak dan salah memilih jurusan kuliah.

Please, jangan anggap ini sepele! Kuliah dizaman sekarang membutuhkan biaya yang lebih mahal. Selain itu, kamu juga harus mempertimbangkan waktu yang terbuang jika salah memilih jurusan. Dan yang terpenting, apakah ilmu yang didapat di bangku kuliah akan bermanfaat atau tidak untuk masa depan.

Lebih jelasnya, berikut 7 tips memilih jurusan kuliah agar tidak menyesal nantinya. 


1. Minat dan Passion


First of all, kamu harus tahu minat dan passion saat menentukan jurusan. Even kamu belum tahu gambaran setelah tamat akan bekerja dimana dan sebagai apa, tapi ketika kamu memilih jurusan sesuai dengan minat dan passion, maka semua akan terasa mudah dan kamu juga memiliki peluang untuk mengembangkan bakat serta potensi diri. Kamu juga akan menikmati setiap proses tanpa beban dan rasa terpaksa.

Orang-orang disekitar, terlebih orang tua, mungkin memiliki andil dalam proses pemilihan jurusan. Tidak jarang orang tua memaksa agar mengambil jurusan yang baik menurut mereka. Tapi, kamu juga harus mempertimbangkannya sesuai dengan minat dan passion. Dengarkan dan ikuti kata hati agar tidak salah dalam menentukan.


2. Bukan Karena Biar Terlihat Keren, Apalagi Ikut-ikutan


Percaya deh, semua jurusan itu keren jika dijalani dengan sepenuh hati. Tidak ada jurusan yang secara spesifik akan membuat kamu terlihat keren. Misal, kuliah jurusan kedokteran itu keren. Arsitektur juga! Padahal, kuliah jurusan lain, seperti keguruan, komunikasi, serta bahasa dan sastra juga keren. Semua mempunyai peluang sukses yang sama jika dilakukan dengan sepenuh hati. Apalagi, jika motivasi dibalik pemilihan sebuah jurusan berdasarkan ikut-ikutan dan gengsi semata. 

Pastikan kamu juga siap menjalani apapun yang akan terjadi pada jurusan yang dipilih. Jangan sampai setelah beberapa semester kamu ingin keluar dan beralih ke jurusan lain. 

3. Mengetahui Kemampuan yang Dimiliki


Setiap manusia pasti memiliki kelebihan dan kekurangan. Kamu harus mengetahui kemampuan yang dimiliki dan tidak perlu memaksakannya.

Kamu bisa mengecek kembali nilai-nilai yang didapat di bangku sekolah, mata pelajaran mana yang menonjol. Dari sini, kamu bisa mencari jurusan yang berkaitan dengan nilai tersebut. Kamu juga bisa melihat prestasi yang diraih. 

Misal, kamu berbakat menggambar, maka kamu bisa memilih jurusan yang berhubungan dengan gambar, seperti seni rupa. Atau lebih spesifik menggambar rumah, maka kamu bisa memilih jurusan arsitektur.

4. Berkonsultasi dengan Orang yang Berpengalaman


Kamu pasti memiliki saudara, kerabat, senior, atau mungkin tempat untuk bertukar pikiran. Kamu bisa menanyakan bagaimana proses kuliah, kendala apa yang dihadapi, hingga prospek ke depan. mintalah arahan dan masukan agar kamu semakin mantap dalam menentukan pilihan. Siapa tahu dari hasil sharing tersebut pikiran akan semakin terbuka dan memiliki ketetapan hati dalam memilih jurusan.


5. Jangan Lupa Pertimbangkan Biaya Kuliah


Tidak bisa dipungkiri, sebagian masih menganggap biaya sebagai salah satu batu sandungan terbesar yang tidak bisa diabaikan. Tidak hanya biaya kuliah, tapi juga biaya mengerjakan tugas, pratikum, hingga biaya hidup selama kuliah. 

Jika ini yang terjadi, sedini mungkin kamu bisa mencari jalur beasiswa yang akan meringankan atau kuliah sambil bekerja. Selama ada usaha dan keinginan, jangan pernah menyerah untuk meraihnya.


6. Memilih Universitas


Tidak semua universitas menawarkan jurusan yang kamu pilih. Karena itu, pilihlah  universitas yang menyediakan jurusan yang kamu pilih. Setelah itu, pertimbangkan juga kualitas, akreditasi, fasilitas, biaya, hingga reputasi. Kamu nisa melihat informasi akreditas dan reputasi melalui website resmi.

7. Berusaha dan Berdoa


Setelah kamu menentukan pilihan, langkah terakhir adalah  berusaha dan berdoa. Kamu bisa memulainya dengan mempersiapkan diri dengan maksimal melalui jalur SBMPTN, termasuk tes psikotes masuk kuliah. 

Selain itu, kamu juga harus mempersiapkan jalur mandiri dan universitas swasta sebagai option lain. 

Itulah tadi 7 tips yang bisa kamu renungkan bagaimana memilih jurusan yang tepat dan tidak ada rasa penyesalan nantinya. 

Pertanyaan selanjutnya, bisakah kuliah di dua tempat atau dikenal dengan double degree. Kuliah ini terjadi ketika mengambil dua jurusan yang berbeda dalam satu waktu, baik di universitas yang sama atau berbeda. 

Di zaman sekarang ini, double degree bukan sesuatu hal yang istimewa lagi. Sudah cukup banyak yang menjalaninya karena memiliki nilai plus tentunya. Misal, memiliki dua gelar sarjana sekaligus sehingga membuka peluang yang lebih besar di dunia kerja, memiliki lebih banyak ilmu yang dikuasai, hingga lebih dilirik HRD perusahaan. 

Namun, ketika kamu memutuskan untuk double degree, ada baiknya memilih dua jurusan yang tidak terlalu berseberangan. Contoh, mengambil jurusan kedokteran dan teknik. Sangat bertolak belakang, bukan. Tapi pilihlah jurusan yang saling mendukung satu sama lain, misal komunikasi massa dan sastra atau ekonomi akuntansi dan ekonomi manajemen.

Finally, ketika kamu masih bingung mau ambil jurusan apa, sebaiknya pilih jurusan yang benar-benar kamu inginkan, serta sesuai dengan minat dan passion yang karena akan membuat kamu merasa nyaman menjalani perkuliahan. Tidak perlu juga memilih jurusan yang populer, mahal, atau sekedar ikut-ikutan. Pilih jurusan yang bisa mewujudkan impian atau cita-cita dimasa depan.

Banyak siswa yang dulunya berprestasi sewaktu SMA tetapi gagal menyelesaikan studi di bangku kuliah karena salah memilih jurusan, hanya menuruti keinginan orang tua, atau bahkan karena ikut-ikutan. Tujuan kuliah adalah untuk menggapai masa depang gemilang yang sesuai dengan impian dan cita-cita, serta membentuk pola pikir dan mengembangkan potensi diri. 

Yuk, pilih jurusan kuliah yang menyenangkan dan membuat hidupmu menjadi lebih berwarna!

Serunya Menikmati Fasilitas Malaysia Healthcare Sambil Berwisata

Jumat, 05 Februari 2021
Fasilitas Malaysia healthcare


Jobs Fill Your Pocket, Adventure fill your Soul”. (Pekerjaan mengisi sakumu, petualangan mengisi jiwamu.

 

Ada yang sepakat, jika traveling tak sekadar menghamburkan uang belaka? 

Lebih dari itu, traveling atau melakukan petualangan dengan melihat alam luar bisa bermanfaat untuk kesehatan fisik dan mental.

Setelah berjibaku dengan banyak pekerjaan yang kadangkala membuat Anda stres. Maka traveling dengan menghirup udara segar bisa menjadi solusi yang tepat. Namun sayang, masa pandemi masih juga belum berhenti. Jadi, untuk saat ini sebaiknya menahan diri dulu sampai keadaan benar-benar pulih, ya.

Jujur, saya sendiri juga sudah capek di rumah. Ingin rasanya pergi jalan-jalan dan membuang semua beban sambil traveling. Yang bikin kangen traveling ke tempat cagar budaya nih. Berlibur sambil berburu konten sejarah.


Nah, Saking kangennya berpetualang, saya pun membuka kembali album kenangan saat traveling ke Semarang tahun 2019 lalu, tepatnya bulan november. Padahal cuma  ngelihatin foto di salah satu Curug doang. Tapi rasanya rindu traveling sudah terobati. 


Layanan dan fasilitas Malaysia healthcare


Oh ya, ngomongin soal traveling, ternyata melakukan perjalanan itu bisa banget loh sembari berwisata kesehatan. Jadi Anda tetap bisa menikmati perjalanan wisata dengan aman sekaligus menjaga kesehatan. Emang bisa? Di mana?

Bisa banget dong. Anda bisa berkenalan dengan program wisata kesehatan dengan menghadirkan fasilitas Malaysia Health care berkualitas. Dijamin, perjalanan Anda akan sangat produktif dan sehat. 


Malaysia Health Care: Medical Tourism Terbaik di Dunia


Salah satu karunia terbesar yang diharapkan dalam hidup adalah kesehatan, baik itu kesehatan jasmani maupun rohani. Maka, tidak heran jika akhirnya banyak yang peduli dengan kesehatan sejak usia muda, mulai dari menjaga pola hidup sehat, melakukan olahraga secara teratur, serta tidak ketinggalan melakukan pemeriksaan kesehatan rutin (medical check up).

Nah, berbicara tentang medical check up, seiring dengan berkembangnya zaman, banyak orang yang melakukannya sambil berwisata atau yang dikenal dengan medical tourism. Salah satu negara yang ramai menjadi tujuannya adalah Malaysia.

Anda pasti tahu, kan, jika Malaysia merupakan negara yang mendapat ranking pertama sebagai medical tourism mengalahkan beberapa negara yang servis kesehatannya juga terkenal bagus di dunia?

Misal saja seperti Amerika Serikat, Korea Selatan, Thailand, dan Dubai. Bahkan, pada tahun 2018 dinobatkan sebagai top medical tourism destination dengan jumlah pasien mencapai 1.2 juta orang per tahun, sebuah peningkatan sebesar 14% jika dibandingkan pada tahun 2017.

Dalam bidang medical tourism atau travel, Malaysia juga sudah pernah mendapatkan penghargaan, yaitu:
  • International Medical Travel Journal (IMJT) Medical Travel Awards “Destination of The Year” pada tahun 2017 – 2018
  • IMJT “Health and Medical Tourism Cluster of The Year” pada tahun 2017 – 2018
  • Asia Pasicif Healtcare and Medical Toursm Awards pada tahun 2017 – 2019
  • World’s Best Hospitals for Medical Tourist by Medical Travel Quality Alliance (MTQUA)

Tiga hal yang menjadi kunci medical tourism di Malaysia adalah kualitas, kemudahan akses, dan harga yang terjangkau. Maka tidak heran jika Malaysia Health Care diklaim sebagai medical tourism terbaik di dunia. Hmm, penasaran ingin mencobanya?


Tunggu dulu. Sebelum Anda memantapkan hati untuk mencoba layanan medical tourism yang ada di Malaysia tersebut, sebaiknya Anda kenali dulu apa sih sebenarnya maksud dari Berwisata Kesehatan di Malaysia Health Care Travel Council?


Mengenal Malaysia Healthcare Travel Council (MHCT)


Tentunya Anda sudah tidak asing lagi dengan salah satu negara yang menjadi tetangga terdekat negara kita, serta masih satu rumpun. Yup, Malaysia. Sudah sejak lama Malaysia menjadi salah satu tujuan destinasi wisata favorit masyarakat Indonesia. Kabar baiknya, ternyata Malaysia juga memiliki program unggulan di bidang kesehatan, yaitu Malaysia Healthcare Travel Council (MHCT).


Malaysia Healthcare Travel Council (MHCT) merupakan sebuah organisasi yang didirikan oleh kementerian Kesehatan Malaysia yang berdiri pada tahun 2009, serta sudah bekerjasama dengan 69 rumah sakit swasta di Malaysia.


Selain itu, sesuai dengan namanya, MHCT ini juga dipercaya bertanggung jawab mengelola dan memfasilitasi perjalanan kesehatan negara. Melalui program MHCT, pemerintah Malaysia berperan menghubungkan rumah sakit pemerintah dan rumah sakit swasta dengan pasien, baik pasien yang datang dari masyarakat Malaysia atau pasien asing yang berasal dari luar Malaysia, yang salah satunya adalah Indonesia. 

 

Fasilitas Malaysia healthcare travel council

Satu hal yang menarik, meski pasien berasal dari luar Malaysia, tapi biaya  yang dibebankan sama dengan biaya berobatnya masyarakat Malaysia. Tidak ada biaya tambahan atau perbedaan fasilitas yang didapat. Intinya, semua pasien mendapatkan fasilitas dan dikenakan biaya yang sama. Uniknya, biaya tersebut relatif lebih murah jika dibandingkan dengan beberapa biaya negara tetangga yang fasilitasnya sama bagus.

Keunggulan MHCT adalah setiap rumah sakit yang ingin berkolaborasi dengan pemerintah Malaysia wajib memiliki akreditas internasional sehingga memiliki standar internasional. Keren, bukan?


sarana  malaysia healtcare


Oya, fasilitas kesehatan diseluruh rumah sakit Malaysia, termasuk para dokter sudah diatur oleh kebijakan yang cukup ketat oleh pemerintah Malaysia. Dari tahun 1998 Ministry of Heath (MOH) telah membuat Private Healthcare and Facilities Service Act yang wajib dipatuhi oleh semua rumah sakit pemerintah dan swasta tanpa terkecuali. Berikut ini beberapa hal yang wajib dipatuhi:

  • Mengedepankan kenyamanan dan keselamatan pasien
  • Mengenakan biaya perawatan terjangkau dan tidak memberatkan pasien
  • Mekanisme perawatan diatur ketat supaya ruma sakit dan tenaga medis yang bekerja di fasilitas kesehatan bisa melayani pasien dengan maksimal

Satu lagi yang penting, bagi keseluruhan rumah sakit yang telah lolos evaluasi MHCT yang meliputi kualitas standar layanan dan perawatan medis, maka wajib memiliki minimal satu akreditasi layanan kesehatan berskala internasional agar bisa mewakili the best of Malaysia healthcare. 


Layanan dan Fasilitas Malaysia  Healthcare


Setelah memiliki gambaran tentang MHCT, sekarang saatnya Anda tahu apa saja layanan dan fasilitas Malaysia Healtcare. Berikut layanan dan fasilitas yang perlu diperhatikan. Yang mana setelah membaca ini, Anda akan bilang berwisata kesehatan bersama Malaysia Healthcare Travel Councel recommended banget. 


Kelebihan fasilitas Malaysia healthcare

Layanan Malaysia Health care Travel Council

  • Medical Check Up 

Tersedia paket pemeriksaan kesehatan umum untuk berbagai kategori usia. Ada juga check up khusus jantung, kanker, payudara dan lainnya

  • Kardiologi (Jantung) 

Malaysia menjadi rumah sakit rujukan Jantung di kawasan Asia Tenggara terpercaya. Tenaga ahli kesehatan profesional, seperti dokter jantung, ahli bedah jantung, serta didukung oleh alat check up jantung lengkap sekaligus tindakan invasive dan non invasif

  • Program Kehamilan atau Bayi Tabung

Malaysia juga dipercaya sebai rumah sakit terpercaya untuk program kehamilan dan bayi tabung di Asia Tenggara

  • Pemeriksaan dan Pengobatan Kanker 

Menghadirkan dokter onkologi serta fasilitas pengobatan kanker 

  • Ortopedi 

Menghadirkan dokter spesialis masalah tulang dan sendi yang sudah berpengalaman 


Fasilitas Malaysia Health Care


Anda bisa melakukan kesenangan tanpa batas saat berpariwisata kesehatan bersama Malaysia Health Care. Sebab, tidak cukup memuaskan di bagian pelayanan saja. Anda pun akan dimanjakan oleh fasilitas Malaysia Health Care berkualitas Seperti:

  • Teknologi medis terbaru dan canggih sesuai kebutuhan medis
  • Praktisi kesehatan berpengalaman
  • Servis yang ditawarkan beragam
  • Bisa melakukan konsultasi atau meminta rekomendasi perawatan medis berkualitas tanpa biaya alias gratis
  • Fasilitas MHCT terakreditasi yang mampu menjamin keselamatan pasien

Tidak bisa dipungkiri, Malaysia telah menjelma menjadi salah satu negara maju hampir disemua bidang, termasuk kesehatan. Teknologi medis terbaru diserta praktisi kesehatan yang profesional dan berpengalaman adala sebagian dari pelayanan kesehatan berkualitas dan mendunia. Dengan berbagai servis yang ditawarkan serta akses yang mudah, menjadikan liburan ke Malaysia lebih dari sekedar berwisata.


Malaysia Health Care juga berani memberi kepastian, dimana wisatawan kesehatan sudah pasti mendapatkan perawatan apa saja selama di sana, kepastian biaya, serta keramahan dan kenyamanan yang membuat orang sakit bisa menjadi sehat secara mental.


Tentu saja ini semua ditunjang oleh regulasi pemerintah Malaysia yang cukup ketat soal pemenuhan hak kesehatan bagi para pasien, baik yang berasal dari Malaysia atau luar dengan fasilitas berkualitas dan sama tanpa ada perbedaan. Jika ada yang melanggar, pasien berhak untuk melaporkannya, dan pemerintah/MHCT (untuk mitra MHCT) akan bertindak tegas terhadap rumah sakit atau dokter.


Malaysia bukan negara kemarin sore yang melakukan kegiatan medical tourism atau healthcare travel. Jika dihitung, hampir satu dekade melalui MHCT. Nilai plusnya adalah jarak Indonesia – Malaysia yang dapat ditempuh hanya dalam hitungan jam. Ditambah jadwal penerbangan yang beragam dan pilihan kota keberangkatan dan kedatangan yang bervariasi, baik dari Indonesia atau Malaysia dengan biaya yang jauh terjangkau jika dibanding dengan negara lainnya.


Nah, jika Anda tertarik berwisata sambil melakukan medical check up kesehatan atau lainnya, silakan serahkan kepada MHCT. Anda juga bisa kepoin info selengkapnya di website resminya www.malaysiahealthcare.org atau media sosialnya di instagram @medtourismmy.id 






Tips Melatih Mental Anak Agar Mandiri dan Tangguh

Rabu, 27 Januari 2021

 


Perkembangan globalisasi yang sangat pesat tidak hanya dirasakan oleh orang dewasa. Anak-anak sebagai generasi penerus bangsa juga akan merasakannya.


Karena itu diperlukan pendidikan sejak dini untuk melatih mental anak sehingga anak menjadi pribadi yang tangguh, berani, dan mandiri.


Pendidikan tersebut sangat dibutuhkan untuk mempersiapkan anak bisa masuk ke dunia sosialnya dengan baik. Apalagi, kesehatan mental anak juga menjadi isu yang harus diperhatikan, seperti stres, depresi, hingga gangguan bipolar.

 

Berikut ini 10 tips melatih mental anak agar mandiri dan berani sejak dini.


Cara Melatih Mental Anak


Memiliki mental yang tangguh agar menjadi anak mandiri dan berani itu penting. Orang tua harus melatihnya secara bertahap agar kelak anak tumbuh dengan mental yang sehat. 


1. Biarkan Anak Menentukan Pilihan Sejak Kecil


Cara melatih mental anak agar berani, pertama adalah  dengan membiarkan anak menentukan pilihan sejak kecil.


Contoh sederhananya, biarkan anak memilih baju apa yang akan digunakan ketika akan bepergian. Terlihat sepele, namun ketika anak diberi kesempatan untuk memilih, anak merasa ada ruang untuk tumbuh secara mandiri. Anak tidak melulu merasa didikte dan hal ini merupakan salah satu strategi melatih mental anak.


Sekali waktu, orang tua bisa memberikan masukan yang bersifat membangun dan diungkapkan dengan bahasa yang mudah dimengerti.


2. Membangun Karakter Anak


Usia dini merupakan masa paling penting dan fundamental dalam membentuk karakter anak dan itu menjadi tanggung jawab orang tua, keluarga terdekat, sekolah, serta lingkungan.


Membangun karakter anak bisa dilakukan dengan memberikan contoh dalam menanamkan nilai-nilai kebaikan, seperti kasih sayang, saling menghormati, peduli pada sesama, bekerja keras, serta kejujuran ketika berkompetisi.


3.Mencoba Sesuatu Hal yang Baru. Mengapa Tidak?


Anak yang memiliki mental berani dan memiliki rasa percaya diri yang tinggi adalah anak yang dibiarkan mencoba sesuatu hal yang baru.


Anak tidak perlu dilarang melakukan sesuatu hal meski di tempat yang kotor sekalipun. Selagi itu tidak membahayakan, biarkan anak melakukannya.


Ketika melarang anak, apalagi terlalu keras, ini akan membuat anak menjadi pribadi penakut. Padahal, bisa saja itu menjadi pengalaman berharga bagi anak.


Mulai sekarang izinkan anak mengambil sedikit risiko dalam masa tumbuh kembangnya agar anak mulai mengeksplorasi. Eksplorasi bisa dilakukan dengan mengamati, mendengar, serta mencoba sesuatu hal yang baru untuk memenuhi rasa ingin tahunya.


4. Menunjukkan Rasa Bangga pada Anak


Ketika anak salah, maka sebagai orang tua kita harus mengingatkannya. Sebaliknya, ketika anak melakukan sesuatu hal yang menurutnya spesial dan wah, sebagai orang tua wajib menghargainya. Caranya dengan menunjukan rasa bangga, bisa melalui ucapan dan hadiah.


Menunjukan rasa bangga pada anak dapat membentuk mental anak, mengembangkan potensi diri, serta meningkatkan kepercayaan diri. Untuk itu, jangan segan untuk mengungkapkan rasa bangga atas pencapaian dan perilaku positif yang dilakukan anak.


5. Bimbing Anak untuk Menguasai Keterampilan Khusus


Setiap anak yang terlahir memiliki keistimewaan masing-masing, tidak bisa dibandingkan satu dengan yang lainnya. Tugas orang tua, keluarga, dan sekolah adalah mengenali apa kira-kira yang menjadi bakat dan kelebihan anak. Lalu, membimbing dan mengarahkan anak untuk menguasainya secara penuh. Ini bisa menjadi bekal untuk melatih mental anak.


Cobalah untuk mengamati aktivitas apa yang disukai anak. Apabila anak mempunyai skill yang menonjol pada bidang tertentu, mulailah untuk mengikutsertakan dalam kursus atau les. Jika anak berkenan, ikut sertakan juga dalam kompetisi. Tapi, yang perlu diingat, mengarahkan bukan berarti memaksa, ya.


6. Membantu Anak Mengembangkan Kecerdasan Emosional


Kecerdasan emosional merupakan suatu kemampuan untuk mengenali dan mengelola perasaan sendiri dan perasaan orang lain. 


Mengembangkan kecerdasan emosional anak sama pentingnya dengan membangun kecerdasan inteluktual. Kecerdasan emosional berkaitan dengan kemampuan melihat, memahami, mengatur, dan mengungkapkan emosi sesuai dengan keadaan. 


Orang tua berperan penting dalam membentuk kecerdasan emosional anak. Ketika kecerdasan anak terbentuk dengan baik, maka anak akan bisa berdamai dengan keadaan, mampu berkomunikasi dengan baik, pintar bernegosiasi, mampu mengendalikan diri dengan baik, serta dapat diterima di  lingkungan dengan baik.


7.  Menegaskan Kewajiban dan  Tanggung Jawab


Apakah Anda termasuk orang tua yang sangat memperhatikan dan peduli terhadap kewajiban dan tanggung jawab anak, baik itu tugas sekolah maupun tugas yang diamanahkan di rumah? 


Jika iya, maka secara tidak langsung Anda telah melatih anak untuk memiliki mental mandiri. Biarkan anak melakukan kewajiban dan tanggung jawab sendiri meskipun belum sepenuhnya benar. Sangat penting bagi orang tua mengetahui kapan anak benar-benar harus dibantu. 


Kalaupun ketika menyelesaikan kewajiban dan tanggung jawab anak melakukan kesalahan, orang tua cukup memberi tahu letak salahnya dimana dan biarkan anak memperbaikinya sendiri.

 
8. Ajarkan Anak Untuk  Berpikir Secara Logis untuk Bertindak


Contoh sepele ketika mengajarkan anak berpikir secara logis adalah saat anak menaiki ayunan. Sebagai orang tua, Anda jangan memberikan afirmasi negatif dan menakut-nakuti anak dengan kata “Tidak usah naik, nanti jatuh!”. Karena dengan begitu anak akan menjadi pribadi yang penakut. Biarkan anak bermain ayunan, bahkan jika anak terjatuh beritahu apa yang harus dilakukan. 


Berpikir secra logis akan menjadi landasan penting yang akan memengaruhi cara berpikir anak saat dewasa karena melibatkan proses menganalisa dan mengevaluasi. Anak diajarkan untuk tidak menerima begitu saja, namun juga mengetahui sisi baik dan buruknya.


9. Ajarkan Kemampuan Sosial pada Anak


Salah satu alasan anak menjadi pribadi yang penakut dan tidak mandiri adalah karena anak tidak mengetahui cara berinteraksi dengan orang lain. Dengan kata lain, anak tidak memiliki kemampuan bersosialisasi. Rasa takut dan tidak mandiri bisa dihilangkan. Hanya saja, anak membutuhkan waktu dan latihan.


Usia yang tepat untuk mengembangkan kemampuan sosial anak adalah usia 3 sampai 5 tahun. Anak sudah bisa diberi pengertian untuk bermain bersama, bermain action figure, dan berkomunikasi secara verbal dengan teman sebaya. 


Kemampuan sosial ini bisa didapat dari sekolah ketika anak berada di kelompok besar. Bayangkan jika anak tidak diajarkan kemampuan sosial, anak bisa menjadi pengganggu bagi teman yang akhirnya akan dijauhi dan dianggap sebagai destroyer.


10. Ajarkan  Anak Bersyukur Sedini Mungkin


Percayakah Anda, jika mengajarkan anak bersyukur sedini mungkin akan memengaruhi mental anak? 


Bersyukur menjadi salah satu cara bagi anak untuk menghargai diri sendiri dan dapat menguatkan mentalnya. Misal, ketika anak kalah dalam perlombaan, ajarkan anak untuk bersyukur karena memiliki kesempatan untuk berpartisipasi dalam lomba meski akhirnya mengalami kekalahan. 


Beri tahu juga jika kekalahan bisa menjadi pengalaman berharga dimasa yang akan datang sehingga mental tangguh dan tahan banting anak juga akan ditempa dengan baik.


Bersyukur juga bisa menjadi reminder bagi anak jika tidak selamanya berada pada posisi yang menyenangkan.


Itulah 10 tips melatih mental tangguh, berani, dan mandiri pada anak. Sebagai orang tua, Anda boleh mendampingi dan mengarahkan anak, namun jangan sampai membatasi apalagi mengekang anak karena pada akhirnya orang tua tidak akan terus bersama anak. 


Apa yang orang tua ajarkan dan contohkan pada anak ketika kecil akan menjadi acuan bagi anak. Untuk itu, penting menumbuhkan mental berani, tangguh, dan mandiri agar anak survive menghadapi perkembangan zaman.


Selamat Bermanfaat dan Selamat Mencoba!

Pendidikan Modern Itu Berbasis Minat dan Bakat

Selasa, 26 Januari 2021

Pendidikan minat dan bakat anak

Pendidikan Minat dan Bakat - Di zaman saya masih sekolah dulu, yang kata ‘sekolah’ itu identik dengan belajar bersama guru di sekolah. Pelajaran yang diajarkan juga hampir sama dari tahun ke tahun, bahkan buku pelajarannya pun sama dan bisa diwariskan ke adik kelasnya. 

Biasanya buku paket dipinjami oleh sekolah dan harus dijaga, supaya bisa dipinjamkan lagi ke adik kelas. Begitu seterusnya. Hingga kemudian berganti kebijakan, pemerintah memakai sistem CBSA (Cara Belajar Siswa Aktif).

Namun saat ini seiring dengan berkembangnya pengetahuan dan teknologi informasi,  dunia pendidikan pun banyak mengalami perubahan, terutama sekolah-sekolah swasta. 

Saat saya sudah menjadi orang tua kini, paradigma tentang pendidikan sudah berbeda dengan orang tua saya zaman dulu. Sekolah negeri sudah bukan menjadi prioritas. Mindset bahwa anak yang pintar pasti bersekolah di sekolah negeri sudah semakin terkikis.

Pemikiran-pemikiran modern tentang pendidikan banyak bermunculan. Misalnya tentang pembelajaran yang lebih mengutamakan pendidikan karakter dibanding kognitif, pendidikan yang berbasis minat dan bakat anak, atau pendidikan agama adalah kunci dari kesuksesan hidup, serta banyak pemikiran-pemikiran baru lainnya. 

Yang pada intinya bahwa tujuan utama sebuah pendidikan adalah kesuksesan hidup di masa depan.

Baca Juga: 

Benarkah Sekolah untuk Sukses?



Di pikiran banyak orang, terutama orang tua, tujuan sekolah adalah untuk menjadi orang sukses dan mapan. Meskipun banyak ahli pendidikan saat ini yang berusaha menggali kembali tentang tujuan utama pendidikan. 

Apa sih yang dimaksud dengan sukses itu?  

Apakah  sukses itu saat bisa meraih jabatan prestisius atau saat ia bisa memperoleh kekayaan yang luar biasa? 

Nah, definisi sukses memang akan berbeda-beda bagi setiap orang, termasuk bagi para ahli. 

Salah satu pemikiran yang sudah dianut beberapa praktisi pendidikan adalah sukses itu tatkala seseorang bisa memaksimalkan potensi diri sehingga bisa memberi manfaat yang banyak kepada lingkungan sekitarnya. 

Potensi diri inilah yang harus digali dari setiap anak. Sehingga sekolah yang mengambil prinsip ini biasanya mereka akan menyelenggarakan pendidikan yang berbasis minat dan bakat anak.

Mengapa Pendidikan Berbasis Minat dan Bakat Penting?




Mengetahui minat dan bakat itu penting bagi kehidupan seseorang di masa depan. Jadi setiap orang sebaiknya memang mengetahui minat dan bakatnya. 

Setiap manusia Allah ciptakan dengan karakter unik termasuk bakat yang ada di dalamnya. Minat dan bakat tiap orang tak ada yang sama.

Ada anak yang mungkin sudah terlihat minat dan bakatnya sejak dini, namun ada juga yang harus digali lebih intensif untuk menemukannya. 

Dari beberapa penelitian, orang yang bekerja sesuai dengan apa yang menjadi minatnya, hasilnya akan maksimal bahkan luar biasa. Definisi ‘minat’ secara sederhana adalah rasa suka terhadap sesuatu.

Baca Juga : 

Orang yang yang tidak berminat mengerjakan sesuatu, maka akan sulit mengerjakannya dengan senang hati. Mengerjakannya asal-asalan.

Berbeda ketika mengerjakan hal yang diminati, maka hati pun akan gembira saat melakukannya. Hasilnya juga pasti lebih baik dan akan maksimal karena dikerjakan dengan sepenuh hati.

Menggali dan mengetahui minat dan bakat anak sejak dini, membuat pendidikan sekolah yang dijalani tidak terasa sia-sia. Belajar bertahun-tahun hanya untuk sebuah nilai dan sebuah ijazah. Bahkan terkadang ilmu yang didapat di bangku sekolah tidak terlalu bermanfaat saat dewasa. 

Jika sudah mengetahui minat dan bakatnya, saat  harus menentukan pilihan jurusan kuliah, mereka sudah mantap dengan pilihannya. Mereka sudah bidang apa kelak yang akan ditekuni atau profesi apa yang sesuai dengan passion-nya. 

Kecenderungan saat ini pun, orang yang dicari adalah yang memang ahli dalam suatu bidang, bukan orang yang pandai semua bidang tapi dangkal. 

Kecerdasan intelektual pun bukan menjadi satu-satunya tolak ukur kesuksesan, khususnya di dunia kerja. Ijazah sudah bukan patokan utama, namun keahlian dan potensi spesifiklah yang dicari.

Kesimpulan 


Menstimulasi minat dan bakat anak sejak dini serta menekuninya akan mendukung semakin mendalamnya skill seseorang. Sehingga seseorang akan memiliki keunikan dibanding individu yang lain dan itu akan membantu dalam melewati berbagai persaingan di kehidupan ini.