Jangan Jadi Blogger Kalau Kamu Nggak Kuat

Senin, 28 September 2020


Jangan-jadi-blogger

Warning! Tulisan ini tidak untuk menghadirkan kontroversi. Saya menulis ini bertujuan untuk reminder saja. Bukan berarti saya tidak menginginkan Anda untuk menjadi blogger. Toh, saya pribadi juga masih aktif ngeblog, kan?


Tetapi bisa dibilang, untuk menjadi blogger sukses itu nggak mudah. Meski di internet bertebaran tentang tips sukses ngeblog, cara mudah berpenghasilan dari blogger, dan tips-tips lainnya. Nyatanya, untuk mencapai kesuksesan ngeblog itu tidak bisa instan.


“Katanya ngeblog itu bisa ngasilin duit, Mbak.” 


Bisa! Asalkan Anda serius mengerjakannya. Dan tidak mustahil Anda akan menghasilkan uang dari aktivitas ngeblog jika Anda menjadikan blogging sebagai profesi. Tetapi jika niat Anda ngeblog belum kuat. Lalu action hanya asal-asalan, isi konten di blog musiman, ngeblog cuma ikutan teman. Maka, merenunglah dulu sebelum Anda merasa kecewa di depan. Tahu,kan, yang namanya menyesal itu adanya di depan bukan di belakang?


Nah, ketika Anda sudah mengetahui apa niat ngeblog, kini saatnya saya memberitahu kenapa judul artikel ini “Jangan Jadi Blogger Kalau Kamu Nggak Kuat.” Apa alasannya?


1. Membangun Blog itu Menghabiskan Waktu



Seperti saya bilang di awal, bahwa aktivitas ngeblog itu nggak gampang. Saya merasakan bagaimana jungkir baliknya membangun satu blog demi bisa menghasilkan cuan. 


Padahal tahu tidak,  niat awal saya tidak demikian. Saya membuat blog hanya sebagai sarana self-healing. Saya ingin mengabadikan beberapa tulisan saya yang ada di facebook biar nggak tercecer. Namun semakin jauh saya mengenal dunia blogging, ternyata banyak peluang yang bisa saya manfaatkan. Hanya saja, untuk mengambil peluang itu, banyak waktu yang harus saya luangkan. 


Di saat yang lain tidur nyenyak, saya menulis artikel untuk diunggah keesokan harinya. Kadang juga saya otak-atik template blog supaya tampilan semakin menarik. Tidak cukup itu saja, setelah belajar dengan ahli SEO, ternyata ada juga istilah ‘Audit blog’ yang mana tujuannya adalah mengecek sekaligus mengganti koding di blogger.com yang kurang tepat. 


Apa nggak lelah? Sudah pasti. Nggak perlu ditanya apalagi membayangkan emak-emak seperti saya harus ngoprek dalaman blog. Padahal seringnya saya ngoprek bumbu di dapur, kan? Hehe… saya nggak paham pula dengan ilmu pengodingan. Tentu saja bikin saya sempat mual. Haha


Penting untuk dibaca:

 

2. Ngeblog Bikin Pusing


Persaingan dunia blogging semakit sengit. Ini dikarenakan semakin hari skill blogger terasah, sehingga dampaknya banyak klien sebuah brand menyewa jasa blogger untuk mempromosikan produk mereka. 



Di sinilah Anda akan mulai pusing. Tadinya blog yang tujuannya untuk menyalurkan hobi melalui tulisan. Blog yang dibangun untuk self-healing. Tetapi karena melihat peluang bagus di depan, maka Anda pun tergiur menghasilkan cuan dari sana. 


Oleh karenanya ada beberapa hal yang wajib diperhatikan dan mungkin juga perlu Anda pelajari untuk memikat hati klien. Yaitu tentang bagaimana cara meningkatkan jumlah trafik, menaikkan domain authority (DA) dan page authority (PA), memahami Domain Rating (DR) dan seni copywriting agar tulisannya lebih enak dibaca. Ternyata, untuk mempelajari itu semua nggak hanya butuh banyak waktu, tetapi juga bikin pening. 


3. Selain Memikat Hati Pembaca, Tulisan Kita Harus Menyenangkan Google


Jangan-menjadi-blogger

Awal ngeblog, saya disarankan menulis saja dulu. Nggak perlu memikirkan yang lain. Ini benar sih. Karena dari saran tersebut, saya jadi rajin buat posting tulisan di blog. Tetapi sayangnya, semakin jauh mengenal dunia blogging banyak yang belum saya ketahui. Salah satunya tentang tulisan yang bisa memikat hati google. 


Mulanya berpikir pembaca ‘real’ saya adalah manusia. Tetapi di dunia digital, rekam jejak tulisan kita juga mendapat sorotan dari google. Maksudnya gimana?


Begini, pernahkah teman-teman mendengar istilah SEO? Atau lebih dikenal dengan sebutan search engine optimization?


Ada yang bilang salah satu cara memikat hati google adalah dengan membuat tulisan SEO friendly. Yaitu dengan bermain kata kunci dalam setiap tulisan yang kita posting di blog. Tak hanya kata kunci, tetapi Anda juga perlu memahami tentang struktur  heading yang benar, struktur URL, backlick, dan masih banyak lagi. Namun, ada yang berpendapat lain, bahwa teknik SEO di atas tidak cukup membuat google terpikat dengan tulisan kita dan memilih konten kita berada di page one. 


Dari hasil mendengar diskusi beberapa teman blogger, kriteria tulisan yang bisa memikat hati google bisa saja seperti ini:


  • Artikelnya unik, yaitu artikel yang mengambil sudut pandang berbeda dari jenis artikel lainnya sudah pernah ada. Selain itu, konten memiliki ciri khas, dan mungkin ada kreativitas dalam artikel tersebut yang tidak dimiliki oleh tulisan blogger lain.
  • Artikelnya rajin diupdate berkala. Maksudnya, artikel lama yang sudah pernah kita tulis, sebaiknya kontennya diperbaharui dengan informasi terbaru. Kenapa demikian? Jawabannya simpel. Google suka dengan informasi terupdate. Hanya saja, pendapat ini juga masih menimbulkan kontroversi. Jadi terserah Anda, apakah mau memakai cara ini agar disukai google? Atau justru mengabaikannya. Tidak masalah. 
  • Artikel mengikuti tren. Nah, seperti yang saya bilang di atas bahwa google menyukai sesuatu yang update. Bisa jadi kita yang suka menulis konten dengan mengikuti tren saat ini, google akan melirik. 
  • Google memberi nilai lebih pada artikel yang ditulis berdasarkan sumber terpercaya. Artinya, artikel Anda memang memberikan link keluar pada website yang menampilkan informasi credible. 
  • Artikel engaging. Apaan tuh? Artikel engaging merupakan jenis artikel yang disukai oleh pembaca, dan mereka tergerak untuk membagikan ke media sosial pribadinya tanpa ada paksaan.  


Pertanyaannya sekarang, butuh waktu belajar berapa lama agar google terpikat dengan tulisan kita? Wallahua’lam. Sebab jika kita terlalu memikirkan ini, sementara kita tidak memiliki ‘guru’ untuk belajar. Jelas saja akan menimbulkan kebingungan. Belum lagi jika aktivitas blogger ini hanya sampingan,  duh, bisa dibayangin deh betapa rempongnya optimasi blog. 


Itulah kenapa saya bilang, jangan jadi blogger kalau nggak kuat. Karena terkadang niat kita menjadi blogger yang belum kuat, ternyata membuat kita kehilangan arah. Kita bingung mau melakukan apa supaya menjadi blogger yang menghasilkan uang. Kita ingin seperti yang lain, namun ternyata kemampuan dan waktu tidak bisa diajak kompromi.

 

4. Menulislah dari Hati dan Konsisten Mengisi Blog Pribadi


“Mbak, dari 3 poin di atas aja udah mumet. Gimana mau konsisten isi blognya?”


Nah, timbul pertanyaan baru lagi deh. Bagaimana konsisten isi blog? Apakah harus diisi setiap hari?


Sebelum menjawab konsisten versi saya, coba deh tanya sama diri sendiri dulu sekarang. Kira-kira, Anda sanggup mengisi berapa konten dalam sebulan? Jika Anda hanya sanggup mengisi seminggu 2 konten, maka konsistenlah seperti ini. Jika Anda sanggup mengisi seminggu hanya cukup 1 konten saja. Maka, konsistenlah. 


Sementara konsisten versi saya akan berbeda. Saya bisa bilang, agar mendapatkan trafik bagus, maka Anda harus menulis setiap hari. Entah tulisannya berisi tulisan curhat yang dikemas dengan gaya elegan atau deep konten sekalipun. Di sisi lain saya juga bisa bilang bahwa mengisi blog tidak harus setiap hari. Anda bisa konsisten mengisi postingan 3-4 artikel dalam seminggu dengan artikel berkualitas.


Nah, yang paling penting adalah menulislah dari hati. Menulis karena Anda ingin menulis, bukan karena hal lain. Kalaupun aktivitas menulis Anda di blog karena mendapatkan job, maka tetaplah buat tulisan yang enak dan mencerminkan Anda banget. Ini tidak ditujukan pada job content placement ya. Di mana tugas Anda cukup mengunggah artikel yang sudah ada di blog saja. 


Dari sedikit penjelasan di atas, apakah Anda sudah siap menjadi blogger konsisten?


Kesimpulan


Seperti yang saya bilang di awal jika tulisan ini hanya reminder. Intinya, untuk menjadi seorang blogger, beberapa hal di atas tidak bisa diabaikan. Anda bisa mempraktikkan salah satu dari 4 alasan, atau 2 di antara 4 alasan, atau Anda bisa mempraktikkan semuannya pelan-pelan. 


Menjadi blogger profesional, sukses, atau apa pun, semuanya adalah pilihan. Tetapi tidak bisa dimungkiri memang, jika mendambakan hasil lebih. Maka usaha yang dilakukan pun harus lebih. Perjuangannya tidak asal-asalan. 


Tetapi yang jadi pertanyaan lagi, apakah benar jika ngeblog itu ribet, bikin pusing, atau malah bikin Anda stres?


Kalau jawabannya iya, kenapa data blogger dari tahun ke tahun semakin meningkat?


Nah, mari kita renungkan. Karena  keputusan jangan jadi blogger atau mau jadi blogger,  sepenuhnya adalah pilihan Anda. Be wise!   

  

22 komentar on "Jangan Jadi Blogger Kalau Kamu Nggak Kuat "
  1. Wah, ini aku banget Mba' Malica. Aktivitas nge-blog itu merupakan aktivitas sampingan. Jadi harus dimulai dari niat, dan konsisten menulis ya mba'. Terimakasih penjabarannya 🙏🏻

    BalasHapus
  2. adudu... hati hamba tersentil. Pertama, yuni awalnya ngeblog cuma buat nulis cerita fiksi yang kadang berenang-renang di imajinasi. Suka ngeri kalau sudah nempel di alam bawah sadar.

    Kalau nggak segera ditulis, kadang kebawa baper sama jalan cerita yang tiba-tiba muncul. Iyuh.

    Lalu, yah semakin tertarik karena katanya bisa menghasilkan cuan. Dan kadang suka sebel sendiri pas uprek dalaman blog. Apalagi pas nggak ngerti salahnya dimana.

    Pingin menyerah dan melambaikan bendera putih kok ya sayang. UDah separuh perjalanan ini.

    Jadi deh, tetap stay on the track. Meski kadang diem dulu. Istirahat pas capek. Beberapa kali istirahatnya malah kelamaan. Tapi ya habis itu maju lagi. Hehehe

    BalasHapus
  3. kalau aku nggak kuat jadi blogger, masa ganti dilan mbak wkwkwkwk
    yang penting menulislah dengan gembira
    gitu ya mbak
    biar natural dan tidak bosan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener banget Mbak Avi. Tulisan bahagia bakal kelihatan kok. Kayak ada ruhnya gitu. Hihi

      Hapus
  4. Teteeep mauuu jadi blogger :D. Walopun dari banyak poin di atas yg baru bisa aku lakuin hanya konsisten dan menulis dengan hati :D. Krn buatku blog itu tempat penyaluran hobi. Mau skr zamannya vlog, ttp sih blog slalu yg utama buatku :).

    Masih trus belajar untuk teknik2 SEO nya, walo bikin kepala mumet :D. Tapi bukan alasan buatku ga nulis lagi mba. Mau ada SEO ato ga, aku ga akan berenti nulis di blog.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Cakeeep. Blogger sejati ini mah. Semangat mbak. Saya juga terus belajar kok

      Hapus
  5. Whoaa ini reminder banget untuk para bloger/content creator
    Semogaaa kita semua teteppp enjoy ngeblog-nya, dan menghasilkan konten (plus cuan!) berkualitas :D

    BalasHapus
  6. Saya termasuk blogger pemula, dan lagi pengin terjun jadi blogger profesional. Tapi ternyata dalam prosesnya harus melewati jalan terjal dsn melelahkan ya Mba. Hehe... Tapi tetep harus SEMANGAT! ��

    BalasHapus
  7. memang bener kalau semakin dipikir semakin puyeng. Bahasa gaulnya: jadi blogger? tidak semudah itu ferguso. haha

    BalasHapus
  8. Hihihi kalo dibreak- down banyak ga enaknya ya?
    Tapi emang ngga ada pekerjaan yang enak ya?
    Enak itu waktu memperoleh hasil dari setiap peluh yang kita keluarkan

    BalasHapus
  9. Temen-temenku tahunya jadi Blogger ya enak. Nulis dapat duit. Padahal gak semudah itu, hahahaha. Aku pun gak pernah nyaranin Teman jadi Blogger apalagi yang gak biasa nulis. Mikirnya baru bikin langsung bisa dapat duit sih

    BalasHapus
  10. Betul betul betul. Jika mendambakan hasil lebih, maka upaya yang dilakukan harus lebih. Saya jadi semakin semangat. Terima kasih mbak.

    BalasHapus
  11. Artikelnya sarat isi banget ini. Mengena bagi yang membaca. Termasuk aku.
    Konsisten itu masih menjadi PR buatku.
    Ingin lebih tahu tentang audit blog jadinya.

    BalasHapus
  12. Yah semua yang ditulis betul semua . . .mau seribet apa pas ngopek-ngopeknya yang terpenting Ada kemauan aja hehehe Dan konsisten pastinya hehe

    BalasHapus
  13. Always keren dan mencerahkannnnn ������

    BalasHapus
  14. hahaha, artikel ini mengandung curahan hati terdalam ya mbak. Buat yg sejauh ini masih bertahan, pasti pernah mengalaminya, semuanya. Jgn jadi blogger pro kalo niatnya setengah2, mungkin tepatnya begitu bagi saya, hehe

    BalasHapus
  15. Hal terakhir yang lumayan sulit, konsisten hehehe. Tapi aku punya patokan untuk artikel dalam sebulan minimal ada 4 jangan sampe dibawah itu.

    BalasHapus
  16. Hai Kak Malica,, pertama kali loh aq mampir kemari.. dan blognya bagus banget deh. meski jadi blogger berat.. tapi semangat yaa.. (sambil nunjuk diri sendiri juga) hahaha

    BalasHapus
  17. Ah, tulisan ini reminder banget buat aku pribadi. masih belum konsisten ngeblog, walau ide sebenarnya bnyk. Makasih kakak ulasannya 😃👍

    BalasHapus
  18. yg lebih ngeselin itu di saat orang sudah beralih ke youtube, aku baru mau nyemplung ke blog. ketinggalan zaman!

    BalasHapus
  19. Iya nih kalau sekarang ngeblog itu nggak bisa asal tulis lagi. Harus analisa dulu kira-kira artikel ini bakal dicari nggak bahkan sampai harus riset data juga biar lebih oke tulisannya

    BalasHapus
  20. PR banget nih yang bagian tulisan harus menyenangkan hati pembaca dan juga google wkwkkw masih jauh ilmunya masih harus banyak belajar, makasih sharingnya mbak biar tetap semangat menulis blog

    BalasHapus

EMOTICON
Klik the button below to show emoticons and the its code
Hide Emoticon
Show Emoticon
:D
 
:)
 
:h
 
:a
 
:e
 
:f
 
:p
 
:v
 
:i
 
:j
 
:k
 
:(
 
:c
 
:n
 
:z
 
:g
 
:q
 
:r
 
:s
:t
 
:o
 
:x
 
:w
 
:m
 
:y
 
:b
 
:1
 
:2
 
:3
 
:4
 
:5
:6
 
:7
 
:8
 
:9