Tampilkan postingan dengan label Review buku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Review buku. Tampilkan semua postingan

Ini Dia ! Bacaan Tepat Buat Kamu Yang Tertarik Untuk Baca Novel Romantis Gratis

Jumat, 19 Mei 2023

 


Tertarik untuk baca novel romantis gratis? Faktanya, kisah yang romantis dapat membuat perasaan kamu merasa lebih baik, dan klepek-klepek dengan kisah para pemeran dalam bacaan novel. Kamu bisa menemukan ribuan kisah novel romantis populer dan terbaru di Gooddreamer yang ditulis oleh berbagai penulis best seller. 

Rekomendasi Judul Baca Novel Romantis Gratis

Kadang kamu bingung ingin baca novel romantis gratis yang berjudul apa. Dalam artikel ini, kamu akan diberikan rekomendasi judul novel romantis yang populer dengan kisah cintanya yang happy ending maupun sad ending. Penasaran? Yuk, simak ulasannya di bawah ini.  

  1. Cinderella Tanpa Nama

Novel yang berjudul Cinderella Tanpa Nama ini sangat cocok untuk kamu yang suka baca novel romantis gratis. Novel ini menceritakan tentang seorang gadis kecil yang belum diberi nama oleh orang tuanya dan ditelantarkan serta tidak dianggap oleh di keluarganya. Dalam perjuangan hidupnya yang begitu pahit, ia kemudian bertemu dengan seorang pangeran yang kemudian menolong dan membawa ia keluar dari kehidupan yang sangat pahit itu. 

  1. Let’s Talk About Everything Again

Let’s Talk About Everything Again merupakan novel dengan kisah romantis yang ditulis oleh Cheris Ivana. Novel ini menceritakan kisah antara pasangan suami dan istri yang telah bercerai tiga tahun silam akibat datangnya pihak ketiga di antara mereka. 3 tahun lamanya, akhirnya mereka kembali bertemu, apa yang terjadi di antara mereka? Langsung baca novel romantis gratis di Goodreamer.id.

  1. Luka Pernikahan

Novel yang satu ini ditulis oleh Maria Goreti yang mengisahkan tentang seorang istri yang tidak lagi dicintai oleh suaminya, setelah saat perusahaan suaminya bangkrut. Sang istri terus diberikan luka yang mendalam, sehingga ia berpikir bahwa ada perempuan lain dihati sang suami, meskipun sang suami terus mengelak. Ikuti kisahnya dengan baca novel romantis gratis di website kesukaan kamu. 

  1. Bintang Milik Angkasa

Kisah karya Liana yang berjudul Bintang Milik Angkasa ini menceritakan tentang manifesting seorang Angkasa untuk mendapatkan seorang Bintang perempuan yang menarik perhatiannya. Manifesting yang dilakukan Angkasa ini ditantang oleh Sean sahabatnya karena ia yakin Angkasa tidak mungkin bisa meraih Bintang. 

  1. Toxic Boyfriend

Toxic boyfriend yang ditulis oleh Yani Santoso ini menceritakan perjalanan kisah cinta seorang gadis yang bernama Bianca. Bianca hidup dalam cinta yang membuatnya dilemma. Di satu sisi ia menghamili anak dari mantan kekasihnya, dan disisi lain ia dijodohkan bersama seorang pria yang bernama Marcel. Sebelum perjodohan dimulai, Bianca sudah merajut kisah cinta dengan pria lain yang bernama Askara. 

  1. Menikah Dengan Om Mantan

Menikah Dengan Om Mantan ini karya Mahdania ini cocok untuk kamu yang suka baca novel romantis gratis. Novel ini bercerita tentang kisah seorang gadis yang dijodohkan oleh orang tuanya. Perjodohan ini tidak disukai oleh gadis tersebut, sehingga ia melarikan diri ke tempat pacarnya berada. Calon suami dari gadis ini mengetahui keberadaannya dan segera menyusulnya dan memaksa ia untuk melanjutkan pernikahan mereka. Siapa sangka calon suaminya itu ternyata adalah om dari mantan kekasihnya. 

Itu dia 6 rekomendasi judul novel terbaik yang cocok untuk kamu yang suka baca novel romantis gratis. Masih banyak kisah-kisah perjalanan cinta lainnya yang bisa kamu nikmati hanya di situs website https://gooddreamer.id/novel_romantis. Melalui situs ini, kamu bisa menemukan banyak kisah menarik lainnya tidak terbatas pada kisah romantis melainkan juga kisah fantasi, horror, komedi, dan masih banyak lagi. Jadi tunggu apalagi, selamat membaca~


DI BALIK BUKU "LEGACY" ADA SIDIK JARI KEMENANGAN ANDA. APAKAH ITU?

Jumat, 23 Agustus 2019

Orang besar tidak akan pernah berpikir tentang finansial, ia selalu berpikir tentang apa yang akan ia wariskan untuk keluarganya. (Tendi Murti) 

Siang tadi, di grup WAG WnA telah  kedatangan tamu istimewa.  Adalah Tendi Murti, Founder dari Komunitas menulis online atau lebih dikenal dengan sebutan KMO Indonesia. 

Beliau tidak hanya sekadar mampir untuk sharing buku terbarunya yang berjudul LEGACY ke grup kami, tetapi juga membuka wawasan tentang tujuan menulis sebenarnya. 

Entah kenapa rasanya berdesir hati ini ketika saudari WnA, Mimin, mengungkapkan keresahannya tentang mood menulis yang suka up dan down. Kemudian disusul dengan jawaban Coach Tendi yang tak kalah menyayat hati. Aih, lebay ya. Hehehe

Tapi bener. Saya jadi pengen nampar pipi sendiri, lho. Kok ya nggak nyadar juga selama ini. Sudah baik belum niatnya menulis? 

Seperti jawaban Coach Tendi berikut ini:

"Kenapa Mbak harus nulis? Itu dulu dijawab. Bukan sekadar jawab. Tapi beneran dari hati. Yang ketika ingat itu, mewek. Nah, ini baru bener. Semangat terus tuh nulis," begitu kata beliau. 

JLEB rasanya. Sebagian dari kita seringkali ingin menjadi penulis. Tapi ketika sudah mulai untuk menulis, eh, merasa stuck di jalan. Dan ternyata jawabannya mungkin ada kesalahan pada niat kita. Niat kita yang mungkin masih setengah-setengah. Atau bisa juga niat kita untuk menulis bukan benar-benar untuk berbagi manfaat ke orang lain, melainkan ada hal lain yang diprioritaskan. Menulis karena ingin mendapatkan finansial, misalnya. Jadi, mood menulis menjadi naik-turun sehingga ada keinginan menyerah saja.

Tak hanya itu saja. Ada pertanyaan lain dari salah seorang member WnA yang membuat saya berpikir kembali apa tujuan menulis sebenarnya. 

"Apa tipsnya agar tetap yakin dan percaya diri jika tulisan kita bisa diterima atau dibaca orang lain?" (Afrilia Yunita)

Selama ini banyak dari kita memiliki ketakutan yang sejatinya tidak berdasar. Ketakutan itu muncul karena kita belum percaya diri dengan tulisan sendiri. Percaya diri boleh, asal tidak berlebihan. Tidak percaya diri pun dibolehkan, asalkan tidak terlalu merendahkan diri sendiri. Karena sebagai penulis pemula, tugas kita adalah menulis sebaik-baiknya. Belajar mengasah kemampuan dengan terus menulis, menulis, dan menulis. 

Dan dari jawaban Coach Tendi atas pertanyaan dari saudari Afrilia sangatlah mencerahkan. Beliau menjelaskan 3 poin, yaitu: 

  • Usaha nulis yang terbaik. Revisi. Cek lagi. Sampai akhirnya kita yakin bahwa tulisan ini memang terbaik.
  • Ngiklan habis-habisan, supaya di luar sana tahu bahwa kita nulis buku.
  • Terakhir, doa. 


Kuncinya adalah optimalkan semua yang bisa kita lakukan. Masalah buku diterima atau nggak, biarkan saja. Kalau nggak diterima, cari tahu kenapa nggak diterima. Nah, jadi perbaikan tuh. Usahakan yang terbaik, setelah itu biar Allah yang urus. 

Bagaimana? Nampar banget, kan?

Jujur, saya pribadi tertampar dengan jawaban Coach Tendi, karena selama ini masih suka berpikir tulisan nggak diterima khalayak umum. Jadi takut kan buat bikin buku solo sendiri? Bersyukur deh sudah disadarkan dengan cepat. Hehehe 

Memang ya, jika seorang motivator seperti Coach Tendi Murti ini sudah terlanjur ngomong, rasanya tuh bikin hati adem banget. Udah gitu, setiap kalimatnya selalu jleb dan menggelitik. Entah, beliau ini makan apa. Bisa saja bikin orang manggut-manggut setiap kalimat yang beliau tulis. 

Apalagi saat beliau memberikan pembukaan sharing siang tadi dengan buku terbarunya yang cukup memukau. Baik dari cover maupun sekilas prolog yang bersangkutan dengan  isi buku. 

Aduduh ... hampir semua kata yang diketik tuh menohok sekali. Lagi dan lagi saya dibikin berpikir lagi, kan? 

Bukunya berjudul LEGACY yaitu buku ke-20 yang sudah pernah diterbitkan. Beliau menuturkan kenapa buku tersebut berjudul LEGACY, kenapa tidak yang lain? 

Bahwasanya, sebelum akhirnya beliau memutuskun buku terbarunya tersebut berjudul LEGACY, awal mula judul buku adalah SIDIK JARI KEMENANGAN. Yang mana terinspirasi dari buku gurunya, yaitu Mas Ippho Santosa.

Kenapa sidik Jari? Karena setiap manusia mempunyai DNA masing-masing. Mereka punya ciri khas masing-masing yang bisa dikembangkan. Nah, dari DNA inilah hidup manusia bisa berkembang lebih keren lagi. 

Coach Tendi menjelaskan jika membangun diri dan potensi itu nggak ada rintangan, nggak sama sekali. Setiap manusia punya ujiannya masing-masing. Hanya saja kadang kita nggak sadar bahwa ujian yang Allah kasih itu justru untuk membangun si manusia tersebut. Catat! 

Selain itu, Kang Tendi juga bercerita bagaimana beliau bisa sesukses sekarang. 

"Dulu ketika saya kerja di salah satu penerbit sebagai penulis, dikontrak beberapa bulan, digaji 1 juta untuk dua naskah. Saya benar-benar sadar bahwa gaji 1 juta untuk hidup di kota besar seperti Bandung, itu nggak cukup. Apalagi saya sudah punya istri. Tapi saya tahu dengan seperti itu saya dipaksa untuk menulis. Saya tahu dengan bekerja di sana, saya bisa melahirkan banyak karya sekaligus skill saya terasah. Dan terbukti hari ini. Buku LEGACY buku ke-20 saya, KMO Indonesia alhamdulilah terus bertumbuh dan KETIK terus menunjukkan taringnya sebagai platform."

Nah, inspiratif bukan? Tapi sekali lagi, setiap kisah inspiratif tentu jalannya tidak selalu mulus. Saya yakin Coach Tendi di masa lalu pernah melalui perjuangan berdarah-darah sebelum mendapatkan hasil yang manis. 

Benar. Ternyata beliau pernah mengalami 6 sampai 7 kali bangkrut dalam berbisnis. Beliau mengatakan pernah gagal di beberapa bisnis, antara lain bisnis kuliner, konter pulsa HP, dunia pendidikan, dan beberapa bisnis lain yang mengantarkan beliau sampai di tahap sukses seperti sekarang. 

Uniknya, beliau menuturkan bahwa saat mengalami bangkrut dari beberapa bisnis tersebut, justru tulisanlah yang telah menyelamatkan seorang Tendi Murti. 

Beliau juga menambahkan jika perkara tulis-menulis yang ternyata menjadi "Tongkat Musa" dalam perubahan hidupnya, anehnya sedikit terlambat dia sadari. Setiap kali mengalami masalah finansial, penyelamatnya adalah menulis. 

Perjalanan hidup yang cukup mendebarkan sekaligus unik menurut saya. Karena dari proses perjalanan yang panjang tersebut, tak disangka Tendi Murti telah menemukan sidik jari kemenangannya sekarang. Apakah itu? 

Jawabannya adalah menulis. Lalu, bagaimana dengan sidik jari kemenangan Anda? 

Sebelum mencari apa sidik jari kemenangan Anda, saudari WNA bernama Ririm Windiari nampaknya penasaran bagaimana sosok Tendi Murti menemukan sidik Jari kemenangannya. 

Dan terjawab sudah bahwa sidik jari kemenangan beliau didapatkan dengan cara yang cukup panjang pula. Ada beberapa tahapan, dari mulai membuka obrolan dengan para mentor, tes stifin, dan beberapa tools lainnya. Dari tahapan-tahapan tersebut pun saling berkaitan satu sama lain. Hingga ditemukan Menulis menjadi jalan hidupnya. Begitu jelas beliau. 

Lalu, menyambung dari pertanyaan saudari Ririm tersebut, saya tertarik saat membaca daftar isi dari LEGACY pada bab 2, yang mana sub judulnya berbicara tentang  Buatlah Sejarahmu Sendiri. Bagaimana caranya? Itulah pertama kali yang terbesit dalam pikiran saya. 

Akhirnya, saya pun tergerak bertanya kepada Coach Tendi tentang bagaimana menemukan sejarah kita sendiri? 

Beliau menjawabnya singkat. Yaitu VISI. Tanpa visi, passion dan lainnya basi. Karena menurut beliau, terkadang banyak orang yang belum tahu visi hidupnya. Atau kalaupun tahu, visi sering dibuat hanya sekadar untuk diri sendiri. 

Dan ternyata, dari pertanyaan saya tersebut. Saya yakin Buku LEGACY ini memiliki daya tarik sendiri untuk wajib dibaca. Tahu kenapa?

Sebab dalam buku LEGACY tersebut, beliau juga menjabarkan tentang visi di dalamnya. Di mana langsung diberikan contoh visi dari beberapa tokoh yang bersingungan langsung dengan orang lain. Wow, kita tidak hanya diberi sajian teori oleh beliau tetapi beberapa hal yang sudah dipraktikkan oleh ahlinya.

Nah, pasti Anda semakin penasaran kan dengan buku berjudul LEGACY? 

Berikut bocoran penjelasan bab per bab sekaligus daftar isinya : 








Jam sudah menunjukkan pukul 14.00 WIB, tapi sharing di grup WAG  justru semakin seru ketika salah satu dari saudari WNA bernama An Purbalien menanyakan maksud dari kalimat yang beliau tulis berikut ini:

Orang besar tidak akan pernah berpikir tentang finansial, ia selalu berpikir tentang apa yang akan ia wariskan untuk keluarganya. Dan ketika namanya membesar, sesungguhnya itu adalah peninggalan yang paling berharga untuk orang-orang sekitarnya. Harta? Ia akan datang dengan SENDIRINYA.

Bahwasanya, tidak ada yang salah bagi siapapun yang mengejar finansial untuk memenuhi kebutuhan hidup. Hanya saja terlalu sempit cara berpikirnya. Begitu jelas Tendi Murti. Yang bikin takjub, beliau pernah mengalaminya sendiri. 

Dulu, ketika beliau terlalu ngoyo mencari finansial. Setiap hari mikirin gimana cara dapat duit banyak. Namun anehnya, duit semakin dikejar, justru semakin menjauh. Kemudian seorang guru Tendi bilang,"Fokus sama ngasih manfaat orang lain. Biar Allah yang  ngurus finansialmu. Tolong agama Allah, maka Allah akan menolongmu."

Jadi, urusan finasial pun kita diajak membenahi cara berpikir. Founder dari KMO ini mengajak kita untuk memberi manfaat ke orang lain. Niatkan. Selepas itu Allah yang akan ngatur hidup kita. 

Nah, kalimat-kalimat sakti tersebut ternyata tak jauh dari esensi buku LEGACY yang saat ini beliau terbitkan. Bukan hanya menakjubkan, tetapi saya yakin ketika Anda maupun saya pribadi membaca buku LEGACY nantinya. Semoga mampu mengambil manfaat dan menerapkannya di dunia nyata. 

Karena saya pribadi berpendapat bahwa buku dikatakan bagus sebenarnya tidak dilihat seberapa tinggi pangkat yang dimiliki penulisnya, melainkan seberapa karya yang sudah ditulis oleh seorang penulis telah memberi manfaat pada pembacanya.

Dan sebagai penutup, kalimat ini cukup sakti untuk dihayati maknanya.

Karena siapa pun kita, profesi apa pun yang sedang dijalankan, kita berpotensi untuk menjadi seorang yang besar, bisa MEWARISKAN ILMU, juga FINANSIAL dari apa-apa yang kita hasilkan dari profesi kita.

Tertarik dengan buku LEGACY yang diterbitkan oleh KMO publishing? Ingin segera mempraktikkan apa yang ada dalam isi buku dan merasakan manfaatnya? 

Silakan hubungi nama dan nomor kontak berikut untuk pemesanan:

Hanifah Ahmad 08127812443. 

Semoga bermanfaat😊  

MAYA - Sebuah Ruang Rindu yang Tercipta dari Keresahan

Selasa, 13 Agustus 2019

Judul buku : MAYA
Penulis : Tim Literasi MediaBerkarya
Penerbit : Gorga Pituluik
Tahun terbit : 2018
Jumlah Halaman : 200 Hal
Nomor Edisi : ISBN 978-602-52627-4-6
Harga : -


Sebagaimana pengertian secara harfiah, puisi adalah karya tulis yang menuangkan perasaan maupun pikiran penyair dengan memakai kata-kata bermakna kiasan atau imajinatif. 

Menurut Herman  Waluyo, puisi merupakan karya sastra paling awal yang pernah ditulis manusia. Sementara James Reevas berpendapat bahwa puisi adalah bentuk dari ekspresi bahasa yang memiliki daya pikat. Dan tutur  Thimes Carlye,puisi adalah ungkapan dari pikiran dengan sifat musikal. 

Membaca puisi-puisi yang terhimpun dalam antologi puisi berjudul "Maya" membuat saya seolah berada dalam sebuah restoran mewah dengan berbagai hidangan lezat yang memiliki rasa berbeda. Ada sajian yang rasanya manis, teramat manis, sedikit pahit, asam, dan keasinan. 

Paduan rasa yang cukup unik jika disantap secara bergantian. Satu hidangan saling melengkapi hidangan lainnya. Perfecto! 

"Maya" sebuah ruang rindu yang tercipta dari keresahan, yang menurut saya multitafsir jika dihubungkan dengan puisi-puisi yang ditulis oleh 200 penulis tersebut. Ada ruang rindu tercipta dengan makna yang luas dan tidak terfokus pada satu hal saja. 

Para penulis mengartikan rindu dari berbagai sudut pandang yang berbeda. Rindu akan damainya negeri, rindu kehilangan kekasih, rindu terhadap kenangan masa lalu yang tentunya mengharu biru dan mengaduk-mengaduk perasaan. Sebuah keresahan yang tak mampu diungkap dengan lisan begitu lihai disampaikan melalui tulisan. 

Meski sapa lewat kertas yang mengait aksara jatuh terkoyak
Paten namamu akan tetap bersemayam nyenyak
Maka duduklah tenang di pangkuannya
Biar kutemui lagi kamu pada keabadian yang telah dirida-Nya. 

Suasana pedih cukup kental terasa di bait-bait puisi yang ditulis oleh Mila sari. Ada sebuah kerinduan yang tidak tersampaikan pada seseorang yang dia sayangi. Penyesalan teramat dalam tergambar jelas pada puisi berjudul Rindu di Sepucuk Surat yang Kandas.  

Kandas karena sang pujaan hati tak lagi dapat dinikmati wajahnya yang teduh. Sebab Sang Illahi mengambilnya lebih dulu sebelum si penulis menepati janji.

Berbeda dengan puisi karya Citra Meilana Rina Jayanti yang berjudul Manusia Zaman Now yang mana tergambar jelas bahwa dia rindu suasana yang damai sebelum dunia mengenal smartphone cerdas. Benda pipih yang bisa mendatangkan keberuntungan, juga malapetaka. Mampu mendekatkan yang jauh. Sebaliknya, menjauhkan yang dekat. Parahnya, benda kecil berukuran 10 inch itu akan tampak kejam karena kita bisa abai dengan orang-orang di sekitar. 

Manusia saling acuh tak acuh
Hanya aku yang dipedulikan
Jangan sampai aku terluka apalagi hilang
Hei, manusia!
Aku itu alat bantumu bertegur sapa bukan benteng pemisah
Aku tidak kejam, dan jangan membuatku seakan kejam
Aku ada agar kalian tidak saling melupakan saat jauh, bukan pura-pura lupa saat berjumpa

Bukankah bait-bait puisi di atas adalah realita kehidupan saat ini? Sungguh tak terbantahkan. Era digital cukup kejam. 

Dan ada lagi yang menggelitik. Ketika saya membaca puisi yang berjudul Elegi Tanah Ini karya Jee Muhammad, ungkapan satire terhadap negeri ini cukup bikin dada sesak. Saya seolah merasakan ada emosi marah yang berapi-api saat penulis mencoba merangkai sajaknya menjadi karya sastra indah. Di sini makna rindu tentang "Negeri yang Makmur Tanpa Janji-Janji" sangat tampak nyata menjadi harapan penulis. Namun faktanya, harapan itu telah kandas terlebih dahulu sebelum terwujud. 

Aku memang bukan petinggi
Bukan pencetus kebijakan atau petisi
Namun kutatap saudariku kini
Diberondong kemiskinan di sana-sini
Hati kecil untuk peduli
Dengan kata-kata yang semoga sadarkan hati
Bila hanya menduduki kangkang
Nenek jompo pengidap asma pun mampu melakukannya
Bila Cuma mendengar celoteh camar
Anak sekolah dasar pun selalu mendengarkannya

Ada banyak cara penulis menuangkan ide di kepala melalui tulisan yang berbentuk karya sastra. Rindu akan masa kanak-kanak yang indah tanpa beban masalah pun menjadi harapan ketika seseorang telah tumbuh dewasa. Masa kecil yang terlintas hanyalah kebahagiaan, keceriaan, dan hal-hal menarik yang sejatinya remeh, namun bisa tetap indah jika diceritakan. 

Dan Cicik Rosida mampu menyajikan sajak yang indah dengan judul Membaca Harapan khas kehidupan anak kecil tanpa beban kehidupan. Salam hormat buat penulis satu ini,  karena sajaknya yang ringan membuat saya tersadar bahwa rindu-rindu masa kecil ini tak akan pernah terulang. Maka, manfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk menikmati hidup agar lebih bermakna.  

Lalu, sore hari yang menyenangkan dengan berbagi celotehan
Bersama buku-buku berisikan kisah pangeran dan raksasa-raksasa yang menakutkan
Pertanyaan-pertanyaan yang penuh keingintahuan
Tentang para puteri dan penyihir yang kadang sama cantiknya
Atau sapu-sapu yang bisa berterbangan dengan mantra-mantrayang mengundang penasaran. 

Akan tetapi ada yang perlu diketahui, sebagaimana makna puisi yang memiliki makna multitafsir, bisa saja satu pembaca dengan pembaca lainnya memiliki sudut pandang yang berbeda dalam mengartikan makna sebuah puisi. Tsah saja. Dan tidak menjadi masalah. Karya sastra itu indah. Dan semua berhak menikmatinya. 

KELEBIHAN 


Banyak kelebihan yang saya temukan dari buku kumpulan puisi yang ditulis oleh tim literasi mediaberkarya. Dari susunan bait per bait terlihat sangat runut dan rapi. Sajak berima yang enak sekali dibaca, dan setiap goresan aksara sarat makna. 

Dari layout buku juga terlihat eye-cathing. Cover buku yang ditampilkan cukup menjual sekaligus menggambarkan sebuah rindu yang tak selamanya berakhir menyenangkan. 

Dari sudut pandang saya pribadi menyimpulkan ada sebuah filosofi teramat dalam dari simbol wajah antara laki-laki dan perempuan.

KEKURANGAN 


No bodys perfect! 

Begitu juga dengan buku kumpulan puisi berjudul Maya ini. Sebenarnya tidak cukup banyak kekurangan. 

Hanya saja, saya sebagai penulis yang tidak begitu paham akan karya sastra, sajak-sajak yang terkumpul dalam antologi tersebut cukuplah berat dari segi makna. Saya harus membaca 200 puisi sebanyak tiga kali secara berulang-ulang demi mendapatkan arti yang Pas. 

But overall, saya sangat menyukai kumpulan puisi ini. Karena dengan membacanya, saya bisa memahami sastra yang terangkai dengan indah. 

GURU BESAR DENGAN 1000 PELAJARAN

Selasa, 30 April 2019
Rick, jadi jelema ulah sarakah. Nu sarakah moal berkah (Jadi orang jangan serakah, kalau serakah tidak akan berkah)




Judul buku         : Yorick
Penulis                : Kirana Kejora
Penerbit              : PT. Nevsky Prospekt Indonesia
Tahun terbit       : 2018
Jumlah Halaman : 336 Halaman 
Nomor Edisi       : ISBN 978-602-528-830-2
Harga                  : 89.000 (P. Jawa) 


Setiap anak adalah istimewa. Terlepas kelahirannya diharapkan maupun tidak, anak tetaplah sebuah anugerah sekaligus amanah yang wajib dijaga kesuciannya. 

Ia terlahir fitrah. Hatinya masih suci dan bersih. Ibarat selembar kertas putih, tanpa goresan apalagi ukiran. Maka, sudah selayaknya anak tersebut mendapatkan ganjaran dari julukan fitrah tersebut, termasuk orang tua yang mengasuhnya. 

Orang bijak berkata, akan menjadi apa anak kita di masa depan, itu tergantung pada pola asuh orang tua. Dan itu sangat dibenarkan bahwa kepribadian dan perilaku anak terbentuk sesuai dengan apa yang dilihat dari orang terdekatnya, yaitu orang tua. Tak jarang, lingkungan juga ikut andil dalam memengaruhi proses tumbuh anak. 

Anak yang memiliki karir bagus dan memiliki sikap yang santun, pertama kali orang yang mendapat ucapan bangga dan kagum adalah orang tua. Sebaliknya, jika anak tersebut memiliki kepribadian yang kurang terpuji, yang mendapat celaan dan hinaan pertama kali adalah orang tua. 

Mungkin dari sinilah Novel Yorick terlahir. Novel bertema keluarga tentang seorang nenek dengan cucunya dan sedikit berbumbu romansa ini ditulis berdasarkan kisah nyata oleh novelis ternama, yaitu Kirana Kejora. 

Sebuah kisah tentang perjalanan seorang anak laki-laki berasal dari desa kecil kecamatan Panjalu, Ciamis. Yorick namanya.  Bocah yang hidup dalam kubangan derita ini, sejak kecil hanya tinggal bersama nenek yang serba kekurangan. 

Berada dalam asuhan seorang single grandmother, Yorick kecil tumbuh menjadi anak yang mandiri, jujur, optimis, konsisten dan pantang menyerah. Walau sejatinya sang nenek sendiri memiliki fisik tidak sempurna, yaitu buta huruf, tetapi beliau mengajarkan pada cucunya untuk terus berilmu supaya mampu mengubah dunia dan selamat dunia akhirat. 

Hirup kudu nungtut elmu, keur kasalametan dunya aherat.
Hidup harus menuntut ilmu untuk keselamatan dunia akhirat. (Hal. 66)

Begitulah kebiasaan perempuan tua renta yang lebih akrab dipanggil Mak encum ini. Di tengah keterbatasannya, ia berusaha membangun dinding kokoh yang berupa kepercayaan untuk Yorick, dengan petuah-petuahnya yang terus saja diulang-ulang.

Selalu menyemangati untuk terus menuntut ilmu di sekolah dan mengaji sore hari di musala. Semua itu ia lakukan semata-mata untuk masa depan Yorick yang lebih baik. Walaupun nenek sangat tahu berapa kilo jarak yang harus Yorick tempuh dari rumah ke sekolah, betapa takutnya sang cucu saat berangkat ke Musala harus melewati kuburan dulu.

Baginya, orang miskin berilmu ilmu lebih terhormat daripada orang berharta tapi bodoh. 

Lagipula apa yang bisa dilakukan orang tak punya seperti dirinya, sekadar mewujudkan keinginan kecil sang cucu untuk mempunyai layang-layang saja, ia harus mengulang kata 'sabar' berkali-kali. Ia hanya bisa berharap dan berdoa agar apa yang diimpikan sang cucu tidak kandas begitu saja. 

Mungkin di masa lalu, saat melihat Yorick protes tentang keadaan mereka, ia hanya bisa berkata sabar. Tapi Mak Encum begitu yakin, bahwa ketika sang cucu dewasa kelak. Apa yang menjadi mimpinya, pasti akan bisa terwujud.

"Mak, kapan saya punya layang-layang?"
"Satu saat pasti punya."
"Ya, tapi kapan?"
"Ya, nanti."
"Nanti itu kapan Mak?"
"Sabar atuh."
"Sudah banyak sabarnya Mak."
"Kurang sabar namanya, kalau ngeluh terus begitu. Suatu saat kamu pasti bisa punya layang-layang."
"Pasti?"
"In sha Allah."
"Kok In sha Allah Mak?"
"Yah, kan memang kalau Allah mengizinkan, pasti kamu punya."
"Yang penting banyak minta ke Allah."
"Kan sudah Mak."
"Sudah, jangan protes terus."
"Jangankan layang-layang. Pabriknya pun, kamu bisa punya." (Hal.31) 

Sejatinya, Mak Encum memberi nasihat pada Yorick tentang keyakinan dan penuh semangat seperti di atas, bukan berarti mendahului kehendak Allah. Akan tetapi sebagai seorang hamba yang memiliki banyak kekurangan, terlebih bicara tentang finansial. Ia sangat sadar diri, dan satu-satunya cara agar tetap optimis melangkah ke masa depan adalah bermodal harapan, selalu berpikir positif, serta diperkuat dengan doa, insyaAllah nggak ada yang mustahil, bukan?

Seperti rumput yang tidak bisa memilih di mana harus tumbuh, tapi tetap bertahan di mana saja dia tertanam. 

Keluarga kecil mereka memang sangatlah sederhana, bahkan bisa dibilang begitu kekurangan. Namun Mak encum sama sekali tak ingin membatasi cucunya memiliki mimpi. Oleh karena itu, agar si Yorick berani melangkah ke depan, sang nenek selalu menutupi kekurangan tersebut dengan cara menghidupi cucunya dengan lautan kata semangat dan teladan agar senantiasa  bersyukur. Karena sekecil apa pun, syukur kata pertama yang harus diucapkan (Hal.69) 

Dan biarlah Yorick kecil mengkaji setiap kalimat nenek itu sebagai modalnya saat tumbuh dewasa kelak. 

Meski di balik ketegasan sang nenek dalam mendidiknya, ternyata ada rahasia besar yang ia sembunyikan. Sebuah rahasia yang mungkin sangat menyakitkan bagi Yorick. Tentang keluarga besar yang tidak pernah menginginkan kelahirannya ke dunia, termasuk kedua orang tuanya. 

Tak heran jika sejak kecil Yorick diabaikan, hanya neneklah satu-satunya orang yang peduli sekaligus menyayanginya. Namun, bagi nenek itu bukan hal penting. Selama ia masih bernapas, Yorick adalah tanggung jawabnya. Terlepas orang tuanya sendiri menginginkan atau tidak, ia nggak peduli. 

Hingga ujian kehidupan yang misterius itu datang tiba-tiba. Nenek harus rela melepas cucunya untuk mandiri sebab saat Yorick berusia 11 tahun, perempuan tua itu mulai sakitsakitan. Tanggung jawab pada sang cucu tidak bisa ia lakukan lagi. 

Waktu berlalu tanpa bisa terhenti , sebab waktu tak akan bisa terkejar, dan ia akan bisa mengubah sesuatu menjadi sesuatu dengan nada penuh kejutan dan lirik tanpa kendali. (Hal.83).

Saat waktu sudah berjalan dengan semestinya, rasanya kita mustahil mengejarnya. Hal yang sama dirasakan Mak Encum pada sang cucu. Rasa penyesalan begitu dalam karena sudah meninggalkan cucu semata wayangnya sendiri di Panjalu. Bukan berarti tak ada sayang, kasih, dan cinta. Nenek hanya ingin menunjukkan ketegasannya pada Yorick bahwa tak selamanya ia akan menemani sang cucu. Suatu saat jika ajal menjemput, mau tidak mau Yorick harus berjalan sendiri mencari jati diri. Di lain sisi, ia juga ingin melihat cucunya tidak menjadi sosok yang cengeng dan meratapi keadaan. Meski di tempat nun jauh di sana, hatinya retak. Separuh jiwanya hilang namun tetap ia tahan. 

Hingga waktu pun membuktikan. Lama berpisah dengan cucunya, tak disangka alam telah membentuk Yorick menjadi sosok yang tangguh. Dalam kejauhan sang nenek melihatnya bangga. Meski jauh dilubuk hatinya ada sedikit penyesalan, bahkan juga rasa rindu yang tak tersampaikan. Bahkan saat malaikat maut menjemputnya, keinginan Mak Encum bertemu dengan Yorick tak juga dikabulkan oleh kerabat dekatnya.

Miris, tapi inilah fakta dinamika kehidupan yang harus dilalui Yorick beserta neneknya. Menyakitkan dan penuh penderitaan. Meskipun demikian, apa saja yang sudah dilakukan sang nenek di masa kecilnya, telah mengantarkan Yorick dewasa menjadi sosok sukses, tangguh, dan bersahaja. 

Mak Encum adalah guru besar yang mengajarkan seribu pelajaran, malaikat tak bersayap, juga raja tanpa mahkota bagi Yorick yang tak mungkin tergantikan. 

"Aku bangga, walaupun aku tidak punya apa-apa, tidak punya keluarga seperti yang lain, tidak diajari dan dimentori, tapi aku punya Nenek yang tidak dimiliki orang lain. Nenek, adalah "Maha guru" dengan seribu pelajaran." 

Yang penting aku pernah memiliki Nenek, pemilik cinta tanpa batas dan tepi (Hal. 301)

Bagi saya, novel ini sangat inspiratif. Cocok untuk dibaca siapa saja terutama bagi Anda yang sedang mengalami keterpurukan di masa lalu, ujian hidup yang menggunung, serta hati yang dilanda keputusasaan. 

Dari kisah Yorick dan nenek mengajarkan kepada kita bahwa di balik kekurangan seseorang, tentu ada sebuah kelebihan yang bisa ditonjolkan, meskipun harus melalui perjuangan panjang. Asal ada niat dan tekad, pasti ada jalan untuk mencapainya.

Dan yang paling saya suka sekaligus membuat merenung beberapa jam setelah membuka lembar demi lembar cerita yang ditulis oleh Kirana Kejora adalah tentang filosofi peniti :

Peniti akan menusuk bila tertekan, ia pemersatu yang terputus, perekat yang terpisah. Lalu ia akan menutup, tak menampakkan diri setelah bisa menyambungkan sesuatu. (Hal.41)

Kesimpulan dari saya, peniti memang bentuknya kecil. Tapi dia memiliki banyak manfaat. Sebagai penyambung benda yang terpisah. Seperti hubungan Yorick dan nenek, raga memang terpisah tapi hati masih saling bertaut satu sama lain. 

Walaupun rindu tak bertepi, segala kata yang pernah Mak Encum ucapkan saat mendidik cucunya itu akan selalu menjadi sahabat  Yorick dan mimpinya. Ke mana pun ia melangkah. 


Overall, I love this novel so much ^_^ 


Yorick, Anak tak Bertuan Pantang Dipatahkan

Minggu, 28 April 2019

Judul buku  : Yorick
Penulis         : Kirana Kejora
Penerbit  : PT. Nevsky Prospekt Indonesia
Tahun terbit  : 2018
Jumlah Halaman : 336 Halaman 
Nomor Edisi : ISBN 978-602-528-830-2
Harga : 89.000 (P. Jawa) 


Tak ada kisah yang sempurna. 

Sejak lahir, kita sudah menanggung nasib yang tidak bisa dihindari. Terlempar ke dunia tanpa ada pilihan, tanpa tahu dari mana dan mau ke mana. Jangankan ingin protes kenapa hidup ini tidak adil, dilahirkan dari rahim siapa, kita saja tidak bisa memilihnya.  

Inilah hidup, tak ada yang namanya tawar menawar. Juga tidak ada kisah yang sempurna. Ada bahagia yang disegerakan untuk menguji seberapa iman kita bertahan. Ada kesedihan dan penderitaan yang nyaris membuat kita ringkih, dan merasa tak pantas ada di dunia, hanya untuk menguji seberapa kuat mengasah rasa syukur pada-Nya.

Adalah Kirana Kejora, seorang penulis yang ingin berbagi cerita melalui Novel Yorick. Novel yang ditulis berdasarkan kisah nyata perjuangan seorang anak laki-laki dari desa kecil di kecamatan Panjalu, Ciamis, bernama Yorick. 

Novel unik dengan kisah menarik. Penulis sangat apik menyampaikan cerita yang berhasil mengaduk-aduk perasaan pembaca. Menyisipkan motivasi juga filosofi dalam setiap cerita, tanpa sedikitpun menggurui.  

Melalui Yorick, Kirana berbicara bahwa setiap anak yang lahir adalah seorang pemenang. Biar saja tertindas, tapi tak boleh menyerah. Biar saja kalah, tapi tak boleh patah. Sejatinya, banyak cara yang bisa dilakukan petarung tangguh untuk mengubah, bahkan melipat dunia. 

Keterbatasan fisik serta materi sama sekali tak menyurutkan semangat perempuan tua yang akrab dipanggil 'Nenek Encum' untuk tetap merawat Yorick. Sejak kecil, ia merawat cucunya dengan penuh kasih, cinta, dan perhatian layaknya anak sendiri. Tak jarang Yorick kecil mengeluh akan keadaan mereka, tapi nenek hanya bisa membalasnya dengan petuah. 

Yorick memang acapkali mendapat cacian, hinaan, serta perudungan dari teman sebayanya hanya lantaran baju seragam kekecilan, sepatu kebesaran yang tersumpal koran, serta kaus kaki bolong yang dipakainya saat ke  sekolah. 

Tetapi karena merasa berbeda dan rendah diri, Yorick tidak pernah tersulut amarah apalagi melawan. Ia memilih diam dan mengalah, membiarkan mereka bahagia dengan terus mengejeknya.  

Sekilas Yorick bertanya, kapan ia akan dibelikan mobil-mobilan seperti milik si Yayan?

Kapan ia akan memiliki layang-layang yang bisa diterbangkan? 

Tak ada jawaban pasti dari Mak Encum, hanya kata 'sabar' yang diucap berkali-kali dengan penuh semangat dan keyakinan. Ia tahu, menjawab kegelisahan sang cucu yang mulai protes memang tak mudah, tapi ia juga tak mau menyerah mengajarkan pada Yorick, bahwa setiap orang mampu mengubah hidupnya. 

"Jangankan layang-layang. Pabrik pun, kamu bisa punya. (Hal.30)

Kemenangan akan berpihak pada mereka yang membuang rasa keputusasaan

Jejak hidup Yorick memang cukup menyakitkan. Herannya, tak sekalipun ia merepotkan. Kalimat sang nenek selalu menancap dalam ingatan. Selama kita bisa, jangan sampai merepotkan orang. (Hal.51)

Bahkan saking melekatnya petuah nenek tersebut, saat usia 11 tahun, Yorick merawat neneknya yang mulai sakit-sakitan dengan penuh ketelatenan. Berusaha gahar dan mandiri walau dalam hati ia begitu lara dan cemas melihat perempuan tua yang sudah menjadi ayah sekaligus ibu baginya, terbaring lemah tak berdaya. Yorick tetap tidak mau merepotkan tetangga maupun orang lain di sekitarnya.

Tak banyak yang bisa Yorick lakukan, kecuali terus meminta pada sang pemberi kehidupan setiap kali mengerjakan salat. Ia berdoa dengan khusyu' sambil berderai air mata agar sang nenek segera disehatkan. Mak Encum yang lemah, hatinya pun retak. Ia tak bisa menahan air matanya menetes ketika melihat cucu satu-satunya, panik dan khawatir dengan kesehatannya yang semakin hari tampak  memburuk.

Alam memang sudah membenturnya dengan derita bertahun-tahun. Tapi ia tetap kokoh berdiri bak pohon yang tak mudah tertiup angin sebab ada sang nenek di sisinya menjaga. Namun berpisah dengan nenek, benar-benar membuat Yorick kecil ini rapuh  dan sebatang kara, seolah-olah membenarkan bahwa ia memang anak yang tak diharapkan kelahirannya. 

"Neneknya adalah napasnya."(Hal. 100)

Tak peduli berapa lama ia harus menunggu dan menanti. Wajah putihnya yang tampak mulai kelabu dan diselimuti keputusasaan, terus melangitkan doa supaya neneknya kembali. 
Hingga nasib baik pun berpihak padanya. Sang nenek datang menjemput, namun bukan kebahagiaan yang ia beri. 

Nenek Encum memang membawanya bersama ke Bandung. Sayang, ia tidak bisa tinggal serumah dengan Yorick.  Ini semata-mata ia lakukan demi masa depan Yorick. Ia cukup tahu, bahwa ia tidak sendiri. Ada kerabat yang masih bisa disinggahi. 

Membayangkan tinggal bersama paman-pamannya seperti nasihat nenek, hidup Yorick akan berubah. Namun justru penderitaan baru hadir bertubi-tubi. Diremehkan, dianggap benalu, bahkan dibilang biang kekacauan sudah kenyang ia dengar. Saat itu, Yorick hanyalah anak SMP yang dituntut manut dan nurut. Menerima, menjalani, melaksanai apa yang telah menjadi garis hidup sunyinya.(Hal. 127) 

Namun, ada masa di mana ia harus menjadi Elang. Terbang mencari jati diri walaupun keterbatasan ada dalam diri. Untuk pertama kali, Yorick kecil mengambil keputusan setelah hampir 3 tahun berpisah dengan Nenek, napas hidupnya. 

Berpayung langit, beralas kaki, Yorick terus mengikuti ke mana arah angin membawanya melangkah. Mencoba menghibur diri dengan berkata lantang, bahwa semua ini adalah takdirnya sebagai anak berumah alam berkeluarga dengan jalan. (Hal. 174) 

Tak masalah harus bekerja serabutan, asalkan bisa bertahan hidup. Nenek selalu mengajarkannya jujur, konsisten, mandiri dan pantang menyerah, maka menjadi buruh cuci piring, kuli angkut, tukang servis computer hingga programmer IT pun tak masalah. Yang penting  apa yang ia dapat itu halal, bisa hidup nyaman, dan tenang layaknya manusia normal yang ingin menata masa depan. 

Hingga tanpa disadari, kesetiaannya menjadi anak alam membawanya bertemu dengan saudara tak sedarah yang mampu menaikkan derajat hidupnya.  Adalah Rotten, Tejo, dan Iyan. Sahabat yang menjadi pijakannya saat menggelandang. Mereka juga orang-orang terdekat yang menjadi saksi jatuh bangunnya kerajaan kecil Yorick. 

Bermodal sebuah keyakinan yang bersinergi dengan kekuatan pikiran, akan bisa membawa diri ke puncak keberhasilan. (Hal. 250) 

Petuah nenek di masa lalu, lagi dan lagi menjadi pengantar langkah Yorick untuk menggapai mimpi-mimpinya. Akan tetapi, perjalanan hidup tetap misteri. Bisnis yang Yorick bangun tak selamanya berjalan dengan mulus. Ada masa di mana ia berada di atas, lalu tiba-tiba terjatuh  pada kondisi paling bawah hanya lantaran pengelolaan keuangan tak terarah. 

Kerikil-kerikil tajam menjadi sahabat perjalanan, Yorick tak pernah terpatahkan. 

Ujian kehidupan dimulai kembali. Yorick bangkrut dan meninggalkan utang milyaran rupiah. Setiap hari, debt collector bergantian datang ke rumah menagih utang yang harus segera dibayar. Bukan Yorick, sang petarung tangguh jika tak mampu melibas badai yang menjadi penghalang langkahnya. 

Tak pernah patah, tak akan menyerah, terus melangkah. Yorick, penyelam ulung muncul ke permukaan setelah mutiara laut berada dalam genggaman.(Hal.290)

Terlilit utang, tak lantas membuat Yorick berpangku tangan. Dengan mengandalkan seluruh kemampuannya, ia gigih berjuang menerima pekerjaan perusahan besar di Rusia. Walaupun sebenarnya, ia belum yakin bisa menyelesaikannya. 

Cukup dengan pembuktian sekaligus membenarkan  atas ucapan bijak Thomas Alfa Edison yang sukses melakukan penemuan  lampu bohlam sebanyak 999 kali. Artinya gagal 352 kali, ia masih memiliki kesempatan mencoba sebanyak 647 kali percobaan lagi. Setelah itu, ia baru berpikir ini mungkin gagal. (Hal. 285)

Perjuangannya membuahkan hasil. Proyek besar dari perusahaan Rusia telah dalam genggaman.  Utang pun terbayar lunas. Dan kini, Yorick kembali membangun perahunya yang sempat karam.

Yorick menjadi orang sukses dengan jaringan bisnis yang tersebar luas di beberapa negara, Nevsky Prospekt Indonesia. Pak Kin dipercayai sebagai leader yang mumpuni untuk mengatur perusahaan. Juga ketiga sahabatnya, membantunya untuk memperkokoh kerajaan Yorick lagi. Tapi sayang, bergelimang harta tetap membuat hatinya dirudung sepi.

Kebahagiaannya tak pernah utuh. Sebab Yorick belum bisa membahagiakan neneknya sampai ia berpulang. Padahal seharusnya, kesuksesan yang ia raih saat ini patut dipersembahkan pada Mak Encum, malaikat tanpa sayap sekaligus guru besar dengan 1000 pelajaran yang akan selalu ia rindukan. 

Kehampaan semakin menusuk relung kalbu seiring dengan rindu tak bertepi pada sang nenek, juga tentang jodoh yang tak kunjung datang. 

Menurut Yorick, hubungan cinta itu lebih rumit dibanding deritanya saat kecil dulu. Gagal menikah dengan gadis Borneo bernama Tia, Ia tak lagi mengejar apalagi mencari pengganti yang baru. 

Tapi takdir berkata lain. Tepatnya di Sungai Neva, Rusia, Yorick dipertemukan kembali dengan perempuan kedua di masa lalunya. Adalah Nevia, gadis pintar berparas cantik, juga kaya. Hatinya pernah terusik dengan sosok Nevia ini. Tetapi karena merasa tidak pantas, Yorick memilih pergi.  

Bukan peminta cinta, atau pengemis kasih. Baginya, cinta adalah ke sekian yang ia butuhkan, namun tak akan ia paksakan kepemilikannya. (Hal.274) 

Akankah hati Yorick berlabuh pada Nevia? Atau

Justru ia memilih bukan menjadi pemuja cinta?


Cukup musim saja yang dingin, bukan dirimu. Cukup musim saja yang panas, jangan hatiku. Cukup musim saja yang gugur, tidak cintaku. Bodohkah aku masih mencintainya Tuhan? (Hal. 44)



OPINI

Penulis yang ramah dan tetap membumi meski beberapa penghargaan sudah diraihnya. Adalah Kirana Kejora, penulis yang identic menyajikan kearifan lokal pada setiap novelnya. Salah satunya termasuk novel Yorick, yang alur ceritanya dibuka dengan penjelasan  mengenai latar, suasana, sejarah serta kebudayaan yang ada di Saint Petersburg, Rusia. Hal yang sangat berbeda dengan penulis lainnya. Meskipun demikian, lantas tidak membuat novel ini seperti karya nonfiksi sejenis artikel travelling. Sama sekali tidak.

Justru penuturan kearifan lokal yang begitu halus sehingga tanpa sadar pembaca diajak berkeliling menikmati indahnya negeri yang dikenal dengan sebutan negeri Beruang Merah. 

Walaupun di awal sempat agak bingung dengan alur maju dan mundur, beruntungnya penulis menyajikan dengan bahasa ringan yang mudah sekali dipahami. 

Hal menarik yang membuat saya semakin kagum, novel ini diselipi dengan diksi berima. 

Sore yang mendung, senja berjelaga, murung.

Malam yang temaram,semakin membuatnya muram. 

Setiap kejadian beruntun seringkali menjadi penuntun.

Dalam novel ini juga pembaca diajak mengenal sekilas bahasa sunda. Sempat bertanya-tanya, apa maksudnya? 

Walau tak ada catatan kaki di bagian bawah cerita, Kirana mengartikan maksud bahasa sunda masuk dalam barisan cerita. 

Tak hanya itu,  selain keunikan dari segi judul 'YORICK' saat kesan pertama sudah membuat penasaran untuk dibaca. Novel bersampul cokelat tua ini tampak elegan. Desain cover sangat sesuai dengan penggambaran sosok Yorick sebagai tokoh utama. 

Bagi Anda yang sedang dilanda keputusasaan, ingin menyerah, ujian hidup bertubi-tubi, dan hati yang kering, bacalah novel Yorick ini. Kalimat filosofi-filosofi hidup di dalamnya mampu membakar semangat sekaligus penyejuk jiwa. 


KRITIK

Nobody's perfect!

Meskipun sempat terhanyut dengan diksi dan jalan cerita yang mengaduk-aduk perasaan, nyatanya saya masih menemukan kata salah ketik dan kata tidak baku yang mengharuskan saya menjeda membaca sejenak dan melihat KBBI sekadar cek kebenarannya. Seperti:

Setidakya (Hal.29)
Menakhlukannya (Hal.229)
Aktifitas (Hal. 298) 

Dan seperti buku pada umumnya, biasanya penerbit menyediakan pembatas buku sebagai penanda. Entah kenapa di novel Yorick ini tampak berbeda. Sehingga ketika saya ingin berhenti membaca, terpaksa harus menandainya dengan pensil atau melipat ujung lembaran sebagai pengingat. 

Selain itu, ada bagian layout buku yang berdempetan atau tanpa jeda seperti sebelumnya. pada halaman 20 ke 21, 30 ke 31, 36 ke 37, 56 ke 57, tampak tak ada barisan kosong halaman sebagai penanda pergantian pada sub-bab.

Terlepas dari kekurangan di atas, tim YORICK sudah sangat kreatif, cerdik, dan inovatif dalam menjajakan bukunya di jagad literasi Indonesia.


SARAN 

Novel ini nyaris sempurna. Tetapi rasanya saran sekadar untuk perbaikan juga dibutuhkan. Untuk cetakan selanjutnya, alangkah baiknya jika diberikan pembatas buku. Bertujuan agar memudahkan pembaca sebagai penanda bacaan. 

Tentang penulisan yang mungkin salah ketik dan tidak baku, juga tidak ada halaman kosong sebagai penjeda pada beberapa sub-bab cerita, alangkah baiknya diteliti ulang sebelum naik cetak. 

Namun untuk keseluruhan, hanya satu kata dari saya 'KECE' untuk novel, penulis, juga tim managemennya. Yorick, semoga sukses film di layar lebar kelak. 

Dan sedikit menanggapi kenapa Mbak Kirana menuliskan kalimat ini dibuku yang saya beli,

'Untuk Kejora Malica, belajarlah dari Yorick.'




Simpel dan jelas, namun bermakna luas. Setelah membaca lembar demi lembar, saya banyak belajar banyak dari sosok Yorick ini. Bahwa benar adanya jika ingin mengubah masa depan, kita harus memaafkan apa yang terjadi di masa lalu. 

Tidak ada manfaatnya menyimpan dendam, karena sejatinya hanya menghambat jalan untuk maju ke depan. 

Terima kasih, Yorick!  

2018, Masih Bingung Mengajarkan Anak Cinta Islam? Yuk, Baca kisah 30 Malam Bersama Nabi!

Jumat, 22 Desember 2017

Bunda, masihkah kesulitan mengajak anak agar suka membaca? Terutama membaca yang berkaitan tentang islam. Pasti bikin Bunda resah, Bukan?

Nah, semoga artikel saya ini mencerahkan dan membantu banyak Bunda dalam mengajarkan anak-anak agar lebih suka membaca ya, terutama tentang islam.

Pasti Bunda tahu, bahwa minat baca anak di Indonesia itu sangat kurang sekali, apalagi yang berhubungan dengan agama. Oleh karenanya, Bunda sebagai orang tua harus lebih kreatif dalam mengajarkan anak agar gemar membaca dan mengenal islam sedini mungkin.

Kenapa harus cinta islam sejak dini?

Mengajarkan anak tentang agama sejak dini bisa  membantu pada perkembangan, akhlak, sikap, perilaku, pengetahuan, keterampilan dan kreatifitas  anak untuk mewujudkan generasi masa depan yang bertaqwa kepada Allah SWT dan berakhlak mulia. Itulah kenapa anak harus dididik lebih dini untuk cinta islam.

Mengajak anak cinta islam sendiri memang tidak mudah, tapi tidak ada salahnya Bunda mencoba. Misalnya dengan membacakan dongeng tentang kisah 30 malam bersama Nabiku secara teratur ketika menjelang tidur.

Yup, ini dongeng recommended banget menurut saya. Salah satu karya dari sahabat saya Mbak Dedeh Sri Ulfah,  yang baru saja diterbitkan oleh Penerbit Elexmedia Kompetindo. Kenapa saya sarankan dongeng 30 Malam bersama Nabiku untuk mengajarkan anak agar cinta islam? Berikut alasannya :

  1. Bahasa yang digunakan dalam Buku 30 malam bersama Nabiku ini sangat mudah dipahami oleh anak-anak.
  2. Ilustrasi gambar menarik
  3. Ditulis dengan metode tematik jadi tidak membosankan.
  4. Ada lembar kerja di setiap bab cerita. Tujuannya agar anak bisa lebih memahami cerita dengan lembar kerja tersebut
  5. Dongeng singkat, jelas, dan sarat pesan moral

Bagaimana? Pasti anak-anak suka membaca dan nyaman belajar islam tanpa dibaca. Habisnya bukunya kece habis sih. Ada lembar kerjanya juga. Bikin penasaran! 

Saya bocorin daftar ceritanya ya, pasti Bunda pengem buru-buru beli. 


Wah, makin tambah penasaran ya, Bunda. Cocok banget buat anak-anak kita. Tapi tunggu dulu. Ada yang lebih menarik lagi yaitu ilustrasi yang disertai dengan contoh lembar kerja. 
Seperti ini contohnya : 

Nah, sangat menarik dan unik, bukan dongeng 30 malam bersama Nabiku? Bunda ingin membeli?

Boleh, kok. Tapi tunggu dulu. Sebelum Bunda membeli buku ini untuk sang buah hati, alangkah baiknya saya ingatkan, jangan sampai ada penyesalan di antara kita. Soalnya Buku dongeng satu ini kecenya kebangetan sih.

Jadi daripada kehabisan, silakan Bunda hubungi No. Ini ya 0822177107107. Secepatnya!
Atau bisa langsung beli di toko buku terdekat juga boleh.

Semoga bermanfaat😊