Serba-serbi kehidupan di mata Malica

DI BALIK BUKU "LEGACY" ADA SIDIK JARI KEMENANGAN ANDA. APAKAH ITU?

Jumat, 23 Agustus 2019

Orang besar tidak akan pernah berpikir tentang finansial, ia selalu berpikir tentang apa yang akan ia wariskan untuk keluarganya. (Tendi Murti) 

Siang tadi, di grup WAG WnA telah  kedatangan tamu istimewa.  Adalah Tendi Murti, Founder dari Komunitas menulis online atau lebih dikenal dengan sebutan KMO Indonesia. 

Beliau tidak hanya sekadar mampir untuk sharing buku terbarunya yang berjudul LEGACY ke grup kami, tetapi juga membuka wawasan tentang tujuan menulis sebenarnya. 

Entah kenapa rasanya berdesir hati ini ketika saudari WnA, Mimin, mengungkapkan keresahannya tentang mood menulis yang suka up dan down. Kemudian disusul dengan jawaban Coach Tendi yang tak kalah menyayat hati. Aih, lebay ya. Hehehe

Tapi bener. Saya jadi pengen nampar pipi sendiri, lho. Kok ya nggak nyadar juga selama ini. Sudah baik belum niatnya menulis? 

Seperti jawaban Coach Tendi berikut ini:

"Kenapa Mbak harus nulis? Itu dulu dijawab. Bukan sekadar jawab. Tapi beneran dari hati. Yang ketika ingat itu, mewek. Nah, ini baru bener. Semangat terus tuh nulis," begitu kata beliau. 

JLEB rasanya. Sebagian dari kita seringkali ingin menjadi penulis. Tapi ketika sudah mulai untuk menulis, eh, merasa stuck di jalan. Dan ternyata jawabannya mungkin ada kesalahan pada niat kita. Niat kita yang mungkin masih setengah-setengah. Atau bisa juga niat kita untuk menulis bukan benar-benar untuk berbagi manfaat ke orang lain, melainkan ada hal lain yang diprioritaskan. Menulis karena ingin mendapatkan finansial, misalnya. Jadi, mood menulis menjadi naik-turun sehingga ada keinginan menyerah saja.

Tak hanya itu saja. Ada pertanyaan lain dari salah seorang member WnA yang membuat saya berpikir kembali apa tujuan menulis sebenarnya. 

"Apa tipsnya agar tetap yakin dan percaya diri jika tulisan kita bisa diterima atau dibaca orang lain?" (Afrilia Yunita)

Selama ini banyak dari kita memiliki ketakutan yang sejatinya tidak berdasar. Ketakutan itu muncul karena kita belum percaya diri dengan tulisan sendiri. Percaya diri boleh, asal tidak berlebihan. Tidak percaya diri pun dibolehkan, asalkan tidak terlalu merendahkan diri sendiri. Karena sebagai penulis pemula, tugas kita adalah menulis sebaik-baiknya. Belajar mengasah kemampuan dengan terus menulis, menulis, dan menulis. 

Dan dari jawaban Coach Tendi atas pertanyaan dari saudari Afrilia sangatlah mencerahkan. Beliau menjelaskan 3 poin, yaitu: 

  • Usaha nulis yang terbaik. Revisi. Cek lagi. Sampai akhirnya kita yakin bahwa tulisan ini memang terbaik.
  • Ngiklan habis-habisan, supaya di luar sana tahu bahwa kita nulis buku.
  • Terakhir, doa. 


Kuncinya adalah optimalkan semua yang bisa kita lakukan. Masalah buku diterima atau nggak, biarkan saja. Kalau nggak diterima, cari tahu kenapa nggak diterima. Nah, jadi perbaikan tuh. Usahakan yang terbaik, setelah itu biar Allah yang urus. 

Bagaimana? Nampar banget, kan?

Jujur, saya pribadi tertampar dengan jawaban Coach Tendi, karena selama ini masih suka berpikir tulisan nggak diterima khalayak umum. Jadi takut kan buat bikin buku solo sendiri? Bersyukur deh sudah disadarkan dengan cepat. Hehehe 

Memang ya, jika seorang motivator seperti Coach Tendi Murti ini sudah terlanjur ngomong, rasanya tuh bikin hati adem banget. Udah gitu, setiap kalimatnya selalu jleb dan menggelitik. Entah, beliau ini makan apa. Bisa saja bikin orang manggut-manggut setiap kalimat yang beliau tulis. 

Apalagi saat beliau memberikan pembukaan sharing siang tadi dengan buku terbarunya yang cukup memukau. Baik dari cover maupun sekilas prolog yang bersangkutan dengan  isi buku. 

Aduduh ... hampir semua kata yang diketik tuh menohok sekali. Lagi dan lagi saya dibikin berpikir lagi, kan? 

Bukunya berjudul LEGACY yaitu buku ke-20 yang sudah pernah diterbitkan. Beliau menuturkan kenapa buku tersebut berjudul LEGACY, kenapa tidak yang lain? 

Bahwasanya, sebelum akhirnya beliau memutuskun buku terbarunya tersebut berjudul LEGACY, awal mula judul buku adalah SIDIK JARI KEMENANGAN. Yang mana terinspirasi dari buku gurunya, yaitu Mas Ippho Santosa.

Kenapa sidik Jari? Karena setiap manusia mempunyai DNA masing-masing. Mereka punya ciri khas masing-masing yang bisa dikembangkan. Nah, dari DNA inilah hidup manusia bisa berkembang lebih keren lagi. 

Coach Tendi menjelaskan jika membangun diri dan potensi itu nggak ada rintangan, nggak sama sekali. Setiap manusia punya ujiannya masing-masing. Hanya saja kadang kita nggak sadar bahwa ujian yang Allah kasih itu justru untuk membangun si manusia tersebut. Catat! 

Selain itu, Kang Tendi juga bercerita bagaimana beliau bisa sesukses sekarang. 

"Dulu ketika saya kerja di salah satu penerbit sebagai penulis, dikontrak beberapa bulan, digaji 1 juta untuk dua naskah. Saya benar-benar sadar bahwa gaji 1 juta untuk hidup di kota besar seperti Bandung, itu nggak cukup. Apalagi saya sudah punya istri. Tapi saya tahu dengan seperti itu saya dipaksa untuk menulis. Saya tahu dengan bekerja di sana, saya bisa melahirkan banyak karya sekaligus skill saya terasah. Dan terbukti hari ini. Buku LEGACY buku ke-20 saya, KMO Indonesia alhamdulilah terus bertumbuh dan KETIK terus menunjukkan taringnya sebagai platform."

Nah, inspiratif bukan? Tapi sekali lagi, setiap kisah inspiratif tentu jalannya tidak selalu mulus. Saya yakin Coach Tendi di masa lalu pernah melalui perjuangan berdarah-darah sebelum mendapatkan hasil yang manis. 

Benar. Ternyata beliau pernah mengalami 6 sampai 7 kali bangkrut dalam berbisnis. Beliau mengatakan pernah gagal di beberapa bisnis, antara lain bisnis kuliner, konter pulsa HP, dunia pendidikan, dan beberapa bisnis lain yang mengantarkan beliau sampai di tahap sukses seperti sekarang. 

Uniknya, beliau menuturkan bahwa saat mengalami bangkrut dari beberapa bisnis tersebut, justru tulisanlah yang telah menyelamatkan seorang Tendi Murti. 

Beliau juga menambahkan jika perkara tulis-menulis yang ternyata menjadi "Tongkat Musa" dalam perubahan hidupnya, anehnya sedikit terlambat dia sadari. Setiap kali mengalami masalah finansial, penyelamatnya adalah menulis. 

Perjalanan hidup yang cukup mendebarkan sekaligus unik menurut saya. Karena dari proses perjalanan yang panjang tersebut, tak disangka Tendi Murti telah menemukan sidik jari kemenangannya sekarang. Apakah itu? 

Jawabannya adalah menulis. Lalu, bagaimana dengan sidik jari kemenangan Anda? 

Sebelum mencari apa sidik jari kemenangan Anda, saudari WNA bernama Ririm Windiari nampaknya penasaran bagaimana sosok Tendi Murti menemukan sidik Jari kemenangannya. 

Dan terjawab sudah bahwa sidik jari kemenangan beliau didapatkan dengan cara yang cukup panjang pula. Ada beberapa tahapan, dari mulai membuka obrolan dengan para mentor, tes stifin, dan beberapa tools lainnya. Dari tahapan-tahapan tersebut pun saling berkaitan satu sama lain. Hingga ditemukan Menulis menjadi jalan hidupnya. Begitu jelas beliau. 

Lalu, menyambung dari pertanyaan saudari Ririm tersebut, saya tertarik saat membaca daftar isi dari LEGACY pada bab 2, yang mana sub judulnya berbicara tentang  Buatlah Sejarahmu Sendiri. Bagaimana caranya? Itulah pertama kali yang terbesit dalam pikiran saya. 

Akhirnya, saya pun tergerak bertanya kepada Coach Tendi tentang bagaimana menemukan sejarah kita sendiri? 

Beliau menjawabnya singkat. Yaitu VISI. Tanpa visi, passion dan lainnya basi. Karena menurut beliau, terkadang banyak orang yang belum tahu visi hidupnya. Atau kalaupun tahu, visi sering dibuat hanya sekadar untuk diri sendiri. 

Dan ternyata, dari pertanyaan saya tersebut. Saya yakin Buku LEGACY ini memiliki daya tarik sendiri untuk wajib dibaca. Tahu kenapa?

Sebab dalam buku LEGACY tersebut, beliau juga menjabarkan tentang visi di dalamnya. Di mana langsung diberikan contoh visi dari beberapa tokoh yang bersingungan langsung dengan orang lain. Wow, kita tidak hanya diberi sajian teori oleh beliau tetapi beberapa hal yang sudah dipraktikkan oleh ahlinya.

Nah, pasti Anda semakin penasaran kan dengan buku berjudul LEGACY? 

Berikut bocoran penjelasan bab per bab sekaligus daftar isinya : 








Jam sudah menunjukkan pukul 14.00 WIB, tapi sharing di grup WAG  justru semakin seru ketika salah satu dari saudari WNA bernama An Purbalien menanyakan maksud dari kalimat yang beliau tulis berikut ini:

Orang besar tidak akan pernah berpikir tentang finansial, ia selalu berpikir tentang apa yang akan ia wariskan untuk keluarganya. Dan ketika namanya membesar, sesungguhnya itu adalah peninggalan yang paling berharga untuk orang-orang sekitarnya. Harta? Ia akan datang dengan SENDIRINYA.

Bahwasanya, tidak ada yang salah bagi siapapun yang mengejar finansial untuk memenuhi kebutuhan hidup. Hanya saja terlalu sempit cara berpikirnya. Begitu jelas Tendi Murti. Yang bikin takjub, beliau pernah mengalaminya sendiri. 

Dulu, ketika beliau terlalu ngoyo mencari finansial. Setiap hari mikirin gimana cara dapat duit banyak. Namun anehnya, duit semakin dikejar, justru semakin menjauh. Kemudian seorang guru Tendi bilang,"Fokus sama ngasih manfaat orang lain. Biar Allah yang  ngurus finansialmu. Tolong agama Allah, maka Allah akan menolongmu."

Jadi, urusan finasial pun kita diajak membenahi cara berpikir. Founder dari KMO ini mengajak kita untuk memberi manfaat ke orang lain. Niatkan. Selepas itu Allah yang akan ngatur hidup kita. 

Nah, kalimat-kalimat sakti tersebut ternyata tak jauh dari esensi buku LEGACY yang saat ini beliau terbitkan. Bukan hanya menakjubkan, tetapi saya yakin ketika Anda maupun saya pribadi membaca buku LEGACY nantinya. Semoga mampu mengambil manfaat dan menerapkannya di dunia nyata. 

Karena saya pribadi berpendapat bahwa buku dikatakan bagus sebenarnya tidak dilihat seberapa tinggi pangkat yang dimiliki penulisnya, melainkan seberapa karya yang sudah ditulis oleh seorang penulis telah memberi manfaat pada pembacanya.

Dan sebagai penutup, kalimat ini cukup sakti untuk dihayati maknanya.

Karena siapa pun kita, profesi apa pun yang sedang dijalankan, kita berpotensi untuk menjadi seorang yang besar, bisa MEWARISKAN ILMU, juga FINANSIAL dari apa-apa yang kita hasilkan dari profesi kita.

Tertarik dengan buku LEGACY yang diterbitkan oleh KMO publishing? Ingin segera mempraktikkan apa yang ada dalam isi buku dan merasakan manfaatnya? 

Silakan hubungi nama dan nomor kontak berikut untuk pemesanan:

Hanifah Ahmad 08127812443. 

Semoga bermanfaatšŸ˜Š  
1 komentar on "DI BALIK BUKU "LEGACY" ADA SIDIK JARI KEMENANGAN ANDA. APAKAH ITU?"

EMOTICON
Klik the button below to show emoticons and the its code
Hide Emoticon
Show Emoticon
:D
 
:)
 
:h
 
:a
 
:e
 
:f
 
:p
 
:v
 
:i
 
:j
 
:k
 
:(
 
:c
 
:n
 
:z
 
:g
 
:q
 
:r
 
:s
:t
 
:o
 
:x
 
:w
 
:m
 
:y
 
:b
 
:1
 
:2
 
:3
 
:4
 
:5
:6
 
:7
 
:8
 
:9