Woman's Story

Serba-serbi kehidupan di mata Malica

TRAVELING BERSAMA ANAK LEBIH SERU DAN MENYENANGKAN DENGAN 10 TIPS JITU BERIKUT INI!

Kamis, 22 Agustus 2019
                 

"Wah, pasti repot ya jalan-jalan bawa anak. Apalagi anaknya lebih dari satu. Pasti deh rempong banget."

Begitulah kalimat yang selalu terdengar ketika saya memutuskan untuk membawa Arya dan Khanza pergi traveling. Kerabat dekat mengkhawatirkan jika saya tidak bisa menghandle dua bocah itu saat perjalanan nanti. 

Bahkan ada juga yang bilang, traveling bersama anak membuat orang dewasa tidak bebas, sebab mereka tidak bisa menikmati perjalanan karena sibuk mengurus anak dibanding menikmati suasana liburan. Itulah kenapa banyak orang tua memilih menunda traveling jika memiliki anak usia balita. Mereka cemas tentang hal-hal yang tidak terduga, yang mungkin belum siap dihadapi ketika traveling bersama anak. Namun, benarkah traveling bersama anak akan mengerikan seperti itu? 

Dulu, saya memang pernah berpikir demikian. Traveling membawa anak pasti repot dan rempong setengah mati. Dugaan anak akan rewel, banyak maunya, kecapekan, dan sakit di perjalanan, serta hal-hal negatif lainnya. Padahal waktu itu saya belum pernah menajak anak-anak jalan. Akan tetapi pikiran negatif tentang traveling bersama anak itu merepotkan telah mendominasi. 

Nah, daripada saya bergelut dengan pikiran nggak pasti. Sedangkan saya memiliki keinginan untuk traveling, dan di sisi lain saya tidak bisa meninggalkan anak di rumah. Akhirnya, tahun 2018 saat liburan sekolah, saya mencoba memberanikan diri untuk mengajak anak-anak berlibur ke Cirebon, tepatnya silaturahmi ke mbah kakung dan mbah Utinya. 

Modal nekad dan bismillah saja. semoga nanti ketika di kereta mereka tidak rewel dan minta aneh-aneh. Harapannya, Arya dan Khanza bisa duduk manis tanpa drama. Hehehe  

Alhamdulilah, harapan saya itu berbuah manis. selama perjalanan satu hari satu malam, Arya dan Khanza terlihat anteng duduk di tempat. Mereka sibuk membolak-balik dan membaca buku anak, memang khusus saya bawa yang tujuannya untuk menenangkan mereka ketika terjadi drama.

Dan ternyata, tentang drama anak-anak tersebut hanyalah kekhawatiran saya sendiri sebagai seorang ibu yang belum terbiasa membawa anak bepergian jauh. Padahal tak hanya di kereta saja mereka bisa duduk manis. Saat kami mencoba menikmati destinasi wisata di Cirebon pun, Arya dan Khanza sangat bisa diajak kerjasama kok. 

Sejak saat itu, saya semakin percaya diri untuk mengajak mereka traveling bersama. Hingga beberapa hari lalu ketika tempat saya mengajar sedang mengadakan liburan Family Gathering. Tanpa ragu saya langsung mendaftar dan membawa Arya dan Khanza untuk ikut serta dalam acara liburan keluarga tersebut. 

Lantas, adakah tips jitu yang saya terapkan agar traveling dengan anak-anak tetap bisa nyaman dan seru?

1.Sounding Anak Tentang Traveling yang Menyenangkan 


Sebelum berangkat traveling, jauh-jauh hari saya sudah melakukan sounding dengan anak-anak. saya mengucapkan kalimat yang sama secara berulang. Tentunya kalimat-kalimat positif yang nantinya mampu tertanam dalam pikiran bawah sadar Arya dan Khanza. Saya tidak pernah bilang pada mereka jika Liburan itu menegangkan maupun merepotkan.


Seperti halnya kemarin, ketika saya bilang kami akan berkunjung ke Candi Prambanan. Si Sulung Arya bertanya Apa itu Candi, Ngapain aja nanti di sana. Saya pun menjelaskan hal-hal yang menyenangkan saja pada dia tanpa menyebut kami akan naik ke atas candi dan melalui perjalanan panjang. Kenapa? 

Tak lain agar anak tidak membayangkan ketakutan terlebih dahulu. Lain halnya jika saya bilang bahwa mereka nanti akan menaiki Candi dengan ketinggian beberapa meter dan pastinya perjalanannya bikin capek, tentu saja anak-anak akan merasa takut. Sehingga dalam pikiran bawah sadar mereka akan berpikir, liburan yang akan mereka lalui itu tidak menyenangkan.

2. Diskusi Bersama Anak


Alangkah baiknya ketika memutuskan untuk traveling bersama, kita melibatkan anak dalam penyusunan jadwal. Beri kesempatan pada anak untuk mengatakan destinasi mana saja yang ingin mereka kunjungi.

Tugas kita hanya memberi gambaran dan pengarahan, kemudian anak pun mengutarakan pendapat mereka. Melalui diskusi tersebut, kita sebagai orang tua tahu apa yang diinginkan anak sekaligus melatih mereka bertanggungjawab atas risiko dari pilihannya sendiri sehingga traveling akan sangat menyenangkan.

3. Riset Tempat Traveling


Riset tempat sebelum pergi traveling merupakan hal yang wajib dilakukan. Sebelum memutuskan untuk mengikuti acara family gathering kemarin, saya bertanya terlebih dahulu ke Kepala Cabang, kira-kira destinasi wisata mana saja yang akan dikunjungi.

Alhasil, ketika saya sudah tahu bahwa kami akan berkunjung ke beberapa pantai di Gunung Kidul Yogyakarta serta Candi Prambanan, akhirnya saya langsung browsing lewat internet. Apakah nanti Pantai dan Candi tersebut ramah anak?
Selain browsing melalui internet, saya juga sempat mencari informasi lewat teman yang sudah pernah berkunjung ke Prambanan. Dan kata dia, Candi Prambanan masih tergolong ramah anak.

4. Pastikan Kondisi Anak Sehat


Memastikan kondisi kesehatan anak sebelum hari H memanglah sangat penting. Ini merupakan harga mati saat akan melakukan traveling bersama anak guna menjadikan perjalanan liburan semakin menyenangkan.

Jika anak dalam kondisi sakit, kemungkinan dia akan rewel saat menempuh perjalanan panjang. Dan jangan lupa, berikan asupan makanan bergizi dan vitamin supaya daya tahan tubuh anak tetap terjaga. Dijamin, liburanmu akan lebih seru, lho!

5.Membawa Keperluan yang Dibutuhkan Secukupnya


Menyoal packing ini juga penting diperhatikan jika ingin pelaksanaan traveling lebih menyenangkan. Saya biasanya suka menggunakan metode Konmari untuk meminimalisir tempat sekaligus pakaian yang dibawa bisa tersusun rapi.


Seperti kemarin saat liburan ke Yogyakarta, satu tas ransel saya susun khusus pakaian anak-anak dan beberapa lembar punya saya. Sementara satu tas jinjing diprioritaskan untuk camilan, perlengkapan mandi, dan obat-obatan.

Dan ingat, jika destinasi wisata yang kamu kunjungi salah satunya adalah pantai, maka sediakan plastik khusus untuk menyimpan pakaian yang sudah basah. Jangan lupa libatkan anak dalam kegiatan packing, ya. Selain mengajarkan anak untuk bertanggungjawab, juga menghindari mereka dari rewel dengan pilihan pakaian yang akan dikenakan saat berlibur nanti.

6. Bekal Hemat


Tidak dimungkiri, biaya untuk makan biasanya menjadi pengeluaran terbesar saat traveling bersama anak. Untuk itu, siapkan bekal hemat untuk meminimalisir pengeluaran membengkak.

Di sisi lain, tips makan hemat ini bisa dijadikan jurus ampuh agar anak-anak tidak rewel saat berada di kendaraan.

Akhirnya kemarin saya memutuskan untuk membawa beberapa kemasan susu kotak cepat saji plus roti disesuaikan berapa lama kami berlibur. Alhasil ketika anak-anak merasa lapar di kendaraan, saya tinggal memberikan stok makanan yang ada tanpa meminta sopir berhenti di tempat makan lebih dulu.

Selain itu, ketika kami menginap di hotel selama sehari, yang kebetulan banget hotel tersebut tidak menyediakan breakfast. Saya dan anak-anak pun tak khawatir lagi. Sebab, persediaan susu kotak dan roti masih ada untuk disantap bertiga. Dan barulah agak siang, sekitar pukul 10.00 WIB, kami baru memesan makanan via grabfood.

Membawa makanan hemat bisa juga dijadikan alternative lain apabila hotel atau apartemen memiliki dapur untuk memasak. Liburan hemat dan menyenangkan tentunya, ya.

7. Menghibur Anak dengan Hal-Hal yang Menyenangkan


Agar anak menikmati perjalanan, bawalah buku bacaan yang disukai. Bisa juga buku mewarnai jika anak-anak memiliki hobi mewarnai. Membawa camilan dan mainan kesukaan anak supaya liburan tidak membosankan juga sangat dianjurkan, lho.

8. Membawa Bantal Tidur 


Bagi kamu yang memilih naik moda umum saat traveling, sebaiknya bawalah bantar tidur supaya anak tetap nyaman tidur di kendaraan.

9. Berikan Tugas pada Anak


Agar anak tetap semangat traveling, tidak ada salahnya kamu memberinya tugas. Seperti kemarin, sebelum berangkat saya bilang pada si sulung untuk membantu membawakan tas yang berisi barang-barang ringan. Tak hanya itu, saya juga berpesan agar Arya selalu menjaga adiknya dan menghemat stok makanan yang sudah saya siapkan.

Pinterest.com

Melalui pemberian tugas sederhana tersebut, secara tidak langsung anak diajarkan tentang makna sebuah tanggungjawab. Selain itu, tidak menutup kemungkinan jika anak-anak akan mengenang suasana liburan yang menyenangkan itu hingga mereka dewasa kelak.

10. Belajar Sambil Berlibur




Dan terakhir, belajarlah hal baru saat berlibur. Ajarkan pada anak bahwa traveling bukan hanya bersenang-senang tetapi ada banyak pelajaran untuk memupuk kreativitas dan keahlian anak. Sehingga liburan bersama anak semakin berkualitas.

Demikianlah 10 tips jitu yang saya terapkan saat melakukan traveling bersama anak. Liburan tetap nyaman dan menyenangkan. Nggak pakai acara ribet dan rempong dong. Justru anak merasa senang sekaligus merasa tertantang. Semoga tips sederhana dan mudah di atas bermanfaat, ya.

Nah, sudahkah kamu siap berlibur bersama anak?  

MAYA - Sebuah Ruang Rindu yang Tercipta dari Keresahan

Selasa, 13 Agustus 2019

Judul buku : MAYA
Penulis : Tim Literasi MediaBerkarya
Penerbit : Gorga Pituluik
Tahun terbit : 2018
Jumlah Halaman : 200 Hal
Nomor Edisi : ISBN 978-602-52627-4-6
Harga : -


Sebagaimana pengertian secara harfiah, puisi adalah karya tulis yang menuangkan perasaan maupun pikiran penyair dengan memakai kata-kata bermakna kiasan atau imajinatif. 

Menurut Herman  Waluyo, puisi merupakan karya sastra paling awal yang pernah ditulis manusia. Sementara James Reevas berpendapat bahwa puisi adalah bentuk dari ekspresi bahasa yang memiliki daya pikat. Dan tutur  Thimes Carlye,puisi adalah ungkapan dari pikiran dengan sifat musikal. 

Membaca puisi-puisi yang terhimpun dalam antologi puisi berjudul "Maya" membuat saya seolah berada dalam sebuah restoran mewah dengan berbagai hidangan lezat yang memiliki rasa berbeda. Ada sajian yang rasanya manis, teramat manis, sedikit pahit, asam, dan keasinan. 

Paduan rasa yang cukup unik jika disantap secara bergantian. Satu hidangan saling melengkapi hidangan lainnya. Perfecto! 

"Maya" sebuah ruang rindu yang tercipta dari keresahan, yang menurut saya multitafsir jika dihubungkan dengan puisi-puisi yang ditulis oleh 200 penulis tersebut. Ada ruang rindu tercipta dengan makna yang luas dan tidak terfokus pada satu hal saja. 

Para penulis mengartikan rindu dari berbagai sudut pandang yang berbeda. Rindu akan damainya negeri, rindu kehilangan kekasih, rindu terhadap kenangan masa lalu yang tentunya mengharu biru dan mengaduk-mengaduk perasaan. Sebuah keresahan yang tak mampu diungkap dengan lisan begitu lihai disampaikan melalui tulisan. 

Meski sapa lewat kertas yang mengait aksara jatuh terkoyak
Paten namamu akan tetap bersemayam nyenyak
Maka duduklah tenang di pangkuannya
Biar kutemui lagi kamu pada keabadian yang telah dirida-Nya. 

Suasana pedih cukup kental terasa di bait-bait puisi yang ditulis oleh Mila sari. Ada sebuah kerinduan yang tidak tersampaikan pada seseorang yang dia sayangi. Penyesalan teramat dalam tergambar jelas pada puisi berjudul Rindu di Sepucuk Surat yang Kandas.  

Kandas karena sang pujaan hati tak lagi dapat dinikmati wajahnya yang teduh. Sebab Sang Illahi mengambilnya lebih dulu sebelum si penulis menepati janji.

Berbeda dengan puisi karya Citra Meilana Rina Jayanti yang berjudul Manusia Zaman Now yang mana tergambar jelas bahwa dia rindu suasana yang damai sebelum dunia mengenal smartphone cerdas. Benda pipih yang bisa mendatangkan keberuntungan, juga malapetaka. Mampu mendekatkan yang jauh. Sebaliknya, menjauhkan yang dekat. Parahnya, benda kecil berukuran 10 inch itu akan tampak kejam karena kita bisa abai dengan orang-orang di sekitar. 

Manusia saling acuh tak acuh
Hanya aku yang dipedulikan
Jangan sampai aku terluka apalagi hilang
Hei, manusia!
Aku itu alat bantumu bertegur sapa bukan benteng pemisah
Aku tidak kejam, dan jangan membuatku seakan kejam
Aku ada agar kalian tidak saling melupakan saat jauh, bukan pura-pura lupa saat berjumpa

Bukankah bait-bait puisi di atas adalah realita kehidupan saat ini? Sungguh tak terbantahkan. Era digital cukup kejam. 

Dan ada lagi yang menggelitik. Ketika saya membaca puisi yang berjudul Elegi Tanah Ini karya Jee Muhammad, ungkapan satire terhadap negeri ini cukup bikin dada sesak. Saya seolah merasakan ada emosi marah yang berapi-api saat penulis mencoba merangkai sajaknya menjadi karya sastra indah. Di sini makna rindu tentang "Negeri yang Makmur Tanpa Janji-Janji" sangat tampak nyata menjadi harapan penulis. Namun faktanya, harapan itu telah kandas terlebih dahulu sebelum terwujud. 

Aku memang bukan petinggi
Bukan pencetus kebijakan atau petisi
Namun kutatap saudariku kini
Diberondong kemiskinan di sana-sini
Hati kecil untuk peduli
Dengan kata-kata yang semoga sadarkan hati
Bila hanya menduduki kangkang
Nenek jompo pengidap asma pun mampu melakukannya
Bila Cuma mendengar celoteh camar
Anak sekolah dasar pun selalu mendengarkannya

Ada banyak cara penulis menuangkan ide di kepala melalui tulisan yang berbentuk karya sastra. Rindu akan masa kanak-kanak yang indah tanpa beban masalah pun menjadi harapan ketika seseorang telah tumbuh dewasa. Masa kecil yang terlintas hanyalah kebahagiaan, keceriaan, dan hal-hal menarik yang sejatinya remeh, namun bisa tetap indah jika diceritakan. 

Dan Cicik Rosida mampu menyajikan sajak yang indah dengan judul Membaca Harapan khas kehidupan anak kecil tanpa beban kehidupan. Salam hormat buat penulis satu ini,  karena sajaknya yang ringan membuat saya tersadar bahwa rindu-rindu masa kecil ini tak akan pernah terulang. Maka, manfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk menikmati hidup agar lebih bermakna.  

Lalu, sore hari yang menyenangkan dengan berbagi celotehan
Bersama buku-buku berisikan kisah pangeran dan raksasa-raksasa yang menakutkan
Pertanyaan-pertanyaan yang penuh keingintahuan
Tentang para puteri dan penyihir yang kadang sama cantiknya
Atau sapu-sapu yang bisa berterbangan dengan mantra-mantrayang mengundang penasaran. 

Akan tetapi ada yang perlu diketahui, sebagaimana makna puisi yang memiliki makna multitafsir, bisa saja satu pembaca dengan pembaca lainnya memiliki sudut pandang yang berbeda dalam mengartikan makna sebuah puisi. Tsah saja. Dan tidak menjadi masalah. Karya sastra itu indah. Dan semua berhak menikmatinya. 

KELEBIHAN 


Banyak kelebihan yang saya temukan dari buku kumpulan puisi yang ditulis oleh tim literasi mediaberkarya. Dari susunan bait per bait terlihat sangat runut dan rapi. Sajak berima yang enak sekali dibaca, dan setiap goresan aksara sarat makna. 

Dari layout buku juga terlihat eye-cathing. Cover buku yang ditampilkan cukup menjual sekaligus menggambarkan sebuah rindu yang tak selamanya berakhir menyenangkan. 

Dari sudut pandang saya pribadi menyimpulkan ada sebuah filosofi teramat dalam dari simbol wajah antara laki-laki dan perempuan.

KEKURANGAN 


No bodys perfect! 

Begitu juga dengan buku kumpulan puisi berjudul Maya ini. Sebenarnya tidak cukup banyak kekurangan. 

Hanya saja, saya sebagai penulis yang tidak begitu paham akan karya sastra, sajak-sajak yang terkumpul dalam antologi tersebut cukuplah berat dari segi makna. Saya harus membaca 200 puisi sebanyak tiga kali secara berulang-ulang demi mendapatkan arti yang Pas. 

But overall, saya sangat menyukai kumpulan puisi ini. Karena dengan membacanya, saya bisa memahami sastra yang terangkai dengan indah. 

Baca juga: 

3 CARA MENANGKAP IDE AGAR MENULIS NGGAK JALAN DI TEMPAT

                   
   
Berbicara tentang "ide" seringkali saya mendengar beberapa penulis pemula mengeluhkannya. Mereka berkata mencari ide itu sulit. Padahal menurut saya, ide itu nggak perlu dicari. Dia akan datang sendiri tanpa berkabar lebih dulu. Nggak percaya? 

Coba simak contoh sederhana dari saya berikut ini: 

Pernah nggak, ketika kamu berada di kamar mandi tiba-tiba saja terpikir ide gila yang ingin ditulis. Misalnya, tokoh novel yang kamu ciptakan mendadak ketemuan dengan mantannya karena sama-sama terjebak macet di jalan raya. Kemudian karena sama-sama haus, akhirnya konkow di café bersama.Eh, nggak tahunya kedua tokoh jadi mellow gara-gara bernostalgia dengan masa lalu.

Nah, ide konyol yang tidak terpikirkan mendadak terlintas begitu saja. Padahal sebelumnya, ketika kamu serius menggerakkan jari-jari lentikmu di laptop, bisa saja kamu tidak pernah terpikir soal bertemunya dua tokoh yang kamu ciptakan itu, kan?

Baca juga: http://www.malicaahmad.com/2017/11/kenapa-anda-harus-menulis.html?m=1

Jadi kesimpulannya, menggali ide itu tidak sulit. Kamu hanya diminta untuk memasang sinyal "kepekaan" agar ide tersebut bisa diolah lebih kreatif. Karena ide juga kadang menggemaskan. Dia suka datang dan pergi tanpa pamitan. Ide tipikal suka-suka yang tiba-tiba terlintas dan pergi begitu saja. Dia susah diatur dan memang sejatinya tidak bisa diatur. Hehehe ...

Dia hadir saat sang empunya dalam keadaan nyaman dan perasaannya senang. Jadi jangan heran, ketika kamu sedang jalan-jalan bersama teman, konkow di mall, pas baca buku, saat meluapkan hobi memasak, eh, tiba-tiba ide melintas begitu saja di kepala.

Namun, ide terkadang juga bikin kesal. Berjam-jam kamu mencoba mencari inspirasi sebuah ide. Akan tetapi kamu tetap merasa stuck untuk menulis, maka istirahatlah sejenak. Biasanya salah satu penyebab kenapa penulis mengalami stuck ide adalah dia terlalu memaksakan diri menulis saat otaknya merasa lelah.

Dan ketika nanti sudah cukup beristirahat, maka kamu tak perlu jauh-jauh mencari ide untuk dijadikan sebuah karya. Mulailah meliarkan imajinasi dari pengalaman hidupmu, entah itu pengalaman menyedihkan maupun menyenangkan, cobalah untuk menuliskannya.

Suminta, seorang sastrawan sekaligus seniman pernah mengungkapkan bahwa Imajinasi yang baik itu bersangkar pada pengalaman. 

Jadi, jika kamu menilik lebih jauh lagi apabila kesulitan mencari ide untuk menulis, sebenarnya fenomena hidup di sekitarmu ini justru bisa dijadikan lahan-lahan subur bagi lahirnya sebuah ide brilliant. Tergantung bagaimana kamu terampil dan cekatan untuk segera menangkap serta mengolahnya menjadi sebuah karya bergizi dan bermanfaat.

Baca juga: http://www.malicaahmad.com/2018/09/buntu-ide-saat-menulis-inilah-4-trik.html?m=1

Yang menjadi pertanyaan sekarang, biasanya ide suka lewat begitu saja dan di mana saja. Nah, agar ide yang terlintas langsung terekam oleh otak dan tidak menguap, adakah langkah-langkah jitu untuk menangkapnya? 

Secara nih, manusia dengan segudang aktivitas tentunya banyak keruwetan yang terjadi dalam hidupya. Akibat dari keruwetan tersebut bisa saja ide yang sudah datang menguap begitu saja. Oleh karena itu, agar ide tidak menguap dan pergi, kamu harus punya cara untuk mengikatnya. 

Berikut 3 cara menangkap ide agar tulisan nggak jalan di tempat. Simak, yuk! 

  • Mencatat 

Senjata paling jitu untuk menangkap ide hanyalah mencatat. Ketika ide terlintas, catat saja. Siapkan pena dan kertas ke manapun dan di manapun kamu pergi. Seremeh apa pun ide yang muncul, jangan biarkan pergi. 

Kalaupun tak ada pena dan kertas, silakan manfaatkan smartphone yang kamu punya. Pokoknya, ide harus direkam dalam catatan, ya. Jangan kamu simpan dalam kepala saja. kenapa? 

Pikiran kita punya kapasitas perihal mengingat. Dia tidak mampu merekam semua yang kita lihat dan dengar dalam hitungan waktu yang sudah berlalu cukup lama. Pikiran hanya mampu mengingat dalam hitungan detik, dan biasanya akan hilang pada detik ketiga. Sekuat-kuatnya daya ingat pikiran kita, tentu tidak bisa mengalahkan catatan. Karena adanya catatan bisa dijadikan sebuah rekam jejak yang riil.  

Perkara kapan kamu akan mengembangkan ide tersebut, bukanlah masalah yang besar untuk dipikirkan. Sebab kamu bisa mengeksekusi ide tersebut secara bertahap dan berproses.

  • Mulailah Riset

Percayalah kata riset ini tidak seberat yang kamu pikirkan. Memang menurut pengertiannya, riset adalah proses menemukan sebuah fakta. Tapi riset inipun bisa dilakukan dengan cara yang santai dan nyaman. 

Menulis itu ibarat healing. Ketika kamu memikirkan proses menulis itu berat. Jangan salahkan jika tulisanmu akan jalan di tempat. Jadi, berpikirlah bahwa menulis itu mudah. Riset itu mudah. Dijamin, proses menulismu akan menemukan jalannya sendiri. 

Terkait riset, kamu bisa mendapatkannya melalui berbagai cara. Misal tema yang kamu angkat adalah fenomena generasi milenial, maka riset yang kamu butuhkan adalah menemukan fakta-fakta unik yang berhubungan dengan generasi milenial. Caranya, kamu bisa mendapatkan info melalui kehidupan nyata, internet, dan buku. 

  • Menulislah 


Nah, setelah proses mencatat ide dan riset sudah dilakukan. Saatnya kamu mulai menulis. Jangan suka menunda menunda menulis dengan berbagai alasan. Karena menunda inilah yang menjadi penyebab kenapa tulisanmu tidak pernah berhasil sampai pada kata TAMAT. Ide yang sudah ada, silakan dikembangkan dengan didukung oleh riset yang kamu lakukan. 

Bagaimana, menangkap ide hingga menjadi sebuah tulisan utuh, gampang atau mudah? Mulailah bertanya pada dirimu sendiri sekarang, ya. 

Menulis itu tidak hanya butuh niat. Tapi juga sebuah komitmen dan konsistensi. Dan tiga cara menangkap ide agar tulisan tidak jalan di tempat yang saya jelaskan di atas, tidaklah berhasil tanpa sebuah praktik. Jadi, selamat mencoba. Dan jangan lupa praktikkan segera! 

TERUNGKAP! INI 5 FAKTA TERSELUBUNG DI BALIK POHON SENGON YANG DITUDUH BIANG KEROK PLN

Sabtu, 10 Agustus 2019
Pohon sengon apa saja
Sumber Foto : Wikipedia.com

Berita seminggu  lalu tentang pohon Sengon sebagai biang kerok Jakarta blackout sempat menjadi viral di dunia maya. Diduga saat area Jabodetabek mengalami pemadaman listrik hampir seharian,  penyebabnya adalah pohon Sengon yang saat itu sedang tumbang  di sekitar jaringan. Apakah pernyataan tersebut benar atau sekadar hoax

Berdasarkan investigasi oleh Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di liputan6.com menyatakan ada unsur kesengajaaan pada pemadaman listrik tersebut. Sebagaimana mengaca pada kejadian pada tahun 2012 silam. 

Namun setelah ditelusuri lebih dalam lagi oleh pihak polisi, ternyata pemadaman listrik tersebut terjadi akibat adanya pohon Sengon  yang memiliki ketinggian 8,5 meter berdekatan dengan Sutet 500 Kilovolt (Kv), yang mana menyebabkan kebakaran kecil pada jaringan listrik yang ada di Unggaran Jawa Tengah. Dan kejadian tersebut berdampak pada mati lampu serentak di wilayah Jabodetabek , Banten, Jawa Barat, dan Jawa Tengah. 

Nah, daripada Pohon Sengon dijadikan biang keladi dari kejadian tersebut, padahal kebenarannya pun belum bisa dipastikan. Yuk, kepoin saja 5 Fakta unik Pohon Sengon yang bakal bikin kamu takjub. Berikut ulasan lengkapnya:  

Pertumbuhan Pohon Sengon Sangat Menakjubkan


Dilansir dari cnnindonesia.com, menurut Destario menjelaskan bahwa Pohon Sengon ini pertumbuhannya sangat cepat. Rata-rata Sengon akan bertumbuh empat meter per tahun. Seiring dengan pertambahan usia, pada usia delapan sampai Sembilan tahun hanya mencapai 1-1,5 meter dalam setahun. 

Sementara berdasarkan penelitian dari Kurinobu pada tahun 2007 menyatakan bahwa pada usia 3-5 tahun, diameter pohon Sengon rata-rata mencapai 11,3-18,7 m. 

Sedangkan berdasarkan penelitian Sumarna pada tahun 1961 menjelaskan diameter pohon Sengon pada usia 5 tahun mengalami penurunan, yaitu rata-rata 5 m. Dan ketika usia pohon Sengon menginjak 8-9 tahun, rata-rata pertumbuhannya hanya mencapai 1,5 m  dan pada usia 10 tahun pertumbuhannya semakin menurun, yaitu 1 m saja. 

Fakta Pohon Sengon Sebagai Camilan Terlezat


Tahukah kamu, setelah pohon Sengon picu mati listrik, ternyata memiliki manfaat sebagai camilan terlezat dan sehat. Camilan yang terbuat dari pohon Sengon ini familiar dengan sebutan kacang sengon atau cangseng. 

Pertama kali diviralkan oleh seorang ibu rumah tangga yang bernama Ibu Satomah dari Lontar, Surabaya. Kala itu beliau hanya iseng sekaligus memanfaatkan peluang dengan mengolah biji sengon yang dibelinya dari seorang wanita paruh baya petugas kebersihan di wilayah perumahan Surabaya Barat. 

Proses pengolahannya pun cukup mudah. Setelah melalui proses penjemuran hingga kulit dari biji Sengon pecah atau terbelah, proses selanjutnya adalah dijemur kembali hingga bijinya benar-benar terlepas dari kulitnya. 

Kemudian, barulah biji tersebut digoreng dengan suhu minyak yang sangat panas, kemudian diberi garam. Dan biji sengon pun siap disantap dan didistribusikan. Karena panen pohon Sengon yang cukup langka, yaitu setahun sekali, maka harga yang dipatok cukup tinggi. Meskipun demikian, harga sesuai dengan kualitas barang.  

Selain itu, konsumsi biji sengon ini bisa untuk menurunkan tekanan darah tinggi, kolesterol, dan asam urat, lho. 

Pohon Sengon Memiliki Nama Beragam 


Pohon Sengon adalah sejenis pohon anggota suku fabaceae. Pohon yang dikenal sebagai pohon peneduh dan penghasil kayu terbesar di India, Asia Tenggara, Cina Selatan, dan Indonesia ini, ternyata memiliki nama beragam. Berikut  nama Pohon Sengon di beberapa daerah, antara lain: 
  • Sengon,Singon,Sengon Laut (Jawa)
  • Jeungjing (Sunda)
  • Sika (Maluku)
  • Tedehe Pute (Sulawesi)
  • Bae, Wahogon (Papua) 
Sedangkan untuk kalangan dunia Internasional, pohon Sengon ini dikenal dengan sebutan Batai, Kayu Machis, dan Puah. Sangat unik, bukan? 

Pohon Sengon Multi Manfaat


Pohon Sengon buat apa saja? Jika ada pertanyaan demikian, maka kamu harus kepoin artikel ini sampai habis. Sebab, pohon Sengon mulai dari akar, kayu, hingga daunnya bisa dimanfaatkan menjadi apa saja. 

Untuk kayu sengon yang cenderung ringan, tahan lama, dan harganya terjangkau dibanding kayu jati. Oleh karenanya, Kayu Sengon  biasanya akan diolah menjadi peralatan rumah tanggga dan industri, seperti  kursi, meja, bahan baku korek api, alat music, serta kerajinan tangan lainnya. 

Sedangkan untuk daunnya, yang kaya akan protein seringkali dijadikan makanan hewan. Sementara untuk akar Sengon sendiri membantu menyuburkan tanah karena di dalam akar Sengon menyimpan zat nitrogen cukup tinggi. 


Sebagai Obat Bius  dan Sabun 


Selain biji Sengon yang bisa dijadikan peluang bisnis, ternyata kulit Sengon atau disebut pepagan ini bisa digunakan sebagai salah satu bahan baku membuat sabun. Kok bisa? 

Sebab kulit Sengon mengandung zat anti jamur dan antioksidan sebesar 84,12% sehingga sangat cocok melindungi kulit tubuh dari kuman. Selain menjadi bahan baku sabun, kulit sengon juga digunakan sebagai obat bius ikan. Karena kandungan zat biusnya cukup kuat. 

Nah, teman, itulah 5 fakta terselubung tentang pohon Sengon yang sempat menjadi viral. Nggak disangka bukan, jika di balik pohon Sengon tersebut justru mengandung banyak manfaat. 

Dan sepanjang saya menulis artikel ini, saya baru tersadar jika pohon Sengon ini banyak sekali jenisnya. Dan seringkali tertukar dengan Pohon Plandingan, sebab dari segi daun keduanya hampir mirip. Sayangnya, Plandingan bukan jenis Sengon. Sebaliknya, Sengon juga bukan Plandingan. Mereka hanya seperti saudara kembar tapi tidak sejenis, ya.

Semoga bermanfaat ^_^

365 TATA KRAMA EPISODE 1- 3 KATA AJAIB SEBAGAI BEKAL PENDIDIKAN KARAKTER ANAK

    Pendidikan karakter dalam keluarga
                             
Beberapa hari yang lalu ketika mencari bahan untuk menulis parenting, tiba-tiba saja saya menemukan sebuah artikel yang sudah diunggah di media online news.okezone.com pada tahun 2018, tentang pengeroyokan guru di SMK NU 03 Kaliwungu, Kendal, Jawa tengah. Dan yang membuat hati saya gerimis adalah, berita tersebut viral. Sebab ada rekaman video yang bisa ditunjukkan pada khalayak umum.

Tak hanya itu saja yang bikin saya iba pada generasi zaman now. Beberapa dari mereka berperilaku seolah-olah tidak pernah mendapatkan pendidikan karakter di rumah maupun di sekolah. Bagaimana tidak, jika dilihat dari kasus guru dan murid di atas, sopan santun terhadap seseorang yang lebih tua rasanya tidak ada sama sekali.

Selain itu, baru-baru ini kasus tentang perudungan juga semakin merajalela. Parahnya, perudungan ini hampir terjadi di semua sekolah. Bahkan beberapa bulan lalu media sosial juga dihebohkan oleh berita tentang Audrey yang mengalami trauma hebat akibat perudungan juga. Jika demikian, siapa yang pantas disalahkan? Guru atau orang tua?

Dari dua kasus di atas, jujur membuat saya berpikir keras, Indonesia yang terkenal luas di berbagai negara dunia dengan nilai budaya yang tinggi, keramahan, dan sopan santun. Sikap persaudaraan, saling menghormati, dan menghargai juga sangatlah kental. Tapi bagaimana bisa pendidikan karakter di Indonesia memprihatinkan.

Nilai kesopanan generasi milenial dengan orang yang lebih tua, nyaris punah. Tak hanya itu, dengan teman sebayanya juga nampaknya suka meremehkan. Alhasil, perudungan terjadi di mana-mana serta siapa saja akan mengalaminya.

Padahal seharusnya, dengan perkembangan era digital yang semakin maju, serta nilai budaya di Indonesia yang tinggi, pendidikan karakter anak seharusnya lebih baik dan melekat dalam diri anak.

Namun faktanya, meski sejak 2017 Presiden Joko Widodo telah mencanangkan program pendidikan karakter wajib diajarkan di sekolah, justru banyak bermunculan kasus yang berhubungan dengan menurunnya sebuah pendidikan karakter bangsa.

Di kehidupan nyata pun, saya pribadi pernah menemui anak usia 5 tahun terlihat sangat fasih mengucap kata kurang pantas saat bermain dengan teman-temannya. Seperti contohnya di Jawa Timur, yaitu "Misuh" yang seringkali diucapkan ketika seseorang sedang merasa kesal. Dan itu saya dengar langsung dari telinga saya. Duh, miris banget. Hiks ...

Spontan saya langsung menegur anak tersebut karena kebetulan saya mengenalnya. Dan jika diamati lebih dalam, ternyata  dari pihak keluarganya sangat berpengaruh. Seperti halnya anak usia 1-6 tahun adalah masa golden age, di situlah posisi anak sebagai peniru dan perekam ulung.

Setiap perilaku orang terdekatnya akan direkam dengan baik. Entah itu berhubungan dengan perilaku  maupun ucapan. Tak pandang baik dan buruk. Apa pun yang tertangkap di depan mata, anak-anak akan langsung merekamnya di dalam otak mereka. Kemudian, di waktu lain mereka akan mempraktikkan apa yang dilihat dan didengar. Bisa dikatakan sangat berbahaya, bukan?

Untuk itu, pendidikan karakter dalam keluarga harus segera diajarkan. Sebagaimana tugas orang tua tidak cukup mengantarkan anak ke sekolah dan meminta gurunya untuk mendidik perihal pengetahuan karakter. Justru orang tua memiliki andil yang sangat besar dalam mensukseskan kehidupan anak di masa depan. Antara lain tugas orang tua yang perlu diketahui adalah:


  • Mengontrol jam belajar anak secara rutin dengan cara mengingatkan jam belajar serta meminta anak untuk mengulang pelajaran yang sudah dipelajari di sekolah.
  • Memantau kemampuan akademik secara berkala dengan memeriksa nilai ulangan dan tugas anak.
  • Memperhatikan kepribadian anak yang berhubungan dengan sikap, perilaku, dan moral anak.
  • Membantu anak mengenali dirinya sendiri dengan cara banyaklah mengobrol  dengan anak.
  • Memancing anak dengan membantunya mengenali bakatnya sendiri, merancang masa depan yang diinginkan, serta membiarkan anak patuh dengan pilihannya sendiri.
  • Menjadi teman curhat anak dengan menjadi pendengar yang baik. 

Jika tugas orang tua di atas sudah dilakukan dengan baik, tidak menutup kemungkinan ketika mereka remaja. Anak akan menjadikan orang tua sebagai tempat ternyaman untuk berkeluh kesah atas masalah yang dihadapi.

Sebab menurut mereka, orang tua adalah sosok yang paling mengenalnya di banding orang lain. Hubungan anak dan orang tua pun akan terjalin dengan baik.

Jadi disimpulkan, ajarkanlah pendidikan karakter pada anak usia dini. Mungkin terlihat sulit secara praktik. Tapi jika dilakukan dengan penuh kesabaran, disertai rasa nyaman menikmati setiap prosesnya. Tentu akan berbuah manis di masa depan.

Bila perlu orang tua berkolaborasi dengan guru anak di sekolah guna tercapainya tujuan anak berkarakter dan cerdas dalam pengetahuan.

Berdasarkan buku yang saya baca beberapa hari lalu tentang 365 Tata Krama yang Perlu Diketahui Anak karya seorang konsultan kepemimpinan bernama Sherly Eberly beserta putrinya, Caroline Eberly, Editor Senior di Colorado Homes dan Lifestyle yang bukunya sudah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia menjelaskan bahwa tata krama merupakan bekal anak menjalani hidup.

Pendidikan karakter usia dini

Prinsip dasar dari pengajaran tata krama tersebut adalah anak mampu menyadari keberadaan orang lain di sekitarnya. Sehingga anak akan dibiasakan untuk saling menghormati, menghargai, serta berempati terhadap orang lain.

Dan menurut Sherly dalam bukunya tersebut, mengajarkan pendidikan karakter tidak harus menunggu anak tumbuh besar. Tata krama bisa diajarkan setelah anak dilahirkan ke dunia.

Anak kita mungkin saja melakukan apa yang kita perintahkan, tetapi dia lebih cenderung meniru apa yang kita lakukan. (Hal. 02)

Jadi tak perlu kaget ketika melihat anak tiba-tiba saja mampu melakukan ini dan itu tanpa diperintah sebelumnya. Atau mereka akan lancar berbicara layaknya orang dewasa, padahal kita sebagai orang tua belum pernah mengajarinya.

LANTAS USIA BERAPAKAH ANAK MULAI DIAJARKAN TATA KRAMA? 


Untuk pendidikan karakter dasar, dalam bukunya Sherly menyarankan dengan mengajari anak tugas baru setiap tahun. Artinya, ketika usia 3 tahun anak sudah belajar mandiri dengan dirinya sendiri, misal merapikan kamar tidurnya sendiri. Maka ketika usia mereka menginjak 4 tahun, anak akan belajar membuang sampah, dan usia 5 tahun anak akan belajar menata atau membersihkan meja. Dan semua itu butuh proses panjang.

Coba gunakan pendekatan yang sama untuk mengajarkan tata krama. Ajarkan pada anak Anda sedikit bentuk tata krama. Dan saat dia telah memahaminya, ajarkan yang lainnya. (Hal. 02)

Dalam buku Sherly juga dijelaskan tentang 3 poin usia yang bisa dijadikan acuan untuk mengajarkan anak tata krama dasar, antara lain:

Usia 3 Tahun 

Di usia ini anak akan mampu memandang lawan bicara saat diajak bercakap-cakap, menyapa atau menegur, mencuci tangan sebelum dan sesudah makan, duduk tenang ketika makan, serta mereka telah mampu berkata terima kasih dan maaf.

Usia 10 tahun 

Anak usia 5 Tahun perkembangannya berbeda dengan anak usia 3 tahun. Di usia ini anak akan sudah bisa diajak bercakap-cakap oleh orang dewasa, bersikap sopan saat makan, menjawab telepon dengan benar, mencatat pesan, menahan diri di tempat umum, bertanggung jawab, dan mampu mengatur waktu.

Usia 15 Tahun 

Usia yang cukup mudah untuk mengajak anak berlaku sopan santun. Sebab di usia ini anak sudah cukup dewasa untuk diajak mengobrol tentang tugas sekaligus tanggung jawab orang dewasa. Mereka juga sudah diajarkan untuk menyelesaikan masalah yang dibuatnya sendiri.


3 KATA AJAIB MENDIDIK ANAK AGAR LEBIH SANTUN 


Dilansir dari kompas.com, menurut salah satu pakar Psikolog, Evi Sukmaningrum,Psi, Msi mengatakan bahwa pada usia batita merupakan saat yang tepat untuk memperkenalkan  hal-hal yang baik termasuk mengajarkan kata-kata sopan.

Di buku karangan Sherly Eberly beserta anaknya, juga berpendapat bahwa usia 5 tahun sudah cocok untuk diajarkan tata krama. Berikut pembelajaran pendidikan karakter pada anak secara sederhana, yaitu dengan mengulang-ulang 3 kata ajaib sebagai langkah awal dengan hasil akhir yang luar biasa.


  • TOLONG


Pendidikan karakter anak
Pinterest.com

Sebagaimana anak usia dini adalah peniru ulung, maka tugas orang tua adalah memberi contoh. Biasakan orang tua ketika meminta bantuan kepada si kecil atau orang lain, gunakanlah kata tolong.

Tidak peduli yang dimintai tolong tersebut berusia lebih muda, tua, atau sebaya. Kata tolong bisa dimaksudkna untuk menghargai seseorang. Dan jangan lupa, agar menjadi kebiasaan anak tanpa diminta, lakukanlah berulang-ulang, ya!


  • MAAF

Pendidikan karakter anak
Pinterest.com

Kata maaf ini terdengar remeh dan mudah dilakukan. Namun dalam praktiknya, meminta maaf ini tidaklah mudah.

Pandangan tentang anak meminta maaf terlebih dahulu bisa-bisa menurunkan harga diri. Padahal sebenarnya tidak.

Mengucap kata maaf seklipun kita tidak salah bukanlah hal buruk. justru dengan meminta maaf, kita jadi lebih tahu bagaimana meredakan amarah, menmyejukkan perasaan yang luka, sekaligus bermanfaat untuk masa depan.

Untuk itu, para Ibu penting sekali mengajarkan kata Maaf ini pada anak-anaknya supaya mereka belajar bertanggungjawab atas perbuatan yang dilakukan. Dan jangan lupa, sebelum anak diminta belajar, orang tua harus menjadi teladan yang baik terlebih dulu, ya!

  • TERIMA KASIH 

Pendidikan karakter usia dini
Pinterest.com

Selain maaf dan tolong, kata terima kasih perlu sekali diajarkan pada anak. Biasakan anak mengucapkan terima kasih setelah mereka meminta bantuan dari siapapun dan sekecil apapun.

Ajarkan pada mereka untuk mengucapkan kata terima kasih dengan tulus. Kenapa? Mengucap terima kasih akan mengajarkan anak untuk senantiasa menghargai orang lain. 

Well, itulah ulasan sederhana saya tentang peran orang tua serta apa saja langkah awal mengajarkan pendidikan karakter pada anak sejak dini.

Pada dasarnya, mendidik anak menjadi pribadi santun memang tidaklah mudah. Tapi tidak ada salahnya menjadi orang tua panutan terlebih dahulu. Kelak, anak-anak kita akan mengenang orang tuanya sebagai pahlawan kehidupan di masa depan, bukan sebaliknya. 

Jika sejak dini, orang tua sudah abai dengan pendidikan karakter anak. Maka berhentilah berharap mendapatkan keturunan yang cerdas dan berakhlaqul Karimah.

Tidak menutup kemungkinan, anak akan tumbuh menjadi pribadi yang suka membantah dan tidak patuh. Apa pun yang diucapkan oleh orang tua cenderung diabaikan.

Yuk, mulai saja mengajarkan pendidikan karakter dengan langkah paling sederhana. Terapkan 3 kata ajaib di atas dalam kehidupan sehari-hari.

Harapannya, semoga anak-anak kita terhindar dari pergaulan bebas yang disebabkan oleh faktor lingkungan yang kurang tepat. Semoga bermanfaat 😊

INILAH 7 KEUNIKAN NASI BORAN KHAS LAMONGAN YANG BIKIN PERANTAU RINDU KAMPUNG

Jumat, 09 Agustus 2019


Sudah pernah berkunjung ke kota Lamongan? Menikmati serunya melancong ke Wisata Bahari,  berpetualang di Goa Maharani, atau sekadar memandang deburan ombak pantai utara yang bikin mata terpana. Ternyata ada kuliner khas yang menyita perhatian, lho, teman.

Kota Lamongan adalah salah satu kota yang terletak di provinsi Jawa Timur. Selain terkenal dengan Kota Soto dan Wisata Bahari, Lamongan juga memiliki makanan khas yang tidak ditemukan di tempat lain, lho. Makanan ini bernama Sego Boranan.

Kabarnya, Sego Boranan ini menjadi kudapan yang wajib dicicipi ketika para perantau tiba di kampungnya. Apa, sih, yang bikin istimewa?

Penyajian Nasi Tidak Biasa


Pada umumnya nasi hangat disajikan menggunakan piring. Berbeda dengan Sego Boranan yang disajikan menggunakan pincuk dari daun jati atau pisang. Terkadang juga memakai alas kertas minyak tetapi tetap di bagian dalam memakai daun. Konon, nasi yang disajikan menggunakan daun itu memiliki aroma khas.


Lauk Pauk Variatif


Sejak zaman penjajahan, Sego Boranan sudah disajikan dengan lauk pauk cukup beragam. Namun seiring perkembangan zaman ada penambahan lauk lainnya yang membuat Sego Boranan ini semakin khas. Ada beberapa lauk yang dipilih, antara lain : perkedel, telur dadar, Tahu, Peyek, sate usus, sate ampela dan ati ayam, Sate Puyuh, Ikan bandeng, dan ayam goreng. 
Selain lauk di atas ada beberapa lauk khas yang jarang ditemukan di daerah lain, yaitu gimbal, pletuk, dan ikan sili. Uniknya, lauk tersebut bisa dipilih sesuai selera pembeli, lo.


Variasi Rasa Sangat Autentik 


Sego Boranan adalah nasi hangat biasa. Tapi anehnya memiliki cita rasa khas yang bikin ketagihan. Itu dikarenakan ada tiga unsur utama pada penyajian Sego Boranan, yaitu urap, kuah berwarna oranye, dan gimbal lentho.
Urap ini terdiri dari beberapa jenis sayuran, seperti kangkung, tauge, daun singkong, dan kacang panjang. Tapi yang lebih sering dipilih adalah tauge dan kangkung. Uniknya, sayuran tidak dikukus melainkan dibiarkan mentah, lalu dipanaskan di atas pawon yang menimbulkan aroma sedap. Sementara kuah berwarna oranye yang dimaksud adalah menyerupai bumbu Bali. Rasanya pedas, khas, dan teksturnya kental. 

Dan unsur terakhir yang paling langka adalah gimbal lentho. Berbentuk seperti perkedel namun lebih kenyal. Terbuat dari tepung tapioca divampur dengan berbagai macam bumbu. Ketika digigit rasanya gurih sekali.


Tempat Nasi Memakai Boran 


Kata Boran diambil dari boranan atau tempat nasi yang digendong menggunakan selendang terbuat dari anyaman bambu. Tak hanya tempat nasi saja, wadah untuk lauk-pauk juga terbuat dari bambu. Sejak zaman penjajahan hingga kini, tradisi menggendong Boran tidak juga berubah. Kebayang nggak, tradisional banget, kan?


Berburu Nasi Boran di Pinggir Jalan


Cukup mudah menemukan Sego Boranan di area Lamongan kota. Sebab di sepanjang jalan utama yang dilewati oleh lalu lalang kendaraan umum, tampak ibu-ibu tua dan muda sedang duduk lesehan menunggu para pelanggan setia Sego Boranan di pinggir jalan. Meski hanya berupa pedagang kaki lima, namun tingkat kebersihannya tetap terjaga. Citarasa sangat lezat serta harga pun ramah di kantong.


Tempat Lesehan Menambah Selera Makan


Bagi sebagian orang, menyantap kudapan lezat di tempat lesehan memiliki kenikmatan tersendiri. Duduk lesehan sambil bersantai sembari menyatap sepincuk Sego Boranan ditemani sinar rembulan terang pada malam hingga dini hari menjelang. Tentu semakin menggungah selera, bukan?


Harga Terjangkau


Dalam satu porsi Sego Boranan dibandrol relatif terjangkau, yaitu berkisar Rp 5000 saja dengan lauk sederhana. Sementara jika menambah lauk beragam, satu porsi berkisar Rp 8.000  Rp 20.000. Sangat murah di kantong, bukan?  

Nah, itulah 6 keunikan khas Nasi Boran Lamongan yang bikin para perantau selalu rindu kampung. Jika Anda sedang melancong ke kota Lamongan, silakan mampir untuk menikmati Sego Boranan yang legendaris ini, ya. 

5 RENUNGAN PERJALANAN SINGKAT PENUH DRAMA

Senin, 29 Juli 2019

Pagi Penuh Drama dan Perjuangan


Hayo, ngacung!

Siapa nih ibu-ibu yang pagi harinya penuh drama? Saya dong bakalan ngacung pertama kali. Hehehe
.
Bagi seorang ibu, pagi penuh drama bukanlah hal baru lagi. Bahkan sehari-hari, dunia ibu memang  selalu menegangkan. Selalu saja ada kejadian-kejadian tak terduga bersama si kecil yang bikin emosi meningkat. Apalagi jika memiliki anak kecil yang usianya berdekatan. Wuih, bisa dibayangin dong ya, betapa rempongnya Emak tiap pagi. Hehehe

Tepatnya kemarin, drama melankolis dua bocah pun dimulai saat saya mau menitipkan mereka ke Mbah Buyut untuk acara seminar ke Surabaya.

Sejak pukul 03.00 WIB, saya sudah mulai menyelesaikan kerjaan dapur. Mulai dari memasak, menyiapkan makanan untuk sarapan kakak Arya dan juga bekal makan untuk si Adik Khanza. Harapannya, ketika anak-anak sudah bangun semua kebutuhan mereka telah siap tanpa merepotkan mbah Buyut lagi. Saya pun bisa meluncur ke Surabaya dengan tenang.

Rencana awal, saya akan menggunakan moda kereta api yang berangkat pukul 06.15 WIB dari Statiun Lamongan kota.
Namun faktanya, rencana yang sudah tersusun sempurna pun batal juga.

Padahal, semua perlengkapan untuk seminar telah siap. Tetapi saat membuka pintu, mendadak duo bocil bangun dan berlari ke arah ibunya yang sudah cantik jelita. Mereka merengek meminta saya untuk berangkat nanti saja agar bisa mengantar ke sekolah lebih dulu.

"Bu, ibu boleh berangkat. Tapi anterin dulu Mas sama adik ke sekolah," pinta si sulung.

"Baiklah, Ibu berangkat nanti dan antar kalian sekolah dulu, ya."

Mereka tersenyum. Dan si adik bertanya kembali, "Ibu, Ibu pulang kapan?"

“Ibu nggak lama. Sore juga sudah pulang kok, Nak, InsyaAllah, sebelum isya ya," jawabku pada si bungsu.

Tak lama, kami bertiga bersiap berangkat ke sekolah. Tidak seperti biasa, dua bocil nampaknya mengerti kalau ibunya sedang tergesa-gesa. Tanpa rewel dan ribet.

Saya pun mulai mengantar si Adik terlebih dahulu ke sekolah. Setelah adik tenang di kelas, saya menghampiri si kakak yang ada di rumah, kemudian mengantarkannya ke rumah gurunya.

Iya, saya sengaja menitipkan Arya pada gurunya. Tak lain agar nggak kepikiran ninggalin bocah sekolah sendiri, tanpa saya jemput. Karena jarak antara rumah ke sekolah cukup jauh. Saat pulang nanti, saya juga meminta tolong pada gurunya untuk mengantarkan ke rumah.

Well, urusan rumah sudah kelar. Saya memanggil tukang ojek untuk mengantarkan ke jalan utama yang dilalui bus kota. Tepat pukul 07.30 WIB, saya siap melakukan perjalanan sekitar 2 jam dari Lamongan-Surabaya dengan naik Bus.

Sampai di sini, ada hal yang bisa saya renungkan. Yaitu tentang sebuah perencanaan yang gagal. Dimana manusia mampu merencanakan apa pun dalam hidupnya. Sekalipun itu perihal masa depan. Tapi ingatlah, Allah yang menentukan apa yang terbaik dan tidak.  

Belajar Tak Kenal Usia


Perjalanan Lamongan-Surabaya aman dan lancar. Meski weekend, jalanan Surabaya tidak padat merayap. Berkat bantuan grabbike yang cekatan, saya pun hanya terlambat setengah jam untuk sampai di tempat seminar. Beruntung, materi belum di mulai oleh pemateri.

Dengan rasa bahagia membuncah mampu belajar ilmu lagi dengan ahlinya, yaitu Reffi Dinar, salah satu content writer yang akan membagikan rahasianya berpenghasilan di usia muda dengan menulis. Berlokasi di Geco Coworking Space Jl. Ratna 14 Surabaya (Kompleks AJBS).

Seminar tersebut GRATIS karena para peserta tidak dipungut biaya Sepeser pun. Meskipun judulnya gratis, ilmu yang dibagikan Mbak Reffi daging banget. Bertema CREATIVE WAYS FOR CONTENT WRITING dengan beberapa poin pemaparan sebagai berikut: 

  1. Pondasi Content Writing
  2. Membangun Branding
  3. Business Insight dari Content Writing
  4. Pengenalan Kelas Content Lanjutan
  5. Diskusi Komunitas FAM Surabaya
Dengan poin-poin yang padat, suasana ruangan terbuka, dan seminar yang berlangsung tidak begitu serius, membuat saya dan peserta lainnya begitu nyaman dan bebas bertanya apa saja. Sesekali juga diselingi guyonan dari peserta dan mentor sendiri, sehingga acara seminar tampak mencair.

Dalam sesi pemaparan materi, Mbak Reffi juga bercerita bagaimana beliau memulai karir menjadi content writer dari tahun 2012 sampai sekarang. Bagaimana bisa dia membayar biaya kuliah dari penghasilan menulis dan menjadi seorang interpreter bahasa Jepang. Bahkan artikel pertamanya dulu, dia menyampaikan pernah dibayar sekitar 10.000-20.000 untuk satu artikel sebanyak 500 kata.

Poin yang perlu digaris bawahi dari perjalanan menulis Mbak Reffi adalah sejatinya usia tua maupun muda bukanlah penentu kesuksesan seseorang. Tetapi ketekunan dan perjuangan gigih untuk mencapai sukses tersebut adalah kuncinya.

Dan seminar diakhiri dengan sesi foto bersama peserta dan mentor. Tak hanya itu, saya dan beberapa teman dari komunitas online pun saling bercengkrama dengan akrab. Tak lupa, penutupan pertemuan juga diakhiri dengan selfie narsis abisss.

Cak Imam, Guru Kehidupan yang Gigih Berjuang dan Pandai Bersyukur


Bagaimana perjalanan selanjutnya menelusuri Surabaya? Apakah sudah berakhir?

Eits   tunggu dulu!

PERJALANAN di Surabaya belum berakhir sampai di situ. Karena sedari awal sudah niat pulang ke Lamongan dengan naik kereta api Sulam di sore hari, setelah seminar content writing saya menuju ke Royal Plaza untuk menyantap kuliner Surabaya.

Lagi dan lagi grabbike memudahkan perjalanan saya dari AJBS menuju Royal Plaza yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani. Meski tujuannya hanya mampir untuk makan di daerah Ketintang, sejatinya saya bukan sekadar makan.

Memilih menyantap kuliner di bakso langganan saat kuliah dulu, yaitu kedai bakso Cak Imam yang terletak di sebelah kiri jalan Royal Plaza jika dilalui dari Jl. Ahmad Yani menuju arah Ketintang. Saya banyak berbagi cerita dengan Bapak separo baya, yang namanya lebih akrab dengan sebutan Cak Imam tersebut.


"Jualan bakso di Surabaya sejak tahun 1889, Mbak.  Bapak di sini orang perantauan. Aslinya orang Jombang," katanya.

"Dulu, Bapak jualan keliling baksonya. Tapi sejak tahun 2006 Bapak mulai kontrak rumah di sebelah rumah ini. Pindah 3 kali dan terakhir di sini," tambahnya

Saya terharu dengan perjuangannya sebagai seorang perantau yang tak kenal lelah mengais rezeki di kota besar seperti Surabaya. Tidak cukup mudah untuk membesarkan barang dagangannya karena penjual bakso dan mie ayam hampir menjamur di sekitar Cak Imam tersebut.

Belum lagi gaya konsumtif masyarakat Surabaya yang cukup tinggi dan lumayan branded, lebih suka memilih makan di dalam mall dibanding warung makan di luar mall. Secara tidak langsung kedai di pinggir jalan bukan menjadi target kuliner beberapa orang tersebut.

"Rezeki sudah ada yang mengatur, Mba. Bapak bersyukur dari jualan bakso ini bisa menyekolahkan anak sampai perguruan tinggi. Anak pertama memang nggak mau kuliah. Dan anak kedua ini setelah mondok di Jombang, dia ingin kuliah jurusan Ushuludin."

Wuah, saya mendadak tertampar. Seringkali saya lupa untuk bersyukur dengan rezeki yang sudah dikirim oleh Allah. Dan dari Cak Imam ini, saya belajar untuk pandai bersyukur karena rezeki sudah ada yang mengatur. 

Obrolan dengan Pak Imam memang benar-benar bergizi. Sampai saya lupa, tujuan ke Royal Plaza untuk membeli buku diskonan di Gramedia. Hehehe 
Akhirnya, saya pun berpamitan dan membayar bakso lezat yang sudah saya makan hampir satu jam.

Serunya Berburu Diskon Buku Anak dan Nonfiksi


Melangkah dengan penuh semangat meskipun dompet kosong. Yang penting berburu diskon buku. Kapan lagi bisa mendapatkan bacaan bergizi dengan harga yang super terjangkau. Iya nggak?

Sebelum masuk ke toko buku, saya mampir sebentar ke Musala yang tak jauh dari Gramedia. Beberapa menit kemudian, dengan lincah saya langsung menuju stand buku anak yang ada di depan Gramedia. Walaupun judulnya diskonan, buku-buku yang dipajang bukanlah buku anak murahan. Memang terbitan lama, tapi untuk bahan bacaan bergizi lebih dari kata layak.

Nah, karena nggak mau semakin kalap belanja buku anak, saya memutuskan untuk membeli dua buku saja yang memang saat ini dibutuhkan si kakak dan adiknya. Dan taraaa ....

Ini dia dua buku tersebut. Berjudul "Aneka Percobaan Ilmiah untuk Anak" karya Ika Safitri Ningsih dan "Cari Tahu Asal Usul" karya Ulfah Nurhidayah.


Setelah asyik berburu diskon di buku anak, saya memutuskan untuk masuk ke Gramedia bagian dalam untuk mencari buku nonfiksi. Awalnya, banyak buku yang menarik untuk dibeli. Tapi saya hanya mengambil satu dari sekian buku yang memang sedang saya butuhkan. Yaitu lagi-lagi tentang buku pengembangan diri genre nonfiksi yang berjudul "Succes Protocol" karya Bang Ippho Santosa.


Tak dimungkiri memang, buku nonfiksi masih menjadi juara di hati saya. Makanya, setiap kali mampir ke toko buku, rak pertama yang bakalan saya hampiri adalah nonfiksi. Hehehe

Dan karena terlalu nyaman, saya jadi lupa waktu jika kereta Sulam Surabaya-Lamongan akan berangkat pukul 16.40 WIB. Sedangkan saat itu, arah jarum jam telah menunjukkan angka 15.45 WIB. Artinya, saya harus buru-buru pergi sebelum ketinggalan kereta.

Sambil berlari sedikit ngos-ngosan, 10 menit cukup untuk menunaikan ibadah sholat asyar. Kemudian, saya menuju ke jalan raya untuk menunggu kedatangan Bus kota Bungur-Stasiun Pasar turi.

Namun, siapa sangka jika bus yang saya tunggu tersebut ternyata lama sekali datang. Akhirnya, seorang perempuan cantik dengan anak lelakinya menawarkan ikut naik bus Tayo. Bus Tayo atau bus Suroboyoan ini unik sekali karena cara membayarnya harus menggunakan sampah atau kupon yang nantinya akan ditukarkan tempat duduk.

Bus Tayo bagian dalam

Nah, sementara saya nggak punya sampah dan kupon. Lantas bagaimana?

Jawabannya, perempuan cantik yang membawa anaknya tadilah yang membantu saya. kami pun naik. Sambil terus melirik jam berkali-kali agar tidak panik ketinggalan kereta. Antara cemas dan senang. Tapi cukup dinikmati saja. Hanya saja, di situ lagi-lagi saya merenung. Kok bisa gampangin banget. Padahal saya jelas tahu, jika Surabaya saat weekend itu padat kendaraan.

Hanya gara-gara nyaman di toko buku, saya jadi lupa pulang. Hehehe
Satu hal yang bisa dijadikan pelajaran bahwa kenyamanan terhadap sesuatu yang berlebihan ternyata memiliki dampak yang kurang bagus. Kita bisa melupakan sesuatu yang sebelumnya sudah menjadi prioritas akibat pikiran hanya terfokus pada satu hal. 

Dan benar, saking fokusnya di gramedia dengan berbagai jenis buku menggiurkan, saya ketinggalan kereta sore itu. Padahal, saya sudah berusaha maksimal dengan meminta bapak tukang becak untuk menerobos macet setelah turun dari bus Tayo.

Nyesek banget rasanya. Saya termakan oleh kecerobohan sendiri. Dan mau nggak mau, saya putar balik ke terminal bungurasih naik bus ke Lamongan. Sementara wajah dua bocah di rumah sudah terngiangngiang di depan mata. Janji yang saya ucapkan pulang sebelum isya sepertinya juga gagal.

Bagaimana tidak, bus kota yang biasanya cukup satu jam saja sampai di terminal, menjadi lamban sekali. Sekitar 1,5 jam harus kena macet di jalan. Jadi tak ada celah sedikitpun untuk bus kota bisa lewat. Yang bikin kesel, Handphone saya mati kehabisan baterai. Jadi, saya pun tidak dapat menghubungi keluarga di rumah untuk memberitahu akan pulang terlambat.

Belajar Sebuah Kesabaran dari Sosok Sederhana Bernama Mbak Darmani


Singkat cerita, Bus kota Surabaya-Semarang mengalami perubahan jadwal dikarenakan jalan utama Lamongan ada perbaikan. Jadi, jalur dialihkan ke arah Pantura, Tuban.

Duh, saya mendadak lemas. Saya bakal pulang naik apa coba. Pengen mewek aja waktu itu. Ditambah keinget dua bocil di rumah yang pastinya menunggu emaknya pulang.

Tak lama, seorang kondektur menyarankan saya untuk naik bus kota Surabaya-Bojonegoro. Bus kota satu-satunya yang kemungkinan akan melewati jalur Lamongan kota. Nah, saya senang banget dengarnya. Akhirnya, saya bisa pulang, meski terlambat.

Namun, lagi-lagi saya kurang beruntung. Benar bus kota tersebut melewati jalur Lamongan kota. Tapi cukup di Lamongan kota saja. bus tersebut tidak melewati jalan utama di mana saya tinggal. Duh, pusing dong saya. Pukul 21.00 WIB nih, apa ada kendaraan lagi?

Pikiran bingung dan kondisi HP mati total. Tak ada yang bisa saya minta tolong untuk menghubungi keluarga. Antara kesal, pengen nangis, dan marah bercampur jadi satu. Hiks...

Akhirnya saya memutuskan untuk menginap saja di kos ibu kos dulu saat masih tinggal di Lamongan kota. Besok subuh pulang supaya sebelum anak-anak bangun tidur, saya sudah standby di rumah.

Terkesan maksa ya? Harus dipaksa karena saya telah terlanjur janji pada anak-anak tidak menginap. Biasanya kalau sudah janji, anak-anak akan menunggu emaknya pulang. Mengingat itu semua, rasanya saya ingin marah dengan diri sendiri yang masih suka ceroboh.

Ya sudah. Daripada mengeluh, tanpa pikir panjang saya putuskan memesan grabbike di seberang jalan. Akan tetapi ada seorang ibu tiba-tiba saja menghentikan langkah saya, dan mengajak ngobrol sebentar. Ternyata kita satu kecamatan pemirsa.

Wah, saya seneng banget jadinya. Dan tahu nggak, si Ibu bilang apa? Dia bilang, suaminya nanti yang akan mengantar saya sampai rumah.

Saya terharu. Ini sebuah keajaiban. Di saat saya menyembunyikan rasa takut pulang malam dengan area jalan menuju rumah cukup horor, karena jalanan tersebut rawan begal motor, Allah mendatangkan bantuan di saat yang tepat.

Akhirnya, kami berdua beranjak naik bus kota yang kebetulan melewati arah ke kecamatan Sukodadi. Jarak yang lumayan dekat dengan alamat kami.

Ibu tersebut lebih akrab dipanggil Mbak Darmani. Seorang buruh pabrik di Gresik yang baru saja 4 bulan bekerja lantaran suaminya sakit parah. Dia meminta izin sang suami untuk bekerja, padahal sebelumnya dia hanyalah ibu rumah tangga yang tahunya memasak, mencuci, mengurus rumah, anak, dan suami saja.

Namun, ujian hidup menantangnya menjadi wanita tangguh sebagai kepala rumah tangga menggantikan posisi suaminya yang tidak lagi mampu bekerja berat.

Sebab, tiga bulan sebelumnya sang suami pernah melakukan operasi lambung bocor yang mana penyakit tersebut sudah 21 tahun bersarang di tubuhnya. Hanya saja, karena belum ada biaya untuk berobat, Pasangan suami istri tersebut hanya bisa berikhtiar meminta kesembuhan pada Sang Pencipta.

“Selama menikah, aku tidak pernah menuntut banyak tentang penghasilan suami, dik. Diberikan uang berapa pun, aku terima. Hampir 24 tahun, kami tidak pernah bertengkar. Meski hanya tukang ojek, suamiku adalah laki-laki bertanggungjawab terhadap keluarga dan rajin ibadah. makanya, aku heran di usia 40 tahun aku masih diterima bekerja di pabrik," katanya.

Seketika saya mbrebes mili mendengar ceritanya. Mbak Darmani tipe perempuan menerima. Dia bersyukur berapa pun rezeki yang dikasih oleh Allah. Ujian sakit yang diidap sang suami selama 21 tahun pun dijalani dengan sabar.

Saya tertampar. Sangat tertampar dengan sifat legowo mbak Darmani dalam menjalani hidup. Di mana dia mengibaratkan Urip neng dunya mung mampir ngombe. Jalani dan syukuri saja takdir dari Sang pencipta. Kita cuma lakon drama di dunia.  Jadi, Kudu ikhlas lan sabar. 

Memang benar, kita hanyalah lakon kehidupan yang diminta untuk memainkan drama di dunia. Manis dan pahit, suka maupun duka harus dijalani dengan penuh kesabaran.

Semakin ke sini saya mulai merenungi bahwa setiap perjalanan ada sebuah kisah sederhana.

Kita hanya diminta sedikit peka dengan sekitar, agar mampu memetik hikmah dalam setiap perjalanan.

Mungkin memang sedikit penuh drama, tapi saya yakin kejadian terlambat kereta, bertemu dengan cak imam, Mendengar kisah Mbak Darmani, sampai diantarkan pulang suami Mbak Darmani sampai rumah dengan selamat bukan sebuah kebetulan.

Jika dipikir, kok mau ya padahal kami nggak ada hubungan kerabat.

Ya. Itulah keajaiban. Tentunya ada benang merah di masa lalu dan sekarang. Mungkin saja ada satu kebaikan kita yang memancing keajaiban tersebut bisa datang.


Semoga bermanfaat.

Salam cinta dan damai dari kota Lamongan ^_^

PrayForKyoani, KENANG 5 ANIME JEPANG TERBAIK PRODUKSI KYOTO ANIMATION

Selasa, 23 Juli 2019
Kabar sedih yang mencengangkan tersebar di seluruh jagat maya tepatnya kemarin, pada tanggal 19 Juli 2018. 

Pasalnya, studio animasi Jepang terbaik yang terkenal sudah banyak memproduksi anime dengan rating tinggi ini sengaja dibakar oleh oknum tak dikenal. 33 orang dinyatakan tewas, termasuk dengan beberapa kreator anime yang luar biasa. Beberapa di antara mereka adalah Ishihara Tatsuya, direktor anime Clannad dan Chuunibyo; Ishidate Taichi, direktur Violet Evergarden dan Kyoukai no Kanata, serta Nishiya Futoshi, direktur dari A Silent Voice dan Hyouka. 

Untuk mengenang karya mereka yang telah menginspirasi banyak orang, yuk, simak ini dia beberapa anime terbaik karya Kyoto Animation versi Malicaahmad.com

  • Violet Evergarden


Anime jepang terbaik sepanjang masa
pinterest. com

Anime ini adalah salah satu drama anime Jepang terbaik dan favorit yang bahkan ketika judulnya akan rilis, sudah ditunggu oleh banyak pecinta anime di Jepang. 

Hal ini karena anime berjumlah tiga belas episode ini adalah adaptasi dari sebuah karya novel ringan Jepang yang diitulis oleh Kana Akatsuki. Light novel atau novel ringannya sudah memenangkan penghargaan Kyoto Animation kelima pada tahun 2014, sehingga anime ini pun amat ditunggu kehadirannya.

Anime ini menceritakan tentang seorang gadis militer bernama Violet, yang tidak pernah mengerti mengenai perasaan dan cinta. Violet adalah gadis yang tangguh sekaligus cerdas, semasa kecil dirinya adalah gadis buangan yang kemudian diambil oleh seorang tentara.

Gadis ini pun dididik dengan sistem militer dan tidak pernah mengekspresikan diri kecuali diperintah. Nah, di saat peperangan terakhir, Violet kehilangan majikannya. 

Saat itu majikannya mengatakan bahwa ia mencintai dirinya. Violet yang belum mengerti apa itu cinta pun akhirnya melamar untuk menjadi Boneka Kenangan Otomatis, yakni sebuah jasa menulis surat kepada orang terkasih. Banyak sekali kejadian yang amat menyentuh hati saat Violet menjalankan tugas tersebut.

  •  A Silent Voice

Drama anime jepang terbaik
pinterest.com


Anime movie ini bisa dibilang amat menyentuh perasaan. Bahkan saking menyentuhnya  A Silent Voice ini, bisa dikatakan sebagai movie Anime Jepang terbaik sepanjang masa. Sebab berkisah tentang seorang tuna rungu bernama Nishimiya Shouko, yang sejak SD di-bully oleh temannya Shoya Ishida.

Dalam anime ini, Nishimiya mengalami bullying yang teramat parah hingga dirinya pun merasa ia yang bersalah. Ketika Nishimiya pindah sekolah, teman-temannya pun menyalahkan Ishida meskipun mereka ikut mem-bully Nishimiya. Ishida pun menjadi korban bully hingga SMA.

Anime ini menyajikan kisah disabilitas, persahabatan, depresi, dan hingga percobaan bunuh diri dengan sensitivitas yang teramat tinggi. Banyak pesan moral yang bisa diambil dengan menonton anime ini.

  • Hyouka 

Anime jepang komedi terbaik
Pinterest.com

Di Indonesia sendiri, novel Hyouka sudah bisa dibaca hingga seri keempat. Hyouka adalah salah satu anime fenomenal dan juga bisa dikatakan Anime Jepang terbaik sepanjang masa terbitan Kyoto Animation.

Anime ber-genre misteri ini menceritakan tentang sebuah klub sastra klasik yang akan ditutup.

Ceritanya amatlah unik, di mana seorang pemalas bernama Oreki Houtarou yang berjiwa detektif berusaha memecahkan misteri yang terjadi di SMA Kamiyama, sekolahnya.

Anime ini digambar dengan karakter yang lucu sehingga banyak orang betah menikmati keseluruhan 22 episodenya. 

  • Chuunibyou demo Koi ga Shitai!


Drama anime jepang terbaik
Pinterest.com

Sebagai remaja, pasti berimajinasi adalah salah satu hal yang pernah kita lakukan. Cerita ini mengangkat tentang delusi anak remaja yang dalam bahasa Jepang disebut ”chuunibyo”.

Adalah Yuuta Togashi, seorang remaja laki-laki yang percaya bahwa dia memiliki kekuatan supranatural dan menyebut dirinya sebagai Dark Flame Master. Karena delusinya itulah Yuuta diasingkan oleh teman sekelasnya semasa SMP dan memasuki SMA yang berbeda dari teman-temannya.

Di SMA, ia bertemu dengan Takanashi Rikka yang juga memiliki penyakit delusi tingkat tinggi. Rikka mengetahui masa lalu Yuuta dan mereka pun menjadi dekat.

Anime ini adalah anime Jepang komedi terbaik yang sekaligus membuat kita berpikir dengan jalan ceritanya. Tokoh Rikka yang unik dan penyakit delusi yang juga sama-sama unik membuat anime ini memang wajib untuk ditonton.

  • K-On!!

Drama anime jepang terbaik
Pinterest.com

Jika mencari anime ringan yang bisa ditonton semua umur, anime ini adalah salah satu pilihannya. K-On!! adalah anime yang bisa membawa kita bernostalgia pada masa-masa SMA yang menyenangkan.

Anime ini menceritakan tentang sebuah grup musik yang awalnya sangat awam hingga pada akhirnya bisa menjadi band terkenal. Ada lima tokoh yang menjadi anggota Houkago Tea Time, yakni Yui Hirasawa, Tsumugi Kotobuki, Ritsu Tainaka, Mio Akiyama, dan anggota baru yang datang satu tahun setelah band rilis, yakni Azusa Nakano.

Banyak sekali kisah lucu dan tingkah konyol dalam anime yang satu ini. Di akhir, ketika keempat kakak kelas itu akhirnya lulus, mereka memberikan hadiah indah pada si adik yang akhirnya meneruskan band tersebut.

Rekomendasi anime Jepang terbaik di atas kebanyakan menyentuh hati teramat dalam. Maka dari itu, jangan lupa siapkan tisu sebelum air mata menetes terlalu deras. Kyoto Animation telah menginspirasi banyak insan melalui karyanya yang amat bagus. Semoga kelak, Kyoto Animation bisa cepat bangkit dan kembali menghadiahkan karya-karya indah bagi semua penikmatnya.