SAAT PRIBADI AMBIVERT MEMUTUSKAN SOLO TRAVELING, KIRA-KIRA APA YA YANG BIKIN PERJALANAN SERU DAN ASYIK?

Rabu, 29 Januari 2020
solo traveling ke semarang


Ada yang bilang Solo traveling itu nggak seru dan menyedihkan. Bahkan bisa dibilang membosankan, sebab tak ada teman jalan. Setuju atau tidak? 

Sebagai perempuan yang memiliki tipe kepribadian ambivert, baik Solo traveling maupun rame-rame. Bagi saya tak ada perbedaan yang mencolok. Karena seorang ambivert itu istimewa. Kadangkala ia bisa menjadi seorang introvert, di lain waktu ia juga bisa menjadi ekstrovert. Jadi, Solo traveling tidak menjadi masalah besar baginya.  

Apalagi berbicara soal keseruan dan keasyikan saat traveling, tentu saja tidak bisa disamaratakan. Sebab setiap orang memiliki tujuan traveling yang berbeda-beda. 

Menurut si A, tujuan traveling hanya sekadar bersenang-senang setelah lama terikat dengan kesibukan yang tak ada hentinya. Bahkan cenderung menjenuhkan. Sementara si B berpendapat bahwa tujuan dari traveling bukan sekadar bersenang-senang belaka. Ada sesuatu yang lebih bermakna, yaitu traveling untuk melatih dan menantang diri agar siap menghadapi halangan serta rintangan dalam perjalanan.

Demikian juga saya berpendapat traveling bisa dijadikan ajang silaturahmi dengan orang baru, mencari pengalaman baru, serta sebagai sarana perenungan diri. Intinya sih, judulnya traveling itu harus happy jadi sebisa mungkin menciptakan suasana yang membuat diri Anda senang dan bebas tanpa beban. Setuju?

Dan sejujurnya, saya pun baru pertama kali melakukan Solo traveling ke Solo saat mengikuti acara festival BEKRAF tahun 2019 lalu. Dengan modal nekad serta mengucap bismillah, saya beranikan diri untuk berangkat sendiri ke Solo menggunakan transportasi bus kota patas Surabaya-Solo.

Lantas, apa sih yang menarik dari solo traveling itu? 

  1. Perjalanan Sendiri Mengasah Empati


solo traveling adalah
Sumber gambar : unsplash.com

Kebetulan saya duduk di bangku depan baris kedua. Kenapa memilih di depan?

Saya termasuk perempuan tipe visual. Jadi dengan mengamati rute jalan lewat kaca bus, biasanya saya lebih mudah mengingat. Ketika suatu hari nanti saya harus berkunjung kembali ke Solo, kemungkinan tidak mengalami kebingungan lagi.

Nah, teman duduk saya seorang bapak tua yang usianya kurang lebih di atas 60 tahun. Hebatnya, bapak tersebut duduk sendirian, lho. Beliau membawa setundun pisang, beras 15 kilo, dan buah srikaya untuk dijadikan oleh-oleh buat keluarga di Ngawi. Duh, saya bayangin bagaimana cara beliau membawa barang-barang tersebut. Sementara tubuhnya kurus dan tua. 

Jujur, saya sangat bersimpati saat mulai mencoba percakapan  dengan beliau. Bapak itu asli Ngawi. Sementara di Surabaya, dia mencari nafkah untuk keluarga. Dan ketika saya bertanya, beliau memiliki anak berapa. Ternyata anak bapak itu sudah besar. Bahkan sudah berumah tangga dan tinggal di Madura. Duh, pengen mewek dong saya. setua itu beliau masih bekerja?

Inilah hikmah dari sebuah perjalanan. Di mana kita tidak sekadar jalan dan bersenang-senang, tetapi kita juga bisa mengambil setiap pelajaran dari kisah seseorang. Sehingga akan membuat kita senantiasa bersyukur, bahwa masih banyak orang yang tidak seberuntung kita hidupnya.

2. Menikmati Interaksi Saat Bertemu Orang Baru


solo traveling ke malang
Sumber gambar : unsplash.com

Karena saya baru pertama kali melakukan perjalanan ke Solo. Alhasil, saya banyak berinteraksi dengan beberapa orang di dalam bus, termasuk pak kernet. Saya banyak mengajukan pertanyaan pada Bapak Kernet perihal jalan serta jam berapa kita akan tiba di Solo. Untungnya Bapak kernetnya baik banget. Jadi sebanyak apa pun pertanyaan yang saya ajukan, beliau selalu memberikan jawaban.

Tak hanya dengan Pak Kernet saya bisa berinteraksi sangat lancar. Saya juga sempat mengobrol dengan salah satu dosen di bangku sebelah. Dia bilang hendak sambang ke ibunya di Solo juga. Kami sempat bertukar cerita perihal pendidikan, menulis, serta perjuangan beliau sampai menjadi dosen di Surabaya.

Nah, di sini jiwa introvert saya lebih dominan. Terbukti obrolan semakin menarik karena topik yang saya bicarakan dengan dosen tersebut sangat nyambung. Sehingga saya betah bercerita apa saja walaupun kami baru saja bertemu beberapa jam yang lalu.


3. Ajang Penemuan Siapa Diri Kita 


solo traveling ke bali
Sumber gambar : https://www.instagram.com/endoputra

Tidak dimungkiri, masalah demi masalah yang datang dalam hidup kerap menjadi beban pikiran dan keruwetan hidup. Parahnya, ada tuh sampai pada level stres dan depresi.

Dengan sejenak melakukan solo traveling, saya bisa bernapas bebas. Tak hanya itu, saya juga mencoba bermuhasabah dan intropeksi.

Perjalanan sendiri juga membuat saya kembali bersemangat menjalani tujuan hidup. Saya seolah diingatkan tentang siapa diri saya sebenarnya, apa tugas saya di dunia, kenapa saya harus bertahan setelah beberapa tahun lalu pernah terpuruk, dan tentang tujuan yang harus diprioritaskan.

Pokoknya, kamu bakalan menemukan jati dirimu saat Solo traveling. Nggak percaya? Coba saja dulu. 

4. Memulihkan Kewarasan


solo traveling ke karimun jawa
Sumber gambar: Shutterstock

Di kejar deadline pekerjaan kadangkala seru. Tetapi ada masanya saya merasa jenuh. Sehingga tanpa disengaja kewarasan pun terganggu. Nah, dengan melakukan solo traveling, semua yang menjadikan jiwa saya tidak waras perlahan memudar.

Solo traveling mengubah mood yang tadinya negatif menjadi positif. Saya pun bisa tersenyum lepas di sepanjang perjalanan yang menghabiskan waktu kurang lebih 6 jam. Tak hanya itu, solo traveling membuat jiwa saya sehat kembali. Seru, kan?

5. Meliarkan Imajinasi 


solo traveling quotes
Sumber gambar :Shutterstock

Percaya atau tidak, pengalaman solo traveling mampu meliarkan imajinasi seorang penulis. Di perjalanan, kok ya masih sempatnya saya berpikir beberapa ide yang akan ditulis di blog sepulang dari Solo. Nah, agar idenya tidak menguap dan hilang begitu saja, saya pun mencoba corat-coret di noted smartphone. Tak butuh waktu lama kok. Cukup 15 menit saja, ide kreatif yang muncul dadakan  itu sudah siap diracik menjadi tulisan berkualitas. Kapan eksekusinya? Nanti dong! hahaha


6. Memandang Dunia Lebih Luas


solo traveling ke bandung
Sumber gambar : Shutterstock

Berbekal ransel di punggung dan muka kucel, perjalanan yang menghabiskan waktu hampir 6 jam itu pun berakhir.

Turun di terminal Tirtonadi Solo seorang diri. Lalu, saya berjalan menelusuri lorong terminal yang cukup sepi. Saya sempat bertanya ke sana-sini di mana toilet. Sebab selain istirahat sejenak, saya juga membersihkan diri. Tak lama, saya pun memesan grab online agar segera sampai di lokasi festival BEKRAF.

Sepanjang perjalanan, saya merenungi bahwasanya yang saya lakukan kurang lebih selama 6 jam itu bukan sekadar perjalanan. Tetapi saya jadi tahu, seperti apa kota Solo, bagaimana masyarakatnya ketika malam hari, bagaimana cara mereka berkomunikasi dengan orang baru, serta banyak pengetahuan yang belum saya ketahui.

Sejak saat itu, saya meyakini jika dengan traveling, kita bisa menjadi pribadi yang kaya wawasan serta mampu memandang dunia lebih luas lagi.

7. Berani Menghadapi Tantangan


solo traveling abroad
Sumber gambar : Shutterstock

Saat di bus, beberapa teman online tak henti-hentinya menanyakan kabar. Sudah sampai di mana?  Nanti datang jam berapa ke Solo Eh, yakin berani sendiri? Nggak takut nyasar?

Yes. Mereka amat peduli dengan saya. Tapi tahukah, dengan perhatian mereka itu justru saya semakin tertantang untuk berani mandiri. Saya harus berani keluar dari zona nyaman yang melenakan. Hahaha

Jadi,  traveling solo itu memang menegangkan. Tetapi juga mengasyikkan jika kita bisa menikmati momen setiap perjalanan, ya.

8. Menjadi Pribadi Yang Lebih Bebas dan Ceria


solo traveling australia
Sumber gambar : Shutterstock

Sahabat Malica, bukankah tujuan dari traveling adalah untuk bersenang-senang sejenak?

Jadi, manfaatkanlah momen indah tersebut. Yakin deh, Solo traveling ini bakal bikin kamu merasa bebas. Kamu bisa melakukan apa saja sesuai keinginan. Tak ada tuh aturan ini dan itu. hehehe  selfie narsis pun sangat diperbolehkan kok.

Nah, selain kebebasan yang didapatkan saat Solo Traveling, jangan lupa bahwa sepulang dari traveling nanti akan ada banyak perubahan dalam dirimu. Nggak percaya?

Menurut saya pribadi nih, saya tuh seorang perempuan yang menyenangkan saat bergaul dengan teman. (Ngaca depan cermin nih. Hahahaha) yah, meski sesekali tampak Ndeso sih.

Nah, bertambah menyenangkan lagi saat saya merasakan dampak dari solo traveling. Apakah itu? hari-hari saya semakin ceria. Saya juga menjadi pribadi yang lebih ceria dan lebih bersyukur atas karunia yang didapatkan selama ini.

Banyak hal yang akan Anda temukan saat melakukan perjalanan solo traveling. Termasuk tentang sesuatu yang mungkin tidak sesuai rencana, seperti tersesat, ketinggalan kereta, bus, atau bahkan kehilangan barang. Namun, justru di sinilah keseruan melakukan traveling.

Secara tidak langsung kamu dituntut menjadi pribadi yang berani menghadapi tantangan. Di samping itu, kamu akan menjadi seseorang yang lebih dewasa, lebih sabar, serta lebih berhati-hati dalam segala hal. menyenangkan sekali, bukan?

Kuy, traveling bareng saya. Enaknya ke mana ya? 

Be First to Post Comment !
Posting Komentar

EMOTICON
Klik the button below to show emoticons and the its code
Hide Emoticon
Show Emoticon
:D
 
:)
 
:h
 
:a
 
:e
 
:f
 
:p
 
:v
 
:i
 
:j
 
:k
 
:(
 
:c
 
:n
 
:z
 
:g
 
:q
 
:r
 
:s
:t
 
:o
 
:x
 
:w
 
:m
 
:y
 
:b
 
:1
 
:2
 
:3
 
:4
 
:5
:6
 
:7
 
:8
 
:9