Serba-serbi kehidupan di mata Malica

TRAVELING BERSAMA ANAK LEBIH SERU DAN MENYENANGKAN DENGAN 10 TIPS JITU BERIKUT INI!

Kamis, 22 Agustus 2019
                 

"Wah, pasti repot ya jalan-jalan bawa anak. Apalagi anaknya lebih dari satu. Pasti deh rempong banget."

Begitulah kalimat yang selalu terdengar ketika saya memutuskan untuk membawa Arya dan Khanza pergi traveling. Kerabat dekat mengkhawatirkan jika saya tidak bisa menghandle dua bocah itu saat perjalanan nanti. 

Bahkan ada juga yang bilang, traveling bersama anak membuat orang dewasa tidak bebas, sebab mereka tidak bisa menikmati perjalanan karena sibuk mengurus anak dibanding menikmati suasana liburan. Itulah kenapa banyak orang tua memilih menunda traveling jika memiliki anak usia balita. Mereka cemas tentang hal-hal yang tidak terduga, yang mungkin belum siap dihadapi ketika traveling bersama anak. Namun, benarkah traveling bersama anak akan mengerikan seperti itu? 

Dulu, saya memang pernah berpikir demikian. Traveling membawa anak pasti repot dan rempong setengah mati. Dugaan anak akan rewel, banyak maunya, kecapekan, dan sakit di perjalanan, serta hal-hal negatif lainnya. Padahal waktu itu saya belum pernah menajak anak-anak jalan. Akan tetapi pikiran negatif tentang traveling bersama anak itu merepotkan telah mendominasi. 

Nah, daripada saya bergelut dengan pikiran nggak pasti. Sedangkan saya memiliki keinginan untuk traveling, dan di sisi lain saya tidak bisa meninggalkan anak di rumah. Akhirnya, tahun 2018 saat liburan sekolah, saya mencoba memberanikan diri untuk mengajak anak-anak berlibur ke Cirebon, tepatnya silaturahmi ke mbah kakung dan mbah Utinya. 

Modal nekad dan bismillah saja. semoga nanti ketika di kereta mereka tidak rewel dan minta aneh-aneh. Harapannya, Arya dan Khanza bisa duduk manis tanpa drama. Hehehe  

Alhamdulilah, harapan saya itu berbuah manis. selama perjalanan satu hari satu malam, Arya dan Khanza terlihat anteng duduk di tempat. Mereka sibuk membolak-balik dan membaca buku anak, memang khusus saya bawa yang tujuannya untuk menenangkan mereka ketika terjadi drama.

Dan ternyata, tentang drama anak-anak tersebut hanyalah kekhawatiran saya sendiri sebagai seorang ibu yang belum terbiasa membawa anak bepergian jauh. Padahal tak hanya di kereta saja mereka bisa duduk manis. Saat kami mencoba menikmati destinasi wisata di Cirebon pun, Arya dan Khanza sangat bisa diajak kerjasama kok. 

Sejak saat itu, saya semakin percaya diri untuk mengajak mereka traveling bersama. Hingga beberapa hari lalu ketika tempat saya mengajar sedang mengadakan liburan Family Gathering. Tanpa ragu saya langsung mendaftar dan membawa Arya dan Khanza untuk ikut serta dalam acara liburan keluarga tersebut. 

Lantas, adakah tips jitu yang saya terapkan agar traveling dengan anak-anak tetap bisa nyaman dan seru?

1.Sounding Anak Tentang Traveling yang Menyenangkan 


Sebelum berangkat traveling, jauh-jauh hari saya sudah melakukan sounding dengan anak-anak. saya mengucapkan kalimat yang sama secara berulang. Tentunya kalimat-kalimat positif yang nantinya mampu tertanam dalam pikiran bawah sadar Arya dan Khanza. Saya tidak pernah bilang pada mereka jika Liburan itu menegangkan maupun merepotkan.


Seperti halnya kemarin, ketika saya bilang kami akan berkunjung ke Candi Prambanan. Si Sulung Arya bertanya Apa itu Candi, Ngapain aja nanti di sana. Saya pun menjelaskan hal-hal yang menyenangkan saja pada dia tanpa menyebut kami akan naik ke atas candi dan melalui perjalanan panjang. Kenapa? 

Tak lain agar anak tidak membayangkan ketakutan terlebih dahulu. Lain halnya jika saya bilang bahwa mereka nanti akan menaiki Candi dengan ketinggian beberapa meter dan pastinya perjalanannya bikin capek, tentu saja anak-anak akan merasa takut. Sehingga dalam pikiran bawah sadar mereka akan berpikir, liburan yang akan mereka lalui itu tidak menyenangkan.

2. Diskusi Bersama Anak


Alangkah baiknya ketika memutuskan untuk traveling bersama, kita melibatkan anak dalam penyusunan jadwal. Beri kesempatan pada anak untuk mengatakan destinasi mana saja yang ingin mereka kunjungi.

Tugas kita hanya memberi gambaran dan pengarahan, kemudian anak pun mengutarakan pendapat mereka. Melalui diskusi tersebut, kita sebagai orang tua tahu apa yang diinginkan anak sekaligus melatih mereka bertanggungjawab atas risiko dari pilihannya sendiri sehingga traveling akan sangat menyenangkan.

3. Riset Tempat Traveling


Riset tempat sebelum pergi traveling merupakan hal yang wajib dilakukan. Sebelum memutuskan untuk mengikuti acara family gathering kemarin, saya bertanya terlebih dahulu ke Kepala Cabang, kira-kira destinasi wisata mana saja yang akan dikunjungi.

Alhasil, ketika saya sudah tahu bahwa kami akan berkunjung ke beberapa pantai di Gunung Kidul Yogyakarta serta Candi Prambanan, akhirnya saya langsung browsing lewat internet. Apakah nanti Pantai dan Candi tersebut ramah anak?
Selain browsing melalui internet, saya juga sempat mencari informasi lewat teman yang sudah pernah berkunjung ke Prambanan. Dan kata dia, Candi Prambanan masih tergolong ramah anak.

4. Pastikan Kondisi Anak Sehat


Memastikan kondisi kesehatan anak sebelum hari H memanglah sangat penting. Ini merupakan harga mati saat akan melakukan traveling bersama anak guna menjadikan perjalanan liburan semakin menyenangkan.

Jika anak dalam kondisi sakit, kemungkinan dia akan rewel saat menempuh perjalanan panjang. Dan jangan lupa, berikan asupan makanan bergizi dan vitamin supaya daya tahan tubuh anak tetap terjaga. Dijamin, liburanmu akan lebih seru, lho!

5.Membawa Keperluan yang Dibutuhkan Secukupnya


Menyoal packing ini juga penting diperhatikan jika ingin pelaksanaan traveling lebih menyenangkan. Saya biasanya suka menggunakan metode Konmari untuk meminimalisir tempat sekaligus pakaian yang dibawa bisa tersusun rapi.


Seperti kemarin saat liburan ke Yogyakarta, satu tas ransel saya susun khusus pakaian anak-anak dan beberapa lembar punya saya. Sementara satu tas jinjing diprioritaskan untuk camilan, perlengkapan mandi, dan obat-obatan.

Dan ingat, jika destinasi wisata yang kamu kunjungi salah satunya adalah pantai, maka sediakan plastik khusus untuk menyimpan pakaian yang sudah basah. Jangan lupa libatkan anak dalam kegiatan packing, ya. Selain mengajarkan anak untuk bertanggungjawab, juga menghindari mereka dari rewel dengan pilihan pakaian yang akan dikenakan saat berlibur nanti.

6. Bekal Hemat


Tidak dimungkiri, biaya untuk makan biasanya menjadi pengeluaran terbesar saat traveling bersama anak. Untuk itu, siapkan bekal hemat untuk meminimalisir pengeluaran membengkak.

Di sisi lain, tips makan hemat ini bisa dijadikan jurus ampuh agar anak-anak tidak rewel saat berada di kendaraan.

Akhirnya kemarin saya memutuskan untuk membawa beberapa kemasan susu kotak cepat saji plus roti disesuaikan berapa lama kami berlibur. Alhasil ketika anak-anak merasa lapar di kendaraan, saya tinggal memberikan stok makanan yang ada tanpa meminta sopir berhenti di tempat makan lebih dulu.

Selain itu, ketika kami menginap di hotel selama sehari, yang kebetulan banget hotel tersebut tidak menyediakan breakfast. Saya dan anak-anak pun tak khawatir lagi. Sebab, persediaan susu kotak dan roti masih ada untuk disantap bertiga. Dan barulah agak siang, sekitar pukul 10.00 WIB, kami baru memesan makanan via grabfood.

Membawa makanan hemat bisa juga dijadikan alternative lain apabila hotel atau apartemen memiliki dapur untuk memasak. Liburan hemat dan menyenangkan tentunya, ya.

7. Menghibur Anak dengan Hal-Hal yang Menyenangkan


Agar anak menikmati perjalanan, bawalah buku bacaan yang disukai. Bisa juga buku mewarnai jika anak-anak memiliki hobi mewarnai. Membawa camilan dan mainan kesukaan anak supaya liburan tidak membosankan juga sangat dianjurkan, lho.

8. Membawa Bantal Tidur 


Bagi kamu yang memilih naik moda umum saat traveling, sebaiknya bawalah bantar tidur supaya anak tetap nyaman tidur di kendaraan.

9. Berikan Tugas pada Anak


Agar anak tetap semangat traveling, tidak ada salahnya kamu memberinya tugas. Seperti kemarin, sebelum berangkat saya bilang pada si sulung untuk membantu membawakan tas yang berisi barang-barang ringan. Tak hanya itu, saya juga berpesan agar Arya selalu menjaga adiknya dan menghemat stok makanan yang sudah saya siapkan.

Pinterest.com

Melalui pemberian tugas sederhana tersebut, secara tidak langsung anak diajarkan tentang makna sebuah tanggungjawab. Selain itu, tidak menutup kemungkinan jika anak-anak akan mengenang suasana liburan yang menyenangkan itu hingga mereka dewasa kelak.

10. Belajar Sambil Berlibur




Dan terakhir, belajarlah hal baru saat berlibur. Ajarkan pada anak bahwa traveling bukan hanya bersenang-senang tetapi ada banyak pelajaran untuk memupuk kreativitas dan keahlian anak. Sehingga liburan bersama anak semakin berkualitas.

Demikianlah 10 tips jitu yang saya terapkan saat melakukan traveling bersama anak. Liburan tetap nyaman dan menyenangkan. Nggak pakai acara ribet dan rempong dong. Justru anak merasa senang sekaligus merasa tertantang. Semoga tips sederhana dan mudah di atas bermanfaat, ya.

Nah, sudahkah kamu siap berlibur bersama anak?  
1 komentar on "TRAVELING BERSAMA ANAK LEBIH SERU DAN MENYENANGKAN DENGAN 10 TIPS JITU BERIKUT INI! "
  1. Aku sudah terbiasa traveling dengan segala kerempongan yang ada, gimana enggak.. kakak yang suka berubah2 mood nya, adek tang krengki.. sekarang rempongnya nambah lagi, ada si bayik.. untung dia anteng2 aja.

    BalasHapus

EMOTICON
Klik the button below to show emoticons and the its code
Hide Emoticon
Show Emoticon
:D
 
:)
 
:h
 
:a
 
:e
 
:f
 
:p
 
:v
 
:i
 
:j
 
:k
 
:(
 
:c
 
:n
 
:z
 
:g
 
:q
 
:r
 
:s
:t
 
:o
 
:x
 
:w
 
:m
 
:y
 
:b
 
:1
 
:2
 
:3
 
:4
 
:5
:6
 
:7
 
:8
 
:9