Serba-serbi kehidupan di mata Malica

Awet Muda dan Tampil Cantik Menawan di Usia 30 Tahun? Ikuti 5 Tips Sederhana Berikut Ini!

Senin, 24 Desember 2018
Banyak yang penasaran sebenarnya apa sih rahasia awet muda saya? Kok, setiap kali keluar rumah selalu saja dikira anak kuliah atau anak sekolah? 

Eits… jangan kira bangga dibilang masih seperti anak ABG, Mak, itu lebih nyesek loh. 

Bagaimana tidak, usia sebenarnya sudah melesat di angka 30 tahun sementara postur tubuh dan tampilan wajah masih saja menipu. Kata mereka sih saya masih unyu-unyu begitu. Padahal faktanya amit-amit banget. Hihihi

Asal tahu saja ya, Mak, saya tidak pernah punya ramuan khusus awet muda. Saya hanya melakukan cara-cara sederhana untuk merawat kesehatan kulit. 

Biasanya, wajah awet muda itu terpancar dari kulit sehat dan terawat. Ingat, kulit sehat tidak harus putih,ya, hitam manis pun tidak masalah.  Yang paling penting wajah bersih tanpa embel-embel kusam, jerawat bertaburan, serta komedo bersarang di tempat yang tak kasat mata. 

Lalu, kira-kira apa sih rahasia awet muda ala saya? Penasaran, ya? Yuk, simak ulasan berikut!

1. Rajin Membersihkan Wajah



Beraktivitas dari pagi hingga malam hari, kemungkinan wajah  terkontaminasi oleh polusi udara dan polesan make up berkali-kali. Oleh karena itu, lakukan secara rutin memakai pembersih wajah sebelum tidur. 

Dalam hal ini, saya lebih memilih skincare yang berbahan alami dan aman untuk kulit. Qinara facial wash merupakan sabun wajah dengan PH balance yang berfungsi untuk menjaga kelembapan kulit dan membersihkan kotoran wajah. Recommended banget deh pokoknya! 

2. Gunakan Toner pada Wajah



Jangan lupa setelah membersihkan wajah dengan face wash, lanjutkan dengan memakai toner. Toner berfungsi untuk mengecilkan pori-pori serta melembabkan. 

Rekomendasi toner untuk semua jenis kulit adalah Qinara face toner. Face toner merupakan penyegar wajah yang terbuat dari bahan alami, salah satunya adalah lidah buaya, lemon serta marine collagen. Sehingga memiliki kulit bersih, segar, dan rileks bukan impian lagi.

3. Melakukan Scrubbing Secara Rutin

Cara ketiga ini termasuk hal baru buat saya. Dua hari yang lalu, saya mendapatkan resep ini dari seorang teman. Sebelumnya, saya suka melakukan scrubbing dengan  salah satu produk kecantikan. Tapi kali ini, cukup rutin scrubbing menggunakan madu dicampur dengan kopi dan jeruk nipis saja. Caranya, oleskan ketiga bahan alami tersebut ke wajah, gosok secara halus kurang lebih 15 menit, kemudian bilas dengan air.

4. Menggunakan Krim Kecantikan yang Memiliki BPOM

Untuk menjauhkan kulit dari premature aging atau penuaan dini, bisa dicegah dengan mulai mencoba menggunakan krim kecantikan.



Biasanya dalam satu paket krim, terdiri dari day cream, night cream, dan mousturist night cream.  Ketiga skincare itu terdapat pada Qinara Cosmetic White and Glow yang berfungsi untuk mencerahkan kulit wajah, menghaluskan, melembabkan, dan mencegah keriput wajah.
  • Kenapa harus Day Cream Qinara? 
Day Cream Intensive Whitening by Qinara ini memiliki kandungan SPF 30 yang mana akan melindungi kerusakan kulit dari paparan sinar matahari secara langsung.

Selain itu, day cream ini juga tidak lengket dan awet meski melakukan aktivitas seharian, akan tetap menjaga kelembapan kulit.
  • Kenapa harus Night Cream Whitening by Qinara? 
Sudah tahu kan jika kulit sehat itu harus dirawat? Salah satu merawat kulit adalah dengan mengoles krim malam sebelum tidur secara rutin.

Pemakaian krim malam tersebut akan sangat membantu kulit melakukan peremajaan kembali.

Apalagi kandungan yang terdapat pada night cream pada Qinara kosmetik ini adalah Aloevera, Arbutin, dan Gluthatione.  Ketiga kandungan alami tersebut akan membantu kulit lebih cerah, kenyal, dan lembut.

Pasti deh, saat bangun tidur kamu tidak akan berhenti mengelus pipi. Percaya, kan?

Lalu, apa sih yang alasan mendasar Qinara Natural Cosmetic White and Glow sangat cocok dipakai untuk semua wanita?

  • Terdaftar di BPOM
  • Bebas Merkuri
  • Aman untuk Ibu hamil dan menyusui
  • Aman digunakan untuk jangka panjang
  • Tidak membuat ketergantungan
  • Awal pemakaian tidak mengelupas 
  • Terbuat dari ekstrak bahan alami seperti aloe vera, Scutellaria Baicalensis Root Extract dll
  • Mengandung antioksidan
  • Tekstur lembut, nyaman dan tidak lengket
  • Untuk kulit normal kering
  • Efektif untuk melasma atau bintik hitam di wajah
  • Dibantu menganalisa kulit oleh dokter
  • Gratis konsultasi problem kulit dengan dokter
5. Menjaga Pola Hidup Sehat

Selain memberikan nutrisi pada kulit dari luar, penting juga untuk pemberian nutrisi dari dalam. 

Di usia 30 tahun harus lebih aware dengan pola hidup sehat. Bisa dimulai dari hal sederhana, yaitu konsumsi air mineral yang cukup, sayuran hijau,  buah-buahan serta berolahraga. 

Memiliki wajah awet muda dan cantik menawan memang idaman semua wanita. Lakukan 5 cara sederhana di atas secara rutin dan konsisten supaya mendapatkan hasil maksimal. 

Akhirnya, di usia 30 tahun tetap awet muda tidak lagi sekadar impian bukan?

Hal tersebut bisa saja menjadi kenyataan asalkan kita sadar betapa pentingnya merawat wajah. Ya, salah satunya gunakan skincare yang aman. 

Oh ya, berbicara soal Qinara natural cosmetic, Anda bisa cari informasi lengkapnya di sini :

Website : www.qinaranaturalcosmetics.com
FB : https://www.facebook.com/Qinarakosmetik/

Selamat mencoba, guys

BIBIR PECAH-PECAH DAN KERING? ANDA BUTUH LIP TREATMENT AJAIB INI UNTUK MENGATASINYA

Senin, 10 Desember 2018



Bukan hanya wajah berjerawat saja yang bikin galau para wanita. Memiliki bibir pecah-pecah, hitam, dan kering juga sering menurunkan tingkat kepedean dan galau berkepanjangan. 
Enggak perlu jauh-jauh mencari model wanita seperti itu. Contohnya, saya. Bibir saya selalu bermasalah.

Hampir tiap bangun tidur, kulit bibir ada yang mengelupas. Itupun mengelupasnya tidak alami karena saya harus membersihkan sisa pemgelupasan itu dengan tangan.  Nyesek banget, kan?

Udah gitu, bibir pecah-pecah kalau dikasih lipstik, bibirnya nggak bisa mulus kayak aspal gitu. Malah lebih terlihat seperti tanah nggak rata. Kalau ora Jawa bilangnya "Tanah Nelo" artinya tanahnya retak. Kamu pernah merasakan begitu?

Kalau pernah, kita senasib, Gengs!

Sebenarnya beberapa cara sudah pernah saya lakukan untuk mengatasi bibir pecah-pecah ini. Seperti terapi madu dan gula. Sayang, belum mempan. Gimana mau mempan, saya nggak telaten banget soal berdandan. Walaupun saya adalah wanita tulen, sejujurnya sangat jarang untuk melakukan perawatan kecantikan. Hihi

Dan akhirnya, masalah terpecahkan ketika saya bertemu dengan B Erl Advance Lip Treatment. Seorang teman memberikan tester karena saya sempat endorse produknya. Nggak nyangka banget, masalah bibir pecah-pecah yang sudah lama mengganggu ini teratasi juga.



B Erl Lip Treatment ini kemasannya mungil sekali. Simple, bisa dibawa ke mana-mana. Saat melakukan perjalanan jauh pun bisa dijadikan barang yang wajib dibawa.  Cukup ditaruh di dompet atau tempat make up saja. Praktis. Cara menggunakannya juga mudah.

Rata-rata Lip treatment itu agak berat di bibir, juga kandungan minyaknya sedikit berlebih. Sehingga bibir kelihatan berlebihan mengkilatnya. Bahasa kerennya itu bling-bling kali ya. Hihi...

Sementara Lip Treatment B Erl ini lebih ringan di bibir, tidak terlalu mengkilat, dan justru akan memberikan efek warna pink natural pada bibir. Nggak percaya? Coba aja!


Untuk manfaatnya, Lip Treatment ini bukan sekadar melembabkan bibir tetapi juga merawat dan memberikan nutrisi pada bibir supaya lebih sehat.  Penasaran, ya? Kok bisa sih Lip Treatment saja tapi bisa bikin sehat? Eitz...  Jangan salah. B Erl bukan kosmetik biasa lho. Setiap produknya diracik dari bahan berkualitas. Sebut saja Petrolatum.  Salah satu kandungan yang ada di B Erl Lip Treatment.

Dari beberapa artikel yang saya baca, Petrolatum atau sering disebut petroleum Jelly ini adalah salah satu kandungan yang bisa menangani permasalahan kulit. Selain itu, petrolatum juga digunakan sebagai emolien atau obat oles yang berfungsi menjaga kelembapan kulit dari cuaca ekstrem, terlalu dingin, dan hangat.

Nah, dari sini kamu bisa simpulkan kenapa B Erl Lip Treatment melembabkan sekaligus menyehatkan bukan?

Manfaat lainnya bisa kamu baca di sini, sejatinya produk mungil ini memiliki segudang manfaat yang bakal bikin kamu ingin segera membeli. Segitunya? Ya, sayang saja sih menurut saya. Hihi... Produk seajaib B Erl Lip Treatment harus dilewati begitu saja. Biar nggak makin penasaran, yuk, intip saja kegunaan B ErL Lip Treatment di bawah ini:


  • Mencerahkan dan melembabkan bibir
  • Memudarkan warna bibir yang gelap akibat pemakaian lipstick yang berlebihan
  • Menutrisi bibir dari dalam dan luar agar tetap sehat
  • Menyegarkan bibir yang pucat
  • Menjaga elastisitas bibir
  • Menjadikan bibir tampak pink alami
  • Mengangkat sel sel kulit mati pada bibir
  • Mecegah sariawan
  • Mencegah bibir pecah pecah

Cara pakai :

  • Oleskan Lip treatment di bibir secara lembut. Jangan memakai tangan. 
  • Untuk hasil terbaik, gunakan Lip treatment ini dua kali dalam sehari, yaitu pagi dan malam secara rutin. 
  • Dapat dipakai sesering mungkin di sela – sela aktivitas untuk menjamin kondisi bibir tetap terjaga.
  • Gunakan sebelum memakai lipstik untuk menambah tampilan merona pada bibir. 

Komposisi Produk:





Petrolatum, Hydrogenated Palm Oil, Beeswax, Paraffin, Octyl Methoxycinnamate, Vitis Vinivera (Grape) Seed Oil, Simmondsia Chinensis Oil, Cl 45410:2, Hydrogenated Polyisobutene, Tocopheryl Acetate, Fragrance, Phenoxyethanol, BHT

Packaging




Berbentuk mungil, dibalut dengan warna gold dan hitam membuat tampilan B ErL Lip Treatment tampak elegan.

Di dalam box kemasan terdapat informasi produk cukup lengkapmulai dari brand dan varian produknya, netto, ingredients atau komposisi, klaim, perusahaan yang memproduksi, perusahaan distributor, nomor BPOM, nomor batch, dan expired date.

Sementara bentuk Lip treatment sendiri saat datang di rumah, saya takjub banget. Imut, warna Lip Balm berwarna putih Glossy,  dan mewah. Tidak seperti packaging jenis Lip Balm lainnya. Wajar sih, secara B ErL kualitas premium.  

Klaim Produk dan Kepuasan

Saya rasa manfaat yang ditonjolkan pada B Erl Advance Lip Treatment adalah sebuah fakta. Bahwasanya setelah menggunakannya secara rutin, menjadikan bibir terasa lembab, halus, lentur, tidak kering, tidak pecah-pecah,  dan sehat alami.

Menakjubkan lagi, produk kecantikan satu ini ternyata bisa menutupi warna hitam bibir yang terbiasa bergonta-ganti merek lipstik. Saya rasa produk ini layak mendapat score 80 - 100 % dari kepuasaan yang saya rasakan.

Overall, i like this product. Secara tidak langsung Lip Treatment ini membuat kepercayaan diri saya bangkit. Love so much.

Big Thanks buat Mbak Nuning sudah memberikan icip-icip produk bermanfaat ini. Kalau kamu mau pesan atau penasaran dengan produk B ErL lainnya, bisa banget kontak Mbak Nuning di media sosialnya. Yaitu :

Facebook : Nuning Dwi
Whatsapp : 081808247200

Dengan harga produk yang dibandrol 85.000 ini, kamu sudah bisa merasakan sensasi bibir lembut, bibir tampak seksual, dan pink merona. Yuk, silakan saja kepoin produk kece dari B ErL ini, ya.  


Buntu Ide Saat Menulis? Inilah 6 Trik Mengusirnya!

Senin, 10 September 2018


Duh, ini tulisan dari tadi kok muter-muter saja, ya.
Ini kenapa cuma dapat selembar doang dari tadi? 
Sial. Gue nggak bisa mikir lagi nih. Mentok ide! 

Begitulah celoteh beberapa penulis yang sedang berkejaran dengan ide. Hihi

Pernah nggak sih kamu merasakannya? Ketika sedang menulis tiba-tiba saja di tengah perjalanan menulis kehabisan ide. Nyesek? Tentu saja.  Ibarat sedang makan salak, tanpa sadar bijinya mau ikut ketelan. Duh, ini mah lebay. Hahaha

Jadi gini, suatu hari saya pernah semangat banget menulis. Di awal ngetik depan laptop, tulisan saya mengalir lancar. Eh, dapat beberapa halaman tiba-tiba berhenti begitu saja. Kadang, saya juga suka bingung mau dibawa ke mana tulisan saya nantinya. Hal seperti ini saya menyebutnya 'Mentok ide'. Yah, meskipun aslinya mentok ide itu tidak pernah ada dalam kamus seorang penulis.  Kok bisa? 

Bisa banget.  Karena sejatinya ide itu bertebaran di mana-mana. Jika saja kamu mau menangkap dan jeli mengamati, nggak bakalan tuh si ide berlarian ke sana dan ke mari. Atau semisal mentok ide di tengah perjalanan menulis, artinya kamu yang belum pandai membuat outline tulisanmu. 

Yeaaay ... Outline oh outline...  Bikin migrain euuy😂😂😂

Benar. Apa saja yang akan kamu tulis sebaiknya buatlah outline. Tidak harus outline sempurna kok. Cukup ditulis garis besarnya saja sebagai sarana penyempurna ide biar nggak berhenti di tengah jalan. 

Nah, bagaimana kasusnya jika si ide sudah diikat sama outline, tapi menulisnya belum bisa lancar?  Inilah tips yang akan saya bagi di sini. Yuk, check it out. 

1. Istirahat Sejenak, Hiruplah Udara Segar
Hei, jangan dipaksa jika pikiranmu sudah buntu saat menulis. Istirahatlah. Keluarlah menghirup udara segar. Bisa jadi otakmu sudah lelah berpikir, jadi rileks adalah solusinya.  Terus kapan kelarnya? Stop mikirin itu dulu deh. Abaikan kata 'kapan kelar' dan isi otakmu dengan vitamin baru yang menyegarkan.  Dijamin ketika kamu keluar rumah menghirup udara segar,  akan menemukan lingkungan yang indah,  suasana yang hangat,  dan pemandangan yang menyegarkan. Di sinilah biasanya ide akan berdatangan kembali. 

2. Seduhlah Kopi
Sesuatu yang sudah biasa dan hampir semua penulis melakukannya. Yup, saya biasanya menyedu kopi hangat ketika ide menulis mulai buntu.  Duduk di teras sambil menyruput kopi membuat pikiran saya kembali tenang.  Kenapa harus kopi? Kopi mengandung kafein yang berfungsi untuk meningkatkan memori dan daya ingat.  Kandungan kafein dalam kopi juga merangsang sekresi zat kimia yang disebut dopamin dalam tubuh. Dopamin merupakan neurotransmitter yang mengaktifkan pusat kesenangan dalam otak. Pasti tak jarang setelah minum kopi pikiran kamu kembali cemerlang, bukan? 

3. Dengarkan Musik
Buntu ide artinya otak kamu butuh istirahat, ya. Maka, salah satu refresh otak bisa dengan cara mendengarkan musik.  Kenapa harus musik?  Musik merupakan bunyi yang memiliki nada yang dapat dinikmati dengan nyaman di telinga. Tergantung genre musik apa yang dipilih. Kalau saya termasuk penyuka musik islami. Jadi setiap kali buntu ide, saya lebih memilih musik-musik islami untuk merilekskan pikiran. 
Beberapa penulis ada juga yang suka musik barat atau bisa juga dangdut. Hihi
Intinya, suka-suka penulislah untuk jenis genre musik yang dipilih ya.  Tapi pada dasarnya, musik memang sangat membantu mengusir buntu ide. Musik juga bisa mendatangkan imajinasi baru pada penulis. Coba saja, siapa tahu kamu berhasil! 

4. Lihat Gambar atau Melihat Video
Aktivitas visual memang sangat menarik. Alangkah baiknya ketika kamu sedang kehabisan ide, sejenak Lihatlah gambar atau video yang berhubungan dengan tulisanmu. Biasanya dengan melihat gambar atau video bisa meningkatkan imajinasimu.  

5. Tidur
Menulis seharusnya tanpa paksaan. Sekalipun itu dikejar deadline, tidur tetap harus diutamakan. Kalau buntu ide, istirahatlah sejenak. Sekali lagi, jangan dipaksakan. Otakmu lelah butuh istirahat. Oleh karenanya kamu bisa tidur selama 1-2 jam untuk menenangkan otak. Abaikan tulisan yang melambai-lambai minta dituntaskan. Tak jarang saat kamu tidur, ide-ide cemerlang berkeliaran dalam angan. Betul? 

6. Membaca
Percaya atau tidak, aktivitas membaca saat buntu sangat membantumu. Dengan membaca kamu bisa memunculkan ide baru. Maksudnya ide lain yang berbeda dengan apa yang kamu tulis. Tak masalah, catat saja idenya. Lain waktu masih bisa dieksekusi, bukan? Atau bisa juga membaca bacaan yang sesuai dengan apa yang kamu tulis. Yang terpenting tujuannya membaca untuk merilekskan otak. Catat! 

Nah, itulah trik jitu mengusir buntu ide versi saya. Bisa kamu praktikan jika mengalami hal yang sama.  Simple dan hemat tanpa menghabiskan banyak biaya. Paling hanya kejar-kejaran sama kuota internet saja. Hihi...  Itu sih saya banget! 
Semoga bermanfaat, ya.  

Dijamin! 5 Alasan keren Ini Bikin Kamu Melupakan Mantan

Senin, 03 September 2018
                   

Susah move on? 
Mantan masih suka menghantui dalam ingatan?

Hei, guys!

Sudah saatnya kamu move on sekarang. Bukankah setiap pertemuan selalu ada perpisahan? 

Itulah risiko dalam setiap hubungan. Meskipun rasanya sakit dan pahitnya setara sayur Paria. Percayalah, melupakan mantan yang memberikan luka lebih baik daripada terus mengingatnya. 

Sadar atau tidak, mengingat mantan hanya akan menyisakan dampak buruk. Coba saja diingat-ingat.

Kamu yang tadinya suka makan, gara-gara mantan bisa kuat menahan lapar. 

Kamu yang biasanya tidur tepat waktu. Mendadak suka begadang hanya karena kamu menangis ingat mantan.

Kamu yang suka tersenyum dengan siapa saja, tiba-tiba cemberut tanpa alasan. 

Adakah hal positif di atas yang bisa kamu ambil dengan terus mengingat mantan?

Tentu saja TIDAK. 

Untuk itu, segera move on secepatnya. Anggap saja move on itu harga mati, yang akan membawamu menuju proses masa depan yang lebih baik.

Nah, jika masih saja galau gara-gara mantan. Semoga beberapa alasan dibawah ini bisa membantu memantapkan hatimu untuk segera move on, ya.

1. Percayalah, Jodoh Tidak Akan Tertukar

                   

Yakin, jodoh itu tidak akan tertukar kok. Banyak contoh pasangan yang menjalin hubungan beberapa tahun bisa juga berpisah. Artinya, jodoh tidak tergantung seberapa lama kamu menjalin sebuah hubungan. Tapi takdir Tuhan yang menentukan. Sebaliknya, walaupun lama terpisah atau bisa juga belum pernah bertatap muka. Jika berjodoh pasti menikah.

Jadi, janganlah risau soal jodoh.  Apalagi meratapi patah hati. Belajarlah melupakan masa lalu, ikhlas menerima kenyataan, dan mencoba memperbaiki diri. Siapa tahu seseorang yang pergi digantikan yang lebih baik.

2. Beban Masa Lalu itu Berat. Lupakan Demi Masa Depan

                 

Tahukah kamu, saat masa lalu masih sulit dilupakan.  Tentulah si dia masih menempel dalam pikiran. Artinya, secara tidak sadar masa lalu itu telah menggerogogi hati juga tubuhmu. Sayang banget, kan?

Dampak buruknya akan menyerang kesehatan. Menurut beberapa fakta orang yang gagal move on akan lebih sering merenung dan menangis. Sehingga lupa makan dan lupa tidur. Efeknya tubuh lemas tidak bergairah, tidak fokus dalam beraktivitas, mata panda mulai kelihatan parah, wajah kusam dan lain sebagainya. Yang rugi siapa? Bukan mantan pastinya, kita dong!

Oleh karena itu, ikhlaskan semua yang terjadi  supaya tidak menjadi beban hidup. Semoga senantiasa dimudahkan dalam melangkah menuju masa depan yang lebih baik dengan ridho-Nya.

3. Hidup itu Singkat. Jangan Habiskan Dalam Kesedihan

                    

Kamu tidak pernah tahu kapan hidup akan berakhir. Maka, bersedihlah secukupnya. Sudah sewajarnya hidup tidak selalu tentang bahagia saja.

Terkadang terlalu fokus pada kesedihan, akhirnya mengabaikan kebahagiaan yang seharusnya kamu dapatkan.Hei, hidup itu singkat. Jangan habiskan untuk hal yang tak berguna ya, Guys!

4. Pasangan Bukan Satu-Satunya Tujuan Hidup

                    

Hidup di dunia bukan hanya tentang kamu dan aku. Masih banyak hal bermanfaat yang bisa kamu perjuangkan. Masih ada karir dan kesehatan yang butuh perhatian.

Jangan sampai gara-gara kehilangan pasangan membuatmu abai dengan lainnya. Apalagi abai akan masa depan. Jangan!

5. Ada Orang Lain yang Wajib Kamu Bahagiakan

                    

Bukan rahasia lagi jika kehilangan seseorang yang kamu sayangi dan cintai rasanya sakit. Tetapi jangan khawatir juga jika orang yang kamu sayangi dan cintai itu meninggalkanmu.

Artinya, dia bukan yang terbaik. Karena perempuan baik untuk lelaki yang baik. Begitu juga sebaliknya. Untuk itu fokuslah pada keluarga, saudara, atau anak yang memang tidak akan meninggalkanmu sampai kapanpun juga. Bahagiakan dirimu, bahagiakan orang lain juga.

Dan ingat, bukalah pintu hatimu untuk orang lain. Karena kamu tidak pernah tahu, bisa jadi dialah lelaki yang akan memperjuangkanmu.

Bagaimana? Alasannya kece bukan melupan mantan? Akan ada waktunya kamu mendapatkan bungkus permen dari sebuah luka. Selamat mencoba.

SELISIK 2018: INDONESIA LEBIH BAIK BERSAMA INDUSTRI 4.0

Minggu, 02 September 2018
                     
     
Siapkah Indonesia mengikuti perubahan generasi milenial?

Indonesia saat ini telah menapaki revolusi industri 4.0, yang mana banyak aktivitas dilakukan secara digital dan otomasi. Dulu ketika revolusi industri pertama, Indonesia menggunakan mesin uap dalam perkembangan bidang pertanian, pertambangan, manufuktur, dan transportasi.

Sementara pada revolusi industri 4.0 kali ini manusia dituntut untuk mengoptimalkan fungsi otak. Dimana nanti tenaga manusia akan lebih banyak digantikan oleh media internet. Seperti munculnya superkomputer, robot pintar, pabrik cerdas,  kendaraan tanpa pengemudi, dan kemajuan-kemajuan lainnya. Oleh karenanya sumber daya manusia harus digembleng supaya lebih siap menyambut revolusi industri 4.0 ini, khususnya generasi muda.

Dibuktikan dengan adanya peresmian MAKING INDONESIA 4.0 oleh Presiden Jokowi, yakin bahwa Indonesia memang telah siap melakukan perubahan. Harapannya, Indonesia bisa lebih hidup dan lebih giat dalam industri nasional sesuai perkembangan zaman.  Selain itu, implementasi industri 4.0 ini juga diharapkan mampu mendongkrak ekonomi Indonesia supaya mencapai top ten ekonomi global di tahun 2030 nanti.

                     

Tepatnya, Sabtu 01 September 2018. Seminar nasional telekomunikasi dan informatika, SELISIK 2018. Seminar tahunan yang bertempat di Harris Convention Festival Citylink Bandung ini diselenggarakan oleh mahasiswa Sekolah Tinggi Teknologi Bandung (STTB). 

Seminar yang cukup menarik dengan mengangkat tema tentang "Mempersiapkan sumber daya manusia dalam menghadapi industri 4.0 dengan mengembangkan digital mastery."

Disampaikan oleh pemateri yang ahli di bidangnya, yaitu Bapak Ir. Priyantono Rudito,M.Bus, Ph.D., Direktur Eksekutif Co-Branding Wonderful Indonesia Kementrian Pariwisata RI, dan Prof. Dr. M. Suyanto, MM., rektor AMIKOM Yogyakarta.

Topik menarik serta kolaborasi dari kedua pemateri yang apik, membuat seminar ini sangat berkesan. Ilmu yang didapat tentang revolusi industri 4.0 juga sangat mudah diserap otak.

Acara ini dibuka dengan menyanyikan lagu 'Indonesia Raya'. Kemudian pertunjukkan kesenian tradisional "Tari Rampak Kendang" dan "Angklung" oleh unit kegiatan mahasiswa Bandung.

Lalu penyampaian susunan acara dalam seminar oleh Ibu Harya Gusdevi S.Kom, M. Kom. selaku ketua panitia. Setelah itu dilanjutkan dengan sambutan-sambutan. Sambutan pertama oleh Ketua STTB bapak Muchamad Naseer, S.Kom. MT.

Sambutan berikutnya dari Bapak Prof. Dr. Ir. H. Eddy Jusuf Sp, MSi. Mkom selaku Ketua APTIKOM Jabar. Selanjutnya, pembukaan seminar oleh Kepala LLDIKTI Wilayah IV. Dalam hal ini akan disampaikan oleh Bapak Prof. Usman Seherman AS, M.P.

Disusul dengan acara yang ditunggu-tunggu, yaitu penandatanganan MOU IndoCEISS dan NERIS, dengan perguruan tinggi yang bekerja sama dengan IndoCEISS dan NERIS.

                

Tak lama acara pun dilanjutkan pada pengumuman pemenang lomba SELISIK 2018 dengan beberapa kategori, di antaranya : games, aplikasi, dan animasi. Setelah itu dilanjut dengan acara pemberian cinderamata atas keberhasilan peserta.

Acara seminar dijeda sejenak untuk waktu istirahat, dilanjut kembali dengan pembicara pertama, Bapak Priyantono Rudito. Topik yang dibawakan tentang Menyiapkan SDM menghadapi Industri 4.0, yang ternyata dikembangkan melalui konsep 3C, yakni Context, Concept dan Content. 

Sebuah perkembangan revolusi industri yang cukup cepat pada masa itu. Perubahan revolusi industri mulai dari yang tradisional sekali, menengah, lalu cukup modern yang mengandalkan media internet.
      

Dalam hal ini Priyantono mengungkapkan,"Untuk menghadapi industi 4.0 yang perlu disiapkan adalah human capital  atau Sumber daya manusianya."

Sangat jelas bahwasanya SDM yang dibutuhkan oleh industri 4.0 haruslah orang kreatif, inovatif dan kompeten yang siap bersaing dengan orang luar serta mau melakukan perubahan.

Sesi kedua pematerinya adalah Prof. Dr. M. Suyanto, MM. Rektor AMIKOM Yogyakarta. Beliau menyampaikan perihal Human Capital Development in Industry 4.0. Yang mana sesi ini lebih mengajak peserta seminar untuk berimajinasi melalui pemutaran animasi 'Ajisaka'. Animasi yang pernah membanggakan nama Indonesia.

Jika ditarik kesimpulan, perkembangan revolusi industri 4.0 ternyata lebih cepat dari perkiraan sebelumnya.  Untuk itu sumber daya manusia harus lebih waspada. Kita harus cepat bergerak supaya tidak tertinggal dengan yang lain. Inovatif, kreatif,  dan kompetitif adalah bekal perubahan untuk SDM industri 4.0 ke arah yang lebih baik.


#MakingIndonesia4.0
#Selisik2018
#Revolusiperubahan

REKAM JEJAK SANG PENULIS TANGGUH INFINITY LOVINK

Kamis, 16 Agustus 2018
                    

Jika ada yang bertanya sejak kapan saya menulis dan kenapa saya harus menulis? 

Jangan harap akan mendapatkan sebuah jawaban yang manis seperti penulis kebanyakan. Di mana cita-cita mulia mereka adalah:

Menulis ingin berbagi kebaikan
Menulis ingin menginspirasi
Menulis ingin mengukir keabadian
Menulis ingin menjadi seorang penulis terkenal.  

Apakah saya juga begitu? TIDAK! 

Saya menulis sejak mengalami patah hati.  Di mana saat itu jiwa dan raga ini benar-benar sedang melemah. Lebih suka menyalahkan diri sendiri ketimbang intropeksi.  

Yup, begitulah saya yang dulu. Jauh dari kata baik dan sekarang pun masih terus berusaha menjadi pribadi yang lebih baik.  

Mungkin sejarah saya dalam memulai menulis sedikit konyol. Menulis karena patah hati dan ingin membuktikan pada seseorang bahwa saya jauh lebih baik ketika tidak bersamanya lagi.  

Tepat. Awal 2017 saya terjun ke dunia literasi. Bermula ingin menulis sebagai sarana pendukung memajukan bisnis jaringan, lama kelamaan saya terbuai dengan asyiknya menulis.  

Dalam hati saya berkata,"Menulis itu asyik ya. Kok, rasanya beban dalam hati ini terangkat. Apa yang menjadi uneg-uneg dalam hati bisa dituangkan semua lewat tulisan." 

Nah, ternyata saya sudah terkena virus suka menulis.  Perlahan-lahan menulis membuat saya candu. Sehari saja tidak menulis, saya gelisah. Pikiran tidak tenang,  dan uneg-uneg yang menjadi beban itu tidak bisa tersampaikan.  Inilah yang saya sebut menulis menjadi terapi jiwa. 

Dengan menulis jiwa saya benar-benar tenang. 
Menulis membuat saya menjadi lebih sehat. 
Menulis membuat saya selalu berpikir positif. 
Menulis membuat saya mampu melupakan mantan. Hihi

Yang benar saja bagian terakhir itu. Hihi

Pelan tapi pasti saya mencoba menyelami dunia literasi lebih dalam. Yang awalnya menulis karena patah hati, sedikit terbesit suatu saat saya ingin menjadi seorang penulis.  Bisa?  

Ya, saya tidak bisa menjawab saat itu. Karena jujur, saya sendiri juga bingung.  Bisa atau enggak ya menjadi penulis nantinya.  

Hingga suatu hari saya dipertemukan dengan komunitas Infinity Lovink. Dulu, namanya bukan itu. #30dayswritingchallenge Penulis tangguh kalau saya nggak salah ingat.  

30 days writing challenge adalah kompetisi menulis yang diikuti oleh para Nyonyah. Ya, panggilan akrab dalam challenge tersebut adalah 'Nyah' . Di mana nanti tulisannya para nyonyah tersebut dianjurkan untuk diposting di facebook. Lalu, link facebook akan dishare pada grup whatsapp. Semua peserta wajib saling memberikan like dan komen pada status para nyonyah.  

Kemudian nanti tulisan kita itu akan dikoreksi oleh juri.  Kebetulan di Penulis Tangguh 2 saat itu jurinya hanya tiga orang, yaitu Capten Mentari Yusuf, Nyah Ruli dan Cekgu Risma. 

Saya memang suka dengan aura positif pada challenge penulis tangguh session 2 saat itu. Tetapi kegiatan di dunia nyata benar-benar sangat menguras pikiran dan tenaga. Jadi, saya pun gagal tidak bisa mengikuti challenge hingga akhir.  

Saya hanya berhasil menulis lima tulisan di day 1 sampai 5. Dan saya pun hanya bisa melongo di pojok kamar saat pengumuman 15 pemenang. Senang, haru,  sekaligus sedih bercampur menjadi satu.  

Senang karena berada di sekitar orang-orang positif.  

Haru, karena semangat para nyonyah dengan aktivitas bejibun di rumah namun tetap bisa menyempatkan untuk menulis. 

Sedih karena saya gagal. 

Namun justru dari sinilah semangat menulis semakin bergelora. Saya memantapkan hati untuk menjadi penulis. Ekspektasi yang cukup tinggi bagi saya yang tidak memiliki bakat dalam menulis. Juga sangat di luar kemampuan.  

Sambil menunggu dibuka kembali pendaftaran challenge #30dayswritingchallenge selanjutnya, saya menimba ilmu kepenulisan di beberapa komunitas lain.  

Ambisi? Tentu saja. 

Salah satu sifat buruk saya adalah menjadi pribadi yang ambisius. Orang tua memang mengajarkan ketika ingin mencapai sesuatu memang harus memiliki ambisi yang kuat. Pantang menyerah dan terus berusaha hingga sesuatu yang diinginkan tercapai. 

Pertama kali ilmu kepenulisan yang saya pelajari di salah satu komunitas Joeragan Artikel adalah Artikel. Bagaimana menulis artikel yang baik, bagaimana cara mendapatkan ide dalam menulis artikel, dan bagaimana membuat artikel yang mudah dan disukai pembaca.  

Misi 1 sukses. Duh, senengnya nggak karuan itu. Secara saya yang mengawali niat menulis karena patah hati dan sekadar untuk terapi jiwa, kemudian bisa belajar membuat artikel yang lumayan menguras pikiran. Sungguh salah satu kebanggaan yang luar biasa.  

Berlanjut pada misi 2 saat menunggu pembukaan challenge berikutnya adalah saya mencoba peruntungan dalam pembuatan antologi atau bekennya "Membuat buku kroyokan". 

Di sini saya bisa mengenal sekaligus terhubung dengan banyak penulis dari berbagai komunitas dan juga saling mendukung serta berbagi ilmu. Senang rasanya saat diumumkan sebentar lagi buku tersebut akan terbit. Antara percaya dan tidak bahwa nama saya akan terpampang nyata dalam buku tersebut. 

Hingga tibalah waktunya pembukaan challenge #30dayswritingchallenge session 3. Saya pun dengan percaya diri mendaftar dan berharap bisa lolos di urutan 10 besar.  

Yang namanya harapan tentu bisa terpatahkan jika diri kita dipenuhi dengan ambisi dan keangkuhan. Benar,  itu yang saya rasakan.  Betapa terlalu percaya dirinya saya bakal lolos menjadi seorang pemenang.  Bahkan,  RULES yang dijabarkan panitia dalam challenge tersebut saja tidak saya perhatikan.  

Plagiat! 

Yup, itulah yang membuat saya gagal. Sebagai penulis pemula yang sedikit berambisi, saya lupa akan etika menulis. Bahwasanya menulis itu memang harus ada hal yang benar-benar diperhatikan.  

Jika memang mau mengutip atau mengambil sumber tulisan dari orang lain, sedikit banyak harus dimodifikasi atau dituliskan sumbernya dari mana.  Dan saya sebagai penulis pemula yang baru sekitar beberapa bulan nyemplung di dunia literasi, belum terlalu memahami hal tersebut. Sungguh sangat menyesali hal itu. Seiring berjalannya waktu, saya semakin paham akan undang-undang plagiasi untuk penulis.  

Memang piala penulis tangguh 3 tidak bisa saya dapatkan, namun ada ilmu yang bisa saya tampung guna menjalani proses seorang penulis yang lebih baik. Yaitu, jangan menjadi pribadi yang terlalu ambisius,  sombong,  dan over percaya diri. 

Bukankah apa yang kita inginkan tidak selalu tercapai? 

Walaupun sejujurnya kegagalan tersebut sempat membuat saya down dan ingin berhenti menulis. Tetap saja saya harus bisa belajar bijak untuk mengambil semua hikmah pada challenge penulis tangguh session 3 waktu itu.  

Saya tidak menyerah dan terus saja belajar. Dua kali kegagalan dalam challenge yang diadakan Capten Mentari Yusuf itu, benar-benar membuka mata saya lebar-lebar.  

Menjadi penulis itu bukan hanya ilmu saja yang dibutuhkan. Pintar saja tidak menjadi jaminan. Penulis juga harus beretika. 

Saya pun belajar kembali merenungi perjalanan dalam menulis. Mengubah niat yang tadinya cuma sekadarnya saja menjadi lebih mulia lagi. 

Menulis untuk berbagi
Menulis untuk menginspirasi

Tak henti-hentinya belajar untuk menulis. Sambil menunggu pembukaan challenge session 4 yang diadakan INFINITY LOVINK, Saya mulai berani branding diri sebagai penulis di facebook.  

Yup. 

Akhirnya #30dayswritingchallenge sudah memiliki nama komunitas resmi.  INFINITY LOVINK dengan tagline "Connecting and Inspiring woman" yang maksudnya kurang lebih adalah menjaring para perempuan di seluruh seantaro dari Sabang sampai Merauke untuk menulis hal-hal positif dan menginspirasi.  No nyinyir di facebook,  No hujatan,  dan No sindir menyindir.  

Melihat logo cantik dengan gambar seorang wanita yang rambutnya tergerai serta tulisan INFINITY LOVINK itu membuat saya bangga dan menyesal. 

Saya bangga karena pernah 2 kali berturut-turut ikut andil di dalamnya.

Menyesal Karena pernah melakukan kesalahan yang tidak lain karena kecerobohan sendiri. Hingga tulisan selama 30 hari itu tak menghasilkan.

Tapi entah justru melihat perkembangan para member INFINITY LOVINK itu membuat tekad saya semakin kuat untuk menjebol pintu WnA (Writer and Author) 

WnA adalah singkatan dari Writer dan Author di mana pesertanya diambil dari peserta challenge pada #30dayswritingchallenge yang lolos menjadi
10 besar.  

Sekali lagi sambil menunggu challenge itu dibuka kembali,  saya melalang buana mencari apa yang seharusnya saya cari.  Bukan hanya ilmu kepenulisan saja,  tetapi juga dalam hal lain.  

Semua itu saya lakukan demi menghadapi challenge menulis dari founder Infinity Lovink. Semoga ketika nanti challenge ke-4 dibuka kembali, saya sudah menjadi pribadi yang lebih baik.  

Kalau nggak salah antara juli dan agustus 2017 challenge tersebut dibuka kembali.  Di mana saat itu saya kembali didera masalah. Saya harus terpaksa hijrah dari kota ke desa kembali demi sebuah misi yang harus diselesaikan.  

Misi hidup yang tidak mudah untuk dilalui karena menyangkut masa depan. Tapi dengan mantap saya memutuskan untuk mendaftar ke panitia untuk mengikuti challenge session 4. 

Tentunya tetap dengan semangat yang menggelora tetapi tidak lagi ambisius dan percaya diri lolos sebagai pemenang. Saya menyerahkan semua hasil pada Allah tanpa mengharapkan sesuatu yang lebih.  Niat hati hanya ingin belajar dan menambah kualitas diri dalam hal menulis tentunya.  

Benar. Setidaknya saya bisa belajar dari kegagalan sebelumnya dan belajar menjadi pribadi yang lebih rendah hati.  Karena pada dasarnya kesempurnaan hanyalah milikNya semata.  

Ditambah manusia hanya bisa berencana dan Allah penentu segalanya. Itulah yang perlu saya ingat. Sebagai muhasabah diri juga intropeksi supaya menjadi pribadi yang lebih legowo menerima kenyataan hidup yang lumayan sedikit kejam.  Hihi

Dan memang benar jika berbicara soal kenyataan hidup,  sungguh tidak bisa dinalar dengan logika. Terkadang sesuatu yang benar-benar kita harapkan sekaligus diyakini dengan sepenuh hati bisa saja tidak terwujud.  Kenapa? 

Bukan karena Allah ingin menghalangi harapan kita.  Bukan sama sekali. Allah hanya sedikit menguji kesabaran dan seberapa besar usaha yang akan kita lakukan seandainya rencana kita kembali gagal.  

Hanyalah tinggal 3 tema menulis yang harus saya taklukan. Sayangnya, saya kembali gagal dalam challenge menulis INFINITY LOVINK.  Sudah pasti sedih karena perjalanan sebentar lagi sampai di garis finish.  

Ibu saya sakit waktu itu. Kabar tak mengenakkan harus saya dengar.  Ibu harus menjalani operasi kanker otak.  Anak mana yang bisa mendengar berita seperti itu? 

Sementara dokter sudah menunjukkan tanda-tanda penyakit ibu cukup membahayakan dampaknya.  Saya yang tadinya begitu semangat menyelesaikan challenge hingga akhir, dengan terpaksa harus mengibarkan bendera warna putih. 

Maaf,  saya tidak bisa melanjutkan challenge sampai akhir.  Kalimat tersebut yang saya sampaikan kepada semua panitia challlenge. Saya juga meminta izin pribadi kepada Capten Mentari Yusuf.  

Tentu saja tidak ada pilihan. Para panitia dan Capten sendiri juga tidak bisa memberikan dispensasi. Sebab ini adalah kompetisi. Ibarat sebuah perlombaan,  jika seorang peserta sudah tak mampu mengejar ketertinggalan, itu artinya dia kalah.  

Itulah saya. Tanpa berpikir panjang saya memutuskan untuk berhenti mengikuti challlenge dan memilih fokus pada penyembuhan penyakit ibu. 

Saya menangis sebenarnya. Konsistensi menulis yang saya lakukan kembali gagal. Impian saya menjadi penulis kembali terpatahkan. Memang kapanpun dan di manapun saya bisa mengasah kemampuan menulis.  Bukan saja dari challenge INFINITY LOVINK ini saja.  

Saya bisa mengasah kemampuan lebih baik lagi dengan mengikuti lomba menulis atau lainnya. Tapi entahlah,  saya sudah terlalu setia dengan INFINITY LOVINK. Dari foundernya yang begitu mengayomi,  member-membernya yang rendah hati, dan virus positif dari komunitas tersebut selalu masuk ke hati.  

Alhamdulillah berkat doa semua teman, operasi ibu berjalan dengan lancar. Setidaknya keputusan saya untuk menunda mimpi itu tidaklah sia-sia.  

Yang menjadi pertanyaan adalah,

Apakah saya tetap menulis sejak kejadian itu? 

Apakah saya menyerah mengejar mimpi itu? 

Tidak. Jawabannya adalah tidak.  Sesuai dengan pesan Capten Mentari saat saya pamit mengundurkan diri,  saya tetap menulis. 

"Tetaplah menulis dalam keadaan apapun ya, Nyah. Siapa tahu dengan tetap menulis kamu tetap waras. Jiwamu tenang.  Jangan bilang mampet ide saat kamu merasa susah ya, Nyah. Justru terkadang ide bisa muncul dan akan menjadi tulisan yang "Wah" saat Nyonyah galau sekalipun. Capten percaya suatu saat Nyah Malica bakal menjadi penulis kok. InsyaAllah lain kesempatan Nyah Malica bisa bergabung di keluarga besar ILO."

Begitulah nasihat Capten untuk saya yang labil. Sejuk dan membuat tenang. Selain karena impian, saya menulis juga karena dia. Saya ingin seperti dia.  Menjadi wanita yang menginspirasi siapa saja. Pribadi rendah hati dan tidak mudah menyerah. 

"Kamu pasti bisa, Nyah. Aku sangat menyayangkan kamu berhenti di tengah jalan. Tapi apa pun itu semoga ibu cepat sehat dan Nyonyah bisa menulis di challenge berikutnya."

Ucapan salah satu panitia yang juga saya ingat. Dia salah satu sumber motivasi saya untuk tidak menyerah saat terpuruk. Dan dalam hati, saya bertekad untuk membuktikan ucapannya. Di challenge berikutnya, yaitu #30dayswritingchallenge session 5 saya akan ikut kembali. 

Alhamdulillah, challenge pun dibuka kembali. Sempat didera kebingungan apakah saya harus mengikuti challenge Kelima ini? 
Apakah saya kali ini akan gagal kembali? 
Apakah saya bisa konsisten dalam menulis? 

Ditambah dengan sesuatu hal yang sempat mematahkan kepercayaan saya akan ILO,  saya pun maju mundur untuk mendaftar kembali. 

Beruntung, Allah masih menjodohkan saya dengan komunitas INFINITY LOVINK ini.  Di challenge session 5 ini,  akhirnya saya lolos menjadi pemenang 10 besar yang bisa masuk ke WnA.  

Walaupun berada di urutan kelima,  saya sangat bersyukur.  Setidaknya perjuangan kali ini membuahkan hasil. Tentu tidak berjalan mulus begitu saja,  di challenge kelima tetap ada halangan yang mendera.  Tapi, saya berusaha untuk melewatinya.  

Sebagai ibu rumah tangga dengan berbagai kesibukan di rumah dan tempat mengajar, benar-benar saya bersyukur bisa menaklukan challenge menulis selama 30 hari. Setelah perjuangan panjang itu, saya pun bisa berkumpul dengan keluarga WnA lainnya.  

Keluarga yang hangat dan menyenangkan. Di dalamnya tidak sekadar berbicara tentang menulis.  Sesi curhat mencurhat juga ada.  Sesi guyonan hampir setiap hari kami lakukan.  

Tidak pernah bersaing antar anggota. Justru mereka saling menyemangati jika ada yang sedang mengalami masalah.  Memberikan apresiasi untuk member yang berhasil mewujudkan impian,  dan saling merangkul siapapun yang membutuhkan bantuan. 

Mungkin, inilah yang menjadi jawaban perjalanan saya bersama Infinity Lovink sejak dulu.  

Mungkin, Allah tidak menyatukanku dengan WnA sejak awal challenge karena Allah ingin saya belajar, belajar,  dan terus belajar.  

Mungkin, saat itu juga keangkuhan, ambisius, kesombongan masih melekat dalam diri sehingga saya belum pantas bersanding dengan para WnA yang selalu rendah hati. 

Dan masih banyak kemungkinan lainnya yang harus saya kaji ulang kenapa diri ini belum pantas untuk masuk ke WnA saat itu. 

Jadi inti dari tulisan saya dari awal hingga akhir adalah jadilah bunga yang indah dan harum tanpa harus menunjukkan harum dan indahnya bunga pada khalayak umum.  

Bunga adalah makhluk cantik yang tumbuh dari sebuah pohon.  Dia mengeluarkan bau harum dan memiliki tangkai,  kelopak,  benang sari serta putik.  Tempat lebah dan kupu-kupu menghisap madunya. Tak kalah, manusia juga mengagguminya.  

Namun bunga tetap menjadi bunga.  Walaupun kecantikannya tak terbantahkan. Wanginya tak diragukan lagi, dia tetap menunjukkan dirinya apa adanya.  

Tak jarang ada bunga yang baunya tidak harum, terlebih baunya busuk atau pahit. Tetapi bunga-bunga tidak harum dan busuk itu tetap berani menampakkan diri.  Mereka berani tampil apa adanya tanpa harus malu,  minder,  ataupun layu.

Dalam kehidupan ini kita bisa belajar dari bunga. Dari bunga kita bisa belajar untuk tidak menjadi pribadi yang suka berpura-pura.
Dari bunga kita bisa belajar untuk tetap rendah hati. Tidak perlu menunjukkan ke orang lain bahwa diri kita 'Wah' dan 'Hebat'. Jikalau memang harum, pastilah aroma itu tercium juga,  bukan? 

Saya pun mencoba mempelajari filosofi bunga itu dalam perjalanan karir menulis saya. Perlahan-lahan menghilangkan sifat yang kurang baik dan berusaha mengubahnya.  

Semuanya berproses. Tidaklah ada sesuatu yang instan. Satu hal yang perlu diingat seorang penulis adalah ketika suatu saat nanti penulis sudah melambung tinggi, hendaklah tetap menerapkan ilmu padi.  Dan penulis harus tetap beretika supaya tetap abadi. 

Salam sayang, ... 


KEBANGKITAN RATU QUENTRYN

Kamis, 26 Juli 2018
                               


“Maafkan aku, Sayang. Aku harus melakukan ini.”

Ratu Felis mengeluarkan sebuah botol kecil yang berisi cairan hitam pekat dari saku gaunnya. Kemudian  dituangkan ke dalam gelas yang berisi jus jeruk permintaan Raja Alexys, suaminya. Di aduknya pelan dengan penuh keraguan di sertai deraian air mata.

“Ampuni aku, Suamiku. Bukan kematianmu yang kuinginkan. Tapi ...,” ucap Ratu Felis lirih.

Ratu Felis merasa ada seseorang yang mencekik lehernya, hingga dia tak melanjutkan lagi ucapannya. Ragu, tapi harus dia lakukan. Menurut Ratu Felis, kematian adalah hukuman tepat untuk seorang pengkhianat. Meski itu suaminya sendiri.

“Lama sekali, Sayang,” ujar Raja Alexys, seraya mengambil jus jeruk dari tangan istrinya, lalu meminumnya. “Ini jus paling enak yang pernah kuminum,” jelas Raja Alexys.

Ratu Felis yang mendengar pujian dari suaminya, pura-pura tersenyum manis. Padahal hatinya menangis. ‘Sebentar lagi kau akan mati, Sayang,” batin Ratu Felis.

Tak lama kemudian, terlihat Raja Alexis mulai kejang-kejang disertai suara napas tersengal-sengal. Ratu Felis yang menyaksikan suaminya merengang nyawa, bukannya iba, justru tersenyum jahat.

“Kau merancunku, Sayang?” tanya Raja Alexys sebelum menghembuskan napas terakhirnya.

“Iya. Kenapa?!”

“Kau jahat, Felis! Sungguh jahat!” seru Raja Alexys dengan suara parau dan napas terengah-engah.

“Tidak. Kau yang jahat, Raja Alexys! Kau mengkhianati pernikahan kita. Ya, kau selingkuh dengan Ratu Oda,” jelas Ratu Felis.

“Felis! Itu tidak benar, Sayang,” bentak Raja Alexys. “Pasti ada seseorang yang ingin menghancurkan hubungan kita. Kau telah…” Belum selesai melanjutkan perkataanya, malaikat kematian telah menjemput Raja Alexys.

Lelaki bertubuh kekar dengan parasnya yang tampan, terbaring lemah tak bernyawa. Sorot mata yang tadinya penuh amarah karena merasa dikhianati, akhirnya dia mencairkan kristal bening yang sedari tadi ditahannya di pelupuk mata.

 “Maafkan, Aku,” desis Ratu Felis pelan.

Sedangkan di balik pintu kamar Raja Alexys, Ratu Oda tersenyum bengis. Misinya berhasil. Akhirnya Raja Alexys dan Ratu Felis tidak bisa bersatu. Pernikahannya hancur.

***

Konon, Ratu Oda adalah reinkarnasi dari Ratu Quentryn. Dia adalah putri Raja Ravus yang akan dijodohkan dengan ayahnya Raja Alexys, Raja Almon. Tapi sayangnya, Raja Almon telah menambatkan hatinya pada Flaurent, gadis desa baik hati yang ditemuinya saat berburu di Hutan Tenebre, yang juga telah memberinya kehidupan kedua. Karena merasa berhutang nyawa, akhirnya Raja Almon menikahi Laurent dan menolak Ratu Quentryn.

“Kau akan menyesal telah menolakku, Raja Almon. Ingat! Akan kubalas sakit hati ini pada keturunanmu kelak. Aku akan terlahir kembali, dan membuat rumah tangga keturunanmu tidak bahagia,” pekik Ratu Quentryn sebelum menjatuhkan dirinya di lembah nan curam dekat istana.
Sepertinya roh Dewi Hera berpindah ke tubuhnya. Sosok dewi dalam  mitologi yunani kuno yang licik dan suka mendendam karena pernah terhina.

****

Dua hari setelah kematian Raja Alexys, terjadilah pertengkaran sengit antara Ratu Oda dan Ratu Felis. Perkiraan Ratu Oda meleset. Dia berpikir Ratu Felis akan terpuruk setelah Raja Alexys meninggal. Tapi justru sebaliknya, Ratu Felis menjelma sebagai wanita  ganas, yang ingin menghabisi Ratu Oda.

“Kau akan mati di tanganku, Ratu Oda!”

Ratu Oda tertawa terbahak-bahak penuh kebanggaan. “Kau cantik, tapi bodoh, Felis!”

“Apa maksudmu, Oda?!”

“Raja Alexys tidak pernah selingkuh denganku. Aku yang menjebak dia.”

“Apa kau bilang?”

“Ya. Aku masuk ke kamar kalian. Waktu itu Raja Alexys sedang mandi. Dan kau asyik memetik bunga di taman. Ketika Raja Alexys meminta handuk untuk mengeringkan tubuhnya, aku menetesi handuk tersebut dengan aroma terapi yang kucampuri obat bius. Dan kau tahu apa yang terjadi setelah itu?

“Ya. Aku tahu. Kalian begitu mesra!” ucap Ratu Felis penuh amarah.

“Tidak. Kau salah. Sekali lagi Aku hanya menjebak dia. Aku ingin kau cemburu dan membunuh suamimu sendiri.”
 
Sontak tubuh Ratu Felis kaku. Ucapan Ratu Oda begitu menyakitkan.  Tanpa sadar kristal bening pun meleleh dari mata biru Ratu Felis.

“Kau jahat, Oda! Kenapa kau melakukan itu?”

“Balas dendam. Itu tujuanku kembali terlahir ke dunia ini,” tegas Ratu Oda. Dia pun mula bercerita.

“Raja Almon, Ayah Raja Alexys yang membuat aku seperti ini. Dia menolakku. Kini, dendamku sudah terbalas, aku pun bisa mati dengan tenang,” jelas Ratu Oda, sambil menyunggingkan senyum jahatnya pada Ratu Felis.

“Baiklah, Oda. Aku akan membuatmu tenang sekarang.”

Ratu Felis mengambil belati yang sedari tadi dia sembunyikan di balik gaun cantiknya yang lebar. Lalu, menikamkan ke perut Ratu Oda dengan sangat kejam. Menikamnya berkali-kali sampai Ratu Oda tewas dengan cara mengenaskan.

“Maafkan aku, Sayang,” ucap Ratu Felis penuh penyesalan.

Karena menyesal, Ratu Felis mengutuk dirinya sendiri. Dia pun tersadar, ternyata apa yang dia lihat belum tentu benar. Seharusnya Ratu Felis bertanya pada Raja Alexys lebih dulu.

“Andai waktu bisa kuputar kembali,” desis Ratu Felis pelan.


Noted: Tulisan ini pernah diikutkan dalam challenge #30dayswritingchallenge yang diadakan INFINITY LOVINK.

SURAT UNTUK ORANG YANG MELUKAIKU

Selasa, 24 Juli 2018
                     


SIAL. Rasanya ingin kupanggil malaikat maut untuk mengambil nyawanya saja waktu itu. Kau tahu, kenapa? Dia itu wanita brengsek. Brengsek sekali! Bukan hanya kata-kata yang diucapkan, tetapi juga sikapnya brengsek.

Sekadar mengingat namanya saja, aku tak sudi. Oh, ya, jangan sebut namaku Bella jika aku bukan wanita yang egois dan keras kepala. Mungkin, inilah yang membuat hidupku selama ini tidak tenang. Bagaimana tidak, kenangan pahit di masa lalu belum bisa aku lupakan. Wajah orang-orang yang sudah melukaiku masih teringat jelas dibenakku.

Terkadang, aku juga marah dengan diriku sendiri. Entah mengapa penyakit yang namanya masa lalu dipenuhi dengan amarah dan kebencian tetap saja setia menemaniku. Aku sangat yakin, mereka pasti bersorak ria menertawakanku. Shit! malang benar hidupku.

****

Segalanya bermula saat ibuku terbaring lemas di rumah sakit. Wajah tirus tanpa bercak  yang biasanya merona, kini, terlihat sangat pucat. Sepasang mata coklat dengan bulu lentik pun mulai meredup. Anggota tubuh yang setiap harinya terlihat baik-baik saja, berubah sangat menyedihkan. Berbagai macam alat medis terpasang rapi pada tubuhnya.

Aku menatapnya lekat. Mencium tangannya berkali-kali, meskipun buliran bening ini tak mau berhenti menetes. Kulantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an, berharap Tuhan memberikan keajaiban.

“Ibu, bangunlah. kau pasti akan baik-baik saja," bisikku lirih.

Tiba-tiba, tanpa aku sadari seseorang memperhatikanku di balik pintu. Dia menyeringai penuh kebahagiaan.

“Tante, kenapa tega berbuat seperti ini. Sebenarnya apa masalah kalian yang tidak aku ketahui?” tanyaku penasaran.

“Aku membenci Ibumu, sangat membencinya, Bella,” ucapnya penuh kemarahan.

“Kenapa, Tante? Kenapa?” tanyaku kembali.

“Kau tahu, sejak kecil nenekmu itu lebih sayang dengan Ibumu daripada aku. Padahal, aku juga tak kalah pintar. Aku cantik dan dikagumi banyak orang. Aku juga kaya. Tetapi kenapa aku selalu saja tersisih,” ujarnya dengan nada meninggi.

Sontak aku kaget dengan semua ucapan Tante. Banyak keganjalan dalam setiap perkataannya yang membuatku bingung.

“Tante, bisa katakan apa saja tentang Ibu dan Nenek padaku?"

“Ya, pasti akan kukatakan semuanya. Menutupi kenyataan hanya membuatku sakit hati,” jelasnya tanpa basa-basi.

“Bella, aku dan Ibumu memang saudara. Tapi kami berbeda Ayah. Mungkin Ibumu  tidak pernah menyadari jika selama ini ada kebencian dalam diriku. Karena aku terlihat sangat peduli dan sayang padanya, namun, kenyataannya tidak. Sejak kecil, wanita yang kau agung-agungkan itu selalu saja merampas hakku. Nenekmu tidak berlaku adil pada kami. Itulah kenapa saat Ibumu sekarat, aku enggan menolong dan membawanya ke rumah sakit," lanjutnya lagi.

Dadaku mendadak sesak. Rasanya langit hampir saja akan runtuh. Sulit dipercaya, Tante yang selama ini seperti malaikat penolong dalam keluargaku, ternyata menyimpan kebencian yang mendalam. Sejak saat itu, tak ada rasa iba dalam hidupku untuknya. Bahkan, aku berniat menghapus semua kenangan bersamanya.

****

“Bella, sudah tiga tahun ini Ibu belum berkunjung ke rumah tantemu. Ibu sangat merindukannya, Nak. Apa kau tak rindu juga padanya?” tanya Ibu dengan wajah penuh harap. Sedangkan aku, tak membalas sedikit pun ucapannya. Aku tetap saja mengabaikan Ibu yang duduk di pinggir kamar tidurku.

“Bella, kaudengar Ibu, kan?” ucapnya lagi sambil mengelus rambutku yang terjuntai indah.

“Untuk apa lagi kita ke sana, Bu? Bukankah dia orang jahat? Dia sangat membenci Ibu, Ingat?” tegasku.

“Ya, Ibu tahu itu. Tapi apa enaknya hidup dalam kebencian, Nak?”

“Mungkin Ibu bisa memaafkannya, tetapi aku tidak. Melihat wajahnya saja aku tak sudi," jawabku ketus.

“Bella, Anakku. Masih ingat kisah teladan Rasulullah yang Ibu ceritakan waktu kecil dulu?"

Aku menggeleng. Dan Ibu, dengan senang hati menceritakannya lagi.

“Dulu, ada seorang wanita tua yang sangat membenci Rasulullah. Dia berpikir Rasulullah adalah orang yang sudah membuat hidupnya tidak damai. Dia juga berdalih pemikiran Rasulullah yang mengatakan ‘Tuhan itu satu’ sudah memecah belah orang-orang yang hidup di zamannya." Ibu mendongengkan cerita dengan wajah semringah. Aku yang tidur di pangkuannya merasa begitu nyaman melihat wajah yang tak lagi muda itu.

"Yang mengherankan lagi, Dia beranggapan bahwa Rasulullah adalah orang yang sudah menjerumuskan orang-orang miskin, orang lemah dan budak-budak dengan mengikuti semua ajarannya. Kira-kira apakah Rasulullah marah dan membenci wanita itu, Nak? Tidak. Rasulullah sama sekali tidak membencinya, Nak, walaupun wanita itu mengatakannya langsung di hadapannya tentang rasa bencinya terhadap Rasulullah. Malah, Rasulullah tersenyum manis dan membantu wanita tua yang sedang melakukan perjalanan di gurun pasir dengan membawa beban barang yang cukup berat tadi dengan senang hati. Dan kau tahu apa yang terjadi dengan wanita tua itu selanjutnya, Nak? Wanita tua itu mengucapkan kalimat syahadat dengan sangat fasih dan mencintai Rasulullah dalam waktu singkat.”

Seketika tubuhku gemetar. Lidahku kelu. Airmata menetes tanpa sadar. Ast“Dulu, ada seorang wanita tua yang sangat membenci Rasulullah. Dia berpikir Rasulullah adalah orang yang sudah membuat hidupnya tidak damai. Dia juga berdalih pemikiran Rasulullah yang mengatakan ‘Tuhan itu satu’ sudah memecah belah orang-orang yang hidup di zamannya. Yang mengherankan lagi, Dia beranggapan bahwa Rasulullah adalah orang yang sudah menjerumuskan orang-orang miskin, orang lemah dan budak-budak dengan mengikuti semua ajarannya. Kira-kira apakah Rasulullah marah dan membenci wanita itu, Nak? Tidak. Rasulullah sama sekali tidak membencinya, Nak, walaupun wanita itu mengatakannya langsung di hadapannya tentang rasa bencinya terhadap Rasulullah. Malah, Rasulullah tersenyum manis dan membantu wanita tua yang sedang melakukan perjalanan di gurun pasir dengan membawa beban barang yang cukup berat tadi dengan senang hati. Dan kau tahu apa yang terjadi dengan wanita tua itu selanjutnya, Nak? Wanita tua itu mengucapkan kalimat syahadat dengan sangat fasih dan mencintai Rasulullah dalam waktu singkat.”

Seketika tubuhku gemetar. Lidahku kelu. Airmata menetes tanpa sadar. Astaghfirullah … siapalah diriku ini. Sungguh, selama ini aku sudah menjadi orang yang merugi dengan memanjakan kebencian tetap ada dalam diriku. Pantas saja hidupku tidak pernah damai. Untuk Memaafkan saja, aku masih begitu sulit.

“Bella, maafkan semua kesalahan Tantemu, Nak.  Ibu yakin dia tidak seburuk itu. Buktinya, dia masih sering menanyakan keadaan kita di sini,”  ucapnya lirih. Aku tetap terdiam dan merenungi semua perkataan Ibu.

“Bella sayang, Jika terlalu sulit memaafkan seseorang yang melukaimu secara langsung, cobalah dengan menulis sebuah surat tentang semua kekesalanmu dalam sebuah kertas, kemudian tuliskan juga permohonan maaf yang tulus kepada dia yang membuatmu terluka. Setelah itu, jangan ingat-ingat lagi tentang luka itu. Ibu pastikan beban yang ada dalam dirimu yang bertahun-tahun terpendam akan terasa lebih ringan, Nak. Kau juga akan merasakan kedamaian yang selama ini sudah menjauh dari hidupmu. Karena Bella yang kuat ini, sudah bisa bersyukur menerima semua yang terjadi tanpa menyalahkan siapapun.”

Hening. Ternyata, efek memaafkan sangat dahsyat dalam kehidupan seseorang. Sayangnya, aku terlambat menyadarinya.

“Aku akan mencoba saran Ibu, Akan kuhilangkan semua kebencian ini dan meminta maaf padanya agar hidupku lebih indah dan terhindar dari penyakit hati,” jawabku sambil tersenyum manis.


#30DaysWritingChallenge
#InfinityLovink

Noted : Tulisan ini pernah saya ikutkan challenge 30 hari bersama Komunitas Infinity Lovink.  Sekitar satu tahun yang lalu saat saya masih belajar menulis fiksi.

BALADA EMAK REMPONG KETIKA ANAK LAHIR BERDEKATAN

                 

Percayalah, menikah itu enak. Kamu bebas membayangkan apa saja tentang dirimu beserta pasangan saat menikah. Berimajinasi seperti Putri Cinderella atau Snow White pun tak masalah.
Sebab di hari H pernikahanmu itu, kamu memang orang Istimewa. Kamu, putri paling cantik di antara para tamu undangan.

Yang nggak enak dan penuh dengan ujian itu adalah menjalani hidup setelah pernikahan. Bisa dipastikan kehidupanmu tidak sama seperti dulu waktu masih single. Perempuan yang sudah menikah, secara tidak langsung kebebasannya terbatas. Begitu juga dengan lelaki, yang tidak bisa berhuru-hara di luar karena ada seorang isteri yang menanti di rumah.

Belum lagi nanti ketika malaikat kecil itu hadir menjadi pelita dalam pernikahanmu,  otomatis akan ada peraturan baru. Rumah tanggamu bukan lagi berbicara tentang suami dan istri tetapi juga anak. Yang mana kamu akan menjadi orang tua. Seseorang yang akan menjadi panutan anak-anaknya dalam hal apa pun.

Saya ada pengalaman sedikit saat menjadi ibu muda enam tahun yang lalu. Alhamdulilah, usia pernikahan belum mencapai satu tahun,  Tuhan sudah memberikan anugerah calon bidadari surga di rumah.

Sebagai ibu muda, tentunya saya sedikit kerepotan. Awal mula kehamilan anak pertama hampir tidak pernah makan nasi.  Bau nasi saja sudah mau muntah. Jadi sehari-hari, saya hanya makan sayur, buah, susu, dan sedikit nasi liwet kalau mau.

Bekerja saat hamil pun terasa sangat berat. Seringkali perut mual, kepala pusing, dan muntah. Sehingga fokus bekerja pun terabaikan. Yang ada justru rasa malas bergelayut manja.

Berbeda dengan anak kedua, hampir sama sekali tidak merasakan rewelnya ibu hamil. Saya menikmati masa kehamilan dengan suka cita. Tanpa ngidam, muntah, maupun susah makan. Bekerja tetap semangat walaupun saat itu sambil momong si sulung.

Ya, jarak antara anak pertama dan kedua memang hanya selisih 18 bulan. 2 tahun belum genap.
Saat itu si sulung baru saja bisa berjalan, kemudian saya hamil sekitar dua bulan. Jujur, saya sempat mengalami stres berat.  Selain tekanan dari pihak keluarga yang sempat bilang, "Kamu nggak KB ya? Kasihan, anakmu saja baru bisa jalan. Kok, hamil lagi."

Ada juga beberapa omongan dari tetangga yang ngejudge saya kurang bisa mengatur jarak kelahiran anak. Belum lagi omongan-omongan lain yang seolah-olah kehamilan anak kedua bukanlah berita membahagiakan.

Okelah, jika mereka bilang saya tidak bisa mengatur jarak kelahiran anak. Faktanya memang saya sudah mengikuti program keluarga berencana, namun tetap saja bisa kebobolan. Lantas, apakah saya yang salah?

Rasanya tidak ada yang harus dipersalahkan. Karena saya percaya jika seorang wanita sudah menikah,  kemudian dia hamil. Itu merupakan sebuah anugerah dari Tuhan yang tiada duanya.

Banyak di luar sana yang sudah menikah bertahun-tahun dan mereka begitu menginginkan anak, tetapi belum juga dikabulkan keinginannya. Bahkan, ada juga yang rela melakukan berbagai cara dengan mengeluarkan dana ratusan juta. Seperti: mulai dari program bayi tabung,  adopsi anak, serta terapi kehamilan.

Oleh karena itu, saya bersyukur Tuhan dengan murah hati mengirimkan dua bidadari dengan jarak berdekatan. Walaupun sejujurnya dalam hati, masih ada rasa khawatir akan ketidakmampuan seorang ibu muda dalam mendidik anak nantinya. Di mana pengalaman dan ilmu yang belum cukup banyak.

Namun jika dipikir kembali, bukankah itu sebuah pertanda jika memang Tuhan percaya saya mampu menjadi seorang ibu? Makanya Tuhan memberikan amanah anak untuk kedua kalinya.

Lalu, apa yang perlu saya takutkan? Apa yang dikhawatirkan?

Kenapa saya harus menghiraukan omongan orang soal anak yang lahir dengan jarak cukup dekat?

Pengalaman bisa dicari, begitupun dengan ilmu tentang mendidik anak bisa dipelajari sambil berjalan. Dengan hati mantap,  saya pun menikmati masa-masa menjadi ibu muda yang memiliki anak dengan jarak berdekatan. Saya tidak memikirkan lagi tentang omongan orang.

Saya pun bahagia walaupun ketika merawat si sulung dan bungsu,  ada drama manis dan gurih yang harus dilalui. Misal,  ketika saya sedang menyusui si adik,  kakaknya menangis.  Dia menarik-narik baju dan minta duduk di pangkuan saya juga.

Duh, masa rempong yang mungkin tidak bisa saya lupakan hingga mereka dewasa nanti. Kisah lucu mereka yang patut saya abadikan sepanjang sejarah menjadi seorang ibu.

Lalu, adakah tips untuk merawat anak yang lahir dengan jarak berdekatan? Di mana rasa cemburu pastilah ada di antara mereka. Entah itu dari si kakak ataupun adik. Bagaimana cara mengatasinya? Yuk, simak ulasan berikut.

1. Dilarang Keras Membandingkan Antara Kakak dan Adik

Namanya anak, walaupun terlahir dari orang tua yang sama tetap saja memiliki karakter berbeda. Tugas orang tua adalah harus mengenali perbedaan karakter tersebut. Jangan sampai keceplos untuk membandingkan salah satu dari keduanya.  Sebisa mungkin hargai mereka, baik kekurangan maupun kelebihannya.

Misal: Wah, kakak pinter menggambar nih. Adik juga pintar menggunting kertas warna.

Usahakan keduanya diberikan pujian tanpa harus membandingkan. Apresiasi yang mudah tetapi tidak mudah dilakukan.

2.  Disiplin Mengabaikan Aduan Anak

Sebagai orang tua yang memiliki anak dengan usia yang tidak terpaut jauh, aduan kerap sekali terjadi. Tak heran karena usia balita rentan akan kecemburuan satu sama lain. Keduanya juga memiliki psikologi persaingan yang cukup unik.

Misal : "Bunda, Kakak barusan main tanah. Itu kan kotor."

Aduan yang cukup menguji andrenalin, bukan? Mendengar kata tersebut, orang tua yang sempat melakukan larangan agar tidak bermain kotor, tentu akan marah. Oleh karena itu,  cobalah untuk abaikan aduan tersebut. Supaya salah satu dari mereka tidak merasa terintimidasi.

Jikapun kamu tidak ingin mengabaikan aduan tersebut,  sebaiknya jangan dilakukan di depan salah satu dari mereka.  Karena hal tersebut akan memicu kecemburuan dan anak akan manja dengan terus mengadu akan kesalahan yang dilakukan saudaranya. So,  bijaklah!

3. Hindari Menjadi Hakim yang Sembrono

Sesuatu yang paling menggemaskan dari memiliki anak usia berdekatan adalah seringnya bertengkar. Betul?

Nah, ketika Kakak Adik saling bertengkar, sebaiknya kamu sebagai orang tua jangan sembrono dalam memutuskan siapa benar dan salah.

Diamlah sejenak dan tenangkan mereka. Ketika kedua anak sudah tenang, ajaklah berdiskusi. Kira-kira apa yang menjadi penyebab pertengkaran terjadi. Ajaklah mengutarakan pendapat masing-masing. Setelah itu,  berilah kesempatan pada anak supaya menyelesaikan masalah mereka sendiri. Dengan begitu,  anak tidak merasa terhakimi.

Itulah sedikit tips yang bisa saya bagikan berdasarkan pengalaman. Balada ibu dengan anak yang berdekatan memang tidak akan ada habisnya. Tetapi jika melewatinya dengan senang dan tanpa beban,  pasti akan mengasyikkan kok.

Semoga bermanfaat,  ya.