Serba-serbi kehidupan di mata Malica

DEFINISI CINTA

Senin, 24 April 2017
“ mbak, nanti tolong bersihin kamar saya dan athala ya, saya mau berangkat ke kantor dulu”.

Ucapan itu terdengar lantang ditujukan padaku.
Ku tengok ke belakang berdiri sosok pria yang  gagah, tampan, tinggi, dan sangat berwibawa meski sedikit cuek di depan pintu.

Aku pun menjawabnya dengan senyuman dan mengiyakan perintahnya tadi. Tak lama kemudian setelah dia berangkat, aku menuju ke kamarnya. Ku lihat di depan pintu kedua kamar yang berdampingan terdapat tulisan hot daddy dan hot son. Seketika terbahak-bahak aku melihatnya.

Pelan-pelan kubuka pintu kamar Hot daddy dan ternyata sungguh membuatku terkesima.
“Pria single parent tapi mandiri”, ujarku dalam hati. Kamar yang rapi, harum dan bersih. Begitu pula dengan kamar Athala yang serba warna kuning dan bergambar spongebob. Benar-benar dua sosok lelaki ini sudah membuatku kagum.

****
Jam pun sudah menunjukkan pukul 12.00 siang. Dan saatnya Athala pulang dari sekolah.

“ mbak...mbak… mau makan dong”.
“ Iya sayang, tapi ganti baju dulu, cuci tangan dan cuci kaki ya”.
“Oh iya, lupa deh mbak. Habisnya mbak masakannya enak banget lo, jadi lupa segalanya deh”.(tertawa riang)

Entah ini perasaan apa namanya. Padahal baru hari pertama aku bekerja disini, tapi sudah merasa nyaman dan dekat sekali dengan pria kecil ini. Rasanya gak mau jauh dengannya.

Seusai makan siang, Athala pun minta ditemani belajar, dan tak terasa kita pun tertidur dengan lelap.Sampai bapak pulang juga gak tahu. Terdengar suara merdu yang memanggilku.

“ mbak, temani saya makan dong. Saya gak biasa makan sendiri”.

Sambil menemaninya makan, sedikit mata ku ini  memperhatikannya. Sungguh dia makhluk yang sempurna. Dalam hati “andaikan saja dia menjadi jodoh ku kelak”. Ah… pikiran konyol.Tidak akan mungkin kita sangat lah berbeda.

Malam pun telah tiba. Si Bapak memanggilku lagi.
Meminta bergabung bersama mereka di ruang tamu menonton TV. Akupun mengiyakan ajakannya, karena si Bapak tipe orang yang tidak suka penolakan.

Tak terasa malam semakin larut, dan Athala pun sudah tertidur di pangkuan ku. Tinggal kita berdua, aku dan bapak. Mulailah membuka percakapan baru. Duh… jantung ini tiba-tiba berdegup kencang ketika mengobrol dengannya. Apakah ini yang dinamakan cinta pandangan pertama?, ujarku dalam hati.

Setelah ngalor ngidul Bapak cerita tentang masalah pribadinya lebih tepatnya soal “single parent”. Bapak mengagetkan ku dengan sebuah pertanyaan.

“ Mbak, tahu gak kenapa saya bisa cerita ke kamu tentang ini?, padahal selama 6 tahun ini saya merahasiakan dari siapapun bahkan Athala juga tidak pernah tahu”.
“ kenapa memangnya pak”, jawabku.
“Saya merasa kamu orang baik dan bisa dipercaya, dan saya pun nyaman”.
“ Kok bisa pak?, padahal bapak belum tahu siapa saya lho”, jawabku penasaran.
“ Entahlah, ini soal kemantapan hati”

Dan anehnya sejak saat itu, kita berdua pun semakin dekat. Sering mengobrol, saling curhat dll. Tapi sayang salah satu dari kami tidak pernah mengungkapkan perasaan masing-masing.

****
Akhirnya, tibalah hari terakhir aku bekerja disini. Kontrak kerja sudah habis. Rasa cemas, sedih dan tak tega pergi dari sini muncul dalam diriku. Oh Tuhan… aku benar dibuat gila dengan perasaan aneh ini. Apakah ini?

Terdengar suara menggemaskan menghampiri ku.

“ Mbak, disini aja ya temani Athala, Mbak gak usah pulang,”. Biar daddy juga punya teman”.

Mendengar ucapan Athala hatiku semakin sakit. Lelaki kecil ini sungguh membuatku berat melangkah pergi. Ku pandangi Bapak juga matanya berkaca-kaca, tapi dia tidak berusaha mencegah ku.

Dengan berat hati aku berpamitan. Dan berusaha meringankan langkah ku.

Terdengar seseorang memanggil ku.

“ Alya, ini untukmu”, nanti tolong dibaca sesampai kamu di rumah”.

****
Sepanjang perjalanan pulang ke Bandung, hanya dua sosok lelaki itu yang ada dikepala ku. Rasa penasaran ingin membuka surat itu malah semakin menggebu. Tergeraklah hati, pikiran dan tangan untuk membacanya.

“ Dear Alya”
Sesungguhnya pertama kali pertemuan kita, aku sudah mengaggumimu. Aku sudah tahu banyak tentang dirimu dari saudara sepupu mu. Meskipun dirimu setiap kali ditanya selalu bilang hanya lulusan SMA, padahal kamu mahasiswa yang dapat beasiswa S2 di universitas ternama. Tidak pernah malu ataupun gengsi menjalani pekerjaan apapun meski kamu jadi ART di rumah ku.
Sikap rendah hatimu yang membuat diriku sangat menyayangimu. Dirimu juga tidak keberatan menyayangi anak ku. Tapi maaf aku sosok pria yang cuek soal perasaan, makanya satu katapun tak terucap dari bibir ku.
Tapi sungguh Alya aku sangat menginginkan dirimu menjadi ibu dari anak-anak ku kelak.
Tunggu aku di rumahmu, akan ku bawa orang tua ku melamar mu menjadi pasangan ku.
Insyaallah jika Tuhan Meridhoi 24 Mei 2017 akan ku ucapkan kalimat ijab qobul untuk menghalalkanmu.
                           “ By : Aryo”

Tak lama kemudian ……………

“Gubbraaakkkk”

Dua bus dari arah berlawanan bertabrakan , dan jatuh ke jurang. Tak satupun penumpang yang selamat termasuk Alya.










OBAT HERBAL vs OBAT KIMIA

Sabtu, 01 April 2017

Emak, Seiring dengan perkembangan zaman yang semakin modern dan tekhnologi semakin canggih tentunya semua orang menginginkan apa saja  secara cepat dan instan. Contohnya seperti Obat.  Pada dasarnya jenis obat itu ada dua yaitu obat herbal dan obat kimia yang mana kedua obat itu mempunyai tujuan yang sama yaitu “ Mengobati”.

Tetapi tak sedikit juga kedua jenis obat tersebut membuat bingung ya mak. Bingung mana  pengobatan yang akan digunakan, herbal atau kimia? Adakah perbedaan dari keduanya? Simak yuk ulasan berikut ini:

  1. Obat herbal dari segi harga lebih terjangkau. Sedangkan Obat kimia harga relatif mahal karena faktor impor.
  2. Obat herbal efek samping relatif kecil bahkan ada yang sama sekali tidak menimbulkan efek samping jika digunakan secara tepat. Sedangkan obat kimia efek samping pengobatan sering terjadi khususnya pada jangka panjang tidak baik untuk ginjal dan jantung.
  3. Obat herbal reaksi pada tubuh sedikit lambat, sedangkan Obat kimia reaksinya lebih cepat
  4. Obat herbal cara kerjanya memperbaiki keseluruhan sistem tubuh. Sedangkan Obat kimia hanya memperbaiki beberapa sistem tubuh saja.
  5. Obat herbal cocok digunakan pada penyakit kronis, sedangkan obat kimia cocok digunakan pada penyakit akut

Nah Emak berdasarkan penjelasan diatas jika ditanya mana yang lebih baik obat herbal atau obat kimia? Jawabannya adalah tergantung pada situasi dan kondisi seseorang. Dalam situasi tertentu kadang obat kimia lebih baik digunakan, atau malah sebaliknya. Misal pada kasus darutat seperti pendarahan, menggunakan obat kimia lebih disarankan karena reaksinya lebih cepat dalam mengatasi gejala dan meredam rasa sakit. Sedangkan reaksi obat herbal relatif lebih lambat.

Selain itu Obat herbal dan obat kimia juga bisa digunakan secara bersamaan dan saling mendukung. Dimana obat herbal membantu meningkatkan efektifitas pengobatan sekaligus mengurangi efek samping yang ditimbulkan oleh obat kimia. Pada penyakit yang lebih aman, produk herbal bisa digunakan secara tunggal.Dan jika mau dikombinasikan dengan obat kimia,  tentunya harus ada selang waktu pemakaian antara kedua jenis tersebut. Semoga dengan mengetahui kelebihan dan kekurangan antara obat herbal dan kimia, kita bisa lebih bijak dalam memilih pengobatan mana yang tepat. 

The Power Of EMAK



IBU adalah sosok yang luar biasa. Wanita yang hebat. Wanita yang tangguh dan tegar ketika badai kehidupan menghempas. Bahkan Ibu juga Superhero buat anak-anaknya.

Tahukah Emak? Mengapa IBU memiliki julukan the power of Emak? Apa saja sih kriteria kekuatan dari the power of Emak? Yuk  simak ulasan berikut:

1. Insting Tajam, kuatnya insting sang ibu mampu merasakan dan membedakan sesuatu tanpa harus melihat.
Misal ketika anak sedang ada masalah kehabisan uang jajan diperantauan, lewat suara telfon saja ibu sudah bisa menebak. Dan lagi Ibu  mampu membedakan berbagai macam bumbu dapur yang serupa tanpa harus mencoba terlebih dahulu

2. Multitasking, Ibu mampu melakukan banyak hal dalam satu waktu. Seperti memasak sambil nyuapin anak, membersihkan rumah sama balesin chat di Hp.hehehe...
Dan hebatnya keunikan dan kemampuan ini tidak bisa dilakukan kaum pria.

3. Kreatif, Emak-emak jaman sekarang sudah banyak yang melek teknologi.  meskipun cuma tinggal di rumah tapi mampu mengembangkan kreativitas. Dan penghasilannya jangan ditanya, uangnya malah mampu mengalahkan kaum lelaki yang pontang-panting pergi pagi pulang malam.

4. Penemu benda, daya visual mata seorang wanita lebih tajam dibanding kaum pria. Contoh gampangnya ketika anak kehilangan kunci motor pasti nanya ibunya, dan dalam sekali mencari langsung ketemu. Kerjasama antara visualisasi dan penempatan spasial buat ibu sangat jago.

5. Chef Handal, kemampuan Ibu dalam hal memasak tidak perlu diragukan lagi, tidak pernah sekolah Chef tapi dalam hal meracik bumbu dapur menjadi makanan lezat sudah teruji. Sampai-sampai anak-anaknya sudah merantau jauh pun pasti kangen dengan masakan Ibu. Pernah ngalami?

6. Bernyali Besar, keberanian seorang Ibu patut diacungi Jempol. Tak peduli ancaman dan marabahaya datang siap dihadapi. Memang sekilas lemah fisiknya, tapi kelemahan itu berubah menjadi kekuatan ketika waktunya tiba.

Emak, itulah beberapa “The Power of Emak” yang dimiliki Ibu. Yang membuat Ibu semakin istimewa dan selalu dirindukan anak-anaknya. Nah, Kira-kira apakah kriteria diatas sudah ada pada diri Emak semua?



KARIR vs JODOH


Mereka sudah tampan, cantik dan karirnya bagus, Tapi belum juga dapat Jodoh. Eh, padahal dia itu belum kerja tapi udah berani nikah. Mau dikasih makan apa anak istrinya nanti.

Emak, adakah yang pernah bilang begitu?
Kira-kira mana yang lebih penting, Karir atau Jodoh?

Kalau menurut saya jodoh dan karir sama pentingnya. Tergantung masing-masing individu lebih memprioritaskan yang mana. Mau berkarir dulu atau menikah dulu baru merintis karir berdua.

Yang lebih memprioritaskan karir sukses itu biasanya orang tersebut sudah mempunyai target dan tujuan hidup yang jelas.

Nanti setelah menikah sudah mandiri tanpa bergantung pada orang tua atau orang lain. Jelas jika sudah bisa membahagiakan orang tua, tentu bisa bahagiakan pasangan. Ridho orang tua memudahkan kita dalam segala hal. Dari penghasilan sendiri pula bisa disisihkan sedikit untuk membantu orang yang membutuhkan.
Dan biasanya nih ya, orang yang karirnya sukses itu tidak mudah patah hati meskipun pernah ditolak.
Tapi walaupun begitu bukan berarti mengabaikan jodoh ya...
Mungkin dari segi karir sudah sukses, cuma dalam hal jodoh belum siap mental dan proses memilih seseorang yang visi dan misi hidupnya sejalan.

Sedangkan yang berpendapat Jodoh lebih penting dibandingkan dengan karir karena Jodoh itu diikhtiarkan, diusahakan bukan hanya ditunggu.

Apalagi Jodoh itu soal perasaan. Namanya perasaan tidak bisa ditahan, gak kenal waktu, serta tidak  memandang apapun dan siapapun pasangannya. Jika merasa sudah siap menikah meski materi belum mapan, Ayo Menikah. Daripada nanti menimbulkan fitnah dan zina. Naudzubillah...

Biasanya orang yang memprioritaskan Jodoh itu sudah ada komitmen sesama pasangan akan merintis karir bersama, memulai semuanya dari NOL. Tanpa mengkhawatirkan soal rezeki. Karena rezeki adalah urusan Tuhan.

Nah, bagaimana Emak? Jodoh dan karir sama sama penting menurut saya, karena mempunyai karir cemerlang bisa memupuk rasa optimisme tujuan hidup yang jelas dan kemandirian, sedangkan memprioritaskan jodoh terlebih dulu akan mengajarkan kita arti sebuah perjuangan hidup. Menurut Emak bagaimana? Punya pendapat lain?(Boleh) Atau ada yang punya pengalaman lain?(Boleh). Semoga langkah Emak dan saya di permudah untuk keduanya ya. AMIN


KEHAMILANKU BIKIN CEMBURU



Kehamilan adalah sesuatu yang sangat dinantikan seorang perempuan, karena menyempurnakan kodrat saya sebagai perempuan. Tapii, kehamilan kali ini ada yang berbeda mengapa?

Dulu, waktu hamil anak pertama, setelah melihat dua garis merah di testpack, rasanya sumringah banget. Senang nanti perut mulai nongol, jalan sana sini ketemu orang ditanya lagi " isi " ya. Membayangkan asyiknya begadang,memberi ASI, mengganti popok, dan putar otak membuat MPASI anak. Ah, inilah rasa bahagia menjelang status menjadi ibu.

Tapi sayangnya semua itu tidak saya rasakan pada kehamilan yang kedua.

Yang kedua ini saya sempat kaget, begitu tahu kandungan sudah jalan 5 bulan saat Arya berusia 19 bulan. Perasaan yang harusnya sumringah mendengar kabar itu, malah berganti menjadi rasa khawatir. Sempat terbesit dalam pikiran kasihan si sulung masih kecil sudah punya adek , takut juga nanti Arya kurang kasih sayang, dan was-was ada masalah dalam psikologinya. Apalagi saya juga kerja nanti bagaimana mengurusnya.

Ditambah lagi banyak yang bilang jika anak kesundulan itu nantinya akan menimbulkan kecemburuan, benarkah?

Sebenarnya belum bisa percaya jika efek kesundulan akan berdampak negatif.
Tapi memang setelah saya perhatikan ada perubahan pada Arya. Dia cenderung rewel, suka menangis dan lebih manja. Kadang juga ngomel gak jelas. Apakah keadaan seperti ini yang dinamakan cemburu?

Akhirnya saya konsultasikan dengan dokter, dan memang wajar anak seumuran Arya masih sangat butuh kasih sayang dan perhatian dari kedua orang tuanya. Makanya untuk mengekspresikan kecemburuannya dia jadi sedikit rewel dan suka menangis. Tingkat manjanya juga lebih tinggi dari sebelumnya.

Nah, itulah kenapa saya bilang kehamilan yang kedua ini bikin cemburu karena ada perubahan sikap yang terjadi pada si sulung Arya yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Tapi meskipun demikian, saya dan suami tetap berusaha menghilangkan rasa cemburu itu dengan memberikan perhatian lebih, sering mengajak dia ngobrol dengan adeknya yang didalam perut dan memberikan kata-kata positif agar kelak adeknya lahir si sulung  bisa sayang dan mau berba