INILAH 6 BERKAH RAMADAN SEBAGAI SARANA MEMPERBAIKI DIRI LEBIH BAIK

By Malica.com - May 15, 2019




Assalamualaikum, Sahabat Malica😊

Apa kabar ramadan tahun ini? Pasti banyak hal baru yang menyenangkan dan bikin nagih ingin berjumpa di bulan ramadan tahun depan, bukan?

Bukan hal baru lagi jika ramadan selalu datang dengan sejuta berkah yang melimpah. Jadi tak heran jika seluruh umat muslim di dunia menyambutnya penuh suka cita, bahkan ada juga beberapa negara menyambut kedatangan ramadan dengan tradisi-tradisi khas yang disajikan secara unik dan megah. Hal tersebut semata-mata dilakukan guna mendapat berkah ramadan yang hanya bisa dijumpai selama satu tahun sekali.


Uniknya, setiap orang memiliki cara berbeda-beda dalam menjemput berkah ramadan tersebut.  

Katakanlah seorang pebisnis atau pengusaha sukses yang ingin mencari berkah Ramadan melalui kegiatan rajin bersedekah ke panti asuhan maupun anak yatim. Ada juga beberapa orang ingin lebih khusyuk dalam beribadah selama satu bulan Ramadan. 

Tak hanya itu, beberapa orang pun merencanakan one day one juz agar rahmat bulan Ramadan tersebut bisa didapatkan dengan mudah.

Lantas, bagaimana dengan saya?

Apakah bulan Ramadan tahun ini membawa perubahan bagi saya untuk menjadi pribadi yang lebih baik?

Kalau boleh jujur, dari bulan-bulan ramadan sebelumnya yang saya lalui, sepertinya tahun ini lebih istimewa dan menantang. Saya banyak mendapatkan berkah ramadan, meskipun baru berlangsung selama 11 hari. Saya menikmatinya dengan ikhlas,  rasa bangga sekaligus syukur berkali-kali. 

Tahun lalu, saya menikmati puasa bersama kedua anak sebagai ibu bekerja. Pagi hari, saya mengajar di sebuah lembaga taman kanak-kanak. Sementara pada waktu siang hari hingga menjelang buka puasa, saya mengajar di sebuah bimbingan belajar swasta. Hampir bisa dihitung berapa kali saya menikmati santap buka puasa bersama anak-anak selama satu bulan. Hehehe

Sedangkan tahun ini, ada sedikit perbedaan yang patut disyukuri. Walaupun tetap bersama dua anak saja menjalani ibadah puasa, tetapi saya bangga sebab puasa tahun ini bisa menjadi full mom menjaga anak-anak di rumah sekaligus memantau bagaimana mereka bisa kuat belajar berpuasa seharian. Inilah salah satu berkah ramadan yang menurut saya sangat istimewa.




Sebenarnya bukan hanya itu saja sih. Ada beberapa kebahagiaan lain yang ingin saya bagikan kepada sahabat Malica yang masih setia membaca tulisan di blog receh ini. Bukan kebahagiaan yang bermakasud riya atau pamer, bukan juga merasa lebih baik dari yang lain, tetapi lebih kepada pengakuan pada diri sendiri "Oh, saya bisa ternyata" dan siapa tahu mungkin ada yang bisa mengambil hikmah berkah ramadan dari pengalaman sederhana saya ini.

Penasaran kan, ya? langsung saja deh!

1. Menjadi Ibu yang Lebih Sabar

Berkah Ramadan pertama yang saya dapat adalah menjadi sosok ibu yang lebih sabar. Dari puasa pertama, Allah sudah memberikan bungkus permen yang insyallah rasa manisnya tak kalah dengan isi permennya.

Si sulung resmi didiagnosa mengidap penyakit Lymphadenitis Granulomatosa Tuberculosa atau lebih dikenal dengan TB kelenjar getah bening. Tak hanya sekali, saya mengecek kesehatan si sulung. Saya harus bolak-balik ke rumah sakit mulai dari puasa pertama sampai puasa hari ketujuh baru jelas tindakan pengobatan apa yang harus saya ambil.

Wuah, sejujurnya bikin sport jantung. Tapi bagaimana lagi, hanya saya yang dimiliki si sulung di rumah. jadi mau tidak mau, sebagai ibunya harus melakukan apa pun untuk kesembuhan dia.

Saya, yang aslinya tipe nggak sabaran, mendadak 180 derajat harus berwajah kalem membujuk si sulung agar mau melakukan tes patologi, tepatnya tes pertama gagal karena si sulung menolak dengan tangisan yang tak kunjung reda. 

Hari selanjutnya, saya kembali ke rumah sakit bersama si sulung setelah semalaman penuh memberikan segala macam afirmasi supaya tes patologi berjalan sesuai rencana.

Suara yang biasanya melengking saat berbicara dengan si sulung, juga mendadak kalem bak putri dari tanah keraton. Tak hanya itu saja, jam makan si sulung yang biasanya lebih dominan jika rasa lapar mulai melambai-lambai, barulah dia beranjak memanggil ibu dan meminta makan, mendadak harus diubah lebih disiplin waktu.

Sekilas dilihat Nampak ribet, ya. hehehe

Namun bagi saya, justru bungkus permen ini menjadi sarana belajar untuk mengubah diri lebih baik lagi.

2. Mendadak Jadi Chef Andal

Wuah, poin ini sebenarnya membuat saya ragu. Hampir mundur maksimal di hadapan dua bocah di rumah. "Bisa nggak sih saya menyiapkan menu kesukaan yang enak dan lezat untuk mereka?" begitulah gumam kata hati saya. hahaha

Bisa dibilang saya bukan tipe ibu yang ribet. Memberi makanan anak harus disajikan beberapa menu, baru deh mereka mau makan. Bukan tipe saya banget. hehehe 

Saya adalah tipe ibu yang praktis dan sederhana. Saya cukup menyajikan menu satu atau dua jenis lauk pauk, sayuran, buah, dan minuman segar saat puasa.

Yes, sesimpel itu.

Bagi saya, buat apa menu makanan banyak tapi nggak dimakan sama anak. Mending secukupnya tapi sekali habis dilahap. Yang penting sayuran wajib ada. Sehari saja nggak masak sayur, saya bisa diprotes anak-anak. Karena sejak usia 6 bulan saat MPASI diberlakukan, sayur apa pun sudah menjadi sahabat mereka.

Apa berkah Ramadan di sini?

Saya tiba-tiba menjadi ibu yang rajin memasak seolah-olah seperti chef andal. Setiap kali hendak memasak,  saya wajib membuka resep di cookpad guna mendapatkan rasa yang berbeda setiap harinya plus lezat di lidah anak-anak tentunya. Meski fakta berbicara bahwa ikan yang dimasak tetaplah sama. hihi

3. Lebih Istiqamah dalam Beribadah

Karena bisa full di rumah, jadi saya memberlakukan aturan baru pada anak-anak. Kali ini soal ibadah salat dan mengaji. Biasanya memang mereka sudah mengaji di taman bacaan Al-Quran yang ada di desa, tapi untuk bulan puasa kali ini diliburkan. Akhirnya, saya pun mencoba meminta anak-anak mengaji satu halaman setelah salat dan diulang-ulang.

Sayangnya, saya nggak bisa mengajak mereka beribadah ke masjid dekat rumah sebab sepertinya mereka belum siap. Bukannya ikut jamaah bareng, eh, justru lari-larian bareng teman-temannya. jadi, saya pun cari aman agar tidak membuat gaduh di masjid, solusinya ke masjid hanya saat salat tarawih saja. Hehehe

Qodarullah, aturan baru ini bisa istiqamah sampai puasa ke-11 berlangsung. Sungguh berkah yang luar biasa bisa mengajak anak-anak belajar menjadi lebih baik perihal beribadah. 

4. Lebih Rajin Menjalankan Salat Sunnah

Tak dimungkiri, bulan Ramadan adalah bulan suci yang penuh ampunan dan keberkahan. banyak umat muslim berlomba-lomba untuk mendapatkan rahmat di bulan ramadan ini, termasuk saya. 

Biasanya salat sunnah dhuha dan tahajud masih bolong-bolong, Alhamdulilah di bulan berkah Ramadan kali ini saya mulai  belajar kembali memperbaiki diri dengan rutin menjalankan salat sunah tersebut.

Tidak ada maksud untuk pamer ataupun lainnya. Ramadan kali ini saya memang sudah memantapkan hati untuk terus mendekatkan diri kepada-Nya. Segala amalan yang bisa saya lakukan, tentu dengan usaha keras saya berusaha terus melakukannya secara istiqomah, baik ibadah sunnah maupun wajib. Saya hanya berharap, "Ya Alllah, semoga amalan-amalanku diterima di bulan ramadan kali ini. Ya Allah, semoga apa yang saya lantunkan setiap malam padamu segera datang tepat pada waktunya."

Tentu sudah menjadi keinginan semua orang, bukan? 

Doa doa sederhana yang saya minta kepada Allah. Dan semoga diijabah. Amin

5. Sadar untuk Berbuat Kebaikan

Sambil mengajarkan si kecil bahwa berbuat baik tidak selamanya harus berupa uang. Memberikan sedekah nasi saat acara buka bersama di desa, juga sebuah kebaikan kecil yang wajib disyukuri. 

Kebetulan, hari ini bertepatan dengan acara rutin buka puasa bersama satu minggu sekali di desa, dan saya terlibat di dalamnya untuk menyiapkan beberapa bungkus nasi untuk sore nanti.

Tak disangka, si bontot, anak perempuan saya antusias sekali membantu. Sejak bangun tidur tadi pagi, dia sudah membantu saya mengupas bawang merah dan bumbu masak lainnya untuk persiapan sore nanti.

6. Mengencangkan Planning One Day One Juz

Benar-benar menjadi berkah ramadan yang istimewa. Alhamdulilah, rencana yang menjadi daftar list beberapa bulan yang lalu, ternyata berjalan lancar di bulan ramadan ini. 

Sebenarnya bulan-bulan sebelumnya juga bisa sih menuntaskan planning one day one juz, hanya saja saya banyak alasan dengan kesibukan sendiri. Duh, jadi malu nulisnya. Hihi 

Tak disangka, puasa ke-11 sudah ada 11 juz yang bisa saya khatamkan. Bukan hanya senang bisa menepati janji pada diri sendiri, selain itu ada juga ketenangan dalam hati. Alhamdulilah

Keenam berkah Ramadan ini sungguh di luar nalar diri saya pribadi. Tapi jika hingga saat ini saya mampu melakukannya, itu semuanya karena kehendak Allah. Allah telah menuntut saya menjadi pribadi yang lebih baik lagi.  

Melalui Ramadan tahun ini, Allah memberikan sarana perbaikan diri agar saya menjadi muslimah sebenar-benarnya muslimah sesuai yang diajarkan dalam Al-Quran dan Hadist.

Sebaik-baik penolong saat kita butuh adalah Allah. Jalan terbaik yang bisa kita jadikan panutan adalah jalan baginda Rasullulah yang nantinya akan membimbing kita meraih surganya Allah.

Sebaik-baiknya bekal untuk mencapai surga Allah adalah bertakwa. Dan untuk mencapai semua itu kita harus melakukan sebuah amalan yang dibarengi dengan kesabaran penuh.

Semoga kita semua dimampukan, ya. Semangat! 

Salam sayang dari Malica😊

  • Share:

You Might Also Like

12 comments

  1. Waduh,, jadi inspirasi nih buat para emak yang lainnya hehe 😂😂

    ReplyDelete
  2. MasyaAllah ... Jadi malu, nih. Aku baru sampai Juz 5 lho, Mak Malica. Hiks, adaaa aja alasannya. Pagi usai Subuh waktunya anak-anak muroja'ah dan belajar, lalu antar ke sekolah, lalu mulai kerja jam 09.00-16.00. Di sela-sela itu jemput anak ke sekolah. Sore harinya mulai beberes kerjaan, mandikan bungsu, masak. Usai Taraweh, anak-anak tidur aku ikut tidur. Tilawahnya dini hari dan susah banget kekejarnya. Subhanallah deh ini, alasan dibikin panjang. Bismillah, lebih kencengin lagi ah jadwal ngajinya. Makasih ya, Mak ...

    ReplyDelete
  3. Masya Allah, benar benar berkah ramadhan ya, mbak. Hampir semua target tercapai. Jadi cambuk juga nih buat saya, agar bisa lebih produktif

    ReplyDelete
  4. Masya Allah menginspirasi sekali mba... Aku jadi termotivasi ingin beribadah lebih juga di bulan Ramadhan ini. Oya cepat sehat ya untuk anaknya, terus si nenek gmn mba, positif tb juga?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah engga mbak Arum. Hasil lab bagus tapi diminta berobat rutin dan jangan capek-capek

      Delete
  5. Semoga dilancarkan ibadahnya ya Mbak. Semoga si Sulung juga cepat sehat. Pengobatannya 6 bulan tanpa putus ya? Cucu teman saya, 1.5 thn kena tuh TB Kelenjar. Susahnya ngasih obat anak umur segitu. Alhamdulillah udah bersih...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya,Mbak.untuk awal diminta 6 bulan dulu.makasih doanya, Mbk

      Delete
  6. Wah mantab banget mba, ngisi bulan puasa dengan banyak hal bermanfaat ya.. semoga puasanya lancar jaya ya mba, sehat selalu!

    ReplyDelete
  7. Alhamdulillah semoga keterusan menjadi chef andal, ya mbak. Hehe

    ReplyDelete
  8. Semoga ananda cepat sehat kembali ya, Mbak. Adik bungsuku juga pernah kena TB kelenjar, alhamdulilah bisa sembuh total. Tilawahnya juga keren, aku baru juz 3 hikss. Semoga aja masih bisa terkejar untuk khatam. Aamiin

    ReplyDelete
  9. Alhamdulillah semoga seterusnya menjadi lebih baik, Aamiin Yaa Rab

    ReplyDelete
  10. Semoga si sulung cepat sembuh, ya, Mba. Kesembuhan si sulung semoga menjadi berkah Ramadhan berikutnya. Aamiin

    ReplyDelete