Puisi : KE MANA OBAT HENDAK DICARI KETIKA LISAN MELUKAI HATI

By Malica.com - December 27, 2017


Seumur-umur yang namanya puisi, saya paling nggak suka. Nah, berhubung mengikuti challenge dan dituntut harus BISA, mau tak mau saya pun harus mencoba. Hihi

Entah puisi lama yang berbentuk syair ini layak dibaca atau tidak. Yang penting ada rasa puas ketika teman-teman yang ada di facebook saya berkenan untuk membaca dan klik tombol "Share" di beranda mereka. Hihi

Seenggaknya tulisan syair saya ini bisa untuk pengingat saya pribadi betapa lisan ini sangat tajam ketika sedang terpeleset. Hingga mampu melukai hati seseorang.

Be careful aja lah. Hihi

Nah, silakan dibaca ya karya saya yang masih butuh banyak perbaikan ini.

KE MANA OBAT HENDAK DICARI KETIKA LISAN MELUKAI HATI
                      
Wahai kawan sejati
Dengarlah celotehku pagi ini
Bukan sajak bukan puisi
Sebatas syair pengingat diri

Akulah sang wanita pelari
Walau jatuh ingin terus berdiri
Kadang kerikil menyandung diri
Ku tetap berlari menggapai mimpi

Wahai kawan sejati ….

Makin hari langkahku berat
Kepala tertunduk susah diangkat
Pandangan kabur tak akurat
Tanpa tujuan yang lengkap

Tapi bukan aku jika mudah menyerah
Terus bangkit melawan arah
Demi masa depan yang cerah
Walau masalah setinggi galah

Ya, Akulah wanita tangguh
Bertahan agar tidak terjatuh
Meski dada bergemuruh
Tetap tegar tanpa mengaduh

Tapi riak gelombang lagi menyapa
Penuh angkuh angkara murka
Tanpa ingat siapa dirinya
Dari mana dia tercipta

Padahal hidup hanya sementara
Di dunia yang fana
Tak pantas saling menghina
Apalagi tanpa bukti nyata

Namun Aku wanita kuat
Yang akan banyak berbuat
Tak peduli lisan mengumpat
Tetap melangkah menguatkan tekad

Mendekatkan diri padaNya lekat
Tak lupa ibadah dan bersholawat
Agar mendapat nikmat akhirat
Hingga Tuhan mengangkat derajat

Terima kasih duhai sahabat
Lisan tajammu membuatku kuat
Walau luka hati yang tersemat
banyak hikmah yang kudapat

  • Share:

You Might Also Like

1 comments