Serba-serbi kehidupan di mata Malica

Minggu, 17 September 2017


CURHATAN EMAK

Emak tahu, gak? Ternyata menjadi perempuan itu tidak mudah lho…

Bagaimana tidak? ketika perempuan masih menyandang status single, dia bisa berbuat seenak hatinya. Ke mana-mana tidak ada yang melarang. Tidak mahir urusan rumah tangga seperti masak, nyuci, nyapu, dan lain sebagainya tidak ada yang meributkan. Nah, kalau sudah menikah apakah sama?

Tentu tidak dong, Mak. Perempuan yang sudah menikah akan mengalami perubahan 180 derajat dan kerempongan yang luar biasa dibanding dia masih berstatus single.
Nah, apa sih kira-kira yang membuat perempuan itu berbeda dan makin rempong setelah menikah?

  • Ketika perempuan sudah berani mengambil keputusan ‘menikah’ maka wajib bisa melakukan kegiatan yang namanya memasak.  Entah itu memasaknya sekedar merebus air, menggoreng ikan, atau menanak nasi di rice cooker saja. Kenapa harus bisa memasak? Selain untuk menghemat pengeluaran rumah tangga, memasak makanan sendiri di rumah lebih terjamin kesehatan dan kebersihannya.
    Alasan lainnya adalah menyajikan masakan rumahan kepada suami juga bisa menumbuhkan keharmonisan antara suami dan istri. Karena disaat suami memberikan pujian pada masakan istri, di situlah istri akan merasa dia sangat dihargai. Dengan begitu istri akan lebih giat lagi belajar dari awalnya tidak bisa berubah menjadi ‘mahir’. Sangat menyenangkan, bukan?
  • Setelah mahir memasak, perempuan yang sudah menikah juga harus bisa merawat anak.  Tidak bisa dipungkiri tujuan seseorang melakukan pernikahan adalah ingin mendapatkan keturunan. Betul? Jika memang begitu, keduanya harus berikhtiar agar segera mendapatkan momongan. Tapi jangan kaget ya, Mak. Biasanya tri semester pertama kehamilan kebanyakan bikin galau. Emak akan mengalami muntah, mual tiap hari, badan lemas nggak bergairah, mau makan saja susah. Pokoknya ibu hamil itu nikmatnya nggak ada yang ngalahin. Hehehe
    Lanjut tri semester kedua dan ketiga ya, Mak.Dari hari ke hari pasti perut Emak akan bertambah besar bak balon udara. Kaki juga  mulai bengkak, badan pegal, dan mau tidur pun tak bisa tenang. Selain itu, kebiasaan perempuan yang sedang hamil akan over sensitive. Duh, ngebayangin rempong banget ya, Mak? Tapi anehnya, perempuan sangat menikmati semua itu. Walaupun banyak mengalami banyak kesakitan dan kenikmatan hamil, melahirkan, dan menyusui. Jawabannya adalah karena kodrat! Ya, kodrat menjadi seorang perempuan di mana akan terus berjuang merawat dan membesarkan anak-anaknya dan menjaga suaminya.
  • Setelah mengalami kehamilan yang lumayan nikmat, kini, tiba saatnya fase melahirkan yang tidak kalah nikmatnya. Selain mempertaruhkan nyawa demi sang buah hati, perempuan melahirkan harus rela mengorbankan jatah istirahatnya demi merawat si kecil. Mulai dari menyusui si kecil, mengganti popok, dan lain-lain. Karena hal itu, perempuan bisa juga mengalami perubahan pada bentuk fisik. Misal payudara mulai kendor, badan melar, dan mata panda yang makin hari semakin hitam melebar. Bisa dibayangkan bukan betapa perjuangan seorang ibu sangat besar untuk anaknya.

Nah, melihat perubahan yang terjadi seperti di atas pada perempuan sebelum dan sesudah menikah sebaiknya kaum Adam yang resmi menyandang predikat suami lebih  menghargai dan memberikan perhatian pada perempuannya. Karena mereka ikhlas mengalami semua perubahan dan kerempongan juga semata-mata menunjukkan baktinya pada suami. Maka, sayangi dan cintailah mereka tanpa syarat. 
Be First to Post Comment !
Posting Komentar

EMOTICON
Klik the button below to show emoticons and the its code
Hide Emoticon
Show Emoticon
:D
 
:)
 
:h
 
:a
 
:e
 
:f
 
:p
 
:v
 
:i
 
:j
 
:k
 
:(
 
:c
 
:n
 
:z
 
:g
 
:q
 
:r
 
:s
:t
 
:o
 
:x
 
:w
 
:m
 
:y
 
:b
 
:1
 
:2
 
:3
 
:4
 
:5
:6
 
:7
 
:8
 
:9