Berbagai Infeksi Jamur yang Dapat Diatasi dengan Klotrimazol

Selasa, 27 September 2022



Infeksi jamur baik itu panu, kadas, kurap hingga kutu air memang tidak membahayakan namun dapat mengganggu kenyamanan.


Pasalnya, ketika jamur tersebut menyerang, rasa gatal, panas hingga kulit memerah dan kering akan terlihat yang seringkali membuat penampilan juga tidak maksimal.


Parahnya lagi, siapa saja bisa mengalami infeksi jamur ini sehingga kita semua perlu berhati-hati. Saat gejala jamur mulai nampak, salah satu yang bisa dilakukan adalah dengan memberikan terapi topikal yang mengandung klotrimazol


Klotrimazol 1% terbukti secara klinis mampu mengatasi berbagai infeksi jamur dengan efektif, selama digunakan secara rutin hingga jamur benar-benar menghilang.


Pengobatan dengan salep yang mengandung klotrimazol juga harus dilakukan secara kontinu dan disiplin agar jamur tidak datang kembali. Kira-kira jenis jamur kulit apa saja ya, yang dapat diatasi oleh klotrimazol? Simak informasinya berikut ini.


Penyebab munculnya jamur kulit


Sebelum membahas tentang jenis jamur kulit yang dapat diredakan dengan salep klotrimazol, ada baiknya untuk mengetahui terlebih dahulu apa saja yang dapat memicu pertumbuhan jamur kulit yang mengganggu.


  1. Kurang menjaga kebersihan diri


Orang zaman dulu meyakini bahwa kutu air, panu dan penyakit kulit sejenis diakibatkan oleh kebiasaan malas mandi.


Pemikiran ini tidak sepenuhnya salah karena malas mandi adalah bagian dari tidak menjaga kebersihan diri.


Faktanya, manifestasi kebiasaan buruk tersebut bukan hanya menyangkut mandi, namun juga membiarkan tubuh berkeringat dan tidak segera berganti baju saat sudah basah atau lembab.

 

Kulit yang basah karena keringat atau baju yang basah dapat menjadi media sempurna untuk jamur berkembang biak.


Apalagi jika sirkulasi udara di permukaan kulit terhambat karena pakaian ketat ataupun lembab.


Itulah sebabnya, menjaga kebersihan diri dalam segala bentuk merupakan kunci dari kulit yang bebas jamur.


  1. Bertukar barang pribadi dengan penderita 


Siapa yang tahu bila teman atau saudara ternyata memiliki jamur di punggung, selangkangan atau kakinya?


Area yang tertutup ini adalah tempat potensial bagi jamur untuk tumbuh dan berkembang.


Bayangkan saja, ketika handuk menyentuh area yang terinfeksi, maka bibit jamur akan menempel di sana.


Perlu dicatat bahwa jamur bisa menular dan menyebar melalui media seperti pakaian, handuk bahkan alas kaki. Maka dari itu akan lebih aman bila Anda menggunakan barang pribadi hanya untuk diri sendiri.


  1. Menderita obesitas atau diabetes


Kondisi medis seperti obesitas dan diabetes juga dapat memicu pertumbuhan jamur pada kulit.


Jika mengalami obesitas, lipatan pada kulit akan semakin banyak dimana area ini seringkali lembab karena keringat dan terlewatkan untuk dibersihkan dan dikeringkan.


Alhasil, lipatan kulit menjadi lembab dan rentan terkena jamur kulit.


Sedangkan ketika mengidap penyakit gula atau diabetes, kadar gula di dalam darah akan lebih tinggi dari yang seharusnya.


Gula merupakan zat yang disukai dan dibutuhkan jamur untuk berkembang biak. Itulah sebabnya, pengidap diabetes juga rentan mengalami infeksi jamur apapun jenisnya.


Jenis jamur kulit yang kerap menyerang


Sekarang Anda sudah tahu beberapa penyebab umum yang memicu tumbuhnya jamur kulit. Selanjutnya, jenis jamur kulit apa saja yang bisa mengancam kesehatan?


  1. Tinea pedis


Pertama adalah jamur tinea pedis yang merupakan sumber dari penyakit kutu air atau athlete’s foot.


Jamur ini biasanya menyerang area telapak kaki dan sela-sela jari kaki. Umumnya, kutu air disebabkan oleh kondisi kaki yang lembab akibat keringat atau terlalu lama terkena air.

 

Kaki yang basah ini kemudian tertutup oleh kaos kaki ataupun alas kaki sehingga kelembabannya terjebak tanpa bisa menguap.


Seperti yang diketahui, kondisi lembab dan hangat seperti ini adalah media yang cocok untuk jamur berkembang biak dan menimbulkan keluhan mulai dari rasa gatal yang intens hingga kulit kering mengelupas.


  1. Tinea versicolor


Tinea versicolor adalah jamur yang menyebabkan penyakit panu. Kemunculan jamur ini dipicu oleh jumlah bakteri Malassezia yang terlalu banyak di permukaan kulit.


Ditambah dengan kondisi kulit yang terlalu basah akibat keringat, tinea versicolor akan tumbuh dengan cepat.


Infeksi jamur tersebut ditandai dengan bercak putih tunggal atau berkelompok yang tidak menggelap bahkan ketika terpapar terik matahari.


Biasanya, bercak putih tersebut muncul di area punggung, leher, lengan dan juga wajah. Rasa gatal tidak selalu muncul, namun warnanya yang kontras dengan warna kulit dapat mengganggu penampilan.


  1. Tinea cruris


Berikutnya adalah infeksi jamur yang menimbulkan rasa gatal di selangkangan, yaitu tinea cruris. Infeksi jamur ini lebih sering dialami oleh pria ketimbang wanita.


Gejalanya meliputi gatal di selangkangan atau pangkal paha, kulit kemerahan yang makin lama makin meluas dengan tepian menonjol, serta kulit kering dan bersisik di tepinya.


Jika tidak diobati, kemerahan yang awalnya hanya di selangkangan dapat meluas hingga ke pangkal paha, bawah skrotum hingga pantat.


Jika mengalami jamur selangkangan, penderita disarankan untuk memakai celana yang longgar supaya sirkulasi udara di area tersebut lebih baik.


  1. Tinea corporis 


Terakhir adalah tinea corporis yang menyebabkan penyakit kurap. Jamur ini menyebabkan lingkaran merah atau ruam pada kulit dengan tepian bersisik yang biasa disebut sebagai ringworm.


Kurap biasanya ditemukan di bagian tubuh yang tertutup dan sering berkeringat. Seperti jenis jamur lainnya, tinea corporis juga harus segera diatasi supaya ruam bersisik tidak menyebar ke bagian tubuh lainnya.


Berbagai jamur kulit di atas dapat diatasi dengan menggunakan salep atau krim yang mengandung klotrimazol seperti Canesten. Dengan pemakaian teratur 2 kali sehari selama 2 minggu, jamur akan menghilang hingga akarnya.


Namun ingat, terapi topikal ini tetap harus diimbangi dengan menjaga kebersihan diri supaya jamur segera pergi dan enggan kembali lagi. Hubungi dokter jika setelah 2 minggu gejala infeksi jamur belum membaik.


Be First to Post Comment !
Posting Komentar

EMOTICON
Klik the button below to show emoticons and the its code
Hide Emoticon
Show Emoticon
:D
 
:)
 
:h
 
:a
 
:e
 
:f
 
:p
 
:v
 
:i
 
:j
 
:k
 
:(
 
:c
 
:n
 
:z
 
:g
 
:q
 
:r
 
:s
:t
 
:o
 
:x
 
:w
 
:m
 
:y
 
:b
 
:1
 
:2
 
:3
 
:4
 
:5
:6
 
:7
 
:8
 
:9