CERDAS KELOLA KEUANGAN YANG SEHAT, DIJAMIN BAHAGIA, LHO!

Selasa, 17 Desember 2019

"Mengelola keuangan bukan berarti pelit, tetapi meminimalisir pengeluaran yang tidak perlu," begitu kata seorang teman saat kami mengobrol melalui chat salah satu aplikasi online. 

Memang benar, semenjak saya memutuskan resign dari tempat kerja tiga bulan lalu, saya merasakan pengelolaan keuangan sedikit tidak sehat. bagaimana tidak, bisa dibilang pengeluaran lebih besar dari pendapatan. Parahnya lagi, semua pengeluaran tidak saya catat dengan detail. 

Alhasil, saat cek rekening rasanya mau pingsan. Begadang demi menyelesaikan job menulis seolah tak ada hasil yang bisa dinikmati. Di sini saya baru tersadar, kelola keuangan pribadi itu penting!

Untungnya saya tidak terlambat menyadari ketidaksehatan kelola keuangan bulanan ini. Tepatnya, sabtu kemarin, 14 Desember 2019, saya bersama beberapa blogger dari berbagai kota di Jawa timur, mendapat sebuah kehormatan untuk menghadiri acara talkshow FUNancial yang diadakan oleh Home Credit Indonesia berkolaborasi dengan Komunitas ISB. Dengan mengambil tema CEO in The Making: Financial Tips to  Transform Your Passion Into a Bussiness sangatlah menarik. 

Sejak mulai acara dibuka oleh Arditya Erwanda, seorang Komika yang menjadi host acara tersebut. Sungguh sangat heboh dan mengundang penasaran. Di awal para audiens sudah disodori dengan tiga pertanyaan yang Jleb di hati. bahkan saya tertampar berkali-kali, lho. Bisa bayangin? Acara ini pastilah luar biasa menarik! 



Tiga pertanyaan tersebut berdasarkan survey mentimeter tersebut adalah: 

  1. Apa pekerjaan teman-teman sekarang nih?
  2. Kalau kamu bisa punya usaha sendiri, mau usaha apa nih?
  3. Kebiasaan apa yang paling bikin kamu bokek? 

Para audiens pun menjawabnya dengan serius. Sesekali ada juga yang menjawab dengan candaan yang bikin ngakak. Misal, pekerjaannya jomlo, usaha dan bisnisnya klinik patah hati, dan kebiasaan apa yang bikin bokek adalah traveling.   

Tak lama setelah 3 pertanyaan sebagai pembuka acara, dilanjutkan sambutan oleh Freya Pradita selaku vice president dari Home Credit Indonesia. Wanita cantik tersebut menjelaskan sedikit tentang apa itu Home Credit. 

Tentang Home Credit Indonesia




Home credit Indonesia merupakan perusahaan pembiayaan berbasis teknologi global yang menyediakan layanan pembiayaan secara online dan offline. Dan pembiayaan yang ditawarkan antara lain, furniture, laptop, kamera, dll. Tak hanya itu, karena home credit mengusung FUNancial, maka pembiayaan yang ditawarkan secara online pun dipermudah. 

Dengan aplikasi mobile My home credit Indonesia siap bersaing dalam bisnis dan ekonomi teknologi di Indonesia. Jika Anda tertarik untuk bergabung dengan Home Credit ini, silakan ditemukan di mall di kota-kota besar terdekat,ya. 

Sudahkah tahu tentang Finansial Goal Yang Kamu Mau? 



"Pengeluaran kemarin apa saja, Mbak?"

Dipa, Financial planner di acara talkshow CEO in the making, tiba-tiba melontarkan pertanyaan di atas kepada audiens. Spontan para audiens dibuat tercekat olehnya. Pertanyaan singkat dan sederhana tersebut membuat para audiens tak berkutik. Bahkan, audiens talkshow merasa kesulitan menjawab. Artinya apa? 

Pertanyaannya memang remeh banget. Arditya juga menambahkan bahwa yang ditanyakan Dipa itu tentang pengeluaran sehari-hari. Lantas, apa susahnya? Bukankah apa saja yang sudah kita keluarkan setiap hari merupakan sesuatu yang jelas dilihat?  

Nah, dari sinilah bisa disimpulkan jika melakukan perencanaan itu penting. Sekecil apa pun, perencanaan harus ada. Sebab rencana akan tetap menjadi rencana jika kita tidak melakukan apa-apa. sehingga muncullah istilah finansial goals siang itu. 

Apa sih Finansial Goals yang dimaksud?

Finansial goals adalah sebuah pencapaian yang ingin didapatkan dari uang penghasilan. Misalnya, ada keinginan traveling, membeli rumah, naik haji, beli sepeda motor, beli mobil, dll. Nah, dengan memiliki financial goals seperti ini, kita akan bisa mengatur keuangan dengan sangat baik. 

Contoh sederhana tentang perencanaan traveling. Jika kita bisa menyisihkan uang penghasilan sekian untuk pergi ke Raja Ampat, maka tahun berapa kita bisa berangkat? Apakah biaya di sana akan tetap sama seperti 5 tahun sebelumnya? adakah kenaikan dana setiap tahunnya?

Jika ada perbedaan dana uang dikeluarkan, kira-kira berapa selisihnya.  Buatlah financial goal serinci mungkin. Hal ini akan sangat membantu kita dalam kelola keuangan keluarga. Dan cara untuk mewujudkan financial goal ini adalah dengan berinvestasi. 

Lantas, ada pertanyaan, bagaimana jika kita hanya sebagai karyawan yang gajinya pas-pasan? Bagaimana jika penghasilan yang didapat tidaklah tetap? 

Berinvestasi Itu Aset Masa Depan


Nilai 1 rupiah saat ini lebih berarti dari nilai 1 rupiah yang akan didapat pada waktu yang akan datang.

Mendengar kata investasi, rasanya sedikit ngeri. Selama ini saya berpikir jika investasi itu hanya bisa dilakukan orang-orang yang berduit. Nyatanya tidak. Siapapun bisa berinvestasi asalkan tahu caranya. Tidak pandang, apakah Anda karyawan, pebisnis, maupun freelancer. Asal jangan yang pengangguran ya. Hihi ... 

Berikut investasi yang bisa dilakukan, antara lain: 
  • Deposito
  • ORI (Obligasi Ritel Indonesia)
  • Emas
  • Saham
  • Properti
  • Reksadana
  • Valas
  • Dan lain-lain

Dimana tujuan dari investasi ini adalah kita bisa mengalokasikan financial goal untuk: 
  • Biaya sekolah anak
  • Dana Pensiun 
  • Aset masa depan
  • Liburan

KENAL LEBIH DEKAT DENGAN LATTE FACTOR


Pernah berpikir nggak, kira-kira apa yang membuat gaji kita cuma numpang lewat? Jawabannya adalah Latte Factor. Latte factor adalah pengeluaran yang terlihat kecil,namun tanpa disadari hal tersebut dilakukan berkali-kali.

Contoh sederhananya adalah kita suka jajan kopi kekinian di café. Harganya memang terjangkau banget sekitar Rp.10.000. Tapi apakah kita pernah menghitung, berapa banyak pengeluaran yang kita keluarkan dalam sebulan untuk membeli kopi saja?

Contoh lain bisa kita lihat dari uang parkir. Uang parkir murah sekali. Kita cukup mengeluarkan uang 2000 rupiah untuk penitipan sepeda motor. Kalau nitipnya Cuma sekali atau dua kali saja, tentu tidak ada masalah. Tetapi jika dalam seminggu kita nongkrongnya di mall hampir setiap hari, kemudian dijumlahkan selama sebulan, lantas berapa banyak jumlah  pengeluaran yang dianggap remeh ini? 

9 dari 10 orang mengeluarkan lebih dari Rp. 900 ribu per bulannya untuk latte factor ini. 

Wow, kalimat presentasi yang disampaikan oleh Dipa ini 100% BENAR. Dan faktanya, banyak dari kita yang masih terjebak dengan latte factor ini. Sekarang jadi tahu, kan, apa yang membuat akhir bulan kita Ngenes? Pas dibuka dompet kembang kempis. Hehe 

Anehnya lagi, bukan hanya Latte Factor saja yang membuat pengeluaran membengkak. Kendala lainnya kenapa financial goal tidak tercapai? Ternyata mindset yang salah tentang kelola keuangan juga memiliki pengaruh besar. Seringkali kita ditanya tentang sebuah rencana masa depan. Kita biasanya menjawabnya enteng Gimana nanti ajalah dipikirnya. Bener nggak? 

Padahal, jawaban tersebut tidaklah benar. Karena kita cenderung menganggap remeh tentang sesuatu. Coba deh diubah menjadi Nanti Gimana ya soal rencana kita pergi ke tempat ini? Berapa budget yang harus kita keluarkan? 

Nah, kerasa bedanya nggak? 

Kalimat Gimana nanti ini secara tidak langsung mendorong kita untuk berpikir cerdas dalam mengelola keuangan. Jadinya, kita terdorong untuk membuat rencana-rencana untuk ke depan. Mulai dari proses untung dan ruginya pun dirincikan dengan jelas. 

5 CARA CERDAS KELOLA KEUANGAN YANG SEHAT


Bicara soal keuangan memang tidak semudah belajar teorinya. Dalam praktiknya, keuangan ini bisa dikatakan cukup rempong. Oleh karena itu, ada 5 cara cerdas yang akan saya bagikan untuk Anda agar keuangan sendiri lebih sehat.


1. Konsisten membuat Pencatatan Uang Keluar dan Masuk



Dipa menyampaikan bahwa pencatatan keuangan itu penting. Bila perlu lakukan pencatatan sedetail mungkin, mulai dari catatan uang keluar dan masuk secara harian, mingguan, sampai bulanan. Dengan begini, yakinlah, berapapun pendapatan kita.

Entah sedikit ataupun banyak, dipastikan kita bisa menyisihkan uang paling sedikit 30% dari uang gaji. Terdengar sulit memang. Tetapi jika pencatatan ini dilakukan secara konsisten, tak akan ada lagi masalah keuangan yang tidak terkontrol dengan baik. Apalagi pencatatan untuk bisnis. Tentu akan sangat bermanfaat dalam memperhittungkan untung dan ruginya.

2. Siapkan Dana Darurat



Seberapa penting dana darurat untuk masa depan? Penting sekali dong. Dalam keadaan mendesak, dana darurat akan menjadi penolong yang tepat. Seperti misalnya anak sakit. Sementara di dompet tidak ada uang sama sekali. Nah, Anda bisa menggunakan dana darurat tersebut untuk pengobatan anak. Jadi, tidak perlu lagi kan pinjam sana-sini hanya demi biaya pengobatan anak?

3. Memisahkan Rekening Pribadi dan Rekening Bisnis


"Berapa seharusnya rekening yang dimiliki seorang pebisnis?" tanya Aditya. Jawaban Dipa pun sedikit membuat para audiens terbengong kagum.

“14 mungkin. Luar biasa, bukan?

Dipa menjelaskan bahwasannya pengelolaan keuangan yang baik bagi pebisnis itu, antara uang pribadi, uang bisnis, dan uang untuk aset masa depan. Di mana tujuan dari pemisahan rekening tersebut berguna untuk memantau kinerja bisnis, apakah kita untung atau rugi? Selain itu, keuangan tidak tercampur sehingga kita lebih terpacu untuk disiplin dalam pencatatan.

4. Gaji Diri Sendiri


Awalnya sedikit bingung dengan kalimat yang disampaikan oleh Dipa tersebut. Tapi beberapa menit kemudian saya memahami, menggaji diri sendiri yang dimaksud adalah menyisakan gaji untuk diri sendiri setiap bulannya dengan jumlah yang sama. bagaimana caranya? Yaitu mengambil keuntungan dari bisnis yang kita dapatkan.

5. Membuat Laporan



Agar pengelolaan memberikan hasil maksimal, maka buatlah laporan secara berkala. Mulai dari laporan harian, bulan, dan tahunan dengan disiplin dan rutin.

Talkshow berlangsung kurang lebih selama 3 jam. Dan sungguh, acara yang diadakan oleh home credit Indonesia ini banyak ilmu daging yang bisa saya dapatkan. Mulai dari mengatur keuangan pribadi maupun bisnis.

Maka, disiplin dalam pencatatan harus dimulai dari sekarang, ya, agar apa saja Yang Kamu Mau bisa tercapai. Mimpi dan rencana yang sudah masuk daftar list di tahun 2020 bisa terkabul.



"Remember, You only live once. If you do it right, once is enough."

Yuk, konsisten kelola keuangan Anda dari sekarang! 
36 komentar on "CERDAS KELOLA KEUANGAN YANG SEHAT, DIJAMIN BAHAGIA, LHO! "
  1. Aku yang ga konsisten ya bagian pencatatan itu, Mbak. Sering abai dan mendadak habis pendapatan untuk pengeluaran yang kecil-kecil seperti ngemil yang sebenarnya bisa ditekan. PR berikutnya: investasi, semoga aja bisa menyisihkan buat persiapan masa depan. caranya menarik, Mbak!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Smaa aja mas. Pencatatanku juga masih amburadul nih. Jadi butuh perbaikan dan disiplin lagi. Semoga 2020 bisa

      Hapus
  2. Yg ga terpikirkan sama saya itu latte factor mbak, baru nyadar sewaktu dulu tinggal di jtk, uang kok cepet babget habisnya, eh tau2nya karena sering gofood yg nilainya 50k per hari, sebulan udah berapa ya kan???

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah, kan. Saya juga gitu. Latte factor kenapa nyadarnya baru sekarang ya. Hehehe.. Buat pembelajaran ya.

      Hapus
  3. Salah satu resolusi 2020 nih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayuk semangat. Perbaiki pengelolaan keuangan lebih baik lagi. Biar tenang di masa depan buat warisan anak cucu ya

      Hapus
  4. Baru sebulan ini belajar mengelola keuangan dengan mencatat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulilah. Setidaknya bisa jadi awal perbaikan ya.

      Hapus
  5. Mantap nian...duh, ini yang nggak telaten aku kerjakan...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pelan-pelan saja. Nanti juga konsisten sendiri. Yang penting mulai dulu. Hehehe

      Hapus
  6. Dari tahun lalu pingin mengelola dan mencatat keuangan dengan baik. Semoga tahun depan tercapai

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin. Semoga terlaksana ya. Apalagi kalau bisnis wajib melakukan pencatatan

      Hapus
  7. Nomor 3 yg belum kulakaukan mak jadi sering loss uangya katut ke bosnis semua hahahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wkwkwkkw.. Gawat tuh. Harus dimulai perbaikan dr sekarang jeng

      Hapus
  8. Terima kasih ilmu dan cara cerdas pengelolaan keuangannya, Mbak Malica. 👍Insya Allah nanti akan saya coba mempraktikkannya deh...😊

    BalasHapus
  9. Lebih sering malas mencatat uang keluar nih, wah mesti dicoba nih ccaraini, makasih mba sharingnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Keduanya bisa dicatat mbak. Biar nanti seimbang. Aku juga masih belajar nih. Hehehe... Yuk, move on bareng2

      Hapus
  10. Selama ini gk pernah ngatet keuangan, alhasil sering kelupaan uangnya habis buat apa saja

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama mbak. Aku juga. Tapi bisa diperbaiki ke depan ya. Habis dapat ilmu ini langsung kenceng deh disiplin soal uang wkwkwk

      Hapus
  11. Wahh sampai 14 norek demi disiplin pengelolaan keuangan bisnis. Mantep bener.
    Rekap catetannya pasti jg sendiri2 by norek, ya?
    Siip ilmu yg bermanfaat.
    Thx from sharing.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak. Maklum,dia master financial planner. Tapi kita juga bisa loh kayak Mas Dipa Mbak Nanik.

      Hapus
  12. Artikel keren gini masa cuma di klik aja he he he, makasih mba malika. Yang blm sy lakukan itu pencatatan harian, tahun depan sy mulai. Terimakasih ilmunya.

    BalasHapus
  13. Wah keren infonya. Sampai saat ini saya belum bisa konsisten mencatat keuangan��

    BalasHapus
  14. Iya ya Mbak, investasi itu penting. Cuma nabung itu kurang bisa diandalin.

    BalasHapus
  15. Wow.. syenneng kalo begini deh. Pengelolaan keuangan yg sehat. Dampaknya luar biasa. Artikelnya bagus lho.. boleh ya buat pembelajaran sy dgn rekan.. sy share ini artikel��

    BalasHapus
  16. Selama ini gak pernah nyatet pengeluaran harian apa aja.. tetiba sadar pas duit udah abis aja.. hehe

    BalasHapus
  17. Latte factorku sering ke angkringan wifi teman. Dan di situlah aku sedikit demi sedikit 'menabung' dan tak terasa uang sudah habis saja

    BalasHapus
  18. Wah lengkap sekali masukannya. Siyap praktikkan

    BalasHapus
  19. Wah iya kadang gak sadar pengeluaran untuk latte factor ini sebenernya cukup besar tiap bulannya. Sering beli minuman manis-manis kekinian kayak boba dan kopi. Duh.. sebulan ini sudah berapa ya �� Terimakasih tips nya Mbak, harus segera melakukan pencatatan finansial nih!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Memang latte factor itu ibarat benda tak terlihat mbak. Tapi jika dibiasakan memiliki dampak besar.

      Hapus
  20. Abis baca artikel ini, baru sadar kalau Latte factorku itu kebanyakan jajanan sama beli skincare yang endingnya ga dipake semua :(

    BalasHapus
  21. makasih begete infonya mba...
    bisa buat resolusi thn 2020 nih...

    BalasHapus

EMOTICON
Klik the button below to show emoticons and the its code
Hide Emoticon
Show Emoticon
:D
 
:)
 
:h
 
:a
 
:e
 
:f
 
:p
 
:v
 
:i
 
:j
 
:k
 
:(
 
:c
 
:n
 
:z
 
:g
 
:q
 
:r
 
:s
:t
 
:o
 
:x
 
:w
 
:m
 
:y
 
:b
 
:1
 
:2
 
:3
 
:4
 
:5
:6
 
:7
 
:8
 
:9