5 Kafe Gelato pavorit di Jakarta

Minggu, 28 Februari 2021

Cafe pavorit gelato di Jakarta

Kafe Gelato Jakarta- Sekarang ini sudah banyak kuliner asal Italia yang mendunia. Mulai dari makanan berat seperti pasta dan pizza, hingga hidangan penutup yang lezat. Salah satu hidangan penutup atau desert yang paling populer adalah gelato. 

Hayo, siapa yang gelato Lovers di sini? 

Pertama kali bisa mencicipi lezatnya Gelato ketika saya sedang mengikuti acara travel blogger di Semarang. Sebelumnya sih cuma sekadar tahu karena jarang update juga sih. Hahaha... Selalu update kalau ngomongin soal kopi doang. 

Nah, setelah ngerasain lezatnya Gelato, jujur, saya langsung sukaa banget. Nggak hanya lidah saya yang dibikin meleleh ketagihan. Mungkin jika hati saya saat itu sedang panas pasti dibikin meleleh juga oleh lembutnya tekstur Gelato.

Emang Gelato seenak apa sih? Kayak gimana bentuknya? 

Gelato Jakarta barat
Sumber gambar: Rulita.co

5 Rekomendasi Kafe Gelato Pavorit di Jakarta


Jika dilihat dari segi bentuk dan teksturnya, gelato ini mirip dengan es krim, tapi gelato mengandung kalori lebih rendah. Selain itu, gelato memiliki berbagai rasa yang enak dan lezat. Mulai dari rasa jenis cokelat, hingga buah-buahan, semuanya berpadu sempurna dengan rotinya. 

Nah, bagi anda yang kebetulan tinggal di Jakarta dan ingin menikmati gelato yang lezat, sebagai rekomendasi berikut 5 kafe gelato di Jakarta pavorit yang bisa anda kunjungi :


1. Vilo Artisan Gelato


Kafe pertama yang bisa anda kunjungi di Jakarta untuk menikmati gelato adalah Vilo Artisan Gelato. 

Kafe es krim gelato yang berlokasi di Green Ville, Jakarta Barat ini terkenal dengan tekstur gelatonya yang padat serta rasanya yang enak. Selain itu, berbagai varian rasa pun akan tersaji di Vilo Gelato ini. 

Gelato Jakarta utara
Sumber gambar: Zomato.com


Varian rasanya cukup unik seperti red wine, butter coffee, hingga regal yang dijamin akan membuat anda ketagihan untuk terus mencicipinya. Yang menariknya, harga gelato yang ditawarkan relatif terjangkau, mulai dari Rp 30.000-Rp 50.000. Selain gelato, di tempat ini juga anda bisa menikmati milk, hot chocolate, dan late. 

Penting untuk dibaca:


2. Gelato Secrets


Kafe selanjutnya yang bisa anda kunjungi di Jakarta adalah Gelato Secrets. Cafe yang berlokasi di jalan Setiabudi ini merupakan salah satu tempat makan gelato yang direkomendasikan oleh banyak orang. 

Cafe favorit ice cream Jakarta


Di kafe ini anda akan ditawarkan dengan berbagai macam rasa gelato yang akan memanjakan lidah. Selain itu, tekstur es krim gelato di tempat ini sangat lembut. Bukan hanya di Setiabudi, anda juga bisa menemukan Gelato Secrets ini di daerah Menteng, Jakarta Pusat. Untuk dapat menikmati gelato di tempat ini, anda hanya perlu merogoh uang saku sebesar Rp 50.000-Rp 100.000 saja.


3. Orbit Gelato


Kafe yang satu ini bisa menjadi pilihan tepat bagi anda yang suka es krim enak dengan tampilan yang cantik dan menarik. Karena memang gelato yang akan ditawarkan di kafe ini disajikan dengan sangat cantik dari berbagai macam toping. 

Vilo artisan gelato
sumber gambar: tempat.com


Selain teksturnya yang lembut dan rasanya yang lezat, varian rasa gelato nya pun sangat beragam. Orbit Gelato ini berlokasi di kawasan Indah Kapuk dengan harga gelato yang ditawarkan cukup murah yakni dibawah Rp 50.000.


4. La Baia Gourmet Gelato


Cafe gelato Jakarta Selatan
Sumber gambar: pergikuliner.com


Kafe lainnya di Jakarta yang bisa anda kunjungi adalah La Baia Gourmet Gelato. Kafe gelato yang berlokasi di Fatmawati, Jakarta Selatan ini akan menyajikan es krim gelato dengan rasa yang enak dan lembut. Yang menariknya, tempatnya memiliki interior yang unik dengan suasana yang cozy sehingga akan membuat anda betah berlama-lama di tempat ini. Selain itu, harga gelato yang ditawarkan pun cukup murah, yakni Rp 50.000 saja. 

5. Ziato Gelato


Cafe gelato Jakarta
Sumber gambar: pergikuliner.com


Kafe yang satu ini sangat cocok untuk dikunjungi bagi anda yang ingin menikmati es krim sambil nongkrong bersama teman-teman. Karena selain memiliki rasa gelato yang lezat, kafe yang satu ini juga sangat asyik dijadikan tempat nongkrong. 

Selain itu, kafe yang berlokasi di Kemang, Jakarta Selatan ini juga menyediakan berbagai jenis permainan yang bisa anda mainkan sambil menikmati es krim gelato yang lembut dan lezat. 

Kesimpulan 


Dengan tekstur yang lembut pastinya membuat semua orang ketagihan mencobanya. Gelato sangat cocok disantap bersama orang istimewa dengan rasa yang istimewa juga. Selain itu, Gelato juga bisa meningkatkan mood yang mendadak berubah. Rasa manisnya bisa menjadi pereda emosi maupun amarah. 

Nah, bagi Anda yang bertempat tinggal di Jakarta, 5 Rekomendasi Kafe Gelato pavorit di Jakarta di atas wajib dicoba, ya. Selamat bersenang-senang sobat Malica. 



Ciri-Ciri Penerbit Indie Terpercaya dan Berkualitas yang Harus Anda Pilih!

Sabtu, 27 Februari 2021

Ciri-ciri penerbit indie terpercaya

Ciri-ciri penerbit indie terpercaya - Mempunyai buku yang dituliskan sendiri menjadi cita-cita hampir semua penulis. Namun, langkah menuju ke sana tidak mudah. Selain harus banyak berlatih menulis lebih baik, menembus penerbit mayor merupakan proses panjang. 

Saya pernah memiliki pengalaman bagaimana ditolak penerbit mayor dikarenakan tema yang saya angkat sudah sangat familiar. Namun, ditolak tidak membuat saya menyerah. Saya maju terus dengan berdiskusi dengan editor lewat email. 

"Sebaiknya tema yang Mbak Malica ambil lebih spesifik ya. Biar nanti kami pertimbangkan lagi nanti. Oh ya, jangan lupa pikirkan juga marketing bukunya, " jelas mbak editor.

Yup. Pengalaman ditolak mengajarkan saya banyak hal sebelum maju lagi mengirimkan naskah ke penerbit mayor. Setidaknya ada beberapa catatan, yakni:
  • Tema populer tapi unik 
  • Penulis memiliki attitude yang baik di dunia digital
  • Aktif bermedia sosial
  • Mampu menganalisa pangsa pasar penjualan buku
  • Ikut mempromosikan buku
  • Naskah rapi
  • Judul Menarik dan bikin penasaran

Dari beberapa poin di atas, saya butuh mempelajarinya lagi sebelum maju kembali menawarkan naskah ke penerbit mayor. Tidak menyerah meski ditolak. Hanya menunggu waktu yang tepat. Hehe

Tetapi bagaimana jika buku impian ini ingin diterbitkan lebih cepat, namun hasil naskahnya juga berkualitas dan terpercaya? 

Jawabannya, penerbit indie bisa menjadi pilihan Anda untuk menerbitkan buku. Namun satu pesan saya, Anda harus tahu ciri-ciri penerbit indie berkualitas dan terpercaya.

Alasan Memilih Penerbit Indie Terpercaya


Ciri-ciri penerbit indie berkualitas

Penerbit indie memang dapat menjadi batu loncatan bagi Anda yang ingin menerbitkan buku tanpa ribet. Prosesnya cukup cepat dan ringkas. Keuntungan yang diperoleh bisa lebih dari yang penulis dapatkan dari penerbit mayor jika pemasarannya bagus. Tidak jarang, buku yang bagus akhirnya dipinang oleh penerbit mayor untuk diterbitkan.

Tetapi mengapa harus mengetahui alasan menerbitkan buku di penerbit indie terpercaya terlebih dahulu? Ini dia beberapa alasannya!

1. Menjaga Naskah dari Plagarisme


Bukan menjadi rahasia kalau dalam sektor apa saja mungkin ada plagiat. Apalagi sebuah tulisan diyakini mempunyai pembacanya sendiri. 

Di dunia ini banyak orang yang ingin memperoleh kesuksesan dengan instan sehingga rela melakukan apa saja. Jasa penerbitan menjadi sasaran empuk untuk melakukannya. 

Anda biasanya menyerahkan naskah utuh kepada penerbit yang dipercaya untuk bantu dicetak. Naskah bisa dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. 

Nah, menghindari ini sebaiknya pastikan bahwa saat diterbitkan di penerbit indie sekalipun, naskah Anda aman dari plagiat, ya. 


2. Menghasilkan Buku yang Berkualitas


Naskah yang masuk ke  penerbit indie memang dipastikan dapat terbit. Namun, bukan berarti penerbit menerima begitu saja semua naskah yang masuk. 

Mereka seharusnya tetap memperoleh standar dan editor sendiri. Naskah yang masuk harus memenuhi kriteria tersebut. Penulis juga harus siap memperbaiki tulisan agar sesuai persyaratan dan menghasilkan buku yang bagus.

Jadi, jika Anda ingin menghasilkan buku yang berkualitas maka penerbit indie terbaik harus ditemui. Tanyakan, apakah Anda bisa berbincang dengan editornya atau tidak. Penerbit indie terpercaya dan  ramah akan siap menjelaskan prosedur menerbitkan buku secara detail sekalipun Anda tidak memintanya. 

3. Menjamin Terbitnya Buku 


Tentu saja penerbit indie terpercaya akan menjamin terbitnya buku dari naskah yang Anda kirim. Mereka tidak akan menggunakannya untuk keperluan lain atau menjualnya ke pihak ketiga tanpa sepengetahuan. Meski harus melalui editing, naskah dijamin terbit.

4. Memperoleh Pemasaran Maksimal


Buku yang diterbitkan secara independent atau indie memang tidak dicetak dalam jumlah besar, Jumlahnya tergantung pesanan tetapi dapat dicetak berulang-ulang. 

Penulis harus ikut memasarkan bukunya sendiri. Namun penerbit dapat membantu melalui marketing, sosial media, dan website yang dimiliki. Dengan demikian pemasaran lebih maksimal.

Ciri-Ciri Penerbit Indie Terpercaya dan Berkualitas


Berdasarkan beberapa alasan di atas, Anda dapat melihat bahwa memilih penerbit Indie Terpercaya, berkualitas dan memberikan harga sesuatu kantong sangat penting. Apalagi buku ini kelak akan mewakili diri secara pribadi sebagai penulis.

Penerbit indie terpercaya


Nah, agar tidak salah pilih di bawah ini ciri-ciri penerbit indie berkualtas dan terpercaya.


1. Memiliki Identitas Jelas


Ciri pertama penerbit yang amanah adalah identitasnya jelas. Anda dapat mengetahui hal ini dari sosial media dan website. Orang-orang yang bekerja di dalam kepenerbitan juga benar-benar ada dan berpengalaman di bidangnya. 

Transparansi identitas penerbit juga akan menjamin proses naskah yang masuk dan penjualannya kelak. Jika dari awal saja sudah tidak jelas, Anda boleh meragukan legalitas dan keterjaminan naskah yang dikirim. Di dunia digital di mana semua tidak saling mengenal secara fisik, kepercayaan menjadi nomor satu yang harus dimiliki.

2. Pelayanan Memuaskan


Saat Anda akan menerbitkan buku, penerbit adalah produsen yang menjual jasa menerbitkan dan mencetak naskah. Sama dengan bidang lainnya, pelayanan yang memuaskan menjadi ukuran kepuasan. Penulis sebagai konsumen tidak akan nyaman bekerja sama jika pelayanan tidak memuaskan.

Konsumen tentu ingin segala pertanyaan dijawab dan direspon dengan baik dan cepat. Hubungan antara penulis dan penerbit juga terjalin sangat baik. Keduanya saling membutuhkan. Saat proses pengiriman naskah, pre-order, naskah dicetak, sampai pengiriman, penulis mendapat progres.


3. Program Jelas


Penerbit indie terpercaya tidak hanya mencetakkan buku yang masuk dari penulis tetapi juga mempunyai program yang jelas. Program tersebut, misalnya latihan atau kursus yang berhubungan dengan kepenulisan. Ini diperlukan agar meningkatkan skill penulis yang bekerja sama. Selain itu, ada pula event-event yang membantu memasarkan buku, seperti give away.

Program juga menarik orang lain untuk bekerja sama, seperti penulisan antologi. Dari sini bisa muncul penulis-penulis baru yang mungkin berkualitas.

3. Buku-Buku yang Diterbitkan Bagus


Buku-buku yang diterbitkan bagus. Ini dapat Anda lihat dari website, jumlah penjualan, dan membeli salah satu buku. Buku berkualitas yang disebutkan tidak hanya layak dari segi isi, tetapi juga desain dan layout. Ini juga hal yang meningkatkan pemasaran.

Misalnya, buku anak dengan cover depan, judul, dan desain yang menarik. Orang tua yang membelikan akan merasa bahwa buku layak mereka beli untuk buah hati. Buah hati diharapkan tertarik untuk membaca dan ada hal positif yang diperoleh.

Nah, mungkin saya bisa mengambil contoh untuk penerbit Indie berkualitas dan terpercaya bisa dilihat dari media sosial mereka. Apakah setiap hari update dunia penerbitan? Atau buku-buku yang diterbitkan? 

Anda bisa melihat salah satu contoh penerbit indie, yakni dandelion publisher. Berikut contoh media sosial mereka. 





Cek media sosialnya di sini @dandelion_publisher. Ini hanya salah satu contoh penerbit indie terpercaya, ya. Anda bisa mencari referensi lain sebagai perbandingan harga dan kualitas.

4. Direkomendasikan oleh Banyak Penulis


Di beberapa media sosial, Anda dapat mengikuti banyak komunitas menulis. Penerbit indie yang bagus akan direkomendasikan oleh banyak penulis. Minimal penulis yang Anda kenal dekat memberi banyak ulasan positif, dari segi: biaya, pelayanan, kualitas desain, dan lain-lain. Rekomendasi membuktikan bahwa penerbit benar-benar sudah legal dan berpengalaman. 


5. Harga Kompetitif dengan Berbagai Pilihan


Harga penerbitan buku biasanya dipengaruhi oleh beberapa hal, seperti: jumlah halaman, kertas yang digunakan, editing dan layout, desain cover, dan jumlah cetak. Ciri-ciri penerbit indie berkualitas dan terpercaya selanjutnya adalah  yang berkualitas dapat memberikan harya yang cukup kompetitif, mengingat penulis membiayai sendiri bukunya.

Untuk memudahkan, beberapa penerbit mempunyai beberapa harga paket yang ditawarkan; mulai dari buku ber-ISBN dan tidak, editing dan tidak, hingga lamanya waktu pemasaran pada website. Ada penerbit yang menawarkan paket mulai dari cetak 2 eksemplar biaya lain-lain. Ada pula yang tidak meminta biaya lain-lain tetapi minimal cetak 30 eksemplar.

Anda harus jeli dalam membandingkan harga dan memilih paket sesuai kebutuhan.
Buku yang Diterbitkan dengan Layout, Editing, dan mempunyai ISBN.

ISBN merupakan singkatan dari Internasional Standar Book Number, tanda bahwa buku telah diakui kepenerbitan dan penulisannya. 

Di Indonesia, buku dengan ISBN terdaftar di Perpustakaan Nasional. Kepengurusannya mudah dan tidak berbiaya tetapi tidak dapat dilakukan perorangan dan sembarang perusahaan. Hanya perusahaan yang mempunyai legalitas di bidangnya yang dapat melakukan. Itu sebabnya sebelum Anda memilih penerbit indie harus mengetahui terlebih dahulu identitasnya.

Selain sebagai penerbit indie ber-ISBN, seharusnya juga mempunyai layouter, editor, dan desainer cover sendiri. Ini juga perlu karena kebanyakan penulis, kecuali self editing tidak dapat melakukannya. Apalagi khusus untuk layout dan desain, tidak hanya pengetahuan tentang buku yang diperlukan tetapi juga jiwa seni. Dengan demikian, buku yang dihasilkan menarik buat konsumen untuk membelinya.

Kesimpulan 


Menjadi penulis harus cerdas. Jangan hanya karena bermimpi ingin menerbitkan buku, lantas Anda tidak cukup selektif dalam menerbitkan karya. 

Alangkah baiknya, bijaklah sebelum bertindak. Anda harus mempertimbangkan beberapa hal sebelum menerbitkan buku ke penerbit mayor maupun indie. 

Karena buku ibarat anak. Semasa kecil anak akan dididik dengan sangat baik. Orang tua mempersiapkan beberapa hal agar anak tumbuh sesuai harapan dan membawa manfaat untuk dirinya dan orang lain. 

Buku pun demikian. Tentu ingin membuat karya yang bermanfaat dan bisa dinikmati banyak orang, Anda harus menulis dengan baik, bukan? 

Jika Anda sudah berusaha dan ingin mengajukan ke penerbit mayor. Tetapi akhirnya ditolak. Saran saya, jangan menyerah. Bukan karena tulisan tidak bagus. Mungkin, tema yang Anda ambil belum cocok dengan penerbit mayor. 

Solusinya, memilih menerbitkan buku di penerbit indie terpercaya dan kualitasnya terjamin. Anda bisa mempraktikkan beberapa tips yang saya infokan di atas, ya. 

Tetapi jika Anda membutuhkan konsultasi terkait kepenulisan sebelum menerbitkan buku atau ingin belajar sekaligus membutuhkan bimbingan sebelum menulis buku, Anda bisa menghubungi saya di sini

Anda tidak hanya akan dibantu bagaimana menulis, tetapi juga akan diberikan wawasan dalam memilih sebuah penerbit idaman. Selamat mencoba!

10 Cara Mengendalikan Emosi Agar Tidak Mudah Marah

Jumat, 26 Februari 2021

Cara mengendalikan emosi


Cara Mengendalikan emosi - Mengawali tahun 2021, tidak seindah yang saya bayangkan. Meskipun saya sudah membuat beberapa planning untuk 365 hari ke depan. Apalah daya, di awal-awal pergantian tahun, tantangan demi tantangan sempat membuat saya jatuh. 

Saking putus asa, sampai-sampai saya berpikir,"Kenapa gini amat, ya, hidup saya?" Saya hanya bisa mengeluh dan menangis sepanjang waktu. Merenungi semua perbuatan yang mungkin banyak membuat orang-orang di sekitar saya merugi. 

"Mbak, coba deh mbak pergi ke suatu tempat. Yang jauh, ya. Silakan menenangkan diri."

Seseorang mengatakan itu kepada saya. Seolah-olah dia tahu apa yang saya rasakan. Seolah-olah dia tahu cara mengendalikan emosi seperti apa. Apakah dia bilang begitu karena sering saya marah-marahi? Sering saya cuekin hanya karena masalah kecil? atau seringnya dia menjadi pelampiasan kemarahan saya akibat terlalu banyak masalah yang menumpuk di kepala?


"Aku baik-baik saja dan nggak perlu pergi ke mana-mana untuk saat ini. Aku hanya butuh pengakuan saja, Jika aku memang tidak seperti yang kamu sangka. Mungkin yang aku butuhkan saat ini adalah cara mengontrol emosi agar semua orang tidak terkena imbasnya."

"Tetapi semua pernyataan mbak di sini, sungguh sama sekali tidak menunjukkan mbak baik-baik saja. Apa yang saya katakan, Mbak selalu mengartikan beda. Mbak selalu marah nggak jelas. Sedikit-sedikit baper. Saya nggak tahu harus gimana, mbak. "

Apakah sikap saya saat ini separah itu? Pasti lawan bicara saya kesal banget ya? Lantas, saya harus bagaimana? 

Saya pun memutuskan untuk memberi jeda untuk diri sendiri. Saya membatasi diri dan merenungi semua perkataan seseorang itu. Saya ingin mencari tahu apakah benar jika saya memang tidak baik-baik saja?

Di sebuah ruangan gelap, di suatu malam saya menumpahkan semua uneg-uneg yang sama sekali tak bisa saya ungkapkan kepada siapapun. Bukan, bukan berarti saya nggak ada teman untuk berkeluh kesah. Tetapi seorang teman lain pernah berkata,"Buanglah sampah di kepalamu pada orang yang tepat. Jangan sampai menyusahkan apalagi menjadikan beban orang lain karena masalahmu." Dari kalimat itulah saya berpikir untuk memilih mencari orang yang tepat agar hidup lebih bahagia.

Kelola Emosi Agar Stabil? Cintai Dirimu dulu! 


Cara menghilangkan emosi


"Sebenarnya ada apa dengan saya? Kenapa tidak bisa menahan emosi? Kenapa selalu terbawa perasaan jika ada sedikit kalimat yang nggak cocok saat mengobrol?"

Mbak Malica coba bersandar di tembok. Pejamkan mata, lalu ceritakan semuanya kepada saya. Semuanya dengan jujur, ya, Mbak.

Kalau nangis gimana?

Artinya mbak normal. Kalau ada masalah, sementara mbak justru tertawa, ini aneh.

Saya takut mengulang trauma beberapa tahun lalu. Dan itu sangat menyakitkan, Mbak.

Saya paham. Makanya, kali ini mbak harus jujur sama diri sendiri. Mbak nggak kasihan sama diri sendiri? Sudah berapa lama mbak menyakiti diri sendiri? Jangan pernah merasa sendiri, mbak!

Saya bersandar di tembok mengikuti arahannya. Beberapa detik selanjutnya, saya mematikan lampu dan menutup pintu kamar rapat-rapat. Malam itu, saya sengaja menitipkan anak-anak di rumah bibi sementara. Saya ingin sendirian di rumah.
 
Sambil selonjoran, saya bercerita apa saja. Tentang apa pun yang membuat pikiran saya ruwet. Dengan sangat jujur saya mulai mencari akar permasalahan dari diri saya sendiri. Ini tidak mudah karena saya harus mengingat memori lama yang sebenarnya tidak ingin saya ungkapkan kepada siapapun. Tetapi karena saya ingin sembuh, mau tidak mau saya harus menelusuri satu demi satu kenangan di masa lalu hingga nanti bisa mencari benang merahnya untuk terhubung dengan masa kini. 

Sesi curhat kali ini jauh berbeda dengan curhatan biasanya. Saya nangis sesenggukan sambil diarahkan bagaimana cara self-healing dengan benar. Kemudian saya juga diarahkan bagaimana mengenal diri sendiri yang ternyata di sana, dia sangat tersiksa akibat perlakuan saya yang  terlalu mengabaikan masalah. Saya melarikan diri dengan cara mencari kesibukan dan kesibukan, hingga akhirnya masalah menumpuk di kepala yang berdampak pada stress. Bisa juga ke arah depresi atau paling parahnya saya akan terjangkit depresi Distimia. 

Apa itu depresi distimia? Dysthymia atau depresi presisten adalah sebuah gangguan depresi ringan jangka panjang. Yakni minimal berlangsung selama 2 tahun. Seseorang yang mengalami depresi ini akan kehilangan minat menjalani aktivitas sehari-hari , merasa putus asa, kurang produktif dan rendah diri. Kapan-kapan saya akan membahasnya, ya. 

“Apakah saya akan terjangkit depresi itu mbak?

Kalau Mbak Malica tidak segera menanganinya sekarang, kemungkinan bisa terjadi. Tapi saya akan bantu perlahan, ya. Harapan saya, Mbak Malica lebih mencintai diri sendiri lagi saja.

Apa yang harus saya lakukan?

Mbak nggak perlu membuat orang senang, sementara mbak nggak tenang. Cintai diri mbak, maka orang akan lebih mencintai mbak. Hargai diri mbak, maka orang lain akan lebih menghargai diri Mbak Malica. Ini saja yang harus mbak lakukan jika mbak nggak mau bayangan yang meringkuk di pojokan itu terus meneteskan air mata setiap hari. Mau kan?

Mau, Mbak. Saya akan berusaha.

Jangan lupa lebih giat lagi dengan cara mengontrol emosi di mana pun agar tetap waras. 

Sesi konsultasi malam itu cukup panjang. Rasanya legaa sekali. Saya seperti membuang banyak sampah yang selama ini menyumbat di dalam otak. Terpendam di sana sehingga membuat saya kelimpungan sendiri. Padahal, sampah-sampah itu harus rutin dibuang, katanya begitu. 

Penting untuk Dibaca: 


Kenapa Saya Selalu Emosi? Cari Tahu Penyebabnya,Yuk! 


Jangan sampai lupa, setiap masalah pasti ada penyebabnya. Ketika seseorang mengatakan saya mudah baper. Saya tidak menelan mentah-mentah ucapan tersebut. Saya akan mencari tahu kenapa dia mengatakan saya baper. Sama halnya ketika saya marah-marah, seseorang mengatakan saya harus belajar cara menahan emosi agar menjadi pribadi lebih tenang dalam menghadapi masalah.

Cara mengendalikan diri


Nah, berikut saya coba membagikan pengalaman pribadi cara mengenali emosi yang tidak stabil. Kira-kira, biasanya penyebab emosi suka meledak itu apa sih? Apa yang membuat emosi tidak stabil?

Stres 


Darimana emosi itu datang? Tak dimungkiri awal tahun 2021 ini saya memang sedang  stres cukup berat. Aktivitas di dunia nyata, bolak-balik Cirebon-Lamongan demi mengurus ibu sakit membuat fisik dan psikis capek luar biasa. Belum lagi lingkungan kerja yang sering bersebrangan. Kondisi seperti ini secara tidak sadar membuat saya gampang marah. 

Kurang Tidur 


Nyaris setiap malam saya hanya sempat tidur selama 4 jam. Selelah apa pun, saya tetap susah tidur. Apalagi jika saat dikejar deadline, bisa-bisa saya nggak tidur sampai pagi. Di sini saya tidak menyadari bahwa kebiasaan tidak mengatur pola tidur dengan baik ternyata menjadi pemicu datangnya emosi, mudah tersinggung dan menjadi lebih sering marah dengan masalah kecil.

Apa yang Sudah Direncanakan Tidak Sesuai Keinginan


Sebagai wanita yang memiliki kepribadian feeling introvert, saya selalu ambisius setiap kali ada keinginan. Nah, tahun 2020 lalu, saya memang sedang membuat plan untuk diri sendiri. Nyatanya karena kurang tenaga untuk menghandelnya, saya pun gagal. Masa kegagalan ini membuat saya gelisah dan membuat saya marah tanpa sebab. 

Hubungan Tidak Seimbang


Acapkali ledakan emosi yang saya alami terjadi karena saya merasa diperlakukan tidak adil. Saya selalu merasa menjadi korban dalam beberapa hal. Saya selalu disalahkan meski saya sudah melakukan sesuatu dengan usaha yang maksimal. Perasaan menjadi korban ini tak bisa saya ungkapkan kepada siapapun. Saya memendamnya sendiri hingga akhirnya meledak dan muak.

 
Tertekan Karena Pekerjaan


Cara menahan emosi wanita


Bukan tidak nyaman dalam menjalani sebuah pekerjaan. Tetapi karena saya kurang mahir dalam kelola managemen waktu, sementara managemen energinya terbatas. Akhirnya, ketika banyak pekerjaan menumpuk dan saya belum bisa menyelesaikannya terkendala beberapa hal membuat saya tertekan. Siapa yang salah? 

Jelas diri sendiri dong. Nggak bisa menyalahkan orang lain. Untuk itu, saya harus belajar menjadi orang yang berprinsip agar kelola emosinya seimbang. 

Penting untuk Dibaca:


10 Cara Mengendalikan Emosi Agar Hidup Lebih Sehat dan Bahagia


Punya masalah tandanya saya masih hidup. Benar? Jadi seharusnya nggak perlu dipikirkan terlalu dalam yang mana dampaknya akan membuat diri merasakan depresi. Agar terhindar dari depresi, baiknya saya memang harus belajar cara mengontrol emosi dengan benar. 

Bagaimana caranya? Simak apa saja cara mengendalikan emosi wanita agar terhindar dari marah sekaligus masalah. 


Latihan Pernapasan


Wanita feeling introvert memang cenderung sering terbawa suasana emosi. Tipikal FI juga suka moody. Jadi cara yang baik agar tidak mudah marah, maka tips kelola emosi dengan cara latihan pernapasan. Ketika marah, tarik napas yang dalam dan lambat dari hidung, lalu keluarkan dari mulut perlahan-lahan. Latihan ini sebagai langkah awal untuk belajar cara menahan emosi. 

Relaksasi Otot


Saat sesi konsultasi dengan psikolog, saya juga diajarkan untuk relaksasi otot untuk menjadi pribadi yang lebih tenang. Tidak diperlukan peralatan dalam praktiknya. Saya cukup menggerakkan beberapa bagian tubuh, seperti leher, bahu, gerakan tangan dan kaki yang membantu mengendalikan emosi

Mengucapkan Kalimat Menenangkan Berulang-ulang


Cara mengontrol emosi paling mudah adalah dengan membiasakan diri mengucap kalimat positif yang bersifat menenangkan. Misal, Tenang saja. Malica tidak ada apa-apa atau Santai ya. Semua orang peduli padamu dan lainnya. 

Terkesan remeh? Tetapi sungguh efeknya luar biasa untuk psikis yang sedang tidak baik-baik saja

Mendengarkan Musik

 
Tips mengendalikan emosi wanita


Dua bulan ini, saya lebih rajin memutar music untuk self-healing. Hanya berupa instrument slow tetapi bisa membuat saya tenang. Biasanya, saya memutarnya saat malam hari menjelang tidur. Saya menepi ke sebuah ruangan, pastinya setelah anak-anak tidur nyenyak. Di tempat itu pula terkadang saya sampai tertidur. Nggak nyangka sih jikalau music bisa menjadi teknik mengontrol emosi murah meriah. Hehehe 

Berhenti Sejenak dari Akktivitas


Setiap kali merasa diri tidak baik-baik saja. Maka dengan cepat saya akan mengabarkan kepada beberapa rekan kerja. Saya izin untuk tidak banyak aktivitas di grup online. Terkadang, tanpa saya meminta pun, teman-teman saya ini paham. Barakallah, saya sangat bersyukur memiliki mereka. Karena memang jalan inilah yang akan mengembalikan emosi saya stabil kembali.

Mendekat kepada Sang Pencipta


Lebih mendekatkan diri kepada Sang Pencipta adalah cara mengelola emosi paling ampuh menurut saya. Ketika saya mampu menangis kepada-Nya kapan saja, mengadu semua masalah kepada-Nya membuat saya tenang jiwa dan raga. Apa yang tidak bisa saya ceritakan kepada orang lain secara jujur, saya ungkapkan semuanya sama Allah.

Tulis, Sobek dan Bakar 


Ingin marah tetapi tidak mau melukai orang lain? Ada kebiasaan rutin ketika saya mulai baper, muak dengan emosi negatif dan ingin meledak marahnya. Maka cukup sering saya melakukan ritual menuliskan semua kekesalan pada sebuah kertas. Meluapkan semua emosi, lalu menyobeknya dan membakarnya. Ritual ini saya anggap sebagai sarana membuang emosi dan melupakan semua yang sudah terjadi. 

Berhitung


Tips mengendalikan emosi ini saya dapatkan dari seorang teman yang menyarankan untuk membuka salah satu instagram seorang penyitas mental health. Salah satu teknik yang dia pakai adalah dengan cara berhitung. 

Ketika emosi udah hampir meledak, disarankan untuk menghela napas dalam-dalam. Lalu berhitung 1-10 pelan-pelan. 

Jika masih ingin marah, maka lanjutkan berhitung lagi, begitu seterusnya sampai emosi benar-benar stabil. Konon, saat aktivitas berhitung ini dilakukan, denyut nadi akan turun sehingga berpengaruh pada pengendalian saat marah pun ikut reda. 

Yoga




Yoga sudah popular sebagai teknik melatih konsentrasi untuk mengontrol emosi. Yoga ringan sangat bermanfaat untuk mengurangi stress sehingga menjadikan tubuh lebih rileks dan perasaan lebih tenang. Bagi yang belum pernah melakukan yoga sebelumnya, sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. 

Berpikir Positif


Saat dilanda masalah yang cukup rumit, mencoba berpikir positif itu penting. Berhenti menanggapi sesuatu yang bersifat negatif yang kerap memicu munculnya emosi. Memang sulit, saya sudah merasakannya. Untungnya, banyak teman yang mengingatkan untuk berpikir positif. 

Pernah melakukan kesalahan itu wajar, jangan terlalu menjadikan diri merasa insecure. Positive thinking dan berusaha memperbaiki agar emosi tidak terganggu sehingga mudah sekali marah.

Kesimpulan


Percayalah, saya maupun Anda tidak pernah sendiri. Setiap makhluk hidup yang masih bernapas pasti tidak lepas dari masalah kehidupan.  Jadi, cobalah belajar kontrol emosi dengan baik sebagaimana 10 cara mengendalikan emosi di atas. Tahu, kan, jika memelihara emosi secara berlebihan tidak baik untuk diri sendiri? Jikalau sampai terjadi dengan Anda, maka cepatlah ambil tindakan sebelum terjadi hal buruk, ya.

Semoga saya maupun kalian yang membaca tulisan ini terhindar dari masalah emosi yang sejatinya bikin hidup tidak tenang. Peluk diri sendiri dan meminta maaf. Lakukan berulang sebagai sarana self love. Selamat mencoba!  

Kelebihan Pembelajaran Daring Menggunakan Metode Blended Learning

Rabu, 24 Februari 2021

Kelebihan Pembelajaran daring

Kelebihan Pembelajaran Daring metode Blended learning - Masa pandemi yang mulai menyerang dunia sejak akhir tahun 2019 lalu benar-benar memberi pukulan keras. Banyak terjadi kelumpuhan pada berbagai sektor di semua negara. Mulai dari ekonomi, sosial, politik, hingga dunia pendidikan. Seketika semua aktivitas dan kebiasaan berubah, tidak terkecuali Indonesia.

Bahkan sejak Maret 2020 pemerintah mengeluarkan ketentuan untuk menjalani pemberlakuan bekerja dari rumah (WFH) dan juga melewati pendidikan jarak jauh dari rumah juga atau school from home (SFH). 

Berbicara soal SFH, di sini saya bisa menceritakan dari dua sudut pandang. Pertama adalah sudut pandang sebagai orang tua yang memiliki dua anak yang duduk di bangku sekolah dasar dan taman kanak-kanak. 

Bagi saya dan anak-anak yang tinggal di desa, belajar secara daring tidaklah efektif. Banyak kendala pembelajaran daring yang saya alami. Mulai dari susah sinyal, anak-anak tidak fokus belajar, pembelajaran tidak kondusif dan tidak kreatif. Kok bisa?

Bagaimana tidak, anak-anak jadi manja saat ada perintah mengerjakan tugas. Di awal-awal SFH, sulung nyaris jadi tidak mandiri. Banyak bertanya daripada paham pelajarannya. Ya maklum sih, baru awal banget melakukan metode belajar luring.

Sementara kekurangan pembelajaran daring dari kacamata saya sebagai seorang guru PAUD, saya jadi bingung bagaimana membangun kedekatan dengan siswa-siswi saya yang rata-rata usianya 2-4 tahun. 

Belum lagi orang tua yang tidak bisa konsisten menemani anak-anak usia balita tersebut saat belajar. Alhasil, saat SFH berakhir, buku panduan belajar anak-anak masih banyak yang kosong.

Perintah yang saya berikan kepada orang tua agar menemani anak-anak belajar di rumah pun tidak semuanya diperhatikan. Maklum lagi nih, karena rata-rata orang tua siswa dan siswi saya adalah petani. Selain itu, dilihat dari pendidikan orang tuanya rata-rata lulusan sekolah menengah ke atas. Jadi melakukan sekolah online jadi sesuatu yang baru bagi mereka. 

Baca juga: 


Geliat Pendidikan di Tengah Pandemi


Kekurangan Pembelajaran daring


Setelah saya menyebutkan beberapa kekurangan pembelajaran daring di atas, khususnya berdomisili di desa. Ternyata asumsi yang saya sampaikan belum sepenuhnya tepat..

Namun tahukah? Pemerintah tidak akan tinggal diam. Dunia pendidikan pun tidak kalah berusaha untuk tetap bisa menjalankan fungsinya di tengah pandemi. 

Berbagai usaha dilakukan agar anak bangsa bisa mengenyam pendidikan secara daring (dalam jaringan/online). Namun, banyak pihak yang mengeluhkan  betapa sulitnya belajar daring dari rumah. Terutama pihak orang tua yang harus menjalankan dua fungsi, apalagi mereka yang juga tetap harus bekerja. 

Para siswa pun mengeluhkan bahwa memahami pelajaran dari rumah lebih sulit dibandingkan saat masih bersekolah luring (luar jaringan/offline) seperti biasanya. 

Terlebih jika mereka kesulitan dalam hal ketersediaan media atau kuota. Di sisi lain para guru juga harus dituntut dalam hal “melek teknologi” sehingga mampu menghadirkan suasana belajar daring yang menyenangkan dan nyaman.

Pada awalnya sistem pembelajaran yang dilaksanakan melalui berbagai jenis perangkat atau gadget ini dirasakan cukup sulit. Hal ini disebabkan karena perubahan yang cukup mendadak. 

Guru harus mampu melakukan pembelajaran bersama siswa di waktu yang sama dengan cara menggunakan grup di media sosial seperti WhatsApp (WA), telegram, instagram, atau menggunakan aplikasi video conference seperti zoom, google meet, ataupun media lainnya sebagai media pembelajaran. Siswa dan orang tua pun mau tidak mau harus bisa menguasai dan belajar mengenai teknologi-teknologi baru ini. 

Namun, seiring berjalannya waktu semua pihak mulai terbiasa dan tidak lagi merasa canggung. Hampir setahun sudah proses pembelajaran daring harus dijalani melalui jaringan. Berbagai pihak terus berupaya agar pendidikan tetap dapat dinikmati oleh generasi-generasi penerus bangsa. Adaptasi yang dilakukan mulai berkembang dan memunculkan ide-ide baru agar pendidikan semakin maju.

Seberapa Efektif Sih, Metode Pembelajaran Daring?


Kelebihan Pembelajaran daring Blended learning


Sistem pembelajaran daring  adalah sebuah cara pembelajaran yang dilakukan tanpa melakukan tatap muka secara langsung antara guru dan siswa. Pembelajaran dilakukan melalui media yang terhubung dengan jaringan internet. 
Pada sistem ini semua pihak benar-benar harus bekerjasaama agar pendidikan anak dapat terpenuhi dengan maksimal. 

Memang jauh berbeda antara pembelajaran tatap muka dan online.  Guru yang harus bekerja lebih keras menyiapkan media, metode dan menguasai teknologi untuk menghadirkan kelas virtual yang efektif, siswa yang dituntut lebih fokus dan harus mandiri memahami pelajaran, serta peran besar orang tua dalam membantu anak-anak mereka mengikuti semua kegiatan belajar mengajar dari rumah meski mereka juga harus mencari nafkah.

Nah, saya pernah mengulas apa saja kelebihan dan kekurangan pembelajaran daring di sini.

Lantas, apakah pembelajaran daring ini efektif? 


Sistem belajar secara online ini sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia terkait dengan Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Corona Virus Disease (COVID-19).

Setelah beberapa bulan berlalu, para guru dan siswa memang mengaku bahwa kelemahan pembelajaran daring di rumah tidak seefektif kegiatan belajar secara offline. Meski guru sudah mengirimkan rekaman atau video penjelasan materi, siswa terhalang dalam melakukan komunikasi atau bertanya langsung. Apalagi jika mereka berada di desa terpencil yang jauh dari jangkauan internet. Mau tidak mau harus bolak-balik ke sekolah untuk mengambil dan mengumpulkan tugas ke sekolah.

Baca juga:

Mengenal Tentang Blended Learning, Metode Pembelajaran Daring yang Paling Menyenangkan


Kelebihan Blended learning



Metode blended learning (sistem pembelajaran campuran) sebenarnya sudah dikenal jauh sebelum pandemi berlangsung. Hanya saja usaha untuk mengembangkan dan menerapkan mulai lebih didalami ketika pandemi berlangsung. 

Metode Blended learning atau metode hybrid adalah kombinasi pembelajaran yang dilakukan dengan dua arah, yakni memadukan belajar-mengajar face to face dengan konsep e-learning yang saat ini mengikuti perkembangan teknologi. 

Blended learning mungkin bisa menjadi salah satu metode yang mampu mengubah tatanan pendidikan di Indonesia di masa pandemi. Dengan menggabungkan, mencampurkan, sekaligus mengombinasikan sistem pendidikan konvensional dengan sistem berbasis digital.

Di mana materi ajar dikemas dalam berbagai bentuk digital yang menarik untuk para siswa. Guru akan melakukan pengolahan audio, gambar dan tulisan yang kemudian dihadirkan dalam bentuk video, flip book, aplikasi game virtual, screen video dan berbagai bentuk lainnya. 

Media-media ini kemudian dimasukkan ke dalam website atau aplikasi pembelajaran online yang nantinya bisa diakses oleh siswa kapan saja, di mana saja dan kapan saja. 

Selain itu, ada pula sesi pertemuan virtual melalui sebuah ruang obrolan yang dapat menampilkan gambar seperti halnya video call. Para siswa dan guru pun dapat saling bertatap muka seperti halnya dalam sebuah kelas luring. 

Pada sesi ini biasanya siswa dan guru akan menjalankan pembelajaran berupa diskusi, tanya jawab atau bermain edukasi. Melakukan presensi pun hanya perlu sekali klik dalam setiap sesi belajar.

7 Konsep Penting Metode Blended Learning


Metode pembelajaran ini dirasakan cukup menyenangkan dan efektif untuk digunakan dalam melaksanakan sistem belajar mengajar secara online. 

Cara ini pun bisa digunakan di semua jenjang pendidikan, bahkan di dunia kerja. Memang butuh waktu dan tenaga untuk belajar dan menyesuaikan diri dengan metode ini. Namun, dengan perkembangan teknologi yang semakin maju, bukan tidak mungkin metode-metode ini akan terus dipakai dalam jangka waktu yang lama.

Nah, berikut 7 Konsep Metode Blended Learning yang wajib Anda ketahui. 
  • Melakukan kesepakatan antara beberapa pihak, yakni guru, orang tua dan siswa 
  • Menganalisa infrastruktur antara sekolah, guru, dan siswa 
  • Memahami apa yang dimaksud live event dalam metode Blended learning 
  • Mengusung konsep tutorial yang mana guru sebagai tutor dengan menggunakan bahan ajar kreatif di era digital 
  • Kerjasama antara guru dan siswa 
  • Mengukur keberhasilan pembelajaran dengan assesment 
  • Evaluasi di akhir pembelajaran 

Kelebihan Pembelajaran Daring Metode Blended Learning 


Menilik dari 7 konsep di atas, tentunya akan muncul pertanyaan "Apakah pembelajaran daring metode Blended learning ini akan efektif dan membantu pendidikan saat pandemi ini?" 

Nah, Anda perlu tahu apa saja kelebihan Pembelajaran Daring metode blended learning. Check it!

  1. Hemat waktu dan biaya 
  2. Pembelajaran daring lebih efektif dan efisien
  3. Pembelajaran fleksibel tidak terbatas oleh waktu maupun ruang karena siswa berada di rumah 
  4. Siswa lebih leluasa mengakses materi pembelajaran 
  5. Guru dan siswa bisa berdiskusi secara virtual setelah sesi pembelajaran daring selesai 
  6. Guru lebih fleksibel menambahkan materi kapan saja asal internet lancar 
  7. Jangkauan pembelajaran daring lebih luas 
  8. Pembelajaran daring lebih optimal
  9. Menarik perhatian belajar siswa dengan konsep pembelajaran baru

Kekurangan Pembelajaran Daring Metode Blended Learning 


Jika ada keunggulan pembelajaran metode Blended learning, maka sewajarnya Anda harus mengetahui apa kelemahan belajar dari dengan teknik belajar satu ini. Check it!

  1. Pembelajaran tidak akan optimal jika sarana dan prasarana tidak mendukung 
  2. Fasilitas belajar tidak merata sehingga membutuhkan evaluasi secara berkala 
  3. Akses internet yang tidak lancar bisa menjadi hambatan pembelajaran Blended learning
  4. Guru diharapkan selalu kreatif agar siswa selalu tertarik belajar daring 

Kesimpulan 


Sekali lagi, berbicara pendidikan tidak ada metode belajar yang sempurna. Tentunya ada kelebihan dan kekurangan yang anda temui setiap harinya. Metode Blended learning harapannya bisa menjadi solusi teknik belajar-mengajar di Indonesia lebih baik lagi. Pun Anda juga harus saling memahami sekalipun metode belajar sudah terkonsep dengan apik. Di kemudian hari setelah proses evaluasi, kelebihan dan kekurangan pembelajaran daring pastilah ada. So, bijak dalam bersikap ya. Jangan saling menyalahkan, tetapi gotong-royong demi menciptakan generasi unggul era digital jadikan tujuan utama memajukan pendidikan Indonesia. 


Jangan Takut Ditolak Urusan Dunia. Takutlah Ketika Allah Mulai Cemburu

Senin, 22 Februari 2021

 

Jangan takut ditolak

Lagi-lagi penolakan itu hadir kembali. Entah sudah berapa kali orang yang pernah mengaku sebagai sahabat, tiba-tiba mematahkan kepercayaanku, mengkhianatiku, dan bahkan sudah tak mau mengenaliku kembali.


"Cerita ya kalau ada apa-apa. Jangan segan atau malu.”


Perkataan tersebut mengakar dalam pikiranku sejak pertemanan itu terjalin. Makanya, aku sangat ingat dan menyimpannya rapat seolah apa yang mereka ucapkan itu memang benar. Merekalah orang-orang yang akan selalu ada ketika aku membutuhkan pundak untuk bersandar. Merekalah orang-orang yang akan memelukku ketika aku merasa sendirian, dan mereka juga yang akan rela mengusap airmataku saat aku merasa terjatuh di sebuah jurang terdalam.


“Aku akan ada buatmu. Kapanpun kamu butuh.”


Itu adalah perkataan terbodoh yang lagi-lagi aku merekamnya dalam pikiran sekaligus mempercayainya. Padahal setelahnya, mereka akan sibuk dengan hidupnya masing-masing.


Baca Juga:

Ketika Kamu Lelah dan Berpikir Untuk Menyerah

7 Cara Mengatasi Insecure pada Diri Sendiri


Yang tadinya teman dekat, kemudian mereka tak lagi menyimpan nomor pribadiku. Tak ada lagi lagi sapaan “Selamat pagi, semangat untuk hari ini, ya.” Tak ada lagi yang ngajakin aku buat berdiskusi. Tak ada lagi yang memanggilku dengan panggilan sayang seperti biasanya.


Ya, pada akhirnya, mereka yang dekat ternyata tidak menganggapku bukan siapa-siapa. Mungkin saja dari dulu, ada atau tidak ada diriku di lingkaran mereka, tidak ada artinya apa-apa.


Akupun mulai mencari tahu, salah apakah diriku? Hingga mereka enggan lagi mendengarkanku? Akupun mulai merenung dan mulai insecure dengan diriku sendiri “Aku salah. Aku harus mintamaaf.” 


Namun, semakin aku menyalahkan diriku sendiri, aku semakin sakit. Aku mulai kebingungan ke mana harus melangkah? Mungkinkah aku salah tempat selama ini? Apakah memang bukan mereka yang bisa mengerti diriku?


“Aku salah apa? Tolong kasih tahu agar aku tahu dan memahami kalian.”


Tak ada sahutan sedikitpun. Sementara semakin hari, berkomunikasi rasanya hambar. Enak nggak sih begini? Jelas tidak.


Aku merasa tidak baik-baik saja. Aku merasa terpuruk. Lagi-lagi, apakah aku ditolak? Ide-ide dan kerja kerasku bersama mereka bak debu tertiup angin. Berteman denganku mungkin dianggap sebuah kesialan. Harusnya mereka nggak usah berteman denganku. Atau menjanjikan sesuatu padaku hingga aku meganggapnya sebuah harapan di masa depan.


Aku malu. Sungguh, keberadaanku seperti hantu. Aku merasa menjadi orang yang tidak berharga karena telah melakukan kesalahan fatal, menurut mereka. Ingin rasanya protes, tetapi mulutku seolah diganjal oleh bola meriam. Hingga akupun memilih pergi tanpa berkata apapun. Tersenyum getir sembari mengoreksi diri.


Baca Juga: 

Manfaat Positive Thinking untuk Kesehatan Tubuh

Jangan Pernah Merasa Sendiri, Ada Allah Bersama Kita


Penolakan demi penolakan akhirnya membuat diriku berani dengan tegar berdiri di depan cermin. Menanyakan padanya, “Adakah sesuatu yang menjijikkan dalam diriku? Sampai-sampai mereka melihatku saja tak sudi. Permintaan maaf sudah tak berarti.”Berulang kali aku menanyakan hal yang sama. Tanpa bosan, tanpa merasa paling benar.


Aku duduk sejenak di ruangan gelap. Sembari memejamkan mata dan mulai berpikir dengan jernih. “Ternyata, ditolak itu tidaklah sakit. Yang paling sakit ketika mereka menerimaku dengan penuh keterpaksaan. “


Buliran bening menetes tanpa henti. Harusnya aku menyadari jika tak semua orang bisa menerimaku. Menerima keburukanku dan kelemahanku. Bukankah hak mereka untuk suka dan tidak suka padaku? Sekalipun sesekali mereka pernah mengajakku berdiskusi. Bilang aku sangat berarti.


Aku menatap cermin kembali. Di sana kulihat bayangan seseorang di mana mata bulatnya menyalakan api.


“Kamu salah. Kamu sudah mengabaikan tanggungjawab dari mereka. Kamu berjalan semaumu saja.”


Aku terenyak. Setelah kuamati dengan seksama, bayangan itu mirip sekali denganku. Dia marah dengan diriku. Melontarkan kalimat pedas yang seketika membuat hatiku patah berkeping-keping.


Sementara aku tidak sadar selama ini justru aku telah menyakiti bayanganku. Aku terlalu memaksakan diri agar orang lain selalu menyukaiku, selalu merindukan kehadiranku. Padahal tidaklah benar.


Kenapa aku telat sadar?


Faktanya, aku tidak mencintai diriku sendiri. Demi membuat orang lain senang, aku telah menyiksa diriku sendiri. Tangisku semakin pecah. Aku semakin bersalah pada bayanganku di cermin. Hingga mau tak mau akupun harus memeluknya. Mendekapnya erat.


“Tak apa jika seluruh dunia menolakmu. Yang penting kamu bisa menerima kekuranganmu. Tak mengapa seluruh dunia tidak menerimamu. Yang penting    kamu tidak mengabaikan kesempatan untuk belajar menerima dirimu sendiri."


Wahai diri, berdamailah. Jangan takut ditolak. Takutlah jika kamu terlalu berharap pada seseorang yang memberikan harapan, padahal bisa saja dia tidak menginginkanmu.


Wahai diri, berdamailah. Jangan takut ditolak. Takutlah pada Allah yang sangat mencemburui hati yang berharap pada selain Dia. Kamu tak perlu mendapat pengakuan dari mereka. Cukup pengakuan dari Allah saja.

Perbedaan Hosting dan VPS, Mana yang Terbaik?

Perbedaan Hosting dan VPS

 

Saat membangun situs untuk tujuan personal branding atau bisnis, Anda membutuhkan hosting. Dalam pemilihannya, Anda wajib memahami perbedaan hosting dan VPS yang saat ini banyak digunakan.


Keduanya memiliki perbedaan mendasar baik dari segi kualitas, biaya, sampai besar ruangan pengelolaan. Dengan memahaminya, Anda bisa memilih mana saja layanan yang tepat untuk kebutuhan yang dimiliki.


Mengenal Hosting Standar dan VPS



Hosting standar secara umum dibagi menjadi dua. Pertama hosting dengan server fisik berbentuk komputer. Umumnya, hosting ini berjenis shared dan dipakai oleh puluhan sampai ratusan user.


Hosting jenis kedua berbasis cloud dan virtual. Tidak ada server fisik yang dipakai, tapi satu hosting bisa dipakai bersama-sama. Meski sama-sama hosting umum, cloud umumnya lebih cepat dan berbiaya lebih mahal.


Sementara itu VPS atau Virtual Private Server adalah server yang dibuat untuk individu tertentu atau perusahaan. Satu server berjenis privat dan hanya dipakai oleh penyewa saja.


Jenis VPS  ini akan membuat satu server menjadi beberapa bagian virtual server yang tidak saling berhubungan. Artinya, jika ada salah satu server bermasalah, tidak akan mengganggu server yang lain.


Dengan kelebihan yang besar ini, VPS banyak dipakai perusahaan besar yang sedang membangun situs jual-beli atau platform mobile. Jadi, server bisa terus diawasi agar user atau pengguna tidak mengalami gangguan akses.


Perbedaan Hosting dan VPS


Perbedaan hosting dan VPS bisa dilihat dari beberapa variabel yang berbeda-beda, simak selengkapnya di bawah ini:


1. Harga Sewa


Menyewa hosting dengan sistem shared cloud atau standar umumnya lebih terjangkau dibandingkan VPS. Apalagi kapasitas server yang sedang dipakai cukup besar.


Masing-masing provider hosting juga menawarkan harga yang berbeda-beda. Umumnya, semakin panjang kontrak sewa yang dilakukan, biaya yang dikeluarkan per tahunnya lebih terjangkau.


2. Sistem Keamanan


Hosting dengan sistem shared cenderung lebih rentan terhadap serangan dari luar. Apalagi user-nya ada banyak dan tim yang mengelola lamban dalam menangani masalah.


VPS memiliki sistem keamanan yang jauh lebih baik ketimbang shared. Apalagi admin dari VPS akan bekerja untuk lingkupnya sendiri saja. Jadi, begitu ada masalah yang mengancam keamanan, tim bisa segera mengatasinya.


3. Performa secara Umum


Secara umum, performa dari VPS masih berada di atas hosting biasa. Meski demikian, VPS memiliki kekurangan dari segi pengelolaan. Server ini tidak cocok untuk pemula karena sistemnya cukup kompleks.


4. Kapasitas Hosting


Kapasitas hosting jenis VPS bisa besar dan menyesuaikan dengan kebutuhan. Biasanya perusahaan yang menyewanya melakukan custom order agar mendapatkan server yang sesuai kebutuhan. Sementara itu, hosting standar akan menyesuaikan dengan jenis paket yang ditawarkan.


5. Kustomisasi pada Server


Saat menggunakan shared hosting atau cloud hosting, kustomisasi pada server akan ada batasnya. Artinya, sulit bagi admin untuk mengotak-atik agar performa dari website berjalan maksimal.


Sementara itu, VPS lebih memberikan kebebasan untuk melakukan modifikasi sesuai kebutuhan. Asal masih sesuai dengan aturan provider, Anda bisa melakukan perubahan sesuai kebutuhan.


Kesimpulan


Setelah membaca perbedaan hosting dan VPS di atas, sebenarnya sulit untuk menentukan mana dari keduanya yang terbaik. Masing-masing hosting memiliki peminat tersendiri dan cocok untuk kalangan tertentu saja.

Misal VPS cocok untuk Anda yang membangun bisnis dan tidak ingin menggunakan server atau hosting yang sama dengan orang lain. Jadi, data yang ada di sana akan benar-benar dilindungi dan privat.

Tidak Perlu Galau, Berikut 7 Tips Memilih Jurusan Kuliah dengan Tepat

Selasa, 09 Februari 2021


 
Hai, adik-adik yang duduk di bangku SMA!
Pasti kalian punya keinginan mau jadi apa nantinya. Misal, mau jadi dokter, bidan, dosen, guru, arsitektur, designer, atau engineer. Tahukah kamu, kalau itu semua bermula dari mau kuliah jurusan apa.

Jadi, bagi adik-adik yang duduk di bangku kelas XII SMA, SMK, atau STM sebaiknya sudah memiliki pilihan jurusan kuliah. Bahkan, bagi adik-adik yang duduk di bangku kelas X dan XI. Tujuannya agar tidak salah pilih, berhenti di tengah jalan, dan bisa menyiapkan perencanaan secara finansial.

Jurusan kuliah atau program studi merupakan aspek krusial yang akan memengaruhi kehidupan dan masa depan. Jika diibaratkan pada sebuah bangunan rumah, jurusan kuliah merupakan fondasi. Ketika fondasi tersebut kuat dan kokoh, maka bangunan tersebut akan tetap berdiri apapun yang terjadi.

Bagaimana agar Tidak Salah Memilih Jurusan Kuliah?


Adik-adik pasti pernah mendengar sekelumit cerita seseorang yang hanya kuliah satu tahun, lalu berhenti. Atau kuliah tapi sulit sekali untuk menamatkannya dan meraih gelar sarjana. Salah satu penyebabnya adalah salah memilih jurusan kuliah.

Memilih jurusan kuliah memang kerap menimbulkan kebimbangan, terlebih bagi kamu yang belum memiliki ketertarikan khusus pada salah satu bidang profesi. Dengan alih ‘coba-coba’ atau ‘biar keren’ akhirnya terjebak dan salah memilih jurusan kuliah.

Please, jangan anggap ini sepele! Kuliah dizaman sekarang membutuhkan biaya yang lebih mahal. Selain itu, kamu juga harus mempertimbangkan waktu yang terbuang jika salah memilih jurusan. Dan yang terpenting, apakah ilmu yang didapat di bangku kuliah akan bermanfaat atau tidak untuk masa depan.

Lebih jelasnya, berikut 7 tips memilih jurusan kuliah agar tidak menyesal nantinya. 


1. Minat dan Passion


First of all, kamu harus tahu minat dan passion saat menentukan jurusan. Even kamu belum tahu gambaran setelah tamat akan bekerja dimana dan sebagai apa, tapi ketika kamu memilih jurusan sesuai dengan minat dan passion, maka semua akan terasa mudah dan kamu juga memiliki peluang untuk mengembangkan bakat serta potensi diri. Kamu juga akan menikmati setiap proses tanpa beban dan rasa terpaksa.

Orang-orang disekitar, terlebih orang tua, mungkin memiliki andil dalam proses pemilihan jurusan. Tidak jarang orang tua memaksa agar mengambil jurusan yang baik menurut mereka. Tapi, kamu juga harus mempertimbangkannya sesuai dengan minat dan passion. Dengarkan dan ikuti kata hati agar tidak salah dalam menentukan.


2. Bukan Karena Biar Terlihat Keren, Apalagi Ikut-ikutan


Percaya deh, semua jurusan itu keren jika dijalani dengan sepenuh hati. Tidak ada jurusan yang secara spesifik akan membuat kamu terlihat keren. Misal, kuliah jurusan kedokteran itu keren. Arsitektur juga! Padahal, kuliah jurusan lain, seperti keguruan, komunikasi, serta bahasa dan sastra juga keren. Semua mempunyai peluang sukses yang sama jika dilakukan dengan sepenuh hati. Apalagi, jika motivasi dibalik pemilihan sebuah jurusan berdasarkan ikut-ikutan dan gengsi semata. 

Pastikan kamu juga siap menjalani apapun yang akan terjadi pada jurusan yang dipilih. Jangan sampai setelah beberapa semester kamu ingin keluar dan beralih ke jurusan lain. 

3. Mengetahui Kemampuan yang Dimiliki


Setiap manusia pasti memiliki kelebihan dan kekurangan. Kamu harus mengetahui kemampuan yang dimiliki dan tidak perlu memaksakannya.

Kamu bisa mengecek kembali nilai-nilai yang didapat di bangku sekolah, mata pelajaran mana yang menonjol. Dari sini, kamu bisa mencari jurusan yang berkaitan dengan nilai tersebut. Kamu juga bisa melihat prestasi yang diraih. 

Misal, kamu berbakat menggambar, maka kamu bisa memilih jurusan yang berhubungan dengan gambar, seperti seni rupa. Atau lebih spesifik menggambar rumah, maka kamu bisa memilih jurusan arsitektur.

4. Berkonsultasi dengan Orang yang Berpengalaman


Kamu pasti memiliki saudara, kerabat, senior, atau mungkin tempat untuk bertukar pikiran. Kamu bisa menanyakan bagaimana proses kuliah, kendala apa yang dihadapi, hingga prospek ke depan. mintalah arahan dan masukan agar kamu semakin mantap dalam menentukan pilihan. Siapa tahu dari hasil sharing tersebut pikiran akan semakin terbuka dan memiliki ketetapan hati dalam memilih jurusan.


5. Jangan Lupa Pertimbangkan Biaya Kuliah


Tidak bisa dipungkiri, sebagian masih menganggap biaya sebagai salah satu batu sandungan terbesar yang tidak bisa diabaikan. Tidak hanya biaya kuliah, tapi juga biaya mengerjakan tugas, pratikum, hingga biaya hidup selama kuliah. 

Jika ini yang terjadi, sedini mungkin kamu bisa mencari jalur beasiswa yang akan meringankan atau kuliah sambil bekerja. Selama ada usaha dan keinginan, jangan pernah menyerah untuk meraihnya.


6. Memilih Universitas


Tidak semua universitas menawarkan jurusan yang kamu pilih. Karena itu, pilihlah  universitas yang menyediakan jurusan yang kamu pilih. Setelah itu, pertimbangkan juga kualitas, akreditasi, fasilitas, biaya, hingga reputasi. Kamu nisa melihat informasi akreditas dan reputasi melalui website resmi.

7. Berusaha dan Berdoa


Setelah kamu menentukan pilihan, langkah terakhir adalah  berusaha dan berdoa. Kamu bisa memulainya dengan mempersiapkan diri dengan maksimal melalui jalur SBMPTN, termasuk tes psikotes masuk kuliah. 

Selain itu, kamu juga harus mempersiapkan jalur mandiri dan universitas swasta sebagai option lain. 

Itulah tadi 7 tips yang bisa kamu renungkan bagaimana memilih jurusan yang tepat dan tidak ada rasa penyesalan nantinya. 

Pertanyaan selanjutnya, bisakah kuliah di dua tempat atau dikenal dengan double degree. Kuliah ini terjadi ketika mengambil dua jurusan yang berbeda dalam satu waktu, baik di universitas yang sama atau berbeda. 

Di zaman sekarang ini, double degree bukan sesuatu hal yang istimewa lagi. Sudah cukup banyak yang menjalaninya karena memiliki nilai plus tentunya. Misal, memiliki dua gelar sarjana sekaligus sehingga membuka peluang yang lebih besar di dunia kerja, memiliki lebih banyak ilmu yang dikuasai, hingga lebih dilirik HRD perusahaan. 

Namun, ketika kamu memutuskan untuk double degree, ada baiknya memilih dua jurusan yang tidak terlalu berseberangan. Contoh, mengambil jurusan kedokteran dan teknik. Sangat bertolak belakang, bukan. Tapi pilihlah jurusan yang saling mendukung satu sama lain, misal komunikasi massa dan sastra atau ekonomi akuntansi dan ekonomi manajemen.

Finally, ketika kamu masih bingung mau ambil jurusan apa, sebaiknya pilih jurusan yang benar-benar kamu inginkan, serta sesuai dengan minat dan passion yang karena akan membuat kamu merasa nyaman menjalani perkuliahan. Tidak perlu juga memilih jurusan yang populer, mahal, atau sekedar ikut-ikutan. Pilih jurusan yang bisa mewujudkan impian atau cita-cita dimasa depan.

Banyak siswa yang dulunya berprestasi sewaktu SMA tetapi gagal menyelesaikan studi di bangku kuliah karena salah memilih jurusan, hanya menuruti keinginan orang tua, atau bahkan karena ikut-ikutan. Tujuan kuliah adalah untuk menggapai masa depang gemilang yang sesuai dengan impian dan cita-cita, serta membentuk pola pikir dan mengembangkan potensi diri. 

Yuk, pilih jurusan kuliah yang menyenangkan dan membuat hidupmu menjadi lebih berwarna!