Pandangan Krona Digital Agency Terkait Strategi Meme Marketing Untuk Tahun 2026

Minggu, 28 Desember 2025

 

Dalam beberapa tahun terakhir, meme marketing telah berkembang dari sekadar konten hiburan menjadi alat komunikasi strategis bagi brand. Meme kini tidak hanya berfungsi untuk mengundang tawa, tetapi juga menjadi medium untuk menyampaikan opini, sikap, dan nilai brand secara cepat dan kontekstual.


Menjelang tahun 2026, banyak pelaku bisnis dan marketer mulai mempertanyakan apakah meme marketing masih relevan atau justru akan kehilangan efektivitasnya.


Menurut pandangan Krona Digital Agency yang berpengalaman lebih dari 12 tahun, meme marketing mungkin tidak akan menghilang. Namun, cara penggunaannya akan mengalami perubahan signifikan.


Meme marketing di tahun 2026 tidak lagi sekadar mengikuti tren viral, melainkan menuntut pemahaman strategi, konteks budaya, serta kedewasaan brand dalam membaca audiens digital.


Dik Dik Fahruddin, Chief Digital Marketing Officer sekaligus Founder Krona Digital Agency, menegaskan bahwa meme marketing akan masuk fase seleksi alam.


Menurut beliau, brand yang hanya mengejar viral tanpa arah akan tersingkir dengan sendirinya, sementara brand yang menggunakan meme sebagai bagian dari komunikasi yang sadar dan terukur justru akan semakin relevan.

Apa Itu Meme Marketing dan Mengapa Brand Menggunakannya?


Meme marketing adalah strategi pemasaran yang memanfaatkan format meme berupa gambar, video pendek, atau teks populer untuk menyampaikan pesan brand.


Keunggulan utama meme terletak pada kemampuannya menyampaikan pesan kompleks secara singkat, ringan, dan mudah dipahami oleh audiens media sosial.


Banyak brand menggunakan meme marketing karena meme memiliki daya tarik emosional yang tinggi, mudah dibagikan, serta terasa lebih dekat dan manusiawi dibandingkan iklan konvensional. Selain itu, meme sangat sesuai dengan pola konsumsi konten digital yang serba cepat.


Namun, tidak semua meme otomatis cocok untuk brand. Meme yang tidak selaras dengan karakter brand justru dapat merusak kepercayaan audiens dan berpotensi brand damage. Meme seharusnya memperkuat positioning, bukan sekadar menjadi konten lucu tanpa makna.


Bagaimana Perkembangan Meme Marketing Hingga Tahun 2025?


Hingga tahun 2025, meme marketing mengalami evolusi yang cukup drastis. Jika sebelumnya meme bersifat spontan dan organik, kini banyak meme yang dirancang secara strategis sebagai bagian dari kampanye pemasaran digital.


Krona Digital Agency mengamati tiga perubahan utama. Pertama, peran algoritma media sosial yang semakin menentukan distribusi meme. Kedua, pergeseran format dari gambar statis ke motion/video pendek. Ketiga, meningkatnya sensitivitas audiens terhadap konten yang terasa terlalu promosi.


Audiens saat ini tidak hanya menilai apakah sebuah meme lucu, tetapi juga mempertanyakan niat dan pesan di baliknya. Brand yang gagal membaca perubahan ini berisiko kehilangan kredibilitas.

Apa Pandangan Krona Digital Agency tentang Meme Marketing di Tahun 2026?


Krona Digital Agency memandang bahwa meme marketing di tahun 2026 akan memasuki fase kedewasaan.


Brand yang berhasil bukanlah brand yang paling sering membuat meme, melainkan brand yang paling memahami konteks penggunaan meme misalnya riding the wave meme yang sedang ramai.


Meme yang baik adalah meme yang tetap relevan meskipun tidak viral. Jika sebuah meme mampu membangun kedekatan emosional dan memperkuat persepsi brand, maka meme tersebut sudah menjalankan fungsinya.


Tren Meme Marketing Apa yang Diprediksi Akan Dominan di 2026?


Apakah Meme Akan Lebih Personal dan Kontekstual?


Di tahun 2026, meme diprediksi akan semakin niche dan personal. Audiens mungkin tidak lagi merespons meme yang terlalu umum. Meme yang efektif adalah meme yang terasa relevan dengan pengalaman spesifik audiens tertentu.


Oleh karena itu, brand perlu berhenti membuat meme untuk semua orang dan mulai membuat meme untuk komunitas yang benar benar mereka pahami.


Bagaimana Peran AI dalam Pembuatan Meme?


Teknologi AI akan semakin banyak digunakan untuk membantu proses kreatif, mulai dari analisis tren hingga adaptasi format meme. Meski demikian, AI tidak dapat menggantikan empati dan konteks budaya.


Dik Dik Fahruddin menegaskan bahwa AI hanya alat bantu/tools. Ia menyampaikan bahwa ide yang kuat tetap lahir dari pemahaman manusia terhadap emosi, humor, dan dinamika sosial.


Apa Risiko Meme Marketing Jika Tidak Dikelola dengan Tepat?


Meme marketing memiliki risiko yang tidak kecil jika digunakan secara sembarangan. Risiko tersebut antara lain salah konteks budaya, potensi menyinggung audiens tertentu, hingga brand terlihat tidak autentik. Salah satunya adalah kehilangan kontrol narasi. Ketika meme tidak dipahami dengan baik, audiens dapat menafsirkan pesan di luar konteks yang diinginkan brand.


Apakah Meme Marketing Cocok untuk Semua Jenis Bisnis?


Tidak semua bisnis cocok menggunakan meme marketing secara agresif. Meme marketing mungkin akan sangat efektif untuk brand B2C dengan audiens yang dekat dengan budaya digital.


Untuk bisnis B2B, meme tetap bisa digunakan, tetapi dengan pendekatan yang lebih cerdas. Meme dalam konteks B2B sebaiknya berfungsi untuk membangun kedekatan emosional dan menunjukkan sisi human dari brand, bukan untuk menjual produk secara langsung.


Bagaimana Krona Digital Agency Merekomendasikan Strategi Meme Marketing 2026?


Krona Digital Agency merekomendasikan beberapa prinsip utama. Gunakan meme sebagai alat percakapan, bukan iklan. Bangun pemahaman audiens sebelum mengikuti tren. Tetapkan batasan yang jelas agar meme tetap sejalan dengan nilai brand.


Namun demikian, keberhasilan meme marketing tidak boleh diukur hanya dari angka engagement. Melainkan, indikator keberhasilan yang lebih penting adalah bagaimana meme memengaruhi persepsi brand dalam jangka panjang.


Bagaimana Brand Seharusnya Menyikapi Meme Marketing di Tahun 2026?


Meme marketing di tahun 2026 bukan tentang siapa yang paling lucu, melainkan siapa yang paling memahami audiensnya. Brand yang sukses adalah brand yang mampu menggunakan meme secara sadar, kontekstual, dan strategis.


Sebagai penutup, meme adalah bahasa digital. Jika brand ingin berbicara menggunakan bahasa ini, maka brand harus benar benar memahaminya, bukan sekadar menirunya.

Be First to Post Comment !
Posting Komentar

EMOTICON
Klik the button below to show emoticons and the its code
Hide Emoticon
Show Emoticon
:D
 
:)
 
:h
 
:a
 
:e
 
:f
 
:p
 
:v
 
:i
 
:j
 
:k
 
:(
 
:c
 
:n
 
:z
 
:g
 
:q
 
:r
 
:s
:t
 
:o
 
:x
 
:w
 
:m
 
:y
 
:b
 
:1
 
:2
 
:3
 
:4
 
:5
:6
 
:7
 
:8
 
:9