Serba-serbi kehidupan di mata Malica

WUJUDKAN MIMPI KECIL PUTRA-PUTRI PAPUA MELALUI FREEPORT INDONESIA

Sabtu, 04 Januari 2020

Potret Papua bagai oase yang tidak pernah kering. Pesonanya sudah mendunia. Bahkan selain dinyatakan sebagai provinsi terbesar di Indonesia, Papua merupakan provinsi terbesar kedua di dunia. Tak lain karena kekayaan alam dan keindahannya sangat menakjubkan hingga mampu memikat perhatian masyarakat dari belahan dunia. 

Sebut saja Raja Ampat, Danau Sentani, Pantai Bosnik, Lembah Bahliem, Pegunungan Arfak, serta air terjun Kiti-kiti  yang sudah dikenal oleh masyarakat lokal maupun mancanegara. Bahkan, hasil kerajinan dan kuliner khas Papua juga tidak kalah menarik untuk dinikmati. Tak heran jika Papua mendapat julukan "Surga Kecil Jatuh ke Bumi" berkat keindahannya yang tak tertandingi.  

Mengenal Lebih Dekat Freeport Indonesia


Tak terasa terhitung 40 tahun, Freeport Indonesia telah berada di bumi Papua. Sebagai perusahaan yang memiliki deposit tembaga dan emas terbesar di dunia, tentu kehadiran PT Freeport Indonesia (PTFI) harus memberikan banyak manfaat bagi masyarakat sekitar, khususnya kabupaten Mimika.  

Mimika merupakan salah satu daerah yang cukup terkenal dari Pulau Cendrawasih. Terlepas dari daerah yang ditempati oleh perusahaan tambang tembaga terbesar di Indonesia, Mimika menjadi miniatur yang menggambarkan kehidupan di Papua. Mimika juga sebagai simbol utama di Papua karena segala hal berkaitan dengan perekonomian, pendidikan, kesehatan, dan sebagainya bersumber di wilayah ini. 

Lantas, apa yang didapatkan Mimika dari Freeport Indonesia? 

Berdasarkan sejumlah data, Mimika tergolong kabupaten yang beruntung. Bahkan, Mimika bisa dikatakan kabupaten yang makmur dibandingkan wilayah lainnya di Indonesia. Sejak tahun 1992, Manager External Communication PTFI, Kerry Yarangga mengatakan bahwa PTFI berkomitmen mengalokasikan 1 % dari seluruh pendapatan operasional untuk dana pengembangan masyarakat. 

Menariknya, alokasi dana dari Freeport Indonesia setiap tahunnya justru malah bertambah. Jika pada tahun 1992 investasi dana sosial mencapai US8 juta, tak disangka 1997 meningkat 10 kali lipat menjadi US$ 93. Nah, bila dihitung dana investasi sosial dari Pt. Freeport Indonesia mencapai US 1,56 miliar demi memajukan Indonesia, khususnya di Papua. PTFI sudah cukup banyak memberikan sumbangsih untuk negeri. 

Bahkan beritanya, tahun 2019 lalu PT Freeport telah menyabet dua penghargaan dari Indonesia Mining Awards yang diadakan di Jakarta, yaitu kategori Pembayar PNBP terbesar untuk kategori mineral dan kategori pelaksana program pemberdayaan masyarakat terbaik.


Dari sini, Anda tentu semakin penasaran bukan tentang PT. Freeport yang sahamnya 51 persen telah dipegang Indonesia. Meski beberapa isu miring semakin gencar, tidak bisa dimungkiri jika Freeport banyak berkontribusi kepada Indonesia.  

Seperti halnya di bidang kesehatan, PTFI bersama LPMAK memberikan fasilitas kesehatan gratis. Terdapat 2 rumah sakit, 3 klinik umum, 2 klinik spesialis yang dioperasikan bagi 7 suku di Papua agar mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak.



Tak hanya itu, demi mengurangi angka pengangguran di wilayah Papua, PTFI juga mengadakan program kemandirian ekonomi masyarakat lokal. Yaitu, dengan melakukan pembinaaan 118 pengusaha lokal hingga mampu membuka 1036 lapangan baru. Yang mana akan disalurkan di bidang peternakan, perikanan, pertanian, juga pertambangan itu sendiri. 


Bukti nyatanya bisa Anda lihat dari pembinaan petani Kakao oleh yayasan yang di bawah naungan PTFI, yaitu Department Community  Economic Development yang selain mengadakan pelatihan serta pembinaan pada Petani Kakao. Yayasan tersebut juga menyediakan pasar penjualan lewat koperasi petani. Hingga hasil manis pun bisa dinikmati oleh para petani Kakao tersebut. Hasil panen Kakao Papua diakui mendapat predikat terbaik nomor 3 di dunia. 

Pertanyaannya, apakah 2 contoh di atas cukup menjawab kontribusi PT. Freeport Indonesia pada negara tercinta? 

Kontribusi Freeport Indonesia Demi Mewujudkan Mimpi Kecil Putra-Putri Papua


Keberadaan Pt. Freeport Indonesia di tanah Papua memiliki peran sangat penting. Perusahaan asal USA ini tidak hanya mengeruk hasil alam Indonesia. Akan tetapi PTFI telah bekerja sama dengan beberapa lembaga demi mewujudkan kemajuan Indonesia, terutama mimpi-mimpi anak Papua. 

Dalam hal ini, saya akan menyorot perihal Pendidikan yang ada di Papua. Kenapa harus pendidikan? 

Pendidikan menjadi tonggak kemajuan sebuah negara maupun wilayah. Seberapa pun kaya suatu negara, tetapi jika kualitas pendidikannya rendah. Maka negara tersebut belum bisa dikatakan negara berkembang dan maju.

Itulah kenapa PTFI bermitra dengan pengembangan Masyarakat Amungme dan Komoro (LPMAK) agar putra-putri Papua bisa mewujudkan mimpi setinggi langit. Berikut macam-macam kontribusi Freeport Indonesia untuk Papua. 

1. Freeport Membangun 5 Asrama untuk Putra-Putri Papua



Freeport menyebutkan memiliki lima sekolah asrama untuk putra-putri Papua, antara lain:
  • Asrama Bintang Kejora Putra dan Putri yang terletak di Kaokanao. 
  • Asrama taruna Papua dikelola oleh Yayasan Mitra Citracendekia Abadi di Jakarta
  • Asrama Tsinga terletak di Kampoeng Beanekogom
  • Asrama Solus Populi terletak di Timika
  • Asrama Amor Putra Putri terletak di Semarang, Jawa Tengah. 

Pembangunan lima asrama tersebut bertujuan untuk memberikan fasilitas akomodasi dan program pengayaan bagi anak sekolah dari wilayah di pedalaman, serta mencetak calon generasi unggul intelektual, disiplin,  dan mandiri hingga kelak pantas menjadi pemimpin masyarakat.

2. Freeport Membuka Akses Membaca 



Salah satu indikator sebuah negara dikatakan maju adalah yang peduli dengan proses membaca dan menulis. inilah yang dijadikan alasan PTFI membuka akses membaca anak didik desa Tangma, Kabupaten Yahukimo dengan cara mendistribusikan 1.700 buku dari Jakarta ke Wamena Selatan.  

3. Freeport Memfasilitasi Beasiswa Dalam dan Luar Negeri


Freeport kembali menjalin kerjasama dengan American Indonesian Exchange Foundation (AMINEF) dengan mengirim putra-putri terbaik Papua dan Papua Barat untuk menempuh pendidikan di Amerika Serikat. Pada tahun 2018, ada 20 orang yang diberangkatkan. Sementara tahun 2019 berjumlah 26 orang yang ikut serta program beasiswa yang dititikberatkan pada program beasiswa Fulbright dan pertukaran pelajar. Dalam hal ini, Freeport telah mengeluarkan dana sebesar USD 1 juta atau 13,3 milyar untuk periode 2016-2020.


Menariknya, beasiswa ini juga diadakan di 39 Perguruan tinggi negeri di Indonesia. Disebut beasiswa program ADIK (Afirmasi pendidikan Tinggi) yang disiapkan khusus bagi pelajar lulusan sekolah menengah ke atas di Papua dan Papua Barat dengan memilih jurusan yang aplikatif, yaitu teknik sipil, teknik mesin, kedokteran, teknik informatika, kesehatan masyarakat, Agrobisnis, Kelautan, Perikanan, dll. Sementara program ADEM (Afirmasi Pendidikan Menengah) khusus untuk lulusan SMP yang mau melanjutkan pendidikan SMA ke luar Papua.  

4. Pelatihan Profesi 


Wujud kontribusi lain Freeport Indonesia dalam hal pendidikan adalah dengan mengadakan pelatihan profesi yang dikhususkan pada dua suku besar, yaitu Amungme dan Kamoro. 

Pelatihan profesi ini bertempat di Balai Latihan Kerja (BLK) Institut pertambangan Nemangkawi didukung oleh Freeport Indonesia demi memastikan para siswa mendapatkan skill yang dibutuhkan oleh industri. Lulusan dari pelatihan ini yang memenuhi syarat kompetensi akan mendapat kesempatan bekerja di Freeport Indonesia maupun di luar negeri. 

5. Pelatihan Sarjana Fresh Graduate


PTFI menjalin kerjasama dengan Departement environmental untuk mengadakan program pelatihan pada para sarjana lulusan Papuan Bridge Program (PBP) agar bisa mempersiapkan diri untuk bersaing di luar terutama dunia kerja.

Pelatihan tersebut tentang dasar kepemimpinan, ketrampilan, serta berwirausaha. Tujuannya tak lain adalah mindset para sarjana fresh graduate setelah lulus tidak melulu harus menjadi karyawan atau berikatan dengan dinas.

Para sarjana tersebut bisa menciptakan lapangan pekerjaan sendiri. Misal dengan menjadi wirausaha. Dalam hal ini PTFI memfasilitasi sekaligus membimbing sarjana PBP dengan sebutan pilot project. Sarjana PBP diajak wirausaha perkebunan tanaman sayuran dengan memanfaatkan lahan luas yang sempat terabaikan.

Melihat beberapa kontribusi Freeport Indonesia, rasanya mewujudkan mimpi putra-putri Papua bukanlah hal yang sulit lagi. Generasi unggul Papua bisa terbang lebih tinggi layaknya simbol burung Cendrawasih yang melekat pada provinsi Papua. Mereka siap bersaing demi menyambut revolusi industri 4.0 kelak.

Sumber Referensi:

  • https://ptfi.co.id/id/community-capacity-building
  • https://lipsus.kontan.co.id/v2/freeport/read/302/Menghitung-kontribusi-Freeport-bagi-bumi-pertiwi
  • https://indonesia.go.id/narasi/indonesia-dalam-angka/ekonomi/ekonomi-papua-masih-bergantung-pada-freeport
  • https://www.google.com/amp/s/amp.kompas.com/ekonomi/read/2018/12/22/142513326/pembayar-pajak-terbesar-freeport-sumbang-penerimaan-negara-172-miliar-dollar

NB : Artikel ini diikutsertakan dalam lomba #NarasiDariPapua Blog Competition dengan tema "Kontribusi Freeport Indonesia untuk Papua". 
Be First to Post Comment !
Posting Komentar

EMOTICON
Klik the button below to show emoticons and the its code
Hide Emoticon
Show Emoticon
:D
 
:)
 
:h
 
:a
 
:e
 
:f
 
:p
 
:v
 
:i
 
:j
 
:k
 
:(
 
:c
 
:n
 
:z
 
:g
 
:q
 
:r
 
:s
:t
 
:o
 
:x
 
:w
 
:m
 
:y
 
:b
 
:1
 
:2
 
:3
 
:4
 
:5
:6
 
:7
 
:8
 
:9