Pentingkah Memiliki Asuransi Kesehatan?

Sabtu, 07 Desember 2019

Yang namanya sakit, siapa pun tak mampu memprediksi. Baik tua maupun muda, bahkan anak baru lahir pun tidak menutup kemungkinan bisa sakit. 

Inilah alasan kenapa menjaga kesehatan itu penting. Karena penyakit bisa menyerang kapan saja dan di mana saja. Ibaratnya seperti si Jailangkung yang cukup fenomenal dengan jargonnya: datang tak dijemput, pulang tak diantar. Begitulah penyakit. 

Tujuh bulan yang lalu, saya mengalaminya. Lebih tepatnya anak sulung saya yang tiba-tiba saja terserang penyakit serius. Padahal sebelumnya tidak terlihat tanda-tanda berbahaya. 

Hanya saja, nafsu makan dia berkurang. semakin hari tubuhnya malah kurus. Kemudian, dia juga gampang demam. Nah, karena saya termasuk orang tua yang tidak gampang memberikan anak obat saat sakit, alternatifnya konsumsi obat herbal menjadi solusi yang tepat. Dan seperti biasa, setelah beberapa kali sulung minum obat herbal, perlahan kondisinya membaik. 

Namun, siapa yang menyangka, jika kondisinya yang sudah mulai pulih tidak bertahan lama. Justru saya menemukan benjolan kecil di bagian leher. Duh, saya mendadak panik sendiri. Tetapi saya pantang menampakkan kepanikan tersebut di depan anak. Jadi ya, simpan saja sendiri. Hiks


Sumber foto : pinterest.com

Nah, saat rasa khawatir menyeruak pikiran, saya pun memutuskan untuk membawa sulung ke dokter spesialis anak di salah satu rumah sakit Lamongan keesokan harinya. Tetapi sebelum itu, saya mencoba cari tahu dari beberapa teman online yang kebetulan  berprofesi sebagai seorang dokter dan ahli kesehatan. Saya bercerita pada mereka mengenai tanda-tanda yang dialami oleh sulung. Dan kemungkinan sulung terkena TB kelenjar. Namun agar lebih pasti hasilnya, uji lab sangat disarankan.

Esok harinya saya sampai di rumah sakit dan ngobrol banyak dengan dokter anak. Berdasarkan saran dokter, Sulung harus melalui proses pemeriksaan. Dan pemeriksaan pertama adalah tes darah untuk mengetahui penyakit yang diderita oleh Sulung. Setelah menunggu di ruang tunggu lab selama hampir 4 jam, hasil tesnya pun keluar. Dan saya pun disarankan pergi ke kasir untuk melakukan proses pembayaran.

Wah, seketika mata saya melotot kaget. Biaya uji lab ternyata cukup banyak, ya. Sementara saat itu, saya hanya membawa uang pas-pasan. Eh, tapi bukan masalah uang pas-pasan sih. Jika saja saya memiliki asuransi kesehatan, kayaknya biaya berobat yang dikeluarkan tidaklah banyak. Toh, dokter sudah memberitahu jika proses pengobatan sulung ini kemungkinan akan bertahap. Apabila sulung memang benar terjangkit TB kelenjar, artinya dia harus rutin menjalani pengobatan selama 6 bulan.

TENTANG TUBERCULOSIS LIMFADENITIS




Berdasarkan pusat data informasi Kementerian Kesehatan RI, pada tahun 2016 terdapat 8,8 juta  12 juta jiwa yang terjangkit penyakit TBC. Indonesia termasuk negara kelima yang mengalami kasus insiden setelah India, Cina, Filipina, dan Pakistan.

Dari data ini bisa disimpulkan bahwasanya Indonesia belum memiliki pencegahan yang tepat dalam mengatasi penyakit TBC, karena terbukti penyakit TBC yang disebabkan oleh infeksi kuman Mycobacterium tuberculosiss ini masih merajalela.

Namun, Indonesia tidak akan diam saja memberi tanggapan soal penyakit ini. Dilansir dari artikel tirto.id bahwasannya Menko PMK menyatakan pemerintah Indonesia berharap 2030 berkomitmen menekan dan menghilangkan penyakit Tuberculosis ini sesuai target the sustainable Development Goals (SDGs).

Penyakit TBC atau TB ini merupakan infeksi ganas kedua setelah HIV sebagai penyebab kematian di dunia.

Mengenai tanda-tanda penyakit TBC ini biasanya dimulai dengan gejala berupa batuk yang berlangsung lama, batuk berdahak hingga berdarah, serta terdapat benjolan di leher atau ketiak.

Nah, jika gejalanya batuk, artinya penyakit TBC ini menyerang paru-paru. Tidak hanya pada paru-paru, tetapi juga bisa menyerang tulang, usus, dan kelenjar. Dan penularannya bisa melalui percikan ludah, batuk, bersin, atau napas sang penderita TBC.

Selain gejala berupa batuk, gejala lain bagi penderita TBC adalah demam, lemas, berat badan turun, tidak nafsu makan, nyeri dada, dan berkeringat di malam hari. Oh ya, penyakit TBC akan menyerang seseorang yang kekebalan tubuhnya rendah. Tentunya tidak pandang usia berapapun. Karena TBC bisa menyerang orang dewasa, remaja, bahkan anak-anak sekalipun.

CARA PENCEGAHAN PENYAKIT TUBERCULOSIS


Selain tes darah, untuk memastikan apakah sulung benar terjangkit TBC kelenjar, maka si sulung harus melakukan tes patologi anatomi pada leher yang terdapat benjolan tersebut.

Dalam prosesnya, sulung ditidurkan dalam sebuah ruangan. Kemudian dokter melakukan pemeriksaan dengan melakukan biopsy eksisi, yakni mengambil sebagian kecil jaringan untuk dilakukan pemeriksaan di laboratorium.

Duh, sejujurnya saya sedikit ngilu melihat proses pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter. Saya nggak tega melihat leher si sulung ditusuk-tusuk beberapa kali dengan gerakan cepat untuk mendapatkan sample cairan yang nantinya akan dibawa ke laboratorium. Tetapi bagaimana lagi, inilah proses yang harus dilalui guna memastikan apakah benjolan di leher tersebut benar-benar penyakit TBC kelenjar atau tidak. Dan tahu tidak, berapa biaya yang harus dikeluarkan saat tes patologi anatomi?
Hmmm ... tidak sedikit pastinya. Karena sekali tes tersebut, saya harus merogoh biaya sebesar Rp. 450.000. Bagi saya yang berpenghasilan pas-pasan sebagai guru honorer di sekolah taman kanak-kanak, tentu mengeluarkan uang di atas Rp.100.000 sudah tampak begitu besar. Terlebih saya seorang single mom yang harus benar-benar menekan pengaturan keluarga agar tidak membengkak.

Eits, jangan anggap saya ibu yang perhitungan pada anak ya. Saya pribadi tidak mempermasalahkan soal uang itu, sebab yang paling penting sulung bisa sehat kembali. Hanya saja sedikit menyesal, kenapa saya tidak membuat asuransi kesehatan untuk pencegahan yang tepat  sebelumnya?

Kagetnya lagi, ketika saya kembali ke ruangan dokter anak, beliau memberikan resep obat yang harus dikonsumsi si sulung. Nggak tanggung-tanggung, dokter menyampaikan bahwa sulung harus mengonsumsi OAT (Obat Anti Tuberkulosis) guna bermanfaat sebagai pembasmi kuman TBC itu sendiri. OAT ini wajib dikonsumsi selama 6 bulan pertama sebagai proses pencegahan supaya benjolan pada leher mengecil. Tentunya sesuai anjuran dokter, ya.

Selain konsumsi OAT, sulung juga diberikan vitamin penambah nafsu makan. Sebab berdasarkan perintah dokter, proses penyembuhan TBC salah satunya berat badannya bertambah setiap bulannya.

Kebayang, berapa biaya yang dihabiskan selama 6 bulan? Sebenarnya dari rumah sakit sendiri sudah disediakan OAT dari pemerintah. Hanya saja, tingkat pengobatannya berbeda. Dari sinilah saya berpikir jika asuransi kesehatan sangat penting dimiliki sebelum sakit menyerang.

KENAPA MEMILIKI ASURANSI KESEHATAN ITU PENTING? 



Ketika Anda mengatakan kesehatan itu penting, maka memiliki asuransi kesehatan  adalah salah satu cara untuk mencintai dan melindungi keluarga tercinta. Semua orang tentu tidak ingin sakit. Namun saat penyakit itu datang tiba-tiba, siapa yang mampu menolaknya?

Dengan memiliki asuransi kesehatan, Anda mampu mengelola keuangan lebih baik. Sehingga sewaktu-waktu ada anggota keluarga yang sakit atau mengalami kecelakaan. Asuransi kesehatan ini akan membantu Anda dalam mengurangi pengeluaran yang tak terduga.

Dalam hal ini Sequis Life merupakan asuransi kesehatan yang tepat untuk Anda lirik. Karena Sequis Life akan membantu Anda dalam mempersiapkan biaya kesehatan, seperti biaya rawat inap di rumah sakit serta pilihan produk asuransi lainnya.

Kenapa sih harus Sequis Life? 


  1. Perlindungan kesehatan yang melindungi hingga 85 tahun
  2. Memberikan manfaat kematian karena kecelakaan
  3. Memberikan manfaat tambahan kanker dan serangan jantung
  4. Memberikan manfaat rawat inap dengan perawatan minimum 6 jam
  5. Memberikan manfaat biaya perawatan kesehatan sesuai tagihan dan plan yang diambil
  6. Fasilitas cashless di 500 lebih rumah sakit di Indonesia dan Malaysia
  7. Memberikan pelayanan kesehatan di wilayah Asia Tenggara
  8. Bantuan jasa atas perjalanandan pengobatan darurat
Perlu diketahui, selain 8 keunggulan di atas, Seques Life juga termasuk perusahaan Asuransi yang cukup matang. Pt. Sequis Life didirikan sejak tahun 1984 dan bertahan hingga saat ini dengan pelayanan serta program-program asuransi yang luar biasa.

Produk Asuransi Kesehatan  Terbaik
Sequis Life




Istimewanya, Seques Life juga menawarkan asuransi kesehatan khusus untuk wanita. Di mana tawaran kesehatan ini masih sangat jarang ditemui di Indonesia. Seques Life memang perusahaan lokal, namun fakta di lapangan seques life mampu memasarkan sekitar 400 ribuan polis dalam kurun waktu tersebut.

Yuk, sayangi dan lindungi kesehatan keluarga dengan asuransi kesehatan. Info selengkapnya bisa dipelajari di www.sequis.co.id .id ya!  
22 komentar on "Pentingkah Memiliki Asuransi Kesehatan? "
  1. Get well soon anak sulungnya mba.. Artikel ini membantu sekali utk memantapkan hati menggunakan asuransi.

    BalasHapus
  2. Setelah baca judul tulisannya, saya langsung jawab berbisik, "PENTING BANGETTTTTT." Hehehe. Kalo gak ada asuransi kesehatan, bisa-bisa gaji suami cuma numpang lewat di rekening doang. Apalagi saya punya anak kembar yang setiap bulannya harus imunisasi. Gak terbayang betapa kalutnya kami jika setiap bulan harus mengeluarkan uang untuk biaya kesehatan mendadak.

    BalasHapus
  3. Sangat penting asuransi kesehatan. Apalagi untuk yang telah berkeluarga.

    BalasHapus
  4. Sudah pulih kan ya mbak sekarang si sulung?

    Benar, asuransi kesehatan itu memang sangat membantu kala ada anggota keluarga yang sakit

    BalasHapus
  5. Saya setuju asuransi kesehatan itu penting, saya juga setuju jika setiap warga negara wajib punya asuransi kesehatan. Yang saya tidak setuju itu jika diharuskan untuk memiliki asuransi pada satu lembaga tertentu, padahal banyak pilihan bagus di luar sana.

    BTW, semoga anaknya cepat sembuh, Mbak Malica.

    BalasHapus
  6. menarik nih buat diskusi mengenai pentingnya asuransi kesehatan bagi keluarga, mungkin dengan perspektif lain. Kalo ada pilihan asuransi "swasta" lebih baik daripada BPJS yg kadang ga manusiawi

    BalasHapus
  7. Adikku pernah kena penyakit serius juga kak. Selain dari fisiknya yang bikin sedih bgt, dari biaya pun juga banyak bgt

    BalasHapus
  8. Semoga si Sulung cepat sembuh ya Mbak. Harus sabar kalo pengobatan TBC yah. Ikut prihatin. Setuju...asuransi kesehatan memang penting banget. Semacam sedia payung sebelum hujan.

    BalasHapus
  9. Kalo ditanya penting ngga punya asuransi kesehatan, ya penting-penting aja si. Kan ngga ada yang tau juga kapan seseorang sakit atau mengalami musibah.

    BalasHapus
  10. Jadi single mom dengan anak yag sakit itu berat, tetapi semoga Allah menyegerakan kesembuhan bagi ananda sulung. Semoga pula ada banyak rezeki mengalir dari arah tak terduga, bahwa Allah masih sayang dan memberkahi kalian.
    Semoga pula nanti bisa memiliki asuransi kesehatan, Sequis sebagai penyedia asuransi kesehatan swasta itu bagus juga.

    BalasHapus
  11. Saya cukup terbantu dengan asuransi kesehatan, karena kita tidak tahu kapan kita akan sakit. Tapi di samping itu, baiknya kita menjaga kesehatan karena sakit itu tidak enak

    BalasHapus
  12. Tapi dengan munculnya kasus asuransi yang kolaps seperti jiwas raya... kom saya jadi was was juga ya kak

    BalasHapus
  13. jaman sekarang asuransi kesehatan memang penting banget mbak, apalagi penyakit sekarang sulit terdeteksi, yang awalnya sehat-sehat aja mendadak kena stroke dll. jadi secara personal saya terbantu sekali dengan adanya asuransi tersebut.

    BalasHapus
  14. Ansuransi kesehatan itu penting banget, karena biaya kesehatan itu mahal

    BalasHapus
  15. Subhanallah, buat ngeceknya aja butuh biaya segitu, gimana kalo emang bener ada penyakitnya dan perlu proses penyembuhan ya. Mudah-mudahan kita semua dan orang2 tersayang selalu diberikan kesehatan.

    BalasHapus
  16. Ya Tuhan aku ikut sedih baca ceritanya hiks hiks. Masih kecil udah harus nahan sakit kayajy gitu. Senoga cepet sembuh ya, amin

    BalasHapus
  17. Menurutku asuransi kesehatan memang pentiing banget. Karena kalau ga punya, dan tiba=tiba ada yang sakit, hal ini suka mengacaukan cashflow huhuhu.

    BalasHapus
  18. Anak saya kena TB saat sekolah PAUD. Sebelumnya hampir gk pernah sakit padahal. Begitu TB, pengobatan panjaaaang kemudian sembuh. Sampai skr daya tahan tubuhnya belum sekuat dahulu. Dan Iya, tanpa asuransi kesehatan, bisa jebol lah keuangan kami.

    BalasHapus
  19. Dengan memiliki asuransi kesehatan, Setidaknya kita dapat mengelola keuangan lebih baik. Jika ada anggota keluarga yang sakit atau mengalami hal-hal yang tidak diinginkan. Asuransi kesehatan dapat membantu mengurangi pengeluaran yang tak terduga.

    BalasHapus
  20. Memiliki asuransi saat ini sepertinya sudah menjadi sebuah keharusan, sedia payung ssebelum hujan lebih baik dari pada tiba-tiba jadi miskin karena uang habis untuk bayar tagihan pengobatan huhuhu

    BalasHapus
  21. inget banget waktu aku kena paru-paru basah, sedih banget karena menjalani pengobatan selama 6 bulan dan gaboleh sekalipun putus. Makanya penitng banget buat punya asuransi kesehatan ini.

    BalasHapus
  22. penting kak, biarpun kita ngrasa kita jarang sakit tapi saipa tau setahun dua tahun nanti,,, paling gak kita punya pengaman lahhh

    BalasHapus

EMOTICON
Klik the button below to show emoticons and the its code
Hide Emoticon
Show Emoticon
:D
 
:)
 
:h
 
:a
 
:e
 
:f
 
:p
 
:v
 
:i
 
:j
 
:k
 
:(
 
:c
 
:n
 
:z
 
:g
 
:q
 
:r
 
:s
:t
 
:o
 
:x
 
:w
 
:m
 
:y
 
:b
 
:1
 
:2
 
:3
 
:4
 
:5
:6
 
:7
 
:8
 
:9