Serba-serbi kehidupan di mata Malica

MENGHAPUS JEJAK MASA LALU BERSAMA BANK MUAMALAT INDONESIA. AYO HIJRAH, YUK!

Kamis, 02 Mei 2019

Dulu, saya pernah berpikir, kenapa hidup ini tidak adil.

"Salah saya di mana?"
"Kenapa Allah menguji hidup saya seberat ini?"

2014 adalah tahun bersejarah dalam kehidupan saya. Seberapa kuat berusaha untuk menghapus kelamnya jejak masa lalu, yang saya dapat hanyalah sakit hati dan menyalahkan orang lain saja. Saya seringkali mengeluh dan mengeluh hingga tanpa sadar justru membuat diri ini semakin jatuh dalam lubang keterpurukan.

Meruginya, karena terlalu fokus dengan ujian hidup yang sedang saya hadapi, saya lupa memahami hakikat dari ujian tersebut.

"Kenapa harus saya yang mengalaminya kala itu?"
"Ada apa dengan  pernikahan saya?"
"Kenapa saya harus jatuh pada lubang hitam yang bernama perpisahan?"

Hingga suatu hari, saya pun disadarkan oleh seorang teman agar memperbanyak intropeksi diri. Sebab, Allah menguji seorang hamba pasti ada alasan di baliknya. Mengoreksi diri pun tak perlu bingung harus dimulai dari mana, bisa dari perkara remeh yang sudah saya lakukan sehari-hari.

Misal, kita mengaku beriman dan bertaqwa tapi kenyataannya menjalankan ibadah salat subuh saja sering sekali kesiangan. Saat adzan berkumandang, dan kita sedang sibuk melakukan sesuatu. Bukannya menghentikan pekerjaan tersebut, justru kita lebih memilih menomor duakan panggilan Allah tersebut. Dan lagi, bagaimana hubungan baik kita dengan manusia? Sudahkah sesuai dengan yang diajarkan Allah dalam Al-Qur'an?

Astagfirullah ...

Saya benar-benar tertampar. Semua perkara kecil di atas hampir sering saya remehkan. Saya mengira hidup yang saya jalani saat itu baik-baik saja. Nyatanya, tidak!

Lalu, pantaskah untuk mengeluh?

Pantaskah berprasangka buruk?

Sejak saat itu saya mulai pelan-pelan mengubah diri, memperbaiki waktu salat, memperbaiki hubungan baik dengan orang tua, kerabat, dan teman-teman yang bersinggungan dengan kehidupan pribadi.

Yah, meski sudah sangat terlambat karena pernikahan sudah kandas.

Tapi bagi saya, tidak ada salahnya memperbaiki diri meski terlambat. Daripada kita sama sekali tidak mau mencobanya. Walaupun saat proses perbaikan diri tersebut kita telah kehilangan sesuatu yang berharga dalam hidup. Yakin, Allah tahu semua yang terbaik untuk setiap hamba-Nya.

TITIK BALIK 

Dijelaskan dalam Al-Qur'an dalam surat Al-Baqarah ayat 286, yaitu:

"Allah tidak akan memberikan beban (Taklif) kepada seseorang di luar batas kemampuannya."

Di awal perpisahan itu terjadi, memang saya merasa sangat berat untuk melanjutkan hidup. Lebih banyak menghabiskan waktu sendiri di kamar tanpa mau berinteraksi dengan siapa pun, termasuk anak-anak.

Apakah saya mampu membesarkan dua amanah itu sendiri?

Keraguan dan ketakutan akan ketidakmampuan dalam diri selalu bergejolak dalam pikiran tanpa henti.

Namun, setelah saya berniat untuk mengubah diri, dalam arti hijrah secara kaffah atau menyeluruh. Bukan hanya perilaku dan penampilan yang mulai pelan-pelan saya perbaiki, tetapi juga hijrah hati dan pikiran supaya terus berpikir positif.

Bagaimana ayat tersebut di atas diturunkan oleh Allah?

Karena Allah yakin pada setiap hamba pasti mampu melaluinya dengan sabar. Ujian didatangkan bukan untuk menjadikan keadaan seseorang lebih buruk, melainkan Allah ingin menguji seberapa kuat iman tersebut bertahan agar bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Kemudian saya diingatkan kembali pada hadist yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu anhu tentang mencintai sesuatu sewajarnya saja.

"Cintailah kekasihmu sewajarnya, karena bisa jadi suatu saat dia akan menjadi seorang yang engkau benci. Dan bencilah orang yang engkau benci sewajarnya saja karena bisa jadi suatu saat dia akan menjadi kekasihmu."

Dari sinilah saya semakin mantap untuk berhijrah. Memulai kembali kehidupan baru dan berdamai dengan keadaan di masa lalu.

Saya pun mencoba mengambil peluang dengan berbisnis online. Mulai dari jualan baju dan berbisnis produk kecantikan dan kesehatan.

Awalnya sih, bisnis yang saya jalankan berjalan sangat baik, bahkan bisa dikatakan sangat lancar. Tapi entah apalagi salah saya dalam bisnis tersebut. Uang dari hasil berbisnis produk kecantikan dan kesehatan tersebut, raib ditipu teman. Uang hasil jerih payah saya selama beberapa bulan tak bersisa sama sekali. Padahal uang bisnis tersebut rencananya untuk tabungan anak saat mulai sekolah nanti.

Saya kembali didera musibah yang cukup pelik perihal keuangan. Tapi bedanya, kali ini saya tidak marah apalagi menyalahkan keadaan. Karena sudah memantapkan hati untuk Ayo Berhijrah, saya pun berusaha mencari akar masalah dan terus berpikir positif.

Dan benar, secara tidak sadar ada unsur riba pada bisnis yang saya jalankan. Makanya harta yang saya kumpulkan belum berkah. Akhirnya, tak mau berlama-lama terpuruk dalam masalah finansial, saya bangkit mencari peluang kembali serta lebih memantapkan lagi dengan keinginan berhijrah.



Berhijrah memang memiliki arti "Perubahan lebih baik" tapi bukan berarti saat ini saya sudah baik. Justru karena terus belajar, makanya saya ingin berhijrah terus menerus. Sebab hijrah itu berproses. Seperti halnya seorang preman kampung yang tadinya banyak melakukan kesalahan, kemudian memutuskan untuk bertobat. Tentu, keputusan tersebut butuh perjuangan keras, bukan?

Saya berhijrah karena ingin merasakan sebuah kebahagiaan atas keputusan saya sendiri. Sekaligus sebuah kedamaian hidup yang tidak saya dapatkan di masa lalu.

Beruntung, saya menemukan informasi tentang program AYO HIJRAH dari Bank Mualamat Indonesia. Yang memang sangat saya butuhkan sekali.


Apa itu AYO HIJRAH dan Latar Belakangnya

Menilik kembali arti hijrah, yaitu "lebih baik" maka #AyoHijrah adalah program yang didirikan oleh Bank Muamalat bertujuan untuk mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk meningkatkan diri ke arah yang lebih baik dalam segala hal.

Dalam hal ini, islam bukan sekadar berbicara tentang hubungan makhluk dengan Sang Pencipta, tetapi juga terkait jalan hidup (Way of life). Sehingga dengan adanya program Ayo Hijrah ini banyak orang paham bagaimana menjalani hidup sesuai tuntunan islam yang baik dan berkah.

Sementara bank Muamalat Indonesia sebagai bank yang pertama kali murni mengusung perbankan syariah ini ingin mencoba menjadi agen penggerak semangat umat untuk terus-menerus meningkatkan diri ke arah ajaran islam lebih baik, sempurna, dan menyeluruh (Kaffah). Sehingga umat tidak hanya berhijrah dalam hal ibadah tetapi juga soal keuangan.

Apa Tujuan Gerakan AYO HIJRAH? 

Ayo Hijrah dibentuk dengan niat mulia oleh Bank Muamalat Indonesia, yaitu peningkatan kualitas hidup, baik secara individu maupun organisasi, agar semakin kaffah menjalankan syariat islam, khususnya dalam layanan perbankan syariah. Sebab, Bank Muamalat sendiri bercita-cita menyetarakan pertumbuhan nasabah bank syariah agar setara dengan kondisi rakyat Indonesia yang mayoritas muslim.

Kenapa Memilih Bank Muamalat Indonesia?

Bank Muamalat Indonesia adalah Bank Syariah pertama di Indonesia yang resmi berdiri pada 1 November 1991.

Pendiri bank ini digagas oleh majelis ulama Indonesia atau lebih dikenal dengan MUI. MUI juga bersama-sama dengan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) dan pengusaha muslim untuk membesarkan bank Muamalat Indonesia hingga akhirnya mendapat dukungan dari pemerintah Republik Indonesia. Maka, resmi pada tanggal 1 Mei 1992 Bank Muamalat beroperasi untuk memunculkan inovassi-inovasi baru demi kemajuan keuangan syariah kala itu.

Adapun beberapa inovasi yang sudah dilakukan sejak berdiri hingga saat ini antara lain:


  • Asuransi Syariah (Asuransi Tafakul)
  • Dana Pensiun Lembaga Keuangan  Muamalat (DPLK Muamalat)
  • Multifinance syariah (Al-Ijarah Indonesia Finance)
  • Share  e Gold Debit Visa 
  • Layanan E-channel seperti: M-Banking, ATM, cash management




Salah satu Bank baru dengan beberapa pencapaian seperti di atas, serta memiliki visi "The best Islamic bank and TOP bank in Indonesia with strong Regional Presence" tak heran jika Bank Muamalat Indonesia didaulat sebagai satu-satunya bank syariah pertama yang berprestasi.

Selain itu, cara kerja dalam hal pelayanan, bank muamalat juga patut diacungi jempol. Bagaimana cara mereka melayani para nasabahnya bisa dijadikan tolak ukur kenapa Anda harus menjatuhkan hati pada Bank Muamalat tersebut. Yaitu:


  • Pengelolaan dana di Bank Muamalat didasarkan pada prinsip-prinsip ekonomi syariah yang dikawal dan diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah
  • Bank Muamalat memiliki layanan yang memudahkan para nasabahnya, antara lain seperti Mobile Banking, internet banking, jaringan ATM, dan kantor cabang yang tersebar luas hingga luar negeri.
  • Bank Muamalat tidak menginduk pada bank lain, sehingga esensi syariah tetap terjaga. 

Dan kini, Anda pun akan dimanjakan oleh program baru dari Bank Muamalat Indonesia yang diberi nama gerakan AYO BERHIJRAH. Yang mana bentuk dari gerakan ini adalah berupa kegiatan-kegiatan yang mengajak masyarakat untuk meningkatkan kualitas diri dalam segala bidang agar hidup lebih baik dan berkah.

Kegiatan-kegiatan yang termasuk dalam program AYO BERHIJRAH antara lain:


  • Seminar atau edukasi tentang perbankan syariah
  • Open booth di pusat kegiatan masyarakat
  • Kajian islami dengan narasumber dari kalangan ulama
  • Pemberdayaan masjid sebagai salah satu agen perbankan syariah

Dan Anda perlu tahu, sejalan dengan launching program baru AYO HIJRAH ini, ternyata produk Bank Muamalat juga berganti nama, yaitu:

  • Tabungan iB Hijrah
  • Tabungan iB Hijrah Haji dan Umrah
  • Tabungan iB Hijrah Rencana
  • Tabungan iB Hijrah Prima
  • Tabungan iB Hijrah Prima Berhadiah
  • Deposito iB Hijrah
  • Giro Ib Hijrah
  • Pembiayaan rumah iB Hijrah Angsuran super ringan dan Fix and Fix (Masih dalam proses pengajuan kepada Regulator/OJK)

Bagaimana? Sangat menarik, bukan?

Bahkan bisa dikatakan begitu menggiurkan program-program dari Bank Muamalat ini. Bagi siapa saja yang membaca pemaparan visi, misi, serta program dari Bank Muamalat tersebut, tak dimungkiri pasti akan tertarik untuk mengikuti apalagi jarang jenis bank di Indonesia yang mengusung konteks syariah, bukan? Sehingga manfaatnya sangat jelas bisa dinikmati oleh para nasabah.

Apalagi baru-baru ini, tepatnya tahun 2019 pencapaian gemilang kembali diraih dari Marketing Research Indonesia (MRI) dan infobank,  yaitu mendapat peringkat 1 dalam ajang "Satisfaction, Loyalty, and Engagement Award 2019 dan Golden Award Corsec & Corcomm Terbaik kategori Bank Publik."


Serta masih banyak lagi penghargaan atas prestasi Bank Muamalat Indonesia pada tahun 2018 sebagai berikut :



Wah, saya jadi semangat dan mantap banget untuk berhijrah bersama Bank Muamalat Indonesia secara kaffah (Menyeluruh). Prestasi bejibun dengan layanan ramah dan menyenangkan. Sukses terus untuk Bank Muamalat Indonesia, ya.

Dan bagi Anda yang ingin tahu lebih banyak tentang Bank Muamalat Indonesia atau gerakan baru AYO HIJRAH, silakan cari tahu melalui link berikut:

https://www.bankmuamalat.co.id/

Semoga bermanfaat😊
35 komentar on "MENGHAPUS JEJAK MASA LALU BERSAMA BANK MUAMALAT INDONESIA. AYO HIJRAH, YUK!"
  1. Enak dibaca mba...

    Bagus bagus baguss

    BalasHapus
    Balasan
    1. MMkasih, Mbak Us. Masih belajar nih. Hehehe

      Hapus
  2. Semoga istiqomah ya Mbak dalam berhijrah. Semoga setiap langkah diberkahi Allah swt...
    Semangaaat...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin. Nuhun, Mbak Hani. Semoga istiqomah. Hehehe

      Hapus
  3. Hijrah dari berutang dengan resiko riba ke berutang tanpa riba, wow banget mbak.
    Program-program Bank Muamalat keren euy...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mbak. Program Bank Muamalat keren sangat. Saya aja tertarik buat nyemplung di snaa nih. Hehehe

      Hapus
  4. Waduh malu saya, masalah saya tidak sebesar masalah mbak Malica, tapi mengeluhnya sebesar gunung. Masih suka lupa berhenti mengerem. Padahal kalau sungguh sungguh menghayati, kita pasti bisa menarik hikmah dari tiap masalah tersebut.
    saya juga mulai aware nih mbak soal perbankan syariah. Takutnya salah satu dari masalah-masalah yang kita hadapi iitu bersumber dari keuangan kita yang kurang bersih dari riba. Bener mbak, harus diniatkan berhijrah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semua ada porsinya, Mbak. Syukuri dan nikmati saja. Dan selalu belajar mengambil hikmah dari ujian yang didapat. Saya masih butuh banyak belajar mbak. Hehehe

      Hapus
  5. Semoga kita semua senantiasa istiqomah di jalan hijrah yang telah kita pilih dan jalani. Btw, dari dulu saya telah tertarik buka rekening di bank Muamalat tapi kok belum kesampaian sampai sekarang. Doakan saya juga bisa segera berhijrah dalam urusan ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amiin. Sama-sama belajar, Mbak. Hehehe

      Saya juga belajar untuk tetap istiqomah. Hehehe...

      Hapus
  6. Alhamdulillah yah bank muamalat memfasilitasi kaum muslim yang sedang hijrah. Gak hanya hijrah dalam beribadah tapi hijrah juga dalam mengelola keuangan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mbak. Kalau bisa hijrah semuanya. Twrlanjur nyemplung harus dituntaskan. Hehehe

      Makasih kunjungannya ya, Mbak.

      Hapus
  7. semoga Alloh sll kuatkan mbak Malica dan kelg y mbak. terima kasih sdh mngingatkn untuk sll mmbersihkn harta qt dr riba 😣💕

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin. Sama-sama mbak.

      Sudah sewajarnya saling mengingatkan sesama saudara muslim. Hehehhe

      Hapus
  8. bagus...bagus...bagus... semoga banyak yang mengikuti jejak berhujrah...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin. Doakan ya, Mbak. Semoga saya istiqomah

      Hapus
  9. Masalah datang bukan untuk menyusahkan tetapi untuk meningkatkan kualitas diri kita. Tetap semangat dan senantiasa istiqomah di dalam berhijrah

    BalasHapus
  10. Hai mba, kisah hidup memang sering kali tak terbayangkan ya, untungnya dirimu diberi kekuatan untuk melewatinya. Semoga istiqomah dan tetsp semangat ya!

    BalasHapus
  11. InsyaAllah, aku juga udah mulai hijrah dari riba sejak 2016 lalu. Semoga kita istiqomah ya, Mbak. Sayang, Bank Muamalat belum ada di Sekayu, jadi kita masih pakai bank konvensional.

    BalasHapus
  12. Semoga istiqomah dalam berhijrah ya, Mbak. Tetap kuat dan semangat yuk, Mbak Malica.

    BalasHapus
  13. Alhamdulillah..
    Baca kisah begini makin menguatkan diri
    Semoga istiqomah dengan hijrahnya ya Mbak

    BalasHapus
  14. Ketika kita diberikan ujian kehidupan, memang hanya satu yang dapat kita lakukan, serahkan pada Allah dan hijrah

    BalasHapus
  15. Selalu ada jalan dari Allah untuk menarik hamba-Nya agar kembali. Mbak sudah berhasil menemukan hikmah dan akhirnya berhijrah. Baarakallah :)
    Kisah hijrah selalu menarik untuk dikenang atau diceritakan. Ada semangat untuk memperbaiki diri dan menyebarkan spirit yg sama pada orang lain.
    Nah, kalau Bank Muamalat memang tidak diragukan lagi kerennya. Bank pertama yang murni sesuai syariah, sih. Cocok untuk gerakan #AyoHijrah

    BalasHapus
  16. Setiap umat punya kisah hijrah masing-masing, dan uniknya selalu mampu menginspirasi,meskipun tidak setiap org mau membagikan cerita hijrahnya. Salah satunya aku sendiri, sebenarnya aku punya cerita hijrah dengan Muamalat, tapi ya gitu deh, gak pengin cerita hehe. Semoga terus konsisten di jalur ini ya, Mbak.

    BalasHapus
  17. Semoga istiqomah hijrahnya mb

    BalasHapus
  18. Cerita hijrah masing-masing orang berbeda-beda ya mbak, begitu pun titik baliknya...
    Semoga kita selalu berjalan di jalan kebaikan... Mudah-mudahan istiqomah yaaa... :)

    BalasHapus
  19. Mashaa Allah semoga kita semua istiqomah berhijrah ya mbak... saya baru mulai belajar hijrah dari riba, semoga di permudah Allah SWT amiin YRA

    BalasHapus
  20. Subhanallah, semoga ada hikmah besar di balik semua peristiwa dalam hidup. Dinikmati saja pahit manisnya. Tetap semangat, Mbak :)

    BalasHapus
  21. Jadi malu pada diri sendiri. Kadang saat ditimpa masalah udah merasa paling menderita, padahal belum ada apa apanya dengan masalah yang mbak malica hadapi. Tetap istiqomah yang mbak.

    BalasHapus
  22. Semoga terus istiqomah ya mba dan saya juga mulai pelan-pelan berhijrah dalam penampilan. Mosok pake celana melulu #eaa :))
    Nanti mau cari tau juga bank Muamalat di Kota Malang

    BalasHapus
  23. semoga diberikan keistiqomahan ya mbak dalam hijrahnya..aamiin :)

    BalasHapus
  24. suka banget sama tulisannyaaaaa mb
    hijrah memang gak mudah
    dan berprosesnyaaa itu luar biasa
    terus semangat mbaaaa

    BalasHapus
  25. hijrah dari dalam hati memang yang berat ya, mbak. Semoga kita diberi kekuatan untuk selalu bisa lebih baik.

    BalasHapus
  26. Riba itu ngeribanget ya.... memang sebaiknya mencari yg lbh membuat nyaman

    BalasHapus
  27. semangat mba, semoga Allah memudahkahkan langkah kita untuk berusaha lebih baik.Keren ya program muamalat ayo hijrah, dulu pernah punya account di muamalat, tapi ditutup, jadi ingin buka lagi disana

    BalasHapus

EMOTICON
Klik the button below to show emoticons and the its code
Hide Emoticon
Show Emoticon
:D
 
:)
 
:h
 
:a
 
:e
 
:f
 
:p
 
:v
 
:i
 
:j
 
:k
 
:(
 
:c
 
:n
 
:z
 
:g
 
:q
 
:r
 
:s
:t
 
:o
 
:x
 
:w
 
:m
 
:y
 
:b
 
:1
 
:2
 
:3
 
:4
 
:5
:6
 
:7
 
:8
 
:9