SELISIK 2018: INDONESIA LEBIH BAIK BERSAMA INDUSTRI 4.0

By Malica.com - September 02, 2018

                     
     
Siapkah Indonesia mengikuti perubahan generasi milenial?

Indonesia saat ini telah menapaki revolusi industri 4.0, yang mana banyak aktivitas dilakukan secara digital dan otomasi. Dulu ketika revolusi industri pertama, Indonesia menggunakan mesin uap dalam perkembangan bidang pertanian, pertambangan, manufuktur, dan transportasi.

Sementara pada revolusi industri 4.0 kali ini manusia dituntut untuk mengoptimalkan fungsi otak. Dimana nanti tenaga manusia akan lebih banyak digantikan oleh media internet. Seperti munculnya superkomputer, robot pintar, pabrik cerdas,  kendaraan tanpa pengemudi, dan kemajuan-kemajuan lainnya. Oleh karenanya sumber daya manusia harus digembleng supaya lebih siap menyambut revolusi industri 4.0 ini, khususnya generasi muda.

Dibuktikan dengan adanya peresmian MAKING INDONESIA 4.0 oleh Presiden Jokowi, yakin bahwa Indonesia memang telah siap melakukan perubahan. Harapannya, Indonesia bisa lebih hidup dan lebih giat dalam industri nasional sesuai perkembangan zaman.  Selain itu, implementasi industri 4.0 ini juga diharapkan mampu mendongkrak ekonomi Indonesia supaya mencapai top ten ekonomi global di tahun 2030 nanti.

                     

Tepatnya, Sabtu 01 September 2018. Seminar nasional telekomunikasi dan informatika, SELISIK 2018. Seminar tahunan yang bertempat di Harris Convention Festival Citylink Bandung ini diselenggarakan oleh mahasiswa Sekolah Tinggi Teknologi Bandung (STTB). 

Seminar yang cukup menarik dengan mengangkat tema tentang "Mempersiapkan sumber daya manusia dalam menghadapi industri 4.0 dengan mengembangkan digital mastery."

Disampaikan oleh pemateri yang ahli di bidangnya, yaitu Bapak Ir. Priyantono Rudito,M.Bus, Ph.D., Direktur Eksekutif Co-Branding Wonderful Indonesia Kementrian Pariwisata RI, dan Prof. Dr. M. Suyanto, MM., rektor AMIKOM Yogyakarta.

Topik menarik serta kolaborasi dari kedua pemateri yang apik, membuat seminar ini sangat berkesan. Ilmu yang didapat tentang revolusi industri 4.0 juga sangat mudah diserap otak.

Acara ini dibuka dengan menyanyikan lagu 'Indonesia Raya'. Kemudian pertunjukkan kesenian tradisional "Tari Rampak Kendang" dan "Angklung" oleh unit kegiatan mahasiswa Bandung.

Lalu penyampaian susunan acara dalam seminar oleh Ibu Harya Gusdevi S.Kom, M. Kom. selaku ketua panitia. Setelah itu dilanjutkan dengan sambutan-sambutan. Sambutan pertama oleh Ketua STTB bapak Muchamad Naseer, S.Kom. MT.

Sambutan berikutnya dari Bapak Prof. Dr. Ir. H. Eddy Jusuf Sp, MSi. Mkom selaku Ketua APTIKOM Jabar. Selanjutnya, pembukaan seminar oleh Kepala LLDIKTI Wilayah IV. Dalam hal ini akan disampaikan oleh Bapak Prof. Usman Seherman AS, M.P.

Disusul dengan acara yang ditunggu-tunggu, yaitu penandatanganan MOU IndoCEISS dan NERIS, dengan perguruan tinggi yang bekerja sama dengan IndoCEISS dan NERIS.

                

Tak lama acara pun dilanjutkan pada pengumuman pemenang lomba SELISIK 2018 dengan beberapa kategori, di antaranya : games, aplikasi, dan animasi. Setelah itu dilanjut dengan acara pemberian cinderamata atas keberhasilan peserta.

Acara seminar dijeda sejenak untuk waktu istirahat, dilanjut kembali dengan pembicara pertama, Bapak Priyantono Rudito. Topik yang dibawakan tentang Menyiapkan SDM menghadapi Industri 4.0, yang ternyata dikembangkan melalui konsep 3C, yakni Context, Concept dan Content. 

Sebuah perkembangan revolusi industri yang cukup cepat pada masa itu. Perubahan revolusi industri mulai dari yang tradisional sekali, menengah, lalu cukup modern yang mengandalkan media internet.
      

Dalam hal ini Priyantono mengungkapkan,"Untuk menghadapi industi 4.0 yang perlu disiapkan adalah human capital  atau Sumber daya manusianya."

Sangat jelas bahwasanya SDM yang dibutuhkan oleh industri 4.0 haruslah orang kreatif, inovatif dan kompeten yang siap bersaing dengan orang luar serta mau melakukan perubahan.

Sesi kedua pematerinya adalah Prof. Dr. M. Suyanto, MM. Rektor AMIKOM Yogyakarta. Beliau menyampaikan perihal Human Capital Development in Industry 4.0. Yang mana sesi ini lebih mengajak peserta seminar untuk berimajinasi melalui pemutaran animasi 'Ajisaka'. Animasi yang pernah membanggakan nama Indonesia.

Jika ditarik kesimpulan, perkembangan revolusi industri 4.0 ternyata lebih cepat dari perkiraan sebelumnya.  Untuk itu sumber daya manusia harus lebih waspada. Kita harus cepat bergerak supaya tidak tertinggal dengan yang lain. Inovatif, kreatif,  dan kompetitif adalah bekal perubahan untuk SDM industri 4.0 ke arah yang lebih baik.


#MakingIndonesia4.0
#Selisik2018
#Revolusiperubahan

  • Share:

You Might Also Like

9 comments

  1. Ajisaka animasi, kek apa yaa...pengen tau

    Ini tulisan, oleh oleh yg keren

    ReplyDelete
  2. Saya rasa Indonesia siap menghadapi tahun milenial dan segala bentuk teknologi yang menyertainya

    ReplyDelete
  3. Pengembangan teknologi harus diimbangi kemampuan SDM.

    E-Commerce sebagai salah satu pilar perekonomian digital harus mempersiapkan pelaku UMKM agar bisa bersaing di pasar digital.

    ReplyDelete