KEHAMILANKU BIKIN CEMBURU

By Malica.com - April 01, 2017



Kehamilan adalah sesuatu yang sangat dinantikan seorang perempuan, karena menyempurnakan kodrat saya sebagai perempuan. Tapii, kehamilan kali ini ada yang berbeda mengapa?

Dulu, waktu hamil anak pertama, setelah melihat dua garis merah di testpack, rasanya sumringah banget. Senang nanti perut mulai nongol, jalan sana sini ketemu orang ditanya lagi " isi " ya. Membayangkan asyiknya begadang,memberi ASI, mengganti popok, dan putar otak membuat MPASI anak. Ah, inilah rasa bahagia menjelang status menjadi ibu.

Tapi sayangnya semua itu tidak saya rasakan pada kehamilan yang kedua.

Yang kedua ini saya sempat kaget, begitu tahu kandungan sudah jalan 5 bulan saat Arya berusia 19 bulan. Perasaan yang harusnya sumringah mendengar kabar itu, malah berganti menjadi rasa khawatir. Sempat terbesit dalam pikiran kasihan si sulung masih kecil sudah punya adek , takut juga nanti Arya kurang kasih sayang, dan was-was ada masalah dalam psikologinya. Apalagi saya juga kerja nanti bagaimana mengurusnya.

Ditambah lagi banyak yang bilang jika anak kesundulan itu nantinya akan menimbulkan kecemburuan, benarkah?

Sebenarnya belum bisa percaya jika efek kesundulan akan berdampak negatif.
Tapi memang setelah saya perhatikan ada perubahan pada Arya. Dia cenderung rewel, suka menangis dan lebih manja. Kadang juga ngomel gak jelas. Apakah keadaan seperti ini yang dinamakan cemburu?

Akhirnya saya konsultasikan dengan dokter, dan memang wajar anak seumuran Arya masih sangat butuh kasih sayang dan perhatian dari kedua orang tuanya. Makanya untuk mengekspresikan kecemburuannya dia jadi sedikit rewel dan suka menangis. Tingkat manjanya juga lebih tinggi dari sebelumnya.

Nah, itulah kenapa saya bilang kehamilan yang kedua ini bikin cemburu karena ada perubahan sikap yang terjadi pada si sulung Arya yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Tapi meskipun demikian, saya dan suami tetap berusaha menghilangkan rasa cemburu itu dengan memberikan perhatian lebih, sering mengajak dia ngobrol dengan adeknya yang didalam perut dan memberikan kata-kata positif agar kelak adeknya lahir si sulung  bisa sayang dan mau berba

  • Share:

You Might Also Like

0 comments